Berbagai pernyataan Sayyid Muhammad Qasim tentang mimpinya (Ar-Ru’ya ash-Shadiqah) yang mungkin belum kita ketahui secara umum. Apa saja? Ada 14 pernyataan Sayyid Muhammad Qasim. Pria dari Pakistan yang sering bermimpi bertemu Allah ﷻ dan Rosulullah ﷺ ini menyampaikan pernyataannya di hadapan tim GAZA. Setidaknya ada 4 orang yang hadir menyimak pernyataan Sayyid Muhammad Qasim di basecamp di Pakistan. Sebelum membagikan pernyataan tersebut, tim GAZA mengkroscek terlebih dahulu untuk meminimalisasi kekeliruan karena perbedaan bahasa. Berikut ini keempat belas pernyataan Sayyid Muhammad Qasim yang terbagi menjadi 2 macam tema, yaitu penggambaran para nabi dan penggambaran Dajjal. Apa saja?
Penggambaran Para Nabi
- Dalam mimpinya, Allah ﷻ memperlihatkan bahwa janggut Rasulullah ﷺ itu panjangnya sekepal tangan.
- Sayyid Muhammad Qasim melihat wajah Nabi Sulaiman Alaihis Salam itu tampan.
- Sayyid Muhammad Qasim tidak begitu jelas melihat perawakan Nabi Yusuf Alaihis Salam tetapi Sayyid Muhammad Qasim mengatakan semua nabi Allah Subhanahuwataala rata-rata lelaki yang tampan.
- Sayyid Muhammad Qasim menceritakan Nabi Musa Alaihis Salam adalah pria berperawakan tinggi, kekar dan mempunyai kekuatan fisik yang sangat kuat. Sayyid Muhammad Qasim pernah melihat Nabi Musa Alaihis Salam berdiri bersama Nabi Sulaiman Alaihis Salam. Dan terlihat bahwa Nabi Musa Alaihis Salam lebih tinggi 2 inci dari Nabi Sulaiman Alaihis Salam.
- Di kalangan para sahabat Rosulullah ﷺ, postur tubuh Umar bin Khattab Rodhiallahuanhu mirip dengan postur Nabi Musa Alaihis Salam.
- Nabi Muhammad ﷺ perawakannya sangat mirip dengan Nabi Ibrahim Alaihis Salam.
- Sayyid Muhammad Qasim melihat di dalam mimpinya Nabi Musa Alaihis Salam pernah memukul malaikat maut sehingga malaikat maut terlempar. Melihat hal tersebut Sayyid Muhammad Qasim merasa ketakutan. Namun Nabi Musa Alaihis Salam mendekatinya dan mengatakan dengan suara yang lembut bahwa dia tidak bermaksud menakuti-nakuti Sayyid Muhammad Qasim dengan peristiwa tersebut.
- Sayyid Muhammad Qasim dalam mimpinya melihat ketika rumahnya selesai dibangun, maka seorang sahabat Sayyid Muhammad Qasim meminta ulama untuk mengirim anak-anak untuk membaca Al Quran. Tetapi Sayyid Muhammad Qasim menolaknya dan mengatakan bahwa Allah ﷻ akan mengirimkan teman-teman-Nya untuk membacakan Al Quran. Kemudian ternyata Allah ﷻ mengirim 30 nabi untuk membacakan Al Quran di rumahnya. Masing-masing nabi membacakan 1 juz dari Al Quran dan yang pertama kali membacakan adalah Nabi Muhammad ﷺ.
Penggambaran Dajjal
- Dajjal saat ini usianya masih muda dan posisi terakhir saat ini sedang menuntut ilmu di suatu lokasi sekitar pegunungan di Syria, yang ada hutannya. Dia sering berada dalam sebuah goa (menyendiri).
- Dajjal sudah mengetahui keberadaan posisi Sayyid Muhammad Qasim. Informasi tersebut diperkirakan berasal dari kaki tangan Dajjal/jin. Namun Dajjal belum berani mendatangi Sayyid Muhammad Qasim secara langsung karena ilmunya masih lemah (usianya masih muda), kekuatannya masih berada di level 1.
- Allah ﷻ menggambarkan dalam mimpi Sayyid Muhammad Qasim bahwa Dajjal mempunyai istri dan anak. Sayyid pernah melihat Dajjal bersama istrinya mendatangi orang-orang. Tim GAZA memperkirakan bahwa Dajjal dalam posisi menjadi tokoh agama/bermuka alim, bukan saat dajjal marah karena Sayyid Muhammad Qasim menang di semua medan perang & karena kekuatan Dajjal sudah masuk level 4 (ilmunya sudah penuh/ kuat), dengan menunjukan ke-dajjal-annya.
- Saat Dajjal muncul di fase awal, yaitu bermuka baik/alim, ular sangat besar selalu mendampingi di belakangnya. (Ini simbol, Dajjal selalu didampingi iblis. Ingat iblis menyamar ular saat menggoda Nabi Adam AS).
- Rasulullah ﷺ memberikan pedang kepada Sayyid Muhammad Qasim. Pedang tersebut berwarna kemerah-merahan seperti warna besi yang sedang mengalami proses pembakaran dan penempaan. Kepada tim GAZA, Sayyid menunjukan contoh gambar sebuah pedang yang warnanya mirip.
- Dalam mimpi yang lain, Sayyid Muhammad Qasim berhasil memenggal Dajjal menggunakan pedang dari Nabi Muhammad ﷺ. Ini terjadi setelah Dajjal menjadi lemah/ilmunya meleleh karena berhadapan dengan Nabi Isa AS. Setelah kepala Dajjal terputus, Iblis mengangkat kepala Dajjal sambil mengatakan Dajjal adalah panglima perangnya yang kaya.