Team penulis portal akan mengupas ulang buku – buku mimpi Muhammad Qasim cetakan pertama 2019. Semoga ini akan menjadi serial yang menarik untuk di ikuti. Yuk, kita bahas!
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
أَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّٰهِ
Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah mengutus kepada kita pembawa berita gembira dan pemberi peringantan dari kalangan kita sendiri. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada penutup para Nabi, baginda Nabi Muhammad ﷺ yang telah membacakan kepada kita ayat – ayat-Nya, menyucikan kita dan mengajarkan kita kitab dan hikmah.
Mimpi adalah salah satu jalan yang digunakan Allah ﷻ untuk menyampaikan suatu kabar, peringatan atau perintah kepada manusia. Hal ini diisyaratkan oleh Allah ﷻ di banyak ayat dala Al – Qur’an, misalnya pada kisah penyembelihan Nabi Islamil.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ١٠٢
Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (Q.S. as-Shaffat : 102)
Di ayat lain kita juga dapat menemukan bahwa raja mesir mendapat mimpi yang benar sebagai peringatan dan rahmat dari Allah ﷻ sebelum kedatangan masa kering yang dahsyat. Bahkan fir’aun pun mendapat isyarat mimpi sebelum kelahiran Nabi Musa. Semua ini tidak lain, menegaskan pentingnya posisi mimpi dalam kehidupan beragama seorang muslim.
Sayangnya, walaupun sedemikian penting, saat ini mimpi sering hanya dianggap sebagai bunga tidur oleh masyarakat muslim modern. Padahal hampir setiap selesai shalat subuh Nabi ﷺ senantiasa bertanya apakah ada diantara sahabat yagn bermimpi karena bisa jadi dalam mimpi mereka ada pertanda mengenai sesuatu yang harus diantisipasi oleh umat Islam. Jika ada, Nabi ﷺ akan membahas dan menkwilkan maknanya.
Posisi mimpi bahkan menjadi lebih penting bagi umat Islam akhir zaman karen Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar – benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan. Itu karena kenabian dan dampaknya akan sangat jauh dari masanya, sehingga orang – orang beriman akan diberikan keringanan dalam bentuk mimpi yang akan membawa mereka beberapa kabar baik atau akan membantu mereka untuk bersabar dan teguh dalam iman mereka.” (HR. Al – Bukhari no. 6499; HR. Muslim no 4200)
Itu sebabnya seorang muslim tidak menutup mata dan telinganya ketika samapi kepadanya kabar tentang seorang muslim sunni yang mengaku telah ratusan kali berbicara dengan Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpinya.
Ya. Pada tahun 2014 telah muncul seorang muslim sunni asal Pakistan bernama Muhammad Qasim bin Abdul Karim yang mengaku telah ratusan kali berbicara dengan Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpinya dan diperintahkan untuk menyebarkan mimpinya ke seluruh dunia.
Banyak orang menuduh Muhammad Qasim gila dan tidak mendengarkan apapun yang ia katakan. Ada pula orang yang menuduhnya berdusta tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Keadaan mereka persis seperti yang dijelaskan Allah ﷻ dalam Al – Qur’an surah Yunus ayat 39 :
لْ كَذَّبُوْا بِمَا لَمْ يُحِيْطُوْا بِعِلْمِهٖ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيْلُهٗۗ كَذٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ ٣٩
“Bahkan, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat sebelum mereka telah mendustakan (para rasul). Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang zalim.” (Q.S. Yunus : 39).
Padahal, jika saja mau memeriksa, tentulah mereka akan menemukan firman Allah ﷻ dalam surah Asy – Syura ayat 51:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحْيًا اَوْ مِنْ وَّرَاۤئِ حِجَابٍ اَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا فَيُوْحِيَ بِاِذْنِهٖ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّهٗ عَلِيٌّ حَكِيْمٌ ٥١
“Tidak mungkin bagi seorang manusia untuk diajak berbicara langsung oleh Allah, kecuali dengan (perantaraan) wahyu, dari belakang tabir, atau dengan mengirim utusan (malaikat) lalu mewahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahatinggi lagi Mahabijaksana.” (Q.S. Asy-Syura: 51).
Imam Nawawi berkata, “yang dimaksud dengan wahyu pada ayat tersebut menurut jumhur ulama adalah ilham dan mimpi ketika tidur, dan keduanya disebut wahyu.”
Ayat ini menegaskan bahwa, meskipun pintu kenabian telah tertutup, pintu wahyu masih terus terbuka. Menerima wahyu dalam satu dari beberapa cara yang telah disebutkan dalam ayat di atas tidak lantas menjadikan penerimanya sebagai Nabi dan karenanya itu dapat saja terjadi pada siapapun yang dikehendaki Allah ﷻ di muka bumi.
Buku berjudul “Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ dalam Mimpi Muhammad Qasim” yang kini berada di tangan pembaca ditulis oleh Helper Muhammad Qasim di Asia Tenggara untuk semua pihak yang berminat menelusuri lebih dalam mengenai mimpi Muhammad Qasim sebelum menilai dan menentukan sikap.
Dalam buku ini dibahas siapa Muhammad Qasim, mengapa ia menyebarkan mimpinya, bagaimana cara terbaik menyikapi mimpi – mimpi ini sebagai seorang muslim dan beberapa pertanyaan penting seperti “Mungkinkah seseorang bermimpi bertemu dengan Rabbnya dalam mimpi?”
Kami berusaha sebaik mungkin hanya menyajikan fakta agar saudara – saudari dapat bebas menentukan sikap terhadap berita ini. Meskipun demikian, tentulah buku ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itu, jika saudara – saudari menemukan hal yang harus diperbaiki atau ditingkatkan di kemudian hari, jangan pernah sungkan untuk memberikan kami komentar, kritik dan sarat.
Akhir kata, semoga buku ini bermanfaat bagi semua pihak. Semoga Allah ﷻ menghindarkan penulis dan pembaca dari fitnah akhir zaman dan fitnah dajjal. Jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah ﷻ dan selamat membaca!
Indonesia, 30 Maret 2019
Penulis
Tinggalkan komentar jika pembaca menemun atau memiliki pertanyaan atas artikel ini!