Translate :

Home / Fact / Uncategorized

Senin, 1 Agustus 2022 - 03:53 WIB

Syirik Zaman Modern EMOJI

Syirik Di Zaman Modern “Emoji Hidupan” ”

☑️*Apa itu Emoji?*

Dari Segi Bahasa:
kata emoji berasal dari bahasa Jepang e (絵, “gambar”) + moji (文字, “karakter”); kemiripan dengan kata-kata dalam bahasa Inggris, emotion (emosi) dan emoticon, hanyalah kebetulan.

Dari Segi Istilah?
istilah “emoji” dalam arti sebenar mengacu pada gambar seperti itu yang dapat direpresentasikan sebagai karakter yang disandikan, tetapi kadang-kadang diterapkan pada stiker perpesanan dengan ekstensi. Emoji ada dalam berbagai genre, termasuk ekspresi wajah, objek umum, tempat dan jenis cuaca, serta binatang.

☑️ Tujuan emoji digunakan?
Secara umum emoji digunakan sebagai pesanan ringkas untuk menyalurkan lukisan perasaan gembira, sedih, marah, duka, peduli dan yang seumpamanya.

☑️ Bagaimana Emoji Jatuh Dalam Perbuatan Syirik?
= Sebagai ringkasan, kita akan membagikan emoji yang menyerupai benda hidupan maupun emoji yang menyerupai benda yang tidak hidup.

1️⃣ Emoji Benda yang mati:
Seperti Emoji Kenderaan, Kertas, Cuaca, Makanan dan yang seumpamanya,
Hukumnya adalah Harus dan boleh digunakan dalam pesanan ringkas.

2️⃣ Emoji menyerupai benda hidupan yang dipotong: seperti tangan tanda ”Good/Like” di fb,
Hukumnya adalah boleh digunakan serupa dengan hukuman lukisan yang telah dipotong kepalanya:

• Daripada Abi Hurairah. Kata beliau :
Maksudnya :” Jibril AS meminta izin kepada Nabi SAW untuk masuk ke rumah Baginda. Nabi SAW menyebut : masuklah. Kata Jibril : bagaimana aku nak masuk sedangkan di dalam rumah engkau ada langsir yang ada lukisan padanya. Sama ada engkau potong kepala (lukisan tersebut) atau dijadikan alas yang dipijak-pijak.”
[Riwayat Al-Nasaie, Hadis Yg Masyhur]

3️⃣ Emoji yang menyerupai benda hidupan:
Seperti Emoji Binatang, Emoji yang memaparkan Wajah Senyum, Sedih, Gembira, Marah dan yang seumpama dengannya.

Baca Juga:  Beramal untuk Selain Allah

Dari sinilah hukum syirik itu jatuh melalui hukum asal melukis dan hukum menggunakan lukisan menyerupai hidupan:

DalilNya

☑️Hadis Pertama

Dari Ibn Umar Bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya para pelaku gambar-gambar ini mereka akan disiksa di hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: hidupkanlah oleh kalian apa yang telah kalian ciptakan.”
[Sahih al-bukhari 7558, Bab Tauhid]

☑️ Hadis Kedua

• Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menyerupai ciptaan-Ku, maka buatlah semisal jagung atau buatlah seperti biji-bijian atau buatlah seperti gandum.” [HR. Bukhari dan Muslim]

☑️ Hadis Ketiga

• Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu , bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ﺍﻟﺼُّﻮﺭَﺓُ ﺍﻟﺮَّﺃْﺱُ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗُﻄِﻊَ ﺍﻟﺮَّﺃْﺱُ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﺑِﺼُﻮﺭَﺓٍ
“Inti dari shurah adalah kepalanya, jika kepalanya dipotong, maka ia bukan shurah”
[HR. Al Baihaqi no.14580 secara mauquf dari Ibnu Abbas, Al Ismai’ili dalam Mu’jam Asy Syuyukh no. 291 secara marfu ‘]

Kesimpulannya:
Apabila kita membaca ketiga-tiga hadis di atas maka ‘‘Emoji Hidupan Bernyawa’’ seperti binatang, maupun ‘‘Emoji Ekspresi Wajah’’ jatuh dalam kedudukan di atas ianya adalah ”gambar” yang MENYERUPAI ”ekspresi raut wajah” dan ianya berbentuk ”kepala” dan karna itulah apabila digunakan ia jatuh syirik.

Dan inilah dalil kami yang kuat berdasarkan Sunnah.

Definisi syirik yang dimaksudkan disini adalah syirik menyalurkan/menghidupkan perasaan kita kepada ”emoji ekspresi wajah” yang berlambangkan sedih/gembira/marah dan seumpama dengannya.

Adapun alasan yang kuat ianya syirik karna ianya direka/diperbuat oleh orang-orang yang kafir yang mencuba untuk menyerupai Kelakukan Allah (Af’al Allah) yang Maha Mencipta karna itu hadis tadi berbunyi: Allah Ta’ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menyerupai ciptaan-Ku, [Riyawat Bukhari dan Muslim]

Baca Juga:  Arab Saudi beri sinyal Suriah dapat kembali bergabung ke Liga Arab

Allah berjanji kepada pelukis benda bernyawa maupun yang serupa atau yang menyerupai ciptaan Allah bahwa mereka akan di azab di akhirat kelak. Apalagi penggunaan ’emoji ekspresi wajah’ adalah serupa seperti melukis dan kelak akan mendapat azab yang sama nauzubillah.

☑️ Daripada Ibn Mas’ud r.a., beliau berkata yang bermaksud:
“Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: ‘Sesungguhnya orang yang paling berat seksanya pada hari kiamat kelak adalah para pelukis gambar (makhluk bernyawa).’”
[HR Bukhari dan Muslim]

Mari kita ambil hikmahnya dengan pikiran yang lapang dan berusaha untuk menjadi seorang muslim yang sejati, Sesungguhnya

☑️ Allah berfirman dalam Surah Al-Hadid, Ayat 20:
‘‘ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.’’

Di akhiri dengan doa menghindari syirik:
‘‘Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak kami ketahui.’’

Di Tulis Oleh
Mohammad Arif
Brunei Darussalam

Baca Juga

Uncategorized

Penyerahan Buku Mimpi Muhammad Qasim kepada Kyai Oyan Royani, Ulama dan Imam Masjid di Desa Maleber

Uncategorized

Indonesia Terancam Gempa Buatan HARPP Lagi, Ini Tulisan Beberapa Netizen Tanah Air

Uncategorized

BMKG Ingatkan Mayoritas Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

Uncategorized

Terungkap Rahasia Sosok AL Mahdi

Fact

Bukti Mimpi ke-9 Israel dan Istana Dajjal

Uncategorized

Viral! Meteor Jatuh dan Hubungannya dengan Bencana di Bumi

Fact

“Keruntuhan Ekonomi Global”, Bukti Kebenaran Mimpi Muhammad Qasim

Daily Gaza

Penyerahan Buku Mimpi Muhammad Qasim kepada Ustadz Puji Pekalongan