Tag: akhir zaman

  • Dokumenter Kampung Uzlah Majelis Akhir Zaman (Gaza)

    Dokumenter Kampung Uzlah Majelis Akhir Zaman (Gaza)

    Majelis Gaza telah membuat film pendek DOKUMENTER KAMPUNG UZLAH MAJELIS GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) untuk mengajak umat kembali mengenal kehidupan yang fitrah sebagaimana seharusnya, demi menyelamatkan diri dan agamanya dari hiruk-pikuknya dunia yang melalaikan manusia pada Allahﷻ sebagai penciptaNya. Berikut salah satu dalil terkait uzlah sebagaimana di sarankan Rasulullahﷺ.

    Manusia terbaik saat fitnah merebak ditengah-tengah manusia :

    Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dikatakan: “Wahai Rasulullah, siapakah MANUSIA YANG PALING UTAMA?”. Beliau menjawab: “Seorang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.”. Ditanya lagi: “Kemudian siapa?”. Beliau menjawab: “Seorang lelaki yang berada di suatu lembah/lereng gunung, ia menegakkan shalat, menunaikan zakat, beribadah kepada Rabb-nya hingga datang kepadanya kematian, dan ia membiarkan manusia dari kejahatannya”.
    (Shahih. Al-Hakim al-Naysaburi. Kitab Al-Mustadrak 4/446. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal dalam Musnad Ahmad).

    Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Hampir tiba suatu masa di mana sebaik-baik harta seorang Muslim adalah kambing yang ia gembalakan di puncak-puncak gunung dan tempat-tempat turunnya hujan, ia lari membawa agamanya dari BERBAGAI FITNAH.”
    (Shahih al-Bukhari. Kitab Fath al-Bari).

    Apakah saat ini sudah penuh dengan fitnah yang dimaksud?

    jawaban dari dua sisi :

    1). Dari pandangan/pengetahuan manusia : Hampir semua sisi, baik kesyirikan, sosial media, moral, pemikiran, korupsi/kolusi berjamaah, peperangan, perselisihan, penuhanan terhadap uang/ benda/ manusia, dan lainnya, in shaa Allah sudah lengkap dan merata.
    2). Dari pandangan Allah melalui mubasyirat (ru’ya sadiqah) yang diterima oleh banyak orang : Saat ini dunia sedang dalam kegelapan (Prilaku syirik dan fitnah). Termasuk fitnah dajjal.

    – Youtube; https://youtu.be/pRgdzUbEjyw?si=T6QRqW-yjXZLEUUw
    – Tiktok; https://vt.tiktok.com/ZSmDU421J/
    – Facebook; https://www.facebook.com/share/v/1D2vUhdvYt/
    – Instagram; https://www.instagram.com/reel/DU4J3s5kzIa/?igsh=ZThlZXh1OWY5Mms5

  • Mubasyirat dalam Islam: Bentuk Rahmat Allah bagi Umat dari Masa ke Masa

    Mubasyirat atau kabar gembira melalui mimpi benar (ru’yatus shadiqah) merupakan bagian dari rahmat Allah kepada hamba-Nya. Dalam pembahasan ulama, mubasyirat bukan hanya fenomena spiritual, tetapi juga bagian dari sunnatullah yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Fenomena ini terus berlaku, bukan hanya pada umat terdahulu, tetapi juga hingga akhir zaman.

    Kajian ini memaparkan enam poin penting tentang validasi mubasyirat menurut Al-Qur’an, serta bagaimana ia menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya.


    1. Mubasyirat sebagai Wujud Rahmat Allah

    Mubasyirat merupakan tanda kasih sayang Allah kepada hamba yang beriman. Ia hadir sebagai:

    • Peneguhan hati

    • Petunjuk dalam ujian

    • Motivasi spiritual

    • Isyarat akan kejadian masa depan

    Dalam Surah Yusuf, mimpi Nabi Yusuf yang melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya adalah bentuk kabar gembira sebelum perjalanan hidupnya yang penuh ujian panjang. Dengan mimpi itu, Allah menanamkan ketenangan dan harapan sebelum takdir berat terjadi.


    2. Semakin Dekat Kiamat, Semakin Terbuka Realitas Gaib

    Al-Qur’an menegaskan bahwa semakin dekat hari kiamat, tanda-tanda gaib semakin jelas. Ibnu Katsir menafsirkan ayat “qad ja’a ashratuha” sebagai bukti bahwa indikator akhir zaman semakin tampak.

    penafsiran Ibnu Katsir terkait ayat dalam Surah Muhammad ayat 18:

    “Maka apakah mereka menunggu selain Hari Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba? Padahal sungguh tanda-tandanya telah datang.”


    Penafsiran Ibnu Katsir

    Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir menyatakan bahwa ayat ini menunjukkan:

    • Tanda-tanda Hari Kiamat sudah mulai tampak sejak masa Nabi Muhammad ﷺ.

    • Surah ini turun di Madinah ketika beberapa tanda awal telah diberitakan, seperti:

      • Diutusnya Rasulullah ﷺ itu sendiri sebagai tanda terbesar awal akhir zaman.

      • Berbagai mukjizat dan berita ghaib dari Al-Qur’an dan Sunnah yang mulai terbukti.

    Ibnu Katsir mengutip hadis shahih dari Rasulullah ﷺ:

    “Aku diutus bersama Kiamat seperti dua jari ini.”
    (Sambil merapatkan telunjuk dan jari tengah)

    Maknanya: kedatangan Nabi adalah pembuka fase akhir zaman (ashratus-sa’ah).


    Makna “قَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا” Menurut Beliau

    Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kata “Ashraatuha” berarti alamat atau indikator akhir zaman, yaitu:

    • Peristiwa-peristiwa yang telah dimulai dari kehidupan Nabi ﷺ.

    • Akan terus berlanjut sampai tanda-tanda besar (Ashrāṭ al-Sā‘ah al-Kubrā) muncul, seperti:

      • Munculnya Imam Mahdi

      • Turunnya Nabi Isa ‘alayhi as-salaam

      • Keluarnya Dajjal dan Ya’juj–Ma’juj

      • Terbitnya matahari dari barat

      • Dan tanda besar lainnya.

    Hadis sahih juga menegaskan:

    “Di akhir zaman, mimpi seorang mukmin hampir tidak akan dusta.”
    (HR. Muslim)

    Ini menunjukkan peningkatan intensitas ru’yah shadiqah sebagai peneguhan iman umat di masa penuh fitnah.


    3. Mubasyirat Berlaku Hingga Akhir Zaman — Bukan Hanya di Masa Nabi

    Sebagian orang menolak fenomena ini dan menganggapnya hanya berlaku pada umat terdahulu. Namun Al-Qur’an menetapkan:

    “Bagi mereka kabar gembira di dunia dan di akhirat.”
    (QS. Yunus: 64)

    Para ulama salaf, termasuk sahabat dan tabi’in, menafsirkan “al-busyra fi dunya” sebagai ru’yatus shadiqah. Artinya, mubasyirat berlaku untuk siapa pun yang beriman hingga hari kiamat, bukan hanya Nabi dan sahabat.

    Menolak mubasyirat akhir zaman berarti menolak ayat dan tafsir para ulama yang sahih.


    4. Mubasyirat Sebagai Peneguhan dalam Sejarah Para Nabi

    Beberapa contoh penerapan mubasyirat dalam sejarah kenabian:

    Tokoh Bentuk Mubasyirat Hikmah
    Nabi Yusuf Mimpi masa kecil tentang kemuliaan Peneguhan menghadapi ujian panjang
    Nabi Ibrahim Perintah menyembelih Ismail melalui mimpi Ujian yang mengangkat derajat keimanan
    Rasulullah ﷺ Mimpi Fathul Makkah sebelum terjadi Menumbuhkan keteguhan para sahabat

    Hal ini menunjukkan bahwa mimpi benar memiliki fungsi petunjuk, peneguhan, dan penyampaian amanah syariat.


    5. Fungsi Mubasyirat di Akhir Zaman

    Pada fase akhir sejarah umat, fitnah semakin besar. Maka dari itu, Allah memberikan mubasyirat sebagai:

    • Arahan

    • Peringatan

    • Pengokoh iman

    • Sinyal persiapan spiritual dan sosial

    Umat yang memperhatikan dan mempelajarinya akan mendapatkan manfaat, sedangkan yang menolaknya dapat terjerumus pada sikap sombong terhadap dalil.


    Penutup: Sikap Seorang Mukmin terhadap Mubasyirat

    Mubasyirat bukan khayalan, bukan budaya sufistik semata, tetapi bagian dari syariat yang ditegaskan oleh Al-Qur’an dan hadis. Karena itu, seorang mukmin harus:

    • Tidak menolak dalil

    • Bersikap tawadhu’

    • Menghadapi fenomena ini dengan ilmu, bukan kejahilan

    Jangan menjadi golongan yang terlambat menyadari kebenaran setelah sejarah menutup pintunya.


    Kesimpulan

    Mubasyirat adalah bentuk rahmat Allah yang terus berlangsung hingga hari kiamat. Ia menjadi peneguh iman, petunjuk dalam ujian, serta pengingat bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya.

  • Serial Bedah Buku Mimpi yang Benar di Akhir Zaman

    Serial Bedah Buku Mimpi yang Benar di Akhir Zaman

    Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Jika zaman itu sudah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak berbohong. Dan, sebenar – benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim no. 4200)

    Nabi Muhammad ﷺ juga bersabda: “itu karena kenabian dan dampaknya akan sangat jauh dari masanya, sehingga orang – orang beriman akan diberikan keringanan dalam bentuk mimpi yang akan membawa mereka beberapa kabar baik atau akan membantu mereka untuk bersabar dan teguh dalam iman mereka.” (HR Al-Bukhari no. 6499; HR Muslim no. 4200)

    Al- Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pada akhir zaman mimpi seorang mukmin nyaris tidak mengandung kebohongan. Itu berarti mimpi mereka memiliki sifat dan arti yang jelas sehingga tidak memerlukan penakwilan. Bahkan, mimpi itu benar – benar menjadi kenyataan. Ia berada dengan mimpi orang lain yang membutuhkan penakwilan sehingga mimpi itu harus ditafsirkan oleh seseorang penakwil mimpi.

    Yang demikian itu adalah kemurahan dan kompensasi dari Allah ﷻ Yang Maha Mengetahui keadaan umat akhir zaman yang semakin lama semakin sulit menelusuri mana yang benar – benar merupakan tuntunan Nabi dan mana yang bukan. Karena itu, sudah selayaknya kita bersyukur kepada Allah ﷻ atas petunjuk yang Dia sampaikan kepada kita melalui mimpi benar saudara kita.

    bersambung ….

  • Serial Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim “Harinya Telah Dekat”

    Serial Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim “Harinya Telah Dekat”

    Assalamu’alaikum, para pembaca semua. Kita akan melanjutkan pembahasan Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim dengan judul “Harinya Telah Dekat”.

    Di banyak ayat dalam Al – Qur’an, Allah telah menyatakan bahwa saatnya hari kiamat telah dekat. Diutusnya Nabi Muhammad ﷺ  sebagai penutup para Nabi juga merupakan satu diantara tanda – tanda dekatnya hari kiamat. Maka tepatlah jika kita berkata bahwa “kiamat sudah dekat”.

    Dan jika kalimat itu belum cukup untuk menyadarkan diri dari khayalan duniawi. ingatkan ia bahwa saat ini keadaannya sudah tidak lagi sama. Tidak seperti saat Nabi Muhammad ﷺ baru diutus, saat ini hampir setiap tanda – tanda kecil kiamat telah terjadi. Banyak penyanyi wanita telah muncul, musik dan perzinaan merajalela, negeri Arab kembali menjadi padang rumput, kebun kurma Baisan berhenti berbuah, gempa bumi banyak terjadi, dan bahkan banyak ulama berkata bahwa Imam Mahdi telah dilahirkan.

    Dan jika itupun belum cukup, ingatkanlah diri tentang kelahiran seorang bayi di timur tengah yang tiba – tiba dapat berbicara pada tahun 2004 dan berkata, “saya adalah pemuda yang akan dibunuh dajjal dan dia tak akan dapat membunuh seorang lagi pun setelah saya.”

    Adalah tugas kita bersama untuk saling mengingatkan bahwa saat ini yagn tersisa hanya tinggal tanda – tanda besar kiamat seperti perang akhir zaman, asap tebal ad-dukhan, kemunculan dajjal, dst.

    Jadi, inilah akhir zaman itu! Bangun dan bersiaplah. Dunia tak akan terlihat sama dalam beberapa tahun ke depan dan tentu tidak akan sama keadaan orang yang mempersiapkan diri menghadapinya denga orang yang duduk manis menunggu semua tiba di depan matanya.

    Bersambung ….

  • Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim Cetakan Pertama 2019

    Bedah Buku Mimpi Muhammad Qasim Cetakan Pertama 2019

    Team penulis portal akan mengupas ulang buku – buku mimpi Muhammad Qasim cetakan pertama 2019. Semoga ini akan menjadi serial yang menarik untuk di ikuti. Yuk, kita bahas!

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

    أَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّٰهِ

    Segala puji bagi Allah yang telah mengutus kepada  kita pembawa berita gembira dan pemberi peringantan dari kalangan kita sendiri. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada penutup para Nabi, baginda Nabi Muhammad ﷺ yang telah membacakan kepada kita ayat – ayat-Nya, menyucikan kita dan mengajarkan kita kitab dan hikmah.

    Mimpi adalah salah satu jalan yang digunakan Allah ﷻ untuk menyampaikan suatu kabar, peringatan atau perintah kepada manusia. Hal ini diisyaratkan oleh Allah ﷻ di banyak ayat dala Al – Qur’an, misalnya pada kisah penyembelihan Nabi Islamil.

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٠٢

    Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (Q.S. as-Shaffat : 102)

    Di ayat lain kita juga dapat menemukan bahwa raja mesir mendapat mimpi yang benar sebagai peringatan dan rahmat dari Allah ﷻ sebelum kedatangan masa kering yang dahsyat. Bahkan fir’aun pun mendapat isyarat mimpi sebelum kelahiran Nabi Musa. Semua ini tidak lain, menegaskan pentingnya posisi mimpi dalam kehidupan beragama seorang muslim.

    Sayangnya, walaupun sedemikian penting, saat ini mimpi sering hanya dianggap sebagai bunga tidur oleh masyarakat muslim modern. Padahal hampir setiap selesai shalat subuh Nabi ﷺ senantiasa bertanya apakah ada diantara sahabat yagn bermimpi karena bisa jadi dalam mimpi mereka ada pertanda mengenai sesuatu yang harus diantisipasi oleh umat Islam. Jika ada, Nabi ﷺ akan membahas dan menkwilkan maknanya.

    Posisi mimpi bahkan menjadi lebih penting bagi umat Islam akhir zaman karen Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar – benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan. Itu karena kenabian dan dampaknya akan sangat jauh dari masanya, sehingga orang – orang beriman akan diberikan keringanan dalam bentuk mimpi yang akan membawa mereka beberapa kabar baik atau akan membantu mereka untuk bersabar dan teguh dalam iman mereka.” (HR. Al – Bukhari no. 6499; HR. Muslim no 4200)

    Itu sebabnya seorang muslim tidak menutup mata dan telinganya ketika samapi kepadanya kabar tentang seorang muslim sunni yang mengaku telah ratusan kali berbicara dengan Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpinya.

    Ya. Pada tahun 2014 telah muncul seorang muslim sunni asal Pakistan bernama Muhammad Qasim bin Abdul Karim yang mengaku telah ratusan kali berbicara dengan Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpinya dan diperintahkan untuk menyebarkan mimpinya ke seluruh dunia.

    Banyak orang menuduh Muhammad Qasim gila dan tidak mendengarkan apapun yang ia katakan. Ada pula orang yang menuduhnya berdusta tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Keadaan mereka persis seperti yang dijelaskan Allah ﷻ dalam Al – Qur’an surah Yunus ayat 39 :

    لْ كَذَّبُوْا بِمَا لَمْ يُحِيْطُوْا بِعِلْمِهٖ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيْلُهٗۗ كَذٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ ۝٣٩

    “Bahkan, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat sebelum mereka telah mendustakan (para rasul). Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang zalim.” (Q.S. Yunus : 39).

    Padahal, jika saja mau memeriksa, tentulah mereka akan menemukan firman Allah ﷻ dalam surah Asy – Syura ayat 51:

    وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحْيًا اَوْ مِنْ وَّرَاۤئِ حِجَابٍ اَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا فَيُوْحِيَ بِاِذْنِهٖ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّهٗ عَلِيٌّ حَكِيْمٌ ۝٥١

    Tidak mungkin bagi seorang manusia untuk diajak berbicara langsung oleh Allah, kecuali dengan (perantaraan) wahyu, dari belakang tabir, atau dengan mengirim utusan (malaikat) lalu mewahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahatinggi lagi Mahabijaksana.” (Q.S. Asy-Syura: 51).

    Imam Nawawi berkata, “yang dimaksud dengan wahyu pada ayat tersebut menurut jumhur ulama adalah ilham dan mimpi ketika tidur, dan keduanya disebut wahyu.”

    Ayat ini menegaskan bahwa, meskipun pintu kenabian telah tertutup, pintu wahyu masih terus terbuka. Menerima wahyu dalam satu dari beberapa cara yang telah disebutkan dalam ayat di atas tidak lantas menjadikan penerimanya sebagai Nabi dan karenanya itu dapat saja terjadi pada siapapun yang dikehendaki Allah ﷻ di muka bumi.

    Buku berjudul “Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ dalam Mimpi Muhammad Qasim” yang kini berada di tangan pembaca ditulis oleh Helper Muhammad Qasim di Asia Tenggara untuk semua pihak yang berminat menelusuri lebih dalam mengenai mimpi Muhammad Qasim sebelum menilai dan menentukan sikap.

    Dalam buku ini dibahas siapa Muhammad Qasim, mengapa ia menyebarkan mimpinya, bagaimana cara terbaik menyikapi mimpi – mimpi ini sebagai seorang muslim dan beberapa pertanyaan penting seperti “Mungkinkah seseorang bermimpi bertemu dengan Rabbnya dalam mimpi?”

    Kami berusaha sebaik mungkin hanya menyajikan fakta agar saudara – saudari dapat bebas menentukan sikap terhadap berita ini. Meskipun demikian, tentulah buku ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itu, jika saudara – saudari menemukan hal yang harus diperbaiki atau ditingkatkan di kemudian hari, jangan pernah sungkan untuk memberikan kami komentar, kritik dan sarat.

    Akhir kata, semoga buku ini bermanfaat bagi semua pihak. Semoga Allah ﷻ menghindarkan penulis dan pembaca dari fitnah akhir zaman dan fitnah dajjal. Jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah ﷻ dan selamat membaca!

    Indonesia, 30 Maret 2019

    Penulis

     

    Tinggalkan komentar jika pembaca menemun atau memiliki pertanyaan atas artikel ini!

     

Enjoy this blog? Please spread the word :)