Kategori: Uncategorized

  • Dokumenter Kampung Uzlah Majelis Akhir Zaman (Gaza)

    Dokumenter Kampung Uzlah Majelis Akhir Zaman (Gaza)

    Majelis Gaza telah membuat film pendek DOKUMENTER KAMPUNG UZLAH MAJELIS GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) untuk mengajak umat kembali mengenal kehidupan yang fitrah sebagaimana seharusnya, demi menyelamatkan diri dan agamanya dari hiruk-pikuknya dunia yang melalaikan manusia pada Allahﷻ sebagai penciptaNya. Berikut salah satu dalil terkait uzlah sebagaimana di sarankan Rasulullahﷺ.

    Manusia terbaik saat fitnah merebak ditengah-tengah manusia :

    Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dikatakan: “Wahai Rasulullah, siapakah MANUSIA YANG PALING UTAMA?”. Beliau menjawab: “Seorang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.”. Ditanya lagi: “Kemudian siapa?”. Beliau menjawab: “Seorang lelaki yang berada di suatu lembah/lereng gunung, ia menegakkan shalat, menunaikan zakat, beribadah kepada Rabb-nya hingga datang kepadanya kematian, dan ia membiarkan manusia dari kejahatannya”.
    (Shahih. Al-Hakim al-Naysaburi. Kitab Al-Mustadrak 4/446. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal dalam Musnad Ahmad).

    Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Hampir tiba suatu masa di mana sebaik-baik harta seorang Muslim adalah kambing yang ia gembalakan di puncak-puncak gunung dan tempat-tempat turunnya hujan, ia lari membawa agamanya dari BERBAGAI FITNAH.”
    (Shahih al-Bukhari. Kitab Fath al-Bari).

    Apakah saat ini sudah penuh dengan fitnah yang dimaksud?

    jawaban dari dua sisi :

    1). Dari pandangan/pengetahuan manusia : Hampir semua sisi, baik kesyirikan, sosial media, moral, pemikiran, korupsi/kolusi berjamaah, peperangan, perselisihan, penuhanan terhadap uang/ benda/ manusia, dan lainnya, in shaa Allah sudah lengkap dan merata.
    2). Dari pandangan Allah melalui mubasyirat (ru’ya sadiqah) yang diterima oleh banyak orang : Saat ini dunia sedang dalam kegelapan (Prilaku syirik dan fitnah). Termasuk fitnah dajjal.

    – Youtube; https://youtu.be/pRgdzUbEjyw?si=T6QRqW-yjXZLEUUw
    – Tiktok; https://vt.tiktok.com/ZSmDU421J/
    – Facebook; https://www.facebook.com/share/v/1D2vUhdvYt/
    – Instagram; https://www.instagram.com/reel/DU4J3s5kzIa/?igsh=ZThlZXh1OWY5Mms5

  • Kunjungan (IJMI) Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia ke Tanah Uzlah Bukit Lebah Ciater

    Kunjungan Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI) ke Tanah Uzlah Bukit Lebah Ciater pada tanggal 15-16 Febuari berjalan lancar. Pertemuan tersebut membahas tentang pentingnya mengenal lebih dalam makna hidup yang sebenarnya.

    Diki Candra selaku ketua Gaza menegaskan, bahwa menghadapi akhir zaman ini sangat di perlukan ketenangan agar lebih fokus bisa mendekatkan diri kepada Allahﷻ. Di tengah hiruk pikuknya kegiatan yang penuh kesibukan dalam sistem yang sedang berjalan saat ini, untuk menyelamatkan diri dan iman pilihan terbaik adalah beruzlah.

    Sulit sekali orang yang di sibukkan dengan dunia bisa memperbanyak waktu untuk beribadah dengan khusyu’ agar bisa lebih mengenal penciptanya. Acara tersebut berjalan dengan hidmad dan selesai sekitar pukul 13.00 WIB.

    Para anggota IJMI sempat melakukan sholat tahajud bersama di masjid sederhana milik Majelis Gaza sebelum acara dimulai. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan Hidmat. Dengan adanya kerjasama media, Diki Candra berharap perjuangan Mubasyirat makin di kenal masyarakat, sehingga makin banyak umat yang terbangun kesadarannya.

    Sebagaimana sebelumnya teman-teman anggota bukit lebah saling bergotong royong memperbaiki fasilitas tempat wudhu hingga tengah malam pukul 02.00 dino hari dengan semangatnya yang luar biasa. Semoga Allahﷻ pahala dan mendapatkan ridho dan setiap langkahnya. Aamiin.

    Berikut beberapa media yang sudah menayangkan berita pertemuan tersebut.

    IMBCnews:
    https://imbcnews.com/mengenal-manajemen-mimpi-di-majelis-gaza/

    DerasNews:
    https://derasnews.com/2024/01/26/2026/02/raden-diki-candra-purnama-ajak-umat tafakur-di-bukit-lebah-subang/

    Posmetro:

    IJMI Silaturahim ke Komunitas GAZA dan Sekolah Tafsir Mimpi di Bukit Lebah Subang

    Berita12.com:

    Bersama Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia, Majelis GAZA Ajak Sebarkan Dakwah Akhir Zaman 

    Radar Jakarta:

    Wisata Religi Bukit Lebah Subang Kian Ramai, Diki Candra Ajak Umat Siapkan Diri Hadapi Akhir Zaman

    Melayu today:

    Silaturrahim IJMI Ke Bukit Lebah Lokasi Unik bagi Mereka yang Ingin Uzlah


    Semoga Allahﷻ ridhoi setiap langkah yang di lakukan Majelis Gaza untuk menjemput kemenangan umat.

    Kang Diki Candra Prediksi Kebangkitan Islam Muncul dari Indonesia, Betulkah?

    Deras News:

    Kang Diki: Sudah Layak Pemerintah Bentuk Kementerian Tafsir Mimpi

    Poros Nusantara:

    Yakini Ta’wil Mimpi, Komunitas GAZA Persiapkan Diri Hadapi Akhir Zaman

    Semoga Allahﷻ setiap langkah yang di lakukan Majelis Gaza demi kebangkitan umat dan kembali tegaknya Islam sejati di muka bumi. Aamiin

  • Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA  Part 41

    Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 41

    Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 41.

    Dari Hasil Blueprint & Roadmap :
    *BENTUK PETUNJUK YANG AKAN DITERIMA OLEH PUTRA BANI TAMIM, AHLI ASHABUL KAHFI & OLEH GHUROBA*

    (Epistemologi Ummiyyah dalam Kepemimpinan Ruhani Akhir Zaman)

    CATATAN :

    – Tulisan ini hasil resume penyusunan blueprint & roadmap murni. Tidak ada tambahan dengan mencocokan dengan fakta yang ada.
    – Bahwa ternyata sesuai dengan fakta dan berbagai kejian yang ada, itu adalah kehendak Allah, bukan keinginan atau hasil langkah2 agar sesui.

    PENJELASAN :

    I. Masalah Epistemologi dalam Narasi Akhir Zaman.

    Diskursus akhir zaman sering terjebak pada dua ekstrem epistemologis :

    (1) rasionalisme modern yang menolak wahyu non-tekstual, dan

    (2) Spekulasi mimpi tanpa kaidah syar‘i.

    Tulisan ini menempuh jalan ketiga : epistemologi Islam klasik yang mengakui ilmu wahbiy (ilmu pemberian langsung dari Allah ﷻ), sebagaimana dijelaskan oleh para ulama tafsir, hadits, dan tasawuf mu‘tabar.

    Dalam kerangka inilah konsep ummiyyah, ilham ladunnī, dan mubasyirāt dipahami secara ilmiah dan terukur.

    II. Epistemologi Ummiyyah: Ilmu Suci yang Bukan Hasil Belajar Formal.

    1. Definisi Ummiyyah dalam Al-Qur’an.

    Allah ﷻ berfirman :
    هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًۭا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ
    (QS. al-Jumu‘ah: 2)
    “Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah.”

    2. Penjelasan Ulama Tafsir.

    Imam al-Ṭabarī menjelaskan :
    الأميون: الذين لا يكتبون ولا يقرؤون، فجعل الله فيهم العلم والحكمة بلا تعلمٍ من البشر
    “Kaum ummi adalah mereka yang tidak membaca dan menulis, namun Allah menjadikan pada mereka ilmu dan hikmah tanpa belajar dari manusia.” (Tafsīr al-Ṭabarī, Jilid 23, hal. 20, ed. Dār al-Fikr).

    Kesimpulan epistemologis :

    – Ummiyyah bukan ketiadaan ilmu, tetapi ketiadaan transmisi manusiawi.

    – Ilmunya bersumber langsung dari Allah ﷻ, bisa melalui mimpi atau ilham.

    III. Saf Akhir Zaman Bukan Hirarki Politik, Melainkan Hirarki Ilmu.

    Dalam banyak mubasyirat yang menjadi dasar penyusunan blueprint dan roadmap, kepemimpinan hakiki ditentukan oleh jenis ilmu yang diterima dan cara penerimaannya, bukan oleh garis keturunan semata atau jabatan lahiriah. Ulama membedakan sumber ilmu menjadi :

    1). Wahyu (waḥy) → khusus para nabi.
    2). Ilham (ilhām ladunnī) → wali dan pemimpin ruhani.
    3). Mubasyirāt (ru’yā ṣāliḥah) → penguat bagi orang beriman
    4). Akal & ijtihad → instrumen sekunder.

    Jadi struktur saf akhir zaman mengikuti alur vertikal ilmu, bukan struktur administratif.

    IV. Al-Mahdi : Ummiyyah Maknawiyyah yang “Diperbaiki dalam Semalam”.

    1. Rasulullah ﷺ bersabda :
    المهدي منا أهل البيت، يصلحه الله في ليلة
    “Al-Mahdi berasal dari kami Ahlul Bait. Allah akan memperbaikinya dalam satu malam.” (Musnad Aḥmad, no. 645; Sunan Ibn Mājah no. 4085. Cet. Dār al-Fikr, Jilid 2, hal. 136).

    2. Analisis Ilmiah Hadits.

    Para ulama sepakat bahwa frasa “يصلحه الله في ليلة” tidak bermakna perbaikan fisik, melainkan :

    • pembenahan qalb (kolbu)
    • pelurusan irādah
    • penurunan ilmu dan hikmah secara wahbiy.

    Ibn Kathīr menegaskan :
    أي يوفقه ويُلهمه ويجمع له أمره في وقت قصير
    “Yakni Allah memberi taufik, ilham, dan menghimpunkan urusannya dalam waktu singkat.” (al-Bidāyah wa al-Nihāyah, Jilid 19, hal. 29)

    3. Dari Hasil penyusunan blueprint & roadmap, yang menyangkut sosok, tergambar :

    a. Secara umum tergambar (yang juga sesuai dengan hadits & kitab ulama) Al-Mahdi adalah figur ummi secara maknawi, bukan produk institusi ilmu.

    b. Tergambar Pusat Saf itu : Al-Mahdi (Quthub Kepemimpinan Zaman).

    • Fungsi : Pemimpin umat secara global (zahir–baṭin).
    • Sumber ilmu : Ilmu wahbiy langsung (ummiyyah maknawiyyah).
    • Ciri utama : “yusliḥuhullah fī laylah” — dibenahi Allah secara instan
    • Posisi sistemik : Penentu arah, bukan pelaksana detail teknis.

    c. Gambaran terakhir yang terekam, jika tangan al-mahdi pegang debu jadi emas atau sudah bercahaya atau le[pas dari topeng dajjal, Al-Mahdi itu bukan pemimpin atau operator lapangan, melainkan poros (quthub) yang mengharmoniskan seluruh saf atau dalam bahasa kontemporernya ia akan jadi pemimpi ruhani tertinggi.

    V. Putra Bani Tamim : Murid Ruhani dengan Ilham Ladunniyah.

    1. Bani Tamim dalam Hadits.

    Rasulullah ﷺ bersabda :
    أشد أمتي على الدجال بنو تميم
    “Kaum yang paling keras terhadap dajjal dari umatku adalah Bani Tamim.” (Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Faḍā’il, Jilid 4, hal. 1966).

    2. Makna “Keras terhadap dajjal”.

    Ulama menjelaskan bahwa kekerasan terhadap dajjal bukan kekuatan fisik, melainkan :

    • keteguhan tauhid.
    • kejernihan bashirah.
    • imun terhadap tipu daya epistemologis dajjal.

    Ini selaras dengan konsep ilham ladunnī sebagaimana firman Allah :
    وَعَلَّمْنَـٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًۭا (QS. al-Kahf: 65)

    Imam al-Qushayrī menjelaskan :
    العلم اللدني هو ما يفيضه الله في القلب بلا واسطة تعليم
    “Ilmu ladunni adalah ilmu yang Allah limpahkan ke dalam hati tanpa perantara pengajaran.” (Risālah al-Qushayriyyah, hal. 522).

    3. Dari Hasil penyusunan Blueprint & Roadmap :

    a. Diluar dugaan, dari salah satu hasil penyusunan blueprint & roadmap, tergambar bahwa Putra Bani Tamim (PBT) itu (tanpa menunjukan sosok, namun dalam kontek ciri), bukan penerima petunjuk dalam bentuk mimpi sebagai metode utama, melainkan penerima ilham sadar, sebagai murid ruhani dalam sistem ilahi akhir zaman.

    b. Lapisan Inti : Putra Bani Tamim (Murid Ruhani & Penjaga Arah Epistemik).

    Inilah posisi Putra Bani Tamim secara sistemik :

    a. Status Sistemik :
    • Bukan nabi.
    • Bukan Mahdi.
    • Bukan sekadar prajurit.

    Ia adalah murid ruhani sadar yang dibimbing melalui ilham ladunnī, bukan mimpi sebagai metode utama.

    b. Fungsi Kunci :

    1. Penjaga kemurnian tauhid dari epistemologi Dajjal
    2. Penerjemah arah Mahdi ke dalam sikap, strategi, dan keteguhan saf
    3. Filter ruhani antara wahyu ilahi dan realitas fitnah global.

    Dalam sistem, Putra Bani Tamim berperan sebagai: “Penjaga kompas, bukan penentu arah.”

    c. Hubungan dengan Al-Mahdi :

    • Vertikal: ta‘alluq ruhani (ta’dīb, ilham, isyarat).

    • Bukan hubungan komando politik.

    • Bukan pula baiat struktural awal

    Ia tidak mendahului Mahdi, dan tidak menggantikannya, tetapi menyiapkan medan kesadaran.

    VI. Ashābul Kahfi : Sistem Pengetahuan yang Dijaga Allah.

    1. Allah yang menjaga :

    Allah ﷻ berfirman :
    نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِٱلْحَقِّ (QS. al-Kahf: 13).

    Ibnu ‘Aṭiyyah menafsirkan :
    فيه إشارة إلى أن علمهم كان محفوظًا بالحق لا بالظن
    “Ini isyarat bahwa ilmu mereka dijaga dengan kebenaran, bukan dengan dugaan rasional.” (al-Muḥarrar al-Wajīz, Jilid 3, hal. 205).

    2. Dari Hasil penyusunan Blueprint & Roadmap :

    a. Lapisan Penyangga: Ashābul Kahfi (Penjaga Sistem Ilmu).

    • Fungsi : Menyimpan, menjaga, dan mengamankan ilmu ilahi dari distorsi.

    • Karakter :
    o Uzlah
    o Kesunyian
    o Ketahanan iman jangka panjang.

    b. Secara sistemik :

    • Putra Bani Tamim beresonansi dengan Ashābul Kahfi.

    • Keduanya berada pada sumbu penjagaan ilmu, bukan ekspansi politik

    Ashābul Kahfi adalah arsip hidup, Putra Bani Tamim adalah penerjemah hidup.

    VII. Ghurabā’ : Penjaga Ilmu Ilahi Non-Rasionalistik.

    1. Sesungguhnya Ghurabā’ sebagai Pewaris Bashīrah.

    Rasulullah ﷺ bersabda :
    بدأ الإسلام غريبًا وسيعود غريبًا فطوبى للغرباء
    (Ṣaḥīḥ Muslim, no. 145).

    Imam al-Nawawī menjelaskan :
    الغرباء هم الذين يصلحون إذا فسد الناس
    “Ghuraba’ adalah mereka yang tetap lurus ketika manusia rusak.” (Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, Jilid 2, hal. 175).

    2. Dari Hasil penyusunan Blueprint & Roadmap :

    a.Lapisan Sosial: Ghurabā’ (Penyebar Kesadaran).

    • Fungsi: Menjaga iman di tengah kerusakan umum
    • Sumber ilmu: campuran ;

    o ilham ringan
    o mubasyirāt
    o pemahaman nash

    b. Putra Bani Tamim tidak berada di level ghurabā’ umum, tetapi : menjadi rujukan batin bagi mereka tanpa tampil sebagai figur publik.

    c. Ghuroba adalah Lapisan Massa Beriman: Umat yang Dibersihkan

    • Fungsi: Pengikut, pendukung, dan penerima manfaat hidayah.

    • Ciri :
    o membutuhkan tanda
    o membutuhkan mimpi
    o membutuhkan figur.

    Mimpi (mubasyirāt) dominan di level ini, bukan di level Putra Bani Tamim.

    Mereka bukan kaum akademik, melainkan penjaga ilmu ilahi dari distorsi zaman.

    VIII. Relasi Mimpi vs Ilham dalam Struktur Saf.

    1. Mimpi bukan sumber hukum, tetapi tanda ilahi.

    Rasulullah ﷺ bersabda :
    لم يبق من النبوة إلا المبشرات
    “Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar gembira.”
    (Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, no. 6989)

    Dan beliau menjelaskan :
    الرؤيا الصالحة من الله
    “Mimpi yang benar berasal dari Allah.”
    (Ṣaḥīḥ Muslim, no. 2263)

    2. Dari Hasil penyusunan Blueprint & Roadmap :

    Dalam sistem akhir zaman :

    • Al-Mahdi : Penerima ilmu wahbiy langsung.

    • Putra Bani Tamim : Penerima ilham ladunni sadar.

    • Ahli Ashabul kahfi & ghuraba : Penerima mubasyirat sebagai penguat, bukan penentu.

    Penting ditegaskan secara ilmiah :

    • Putra Bani Tamim tidak diposisikan sebagai penerima mimpi.

    • Mimpi berfungsi :

    -sebagai ta’yid (penguat).
    -bukan sebagai ta’sis (pondasi keputusan)
    Ilham ladunni :

    • datang dalam keadaan sadar.

    • beresonansi dengan Qur’an dan Sunnah.

    • diuji dengan keteguhan tauhid, bukan sensasi batin

    Skema Ringkas (Naratif) :

    • Al-Mahdi → poros kepemimpinan (wahbiy).

    • Putra Bani Tamim → penjaga arah & murid ruhani (ilham ladunni).

    • Ashabul Kahfi → penjaga sistem ilmu (hifz al-din).

    • Ghuraba → pelaku perbaikan sosial iman
    • Umat → objek penyelamatan dan tarbiyah.

    IX. KESIMPULAN.

    1. Epistemologi ummiyyah adalah paradigma ilmu ilahi yang sahih dalam Islam.

    2. Al-Mahdi adalah puncak ummiyyah maknawiyyah.

    3. Putra Bani Tamim adalah murid ruhani yang dibimbing melalui ilham, bukan mimpi.

    4. Ashabul Kahfi dan ghuraba menjaga ilmu wahbiy dari dominasi rasionalisme Dajjal.

    5. Kebangkitan dari Timur bukan kebangkitan akademik, melainkan kebangkitan hati yang disinari langit.

    X. PENUTUP.

    Dengan penempatan ini :

    1. Putra Bani Tamim tidak disakralkan berlebihan.

    2. Tidak pula direduksi menjadi figur simbolik kosong.

    3.. Ia berada tepat di titik kritis : antara langit dan realitas fitnah bumi

    Jika titik ini hilang, maka:

    • Mahdi akan dikerumuni klaim palsu.
    • umat akan terseret mimpi tanpa kaidah.
    • Dajjal menang melalui epistemologi

    Walau’alam.

    MAJELIS GAZA
    (Diki Candra)
    1 Februari 2026

  • Maklumat Majelis Gaza ke-11

    Maklumat Majelis Gaza ke-11

    Maklumat Majelis Gaza ke-11 / 2026.

    PENJELASAN SUMBER KEUANGAN DI TANAH UZLAH MAJELIS GAZA.

    PERTIMBANGAN :

    1). Sudah sejak lama, banyak yang penasaran bertanya dari mana sumber keuangan bagi operasional GAZA dan khususnya di Tanah Uzlah, yang menurut gambaran kasar teman-teman, memerlukan dana tidak sedikit (dana besar), karena saat ini jumlah yang uzlah sudah lebih dari 100 orang. Ini artinya kalau dikampung, sudah hampir 1 RT. Apalagi sudah bertahan sekitar 5 tahun.

    Sementara jawaban saya normative saja, yaitu dari Allah dan saya jelaskan juga dalam beberapa mubasyirat, Allah yang mencukupi kehidupan di Tanah Uzlah.

    2). Yang terbaru, ada informasi, bahwa beberapa orang barisan sakit hati mulai mempertanyakan tentang sumber keuangan, yang intinya sbb :

    a. GAZA itu sudah 6 tahun terus paling aktif bergerak dilapangan, termasuk kaitan di Tanah Uzlah, semuanya memerlukan dana yang tidak sedikit.

    b. Diluar acara besar yang diadakan dari infaq teman2 yang diumumkan di grup, dana yang diperlukan untuk menghidupi sehari-hari umat di tanah uzlah dan operasional GAZA secara umum.

    Apalagi setiap mengisi kegiatan diberbagai daerah selalu disiapkan oleh GAZA sendiri (tidak pernah mau menerima dari pihak pengundang.

    c. Mereka mengatakan, hampir semua (mayoritas) yang sudah uzlah itu Fakir (tidak punya harta) dan miskin (tidak punya pengasilan atau cadangan uang).

    d. Menurut mereka lagi, sementara kang diki sendiri sudah 6 tahun menurup usahanya. Dan di grup tidak pernah ada pengumuman permintaan infaq untuk operasioan sehari-hari.

    e. Pemberi informasi ini, menjelaskan lagi bahwa mereka mulai menerka-nerka dengan arah negatif. Karena tidak masuk akal mereka, maka katanya, jangan-jangan… jangan-jangan…. dan jangan-jangan.

    Agar tidak jadi bahan ghibah (atau fitnah), hari ini, saya yang juga masih merangkap menjadi bendahara, karena sudah ditawarkan ke banyak rekan-rekan, semua tidak ada yang bersedia, maka pada kesempatan ini saya akan menjelaskan secara umum, sbb :

    I. PENGELUARAN DANA :

    A).Pengeluaran dana bagi operasional tanah uzlah :

    1. Biaya bulanan rutin yang wajib ada (harus ada), di tanah uzlah untuk :

    – beras (2x makan nasi per hari, 1x umbi-umbian),
    – bumbu-bumbu / bahan masak lainnya,
    – lauk pauk / sayuran yang belum bisa dihasilkan di tanah Uzlah,
    – token listrik (sekitar 35 saung, 1 masjid, dapur umum, 3 Gazebo, 70 lampu penerangan umum).
    – Iuran starlink (internet).
    – Kebutuhan sabun mandi, odol/sikat gigi, sabun cuci, keperluan wanita.
    – Makanan tambahan (Indomie + kopi) bagi yang ronda.
    – Membuat makanan jajanan setiap hari jumat (sebab mulai bulan ini, anak2 tidak boleh lagi keluar untuk jajan).
    – Bensin / solar operasional kendaraan.
    – Pempres dan keperluan khusus bagi balita yang lahir di tanah uzlah.
    – Dan lain-lainnya.

    Total minimal pengeluaran untuk keperluan harian = 20 juta per bulan.

    B). Biaya non rutin harian (diluar acara-acara besar GAZA. Misalnya seminar & dialog) :

    2). Biaya sewa lahan 20 hektar = 20 juta / tahun.
    3). Biaya perawatan saung dan sarana umum (tidak pernah meminta lagi ke pemilik saung) = 5 juta / tahun.
    4). Biaya silaturahmi dengan tokoh-tokoh lingkungan = 5 juta / tahun.
    5). Biaya safari dakwah (sudah diatur minimal 10 tempat per tahun) dengan tranport dan akomodasi sendiri = 25 juta / tahun.
    6). Acara mensponsori kunjungan media masa (wartawan) ke BL (dengan tujuan menjaga hubungan dengan media), minimal 2 grup organisasi wartawan per tahun = 20 juta / tahun.
    7). Biaya kesehatan, pengobatan & melahirkan = 10 juta / tahun.
    8. Bantuan rekan2 yang pulang dulu (PP) karena ada keluarganya meninggal dan sebab lainnya = 5 juta / tahun.
    9). Menjamu tamu-tamu (helper & yang tabayyun) yang datang ke BL = 10 juta / tahun.
    10). Dan lainnya yang tidak bisa dijelaskan = 10 juta / tahun.

    Total minimal pengeluaran pertahun = 110 juta per tahun = 8,5 juta / bulan.

    C. Total biaya rutin harian dan non rutin per bulan, rata-rata = 28,5 juta / bulan

    II. SUMBER DANA.

    Sejak dibuka rekening GAZA, sekitar 3/4 tahun lalu, persentase komposisi sumber dana yang terjadi dari :

    1). Infaq dari rekan-rekan Majelis GAZA (-/+) = 60 % nya = rata-rata Rp.17,1 Juta / bulan.

    2). Pemasukan diusahakan bendahara dari sumber lain (-/+) = 40 % nya = rata-rata Rp. 11,4 juta / bulan.

    KESIMPULAN.

    Jadi jelas, tanpa diminta oleh saya, dengan keiklasan sendiri rekan-rekan majelis GAZA, atas kehendak Allah, telah menjamin rejekinya penduduk tanah Uzlah. Dan ini sesuai beberapa mubasyirat, dimana hasil takwilnya mengisyaratkan bahwa Allah yang akan menjamin rejekinya orang-orang yang telah uzlah.

    Demikian informasi terkait dengan keuangan.

    MAJELIS GAZA
    (Diki Candra)
    30 Januari 2026

  • Maklumat Majelis Gaza ke-10

    Maklumat Majelis Gaza ke-10

    Maklumat Majelis Gaza ke-10 / 2026.

    KLARIFIKASI TOTAL ATAS NARASI PALSU (FITNAH-FITNAH), YANG DIARAHKAN KE TANAH UZLAH MAJELIS GAZA

    Atas fitnah berat yang terakhir (dibahas di Bab 5) dan berbagai isu/fitnah lainnya yang ditujukan kepada keadaan Tanah Uzlah, kami:

    – Diki Candra (Ketua Majelis GAZA),
    – Ustadz Abu Ukasyah (Amir Tanah Uzlah),
    – Serta 70 orang penghuni Tanah Uzlah yang dewasa, yang sehari-hari merasakan A–Z hidup bersama, yang setiap hari bermusyawarah, sehingga istilahnya tidak ada daun pohon yang jatuh yang tidak kami ketahui,

    Dengan ini menyatakan demi Allah bahwa :

    PERTAMA (1) :
    KEADAAN YANG SEBENARNYA DI TANAH UZLAH.

    1). Dalam keseharian, secara konsisten, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, dengan sungguh-sungguh kami terus berusaha mendekati kehidupan yang dicontohkan para tabi’in, para sahabat, dan cara hidup seperti Rasulullah ﷺ.

    2). Yang kami sedang kejar adalah bagaimana kami semua bisa bermahabbah kepada Allah, melahirkan ketaatan hanya kepada Allah, bukan sekadar perasaan.

    3). Alhamdulillah, semua merasakan persaudaraan yang luar biasa, padahal kami semua diawali tidak saling kenal dan berasal dari karakter yang berbeda-beda.

    4). Alhamdulillah, tidak ada satu pun kegiatan di Tanah Uzlah yang berbau komersial. Setiap detik muamalah yang kami lakukan hanya untuk mencari ridha Allah. Dan Alhamdulillah, janji Allah itu benar; kami merasakan bisa bertahan sampai hari ini karena pertolongan Allah.

    5). Para penghuni yang ada saat ini sudah sangat terlihat sebagai orang-orang yang telah tersaring, yaitu orang-orang yang taat kepada Allah dengan mengikuti seluruh ibadah, taat kepada amir uzlah, dan sejak awal terlihat niatnya kuat, tulus, serta meniatkan diri menjadi pejuang.

    6). Bagi yang mengikuti dari awal sampai hari ini, justru keadaan Tanah Uzlah saat ini adalah keadaannya jauh lebih baik dari semua sisi, karena banyak dibimbing langsung oleh Allah melalui mubasyirat tentang bagaimana kami harus memperbaiki diri.

    KEDUA (2) :
    UJIAN-UJIAN YANG DIALAMI DI TANAH UZLAH

    1). Dari banyak mimpi benar dari Allah, GAZA/Tanah Uzlah dari fase ke fase akan terus diuji sampai takdirnya tercapai, baik secara organisasi maupun secara perorangan para penghuninya.

    2). Benar bahwa secara personal, sejak awal terdapat banyak ujian atau peristiwa, sehingga ada yang dikeluarkan karena pelanggaran berat, atau karena ketidakpatuhan terhadap aturan, dan/atau mundur karena tidak mampu mengikuti kewajiban yang ada, serta banyak hal lainnya yang dibahas di Bab ……

    KETIGA (3) :
    MAJELIS GAZA DAN TANAH UZLAH MEMEGANG PRINSIP DASAR ISLAM.

    1). Prinsip dasar dalam Islam: menutup aib orang yang dikeluarkan atau karena sebab lainnya adalah kewajiban.

    2). Selama ini, semua kekeliruan yang dibuat oleh siapa pun yang pernah tinggal di Tanah Uzlah kami upayakan tidak dibuka keluar, kecuali dibahas secara internal di antara para penghuni.

    Jika pun terpaksa disampaikan di grup, hal itu dilakukan karena beberapa sebab :

    1). Untuk mencegah berulangnya peristiwa.

    2). Karena pihak yang keluar dari Tanah Uzlah melakukan fitnah terang-terangan di media sosial.

    3). Untuk mencegah kemungkaran lainnya.

    Allah berfirman: “Sesungguhnya *orang-orang yang ingin agar perbuatan keji itu tersebar* di tengah orang-orang beriman, *bagi mereka azab yang pedih* di dunia dan di akhirat.” (QS. An-Nūr: 19)

    Ayat ini sangat tegas :

    – Sekadar ingin menyebarkan saja sudah diancam azab, apalagi benar-benar menyebarkannya.
    – Banyak kasus baru sebatas kabar burung, namun sudah disampaikan kepada orang lain.

    KEEMPAT (4) :
    BERBAGAI FITNAH, PERISTIWA, DAN KASUS YANG PERNAH TERJADI DI TANAH UZLAH

    Berbagai fitnah, peristiwa, dan kasus pernah terjadi sejak awal Tanah Uzlah berdiri, yang mengakibatkan orang-orang tersebut keluar atau dikeluarkan dari Tanah Uzlah. Anehnya, orang-orang yang dikeluarkan atau keluar sendiri tersebut —meskipun tidak semuanya— justru memfitnah Tanah Uzlah dengan fitnah yang kadang tidak masuk akal sehat.

    Berbagai peristiwa tersebut antara lain sebagai berikut :

    1). Diketahui melakukan dosa besar yang dilaknat Allah (walaupun kasus ini sangat langka, namun pernah terjadi). Contoh fitnah terbaru dijelaskan khusus di Bab Kelima (5).

    2). Mencuri uang penghuni lainnya lalu menghilang tanpa jejak.

    3). Menyunat infaq dari para helper dengan cara dana masuk terlebih dahulu ke rekening pribadi, kemudian baru ditransfer ke rekening GAZA.

    4). Malas atau jarang melakukan kewajiban ibadah pokok, misalnya jarang ikut shalat wajib berjamaah, apalagi tahajud (yang lebih langka lagi), serta kegiatan lainnya, padahal sudah terus diingatkan dengan kesabaran yang sangat tinggi.

    5). Merokok terus-menerus walaupun sudah sampai batas toleransi.

    6). Masih tersangkut urusan riba (kartu kredit dan lainnya).

    7). Saat uzlah tidak memiliki niat yang kuat untuk dididik menjadi pejuang, atau memiliki niat yang salah.

    8). Memiliki berbagai karakter negatif atau ego yang tinggi dan tidak bisa menghilangkannya (tidak ada perubahan, padahal sudah diberi kesempatan yang cukup).

    9). Sering ribut dengan sesama penghuni, sesama suami istri, dan lain-lain, yang intinya tidak bisa menahan diri atau menyesuaikan diri.

    10). Karena beberapa masalah pada poin-poin di atas, akhirnya menjadi tidak betah dengan sendirinya.

    11). Berbagai dosa, masalah, persoalan, dan kasus lainnya yang intinya tidak bisa mengikuti aturan serta tidak mampu bersosialisasi hidup di Tanah Uzlah.

    Sedangkan fitnah-fitnah yang pernah dialami antara lain sebagai berikut :

    12). Tuduhan bahwa di Tanah Uzlah bebas berganti pasangan.

    13). Tuduhan bahwa semua pernikahan yang terjadi di sini tidak sah dan dianggap bahwa semua orang di sini tidak paham agama.

    14). Fitnah yang relatif masih baru, yaitu tuduhan bahwa Tanah Uzlah penuh dengan kebohongan (dituduhkan oleh Sdr. Mahadi). Namun ketika ditanya apa kebohongan tersebut, tidak bisa menjelaskan, dan jawabannya agar menghubungi Ustadz Dede Hikayat. Dari sini dapat dipahami dari mana sumbernya.

    15). Ketua GAZA telah lama menerima mimpi agar melepas dua sawahnya. Dari fakta keseharian, petunjuk tersebut sangat selaras. Ini seperti peristiwa Nabi Ibrahim AS yang harus ridha anaknya disembelih oleh bapaknya sendiri. Demikian pula Ketua GAZA harus melepaskan yang selama ini mendampingi.

    Walaupun secara syariat alasan sudah kuat, tetap berusaha memperbaiki keduanya. Namun ternyata sulit.

    Dengan berlandaskan syariat dan adanya petunjuk baru lainnya yang sejalan, maka demi perjuangan ini, perpisahan pun tidak bisa diela kkan. Akan tetapi, cerita yang beredar di luar justru dibalik oleh para ahli fitnah.

    16. Berbagai fitnah lainnya yang sejak Tanah Uzlah berdiri sampai saat ini terus silih berganti tanpa henti.

    CATATAN :

    Hal yang luar biasa, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kami, adalah bahwa hampir semua kejadian —baik positif maupun negatif— sebelum peristiwa itu terjadi, mayoritas telah Allah beritahukan melalui mimpi-mimpi, baik yang dialami oleh yang belum uzlah maupun yang sudah uzlah. Dan 100% terjadi sesuai mimpinya.

    Mimpi-mimpi tersebut tidak pernah dibagikan di grup, namun untuk mimpi-mimpi tertentu dibahas di hadapan penghuni Tanah Uzlah agar menjadi peringatan.

    Namun hampir semua peristiwa tersebut sulit dihindari, walaupun saya sebagai leader sudah berusaha agar mimpi-mimpi itu tidak terjadi.

    KELIMA (5):
    FITNAH TERJADI SODOMI MASAL DI TANAH UZLAH

    Fitnah keji ini disampaikan melalui nomor HP +628985495… (tiga nomor terakhir tidak terlihat dalam screenshot). Ketika nomor tersebut diketik, di HP saya muncul satu nama, yaitu Ustadz Abu … (sengaja tidak dibuka seluruhnya, sehingga bisa saja tiga nomor terakhir tersebut bukan nomor nya).

    Screenshot percakapan yang isinya disalin di bawah ini dipajang di status WhatsApp seseorang, sehingga banyak orang yang melihatnya, dan tidak sedikit pula yang mengunduh atau melakukan screenshot.

    Screenshot tersebut tidak saya bagikan karena khawatir disebarkan tanpa penjelasan dan justru menambah dosa jariyah.

    Namun screenshot tersebut diperlihatkan dalam musyawarah di Tanah Uzlah. Teks percakapan WhatsApp tersebut adalah sebagai berikut :

    +628985495…
    Assalamualaikum. Afwan ana belum bisa jawab umm, namun kesabaranlah yang dapat kita kerjakan hari ini hingga menuai hasil.

    Perkembangan di Bukit Lebah sekarang menuai masalah yang lebih kompleks lagi, sebab ada dari beberapa anggota Bukit Lebah melakukan sodomi kepada remaja di sana. Bahkan korban sodomi sekarang ikut menyodomi teman yang lain.

    Yang dibilang mereka Bukit Lebah adalah tanah yang dilindungi, namun kenyataannya Allah beri banyak masalah dan banyak kemaksiatan di sana.

    +62………
    Ana hanya bisa mendoakan *agar Diki segera ditangkap dan diadili agar tidak ada korban berjatuhan lagi.*

    +628985495…
    Semoga doa-doa kita dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla.

    PENJELASAN :

    Yang sebenarnya terjadi adalah :

    – Setelah ketahuan dan atas pengakuannya, kelainan tersebut adalah bawaan sejak lama karena pernah menjadi korban. Setelah tinggal di Bukit Lebah, ia berniat ingin sembuh dari kelainan tersebut.

    – Setelah disidang oleh tiga leader di Bukit Lebah, ia mengakui perbuatannya dan langsung dikeluarkan pada hari itu juga. Namun anak kandungnya sampai hari ini tetap berada di Bukit Lebah dan belajar seperti anak-anak lainnya.

    – Atas kejadian tersebut, seluruh tim di Bukit Lebah telah melakukan langkah-langkah agar tidak terulang kembali di masa depan.

    – Kejadian tersebut hanya sampai di situ dan tidak ada kejadian lain sebagaimana digambarkan (fitnah) dalam isi chat tersebut.

    – Dengan demikian, tambahan-tambahan pernyataan lainnya dalam chat di atas adalah bohong atau fitnah.

    SUDAH DIMIMPIKAN 1 TAHUN SEBELUMNYA.

    Sesungguhnya terhadap sosok bermasalah tersebut, sudah dimimpikan satu tahun sebelumnya bahwa sosok itu akan dimakan buaya. Namun saya yang menerima mimpi tersebut hanya bisa berusaha mengingatkan dalam setiap briefing agar semua menjaga diri, tidak berbuat salah, dan saling mengawasi, agar peristiwa “dimakan buaya” (terkena fitnah atau sihir dajjal) tidak terjadi.

    PENUTUP.

    Kami menyampaikan klarifikasi ini bukan untuk membela diri, melainkan untuk menegakkan kebenaran, menghentikan fitnah, dan menjaga amanah di hadapan Allah.

    Wallāhu a‘lam.

    30 Januari 2026
    MAJELIS GAZA

    (Diki Candra & Ustadz Abu Ukasyah)

Enjoy this blog? Please spread the word :)