Kategori: All Dreams

  • Serial Bedah Buku Mimpi yang Benar di Akhir Zaman

    Serial Bedah Buku Mimpi yang Benar di Akhir Zaman

    Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Jika zaman itu sudah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak berbohong. Dan, sebenar – benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim no. 4200)

    Nabi Muhammad ﷺ juga bersabda: “itu karena kenabian dan dampaknya akan sangat jauh dari masanya, sehingga orang – orang beriman akan diberikan keringanan dalam bentuk mimpi yang akan membawa mereka beberapa kabar baik atau akan membantu mereka untuk bersabar dan teguh dalam iman mereka.” (HR Al-Bukhari no. 6499; HR Muslim no. 4200)

    Al- Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pada akhir zaman mimpi seorang mukmin nyaris tidak mengandung kebohongan. Itu berarti mimpi mereka memiliki sifat dan arti yang jelas sehingga tidak memerlukan penakwilan. Bahkan, mimpi itu benar – benar menjadi kenyataan. Ia berada dengan mimpi orang lain yang membutuhkan penakwilan sehingga mimpi itu harus ditafsirkan oleh seseorang penakwil mimpi.

    Yang demikian itu adalah kemurahan dan kompensasi dari Allah ﷻ Yang Maha Mengetahui keadaan umat akhir zaman yang semakin lama semakin sulit menelusuri mana yang benar – benar merupakan tuntunan Nabi dan mana yang bukan. Karena itu, sudah selayaknya kita bersyukur kepada Allah ﷻ atas petunjuk yang Dia sampaikan kepada kita melalui mimpi benar saudara kita.

    bersambung ….

  • Serial Bedah Buku Mimpi yang Benar part 1

    Serial Bedah Buku Mimpi yang Benar part 1

    Banyak perdebatan tentang mimpi yang benar namun perlu di ketahui bahwa mimpi yang benar itu memang ada dan sudah terbukti. Ribuan tahun yang lalu, sebelum kemarau panjang yang berpotensi membunuh penduduk Mesir dan sekitarnya datang, Allah ﷻ memberikan raja Mesir mimpi yang benar dan mengirimkan Nabi Yusuf a.s (yang diajarkan-Nya takwil mimpi dan mengurus perbendaharaan) agar rakyat Mesir dapat bersiap – siap dan selamat melalui kemarau panjang itu.

    Setelah diberi tempat yang kokoh di sisi raja, Nabi Yusuf a.s pun mulai bekerja dan mengumumkan pada rakyat, “Hai rakyat mesir, akan datang kepada kalian tujuh tahun masa subur disusul tujuh tahun masa kemarau! Makanlah hanya sedikit dari gandum pada masa subur dan simpan selebihnya untuk masa kemarau! Harap diingat bahwa tidak akan ada tanaman yang dapat tumbuh pada masa kering dan hanya mereka yang menyimpan gandumnya yang akan memiliki cukup gandum pada masa itu.”

    Rakyat Mesir tentu terkejut mendengar kabar seorang Ibrani yang mengaku diutus oleh Pencipta Alam Semesta tiba – tiba menjadi orang terdekat raja dan memperingatkan mereka tentang kemarau hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Maka mereka bertanya – tanya, bagaimana mereka harus bersikap menghadapi semua itu? Haruskah mereka percaya semua yang orang asing itu katakan? Haruskan mereka ikut menyimpan gandum untuk masa kering sesuai arahan bendahara Mesir baru itu atau menikmati hasil penen mereka seperti biasa?

    Setelah memikirkan dan mempertimbangkan segalanya, akhirnya para penyembah berhala itu memilih ikut menyimpan gandum. Hal itu bukan karena mereka percaya pada seruan Nabi Yusuf a.s tapi karena mereka tahu satu hal. Resiko ikut menyimpan gandum tapi kemarau tidak pernah datang bukan apa – apa jika dibandingkan dengan resiko tidak menyimpan gandum tapi ternyata kemarau benar – benar datang.

    Dan mereka yang ikut menyimpan gandum (baik yang telah beriman sejak awal maupun yang belum) akhirnya selamat melalui masa – masa sulit itu.

    Dan kisah mereka dapat pula kita ambil pelajaran bahwa Allah ﷻ tidak pernah menyia-nyiakan perbuatan baik seseorang. Karena itu, perhatikanlah!

    Bersambung part 2 ….

  • Serial Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim “Harinya Telah Dekat”

    Serial Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim “Harinya Telah Dekat”

    Assalamu’alaikum, para pembaca semua. Kita akan melanjutkan pembahasan Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim dengan judul “Harinya Telah Dekat”.

    Di banyak ayat dalam Al – Qur’an, Allah telah menyatakan bahwa saatnya hari kiamat telah dekat. Diutusnya Nabi Muhammad ﷺ  sebagai penutup para Nabi juga merupakan satu diantara tanda – tanda dekatnya hari kiamat. Maka tepatlah jika kita berkata bahwa “kiamat sudah dekat”.

    Dan jika kalimat itu belum cukup untuk menyadarkan diri dari khayalan duniawi. ingatkan ia bahwa saat ini keadaannya sudah tidak lagi sama. Tidak seperti saat Nabi Muhammad ﷺ baru diutus, saat ini hampir setiap tanda – tanda kecil kiamat telah terjadi. Banyak penyanyi wanita telah muncul, musik dan perzinaan merajalela, negeri Arab kembali menjadi padang rumput, kebun kurma Baisan berhenti berbuah, gempa bumi banyak terjadi, dan bahkan banyak ulama berkata bahwa Imam Mahdi telah dilahirkan.

    Dan jika itupun belum cukup, ingatkanlah diri tentang kelahiran seorang bayi di timur tengah yang tiba – tiba dapat berbicara pada tahun 2004 dan berkata, “saya adalah pemuda yang akan dibunuh dajjal dan dia tak akan dapat membunuh seorang lagi pun setelah saya.”

    Adalah tugas kita bersama untuk saling mengingatkan bahwa saat ini yagn tersisa hanya tinggal tanda – tanda besar kiamat seperti perang akhir zaman, asap tebal ad-dukhan, kemunculan dajjal, dst.

    Jadi, inilah akhir zaman itu! Bangun dan bersiaplah. Dunia tak akan terlihat sama dalam beberapa tahun ke depan dan tentu tidak akan sama keadaan orang yang mempersiapkan diri menghadapinya denga orang yang duduk manis menunggu semua tiba di depan matanya.

    Bersambung ….

  • Menjawab Uzma Bagian 4 || Al Mahdi Seorang Mukhlasin

    Menjawab Uzma Bagian 4 || Al Mahdi Seorang Mukhlasin

    Menjawab Uzma Bagian 4

    Berbagai pernyataan doktor Ustadz Zulkifli Ali yang sangat merendahkan dan berbau fitnah yang telah menuduh kelompok pendukung Muhammad Qasim hanya berdasarkan mimpi. Dia menyarankan jika ingin melihat Al Mahdi maka pakailah dalil yang ada. Itulah contoh bagaimana orang tidak pernah tabayyun, ucapan yang keluar jadi fitnah. Padahal justru kita tahu dan mulai mengikuti mubasyirat, karena kita percaya dan sami’na wa
    ato’na kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendengar, menjelaskan, dan mengikuti mubasyirat di akhir zaman sebagai bagian dari kabar gembira, peringatan, dan juga petunjuk.

    Untuk lebih jelas dan lengkapnya Pembaca PORTAL GAZA dapat menyaksikan video pada link : “Menjawab Uzma Al Mahdi sosok Mukhlasin.” 

    Jadi apa yang disampaikan oleh Uzma ini adalah fitnah kepada kita orang-orang yang percaya Al Mahdi, maka semua pernyataan itu akan kita luruskan insyaAllah.

    Berdasarkan dalil yang sekarang ini akan kami sampaikan kepada anda, “justru andalah yang akan membawa dan mengikuti fitnah, sementara kami menghindari fitnah tersebut.”

    Uzma mengatakan bahwa “hidupnya Al Mahdi berantakan” artinya sedang futur dan akhlaknya tidak sama dengan akhlak Baginda Nabi Muhammad ﷺ .

    Dia menekankan akhlaknya harus sama dengan akhlak nabi, dan seolah-olah hendak mengatakan bahwa akhlak Muhammad Qosim jauh dari akhlak nabi.

    Jawaban kami, pertama: Al Mahdi maupun tokoh yang tersebut di dalam hadis akhir zaman adalah sosok out of the box sama seperti kemunculan para utusan Allah ﷻ sebelumnya.

    Di mana para utusan Allah selalu out of the box, dan di luar dari pemikiran kita, mengapa? Karena ahlul kitab sekarang ini lupa bahwa “di atas ilmu ada takdir”!, Sepandai-pandainya anda belajar berilmu tinggi, khatam Quran satu malam, karena saking pintarnya maka tidak berarti paling tinggi kedudukannya di mata Allah ﷻ karena “yang paling tinggi adalah takdir Allah ﷻ sendiri”.

    Al-Mahdi Golongan orang-orang mukhlasin

    Di dalam takdir itu ada yang disebut dengan mukhlasin apa itu mukhlasin? Yaitu orang-orang yang tidak berilmu, bisa jadi tidak berilmu tapi ia mendapat anugerah ikhlas dan diikhlaskan oleh Allahﷻ.

    Contohnya Al Mahdi gennya berasal dari gen Nabi Muhammadﷺ keturunan nabi ﷺ Ya sudah menjadi kehendak Allahﷻ untik memilihnya. Bentuk penghargaan bahwa di dalam gen nabi ﷺ itu ada satu kebaikan yang paling tinggi di dalam konteks yang Allah sukai,

    yaitu orang yang selalu benci dengan berbagai perbuatan merusak tauhid dan benci dengan berbagai perbuatan syirik.”

    Begitulah Allah ﷻ Maha Mengetahui dan Berkuasa atas Kehendak _Nya. Sosok pembawa petunjuk yg Allah ﷻ kehendaki berasal dari orang-orang mukhlasin kita tidak bisa tawar-menawar, tidak bisa protes! itulah iradah Allah.

    ini ada di dalam surat Qur’an surat Yusuf ayat 24.
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَلَـقَدْ هَمَّتْ بِهٖ ۙ وَهَمَّ بِهَا ۚ لَوْلَاۤ اَنْ رَّاٰ بُرْهَا نَ رَبِّهٖ ۗ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّۤوْءَ وَا لْـفَحْشَآءَ ۗ اِنَّهٗ مِنْ عِبَا دِنَا الْمُخْلَصِيْنَ

    wa laqod hammat bihii wa hamma bihaa, lau laaa ar ro-aa bur-haana robbih, kazaalika linashrifa ‘an-hus-suuu-a wal-fahsyaaa, innahuu min ‘ibaadinal-mukhlashiin

    “Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.”

    Allah ﷻ ingatkan Yusuf dan mencegahnya dari keburukan. Kalau kita berpikir Kenapa Nabi Yusuf As dilindungi ? Sementara kita ini kadang-kadang berbuat dosa-dosa saja mengalir, bahkan semakin terperosok. Inilah contoh Bagaimana Allah ﷻ berkehendak sosok mukhlas yang menyangkut Nabi Yusuf.

    Takdir ada diatas ilmu

    Dalam konteks akhir zaman tentang Al Mahdi nantinya, para pendukung utama ada Al Mansur/Pemuda Bani Tamim/Al Haris Al Haras/ Suaib Bin Saleh yang harus diyakini kebenarannya dan keberadaannya sebagai orang yang Mukhlas dan sudah Allah ﷻ kehendaki atau takdir nya demikian, walaupun ada satu juta ulama mencegah satu orang ini untuk tidak jadi Al Mansur, tidak akan bisa! karena sekali lagi “di atas ilmu ada takdir”.

    Uzma ini lupa dengan di atas ilmu ada takdir, lupa dengan sejarah, bagaimana dia sekarang sudah dalam kelompok ahlul kitab, lupa sejarah bagaimana munculnya utusan Allah ﷻselalu ditolak oleh ahlul kitab, mayoritas, mungkin ada satu dua yang yakin tetapi, mungkin karena terseret oleh mayoritas maka yang 1, atau 2 ini tenggelam.

    Belajar lagilah tentang siapa Al Mansur, siapa Pemuda Bani Tamim, Al-Harits Al Haras, karena sebelum kita menunggu Al Mahdi, sebelum menduduki posisi yang menjadi imam bagi umat Islam maka harus kita cari dulu Al Mansur siapa ?Pemuda Bani Tamim siapa? Karena merekalah yang akan mempersiapkan segalanya, seperti dinyatakan dalam hadits, “Al Mahdi itu bagai pengantin”.

    “… Lalu orang-orang mendatangi Al Mahdi mereka mengaraknya seperti seorang pengantin di Arab oleh suaminya pada malam pesta pernikahannya” (Musanif Abu Syaibah)

    “… Akan datang pada manusia suatu masa di mana tidak tinggal daripada Islam itu kecuali hanya namanya saja tidak tinggal daripada Alquran itu kecuali hanya tulisannya saja. Masjid-masjid mereka indah tetapi ia kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahatnya makhluk yang ada di bawah naungan langit. Dari merekalah keluarnya fitnah dan kepada mereka lah fitnah itu akan kembali”. (Hadits Riwayat Al Baihaqi)

    Sesungguhnya Allah ﷻ akan memperkuat agama ini di akhir zaman dengan laki-laki fajir yaitu para pendosa. Rasulullah ﷺ telah bersabda “Sesungguhnya Allah ﷻ akan memperkuat agama ini (agama Islam) dengan laki-laki yang fajir atau fasik.”(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim melalui Abu Hurairah R.a )

    Beruntunglah anda di kelompok orang-orang Al Fajir, para pendosa yang sudah bertaubat. Mereka Fajir tapi sudah mampu menghindari perilaku syirik sudah mampu bicara apa adanya, tanpa takut.

    Syekh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf Al-Wabil berkata “Munculnya mimpi-mimpi orang beriman sebagai bentuk kabar kenabian akan terjadi ketika menjelang kiamat. Kebanyakan ilmu (agama) diambil dari syariat Islam telah terhapus dengan sebab fitnah dan banyaknya pembunuhan, (atau dengan kata lain ulama sudah tidak ada lagi)”.

    “… Nabiﷺ adalah nabi terakhir dan kenabian berakhir pada umat ini maka digantikan dengan orang yang bermimpi dengan mimpi yang benar yang merupakan bagian dari kenabian dengan membawa kabar gembira dan peringatan” ( disalin dari Kitab Asyaratus Sa’ah)

    “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al Mahdi yang diutus Allah ﷻke tengah umatku ketika banyak terjadi perselisihan antar manusia dan gempa-gempa. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman”:(HR. Ahmad)

    Ibnu Hajar berpendapat, “Bahwa banyaknya peristiwa gempa bumi dalam hadis tersebut adalah gempa yang merata dan berkesinambungan tiada henti”.

    Gempa yang terjadi di seluruh dunia secara konsisten adalah tanda Al Mahdi sudah diutus, Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ.

  • Fakta Baru Kematian Ismail Haniyeh dan Keterlibatan Proksi Iran

    Fakta Baru Kematian Ismail Haniyeh dan Keterlibatan Proksi Iran

    Ismail Haniyeh, tokoh penting dalam perjuangan Palestina, baru-baru ini meninggal dunia dalam keadaan yang menimbulkan banyak pertanyaan. Laporan investigasi terbaru dan video live di YouTube membahas keterlibatan proksi Iran dalam kematiannya serta persiapan balas dendam oleh Israel. Fakta-fakta ini menyoroti peningkatan ketegangan di Timur Tengah, memicu perhatian global terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih besar.

    Dalam dimensi spiritual, Muhammad Qasim, seorang yang mengaku menerima wahyu melalui mimpi-mimpinya, menambah lapisan menarik pada situasi ini. Qasim telah berbagi mimpi-mimpinya tentang Al-Mahdi, figur yang diyakini oleh banyak Muslim sebagai pembawa kedamaian dan keadilan di masa depan. Mimpi-mimpi Qasim sering kali mencerminkan kekhawatiran dan harapan umat Islam mengenai masa depan mereka.

    Pengikut Qasim percaya bahwa mimpinya adalah tanda dari Allah mengenai peristiwa besar yang akan datang di Timur Tengah. Mereka meyakini bahwa Al-Mahdi akan muncul untuk menyatukan umat Islam dan memimpin mereka menuju masa depan yang lebih baik. Meskipun demikian, interpretasi mengenai mimpi-mimpi Qasim sangat bervariasi di kalangan komunitas Muslim.

    Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan banyaknya spekulasi mengenai peran proksi Iran dan respons Israel, masyarakat dunia terus memantau perkembangan ini dengan cermat. Kematian Haniyeh dan mimpi-mimpi Muhammad Qasim tentang Al-Mahdi menjadi pusat perhatian dalam diskusi global tentang masa depan politik dan keamanan di kawasan tersebut.

    Apakah mimpi Qasim akan terwujud dan membawa perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik di Timur Tengah? Bagaimana keterlibatan proksi Iran dan respons Israel akan mempengaruhi stabilitas regional? Semua pertanyaan ini menambah kompleksitas situasi yang sudah rumit di Timur Tengah.

Enjoy this blog? Please spread the word :)