Translate :

Home / Fact / Proof of Dream

Minggu, 15 Mei 2022 - 02:00 WIB

Sri Lanka Huru Hara Krisis Ekonomi Pemerintah Serukan “Tembak di Tempat”

  1. Di lansir dari kompas.com.

Saat ini Sri Lanka mengalami krisis ekonomi yang sangat parah hingga memicu demonstrasi masyarakat.
Pemerintah Sri Lanka terpaksa memberlakukan aturan ” tembak di tempat” pada Selasa, 10 Mei 2021. Adapun Pemerintah melakukan itu sehari setelah terjadi kerusuhan dan juga kekerasan di beberapa wilayah, untuk menertibkan massa maka “tembak di tempat” diberlakukan.

Ribuan pasukan keamanan bersiaga di jam malam.

Kementerian Pertahanan Sri Lanka menyebutkan bahwa aturan itu berlaku bagi siapapun yang menjarah properti publik atau pelaku kekerasan yang menyebabkan korban jiwa akan di tembak di tempat.
Polisi menyatakan bahwa total ada 8 orang tewas lebih dari 225 orang terluka akibat kerusuhan tersebut saat memberlakuan jam malam.

Massa menyerang dan membakar kendaraan yang membawa polisi di Colombo. Deputi Senior Inspektur Jenderal Desabadu Tenakon akhirnya dapat melarikan diri ke rumah sakit setelah tembakan peringatan dan bala bantuan dikirimkan. Kemudian  ia dipulangkan setelah menjalani perawatan.

Dalam insiden lain, akibat dari kerusuhan tersebut banyak pelaku main hakim sendiri dan anarkis. Mereka memblokir jalan utama ke Bandara Colombo. Demonstran juga memeriksa dan menghadang setiap loyalitas pro Rajapaksa yang mencoba meninggalkan pulau tersebut.

Mahinda Rajapaksa telah mundur dari jabatannya pada 09-05-2018 tahun lalu, namun kemundurannya tersebut gagal meredam kemarahan publik. Kemudian Gotabaya Rajapaksa menggantikan saudara laki-lakinya sebagai Presiden Sri Lanka. Gotabaya Rajapaksa yang memegang kekuasaan serta komando atas pasukan keamanan. Ia juga berkuasa untuk mengangkat dan memberhentikan Menteri dan Hakim bebas dari tuntutan.

Baca Juga:  Exclusive Apakah Muhammad Qasim Imam Mahdi?

Para pengunjuk rasa akan terus bertambah menurut perkiraan di tempat kejadian perkara, massa bersumpah tidak akan pergi sampai Presiden pergi.
Kekuasaan Rajapaksa mengalami gejolak ekstrem setelah negaranya mengalami pemadaman listrik panjang selama berbulan-bulan, serta kekurangan barang-barang penting sperti bahan pangan dan bahan bakar akibat krisis ekonomi terburuk yang dialami Sri Lanka sepanjang tahun.

AKIBAT COVID-19

Sejak kemerdekaannya pada 1948, pandemi Covid-19 melumpuhkan sektor pariwisata Sri Lanka, karena hal itu Pemerintah menghentikan sebagian besar impor untuk menghemat mata uang asing sebagai alat untuk membayar utang, yang telah gagal dibayarkan sebelumnya.
Protes berlangsung secara damai selama berminggu-minggu. Namun massa menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa karena krisis ekonomi yang kian memburuk.

  1. Pendukung Pemerintah dan Demonstran kian Memanas

Pada 9 Mei 2022, pendukung Pemerintah menyerang demonstran dengan tongkat di Colombo. Hal itu menyebabkan massa membalas serangan tersebut ke seluruh negeri hingga larut malam. Mereka membakar puluhan rumah politisi partai berkuasa, lalu menerobos kediaman resmi Perdana Menteri di Ibukota. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.

Baca Juga:  Krisis Ekonomi Sri Lanka Sesuai dengan Mimpi Muhammad Qasim

Karena kekacauan yang terus berlanjut, aparat Kepolisian membuat jam malam di seluruh Negara Asia Selatan tersebut  hingga Rabu 11 Mei 2022.

KORBAN BERJATUHAN,Massa yang tersulut emosi membakar 41 rumah milik politisi Pro Rajapaksa,serta beberapa rumah pribadi Rajapaksa, bahkan pengunjuk rasa juga menghancurkan Museum keluarga Rajapaksa.
Di luar wilayah Colombo, anggota Parlemen dari partai Amarakerti Ratukorala terpaksa melakukan penembakan terhadap 2 demonstran. Karena sudah terkepung massa,
anggota Parlemen tersebut bunuh diri. Tak hanya itu, pengawal anggota Parlemen juga tewas dalam kejadian mengerikan tersebut.
Lalu Politisi berkuasa lainnya menembak mati 2 pengunjuk rasa dan melukai 5 orang lainnya tidak di sebutkan namanya.

Kepala HAM PBB Michelle bachelet menyerukan penyelidikan untuk mendesak Pemerintah agar segera terlibat dalam dialog dengan semua tokoh penting di masyarakat.

Keruntuhan ekonomi global yang terjadi saat ini sesuai dengan salah satu mimpi Muhammad Qasim.

Semua terjadi seperti apa yang Allah SWT perlihatkan kepadanya melalui mimpi bertahun-tahun yang lalu.

Link Mimpi :

“Keruntuhan Ekonomi Global”, Bukti Kebenaran Mimpi Muhammad Qasim

FAKTA!! YANG TERJADI PADA DUNIA SAAT INI SESUAI DENGAN MIMPI MUHAMMAD QASIM.

Baca Juga

Fact

“Keruntuhan Ekonomi Global”, Bukti Kebenaran Mimpi Muhammad Qasim
Allah Menggerakkan Mereka Percaya Mimpi Muhammad Qasim

Fact

Allah Menggerakkan Mereka Percaya Mimpi Muhammad Qasim

Fact

Exclusive Apakah Muhammad Qasim Imam Mahdi?
Islam dihina

Fact

Islam dihina ditengah perang Israel-Hamas
gempa banten

Incident

Lagi, Gempa M4,7 Guncang Sumur banten
Fakta Balas dendam Iran

Fact

Fakta Balas Dendam Iran kepada Amerika

Incident

40 Kapal Perang NATO di Perairan Swedia Ketegangan Kawasan Meningkat
jatuhnya imran khan

Fact

Jatuhnya Imran Khan Sudah di prediksi mimpi Muhammad Qasim