Semua orang mengetahui saat ini kita sedang hidup di akhir zaman. Namun ternyata banyak orang yang belum mengerti dan memahami makna yang terkandung di balik istilah tersebut. Artikel kali ini adalah mengurai Makna di Balik Istilah Akhir Zaman yang Belum di Ketahui banyak Orang.
Akhir zaman lebih di kenal sebagai babak final kehidupan dunia. Semua orang mengetahui dan menyadari itu, namun banyak yang tidak memahami dan merasakan dengan kesadaran diri sepenuhnya bahwa hidup yang di jalani di dunia ini akan segera berakhir secara masal dengan melewati bertubi-tubi ujian yang harus di jalani.
Fakta yang terjadi saat ini, masih banyak manusia yang terlena dengan kesenangan dunia. Baik mengejar kekayaan maupun menikmati kesenangan kesenangan duniawi baik yang di suguhkan di dunia nyata maupun di medsos.
Mayoritas manusia lebih memilih menikmati tontonan-tontonan yang tidak bermanfaat di bandingkan mempertebal keimanan dan memperbanyak pahala. Tanpa disadari mereka telah banyak membuang waktu sia-sia.
Strategi syetan akan mempengaruhi manusia untuk melakukan dosa besar, jika tidak bisa mengajak manusia agar melakukan dosa kecil, jika tidak bisa syetan akan menghentikan manusia meraih pahala. Banyak kelalaian yang saat ini di lakukan manusia, padahal sesungguhnya semua itu adalah jebakan syetan agar manusia berhenti dalam mengumpulkan bekal menjelang kematian yang sudah di depan mata.
Akhir zaman hanya istilah penghujung akhir kehidupan. Di balik istilah tersebut, sesungguhnya manusia di hadapkan pada keadaan fase mendekati kematian secara masal. Setiap individu akan bertanggung jawab sepenuhnya pada amal perbuatannya masing-masing.
Allahﷻ akan memisahkan antara yang haq dan yang batil dengan jelas. Tidak akan ada lagi kelompok yang terpecah belah seperti saat ini. Yang ada hanya Islam dan kafir. Golongan Islam adalah orang-orang yang bertahid yang hanya meng Esakan Allahﷻ saja. Sedangkan golongan kafir adalah golongan orang-orang munafik dan pelaku syirik.
Setiap manusia yang di hadapkan pada kematian pasti akan mengalami fase dimana manusia harus sabar ketika merasakan sakit yang tidak bisa di sembuhkan, harus ikhlas untuk melepaskan harta kekayaan yang di kumpulkan, dan siap meninggalkan keluarganya, serta harus siap menghadapi kematian. Fase itulah yang akan di hadapi dan du alami oleh umat yang hidup di akhir zaman.
Kelak manusia akan dihadapkan pada keadaan dimana Allahﷻ akan mendatangkan ujian secara masal dan bertubi-tubi. Dan setiap orang harus siap menghadapinya, baik secara dzohir maupun batin. Sebagaimana kesiapan yang harus di rasakan oleh orang yang sedang di hadapkan pada kematian.
Kelak akan datang ujian berupa penyakit yang tidak bisa di sembuhkan (dzohir maupun batin). Hal ini mirip dengan keadaan orang yang menginjak usia 40 tahun yang mulai merasakan penyakit Degenaratif dan kecondongan seseorang untuk memilih dan menentukan dirinya menjadi orang baik atau buruk.
Selanjutnya akan tiba masanya kematian yang akan terjadi secara masal sebagaimana hadits berikut:
Ibnu Umar berkata;
“Sesungguhnya akan datang suatu hari akibat banyaknya cobaan dan bala yang menimpa umat manusia di muka bumi; Seorang yang beriman mengharap untuk pergi bersama keluarganya ke tengah lautan demi menaiki perahu,lalu hidup di sana.( 12) Aqdud Durar. Hal 334.
Untuk info hadits lebih lengkap klik tautan artikel sebelumnya yang telah publish berikut:
Dan setiap orang harus siap menghadapi semua itu. Di akhir zaman ujian terjadi bertubi-tubi dan lebih berat daripada yang di rasakan ketika menghadapi kematian biasa. Karena pahala yang di janjikan oleh Allahﷻ kepada umat akhir zaman lebih besar daripada umat sebelumnya sebagaimana di kutip dari hadits berikut:
Rosulullahﷺ bersabda,
فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ القَبْضِ عَلَى الجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ
“Sesungguhnya di belakang kalian (nanti) ada hari-hari, di mana bersabar pada waktu tersebut seperti halnya memegang bara api.
Orang yang beramal di waktu tersebut seperti (mendapat) pahala 50 orang, yang beramal seperti amal kalian..”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rosulullah..! (mendapatkan) pahala 50 orang dari kami atau dari mereka..?”
Beliau Rosulullahﷺ menjawab, “Pahala 50 orang dari kalian..”
(HR. At-Tirmidzi no. 3058, Ibnu Majah dan Abu Dawud, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)
Peringatan dari Allahﷻ sudah di sampaikan melalui utusannya, seorang Al Mahdi (Muhammad Qasim) yang kelak akan di baiat menjadi Imam Mahdi. Dan seorang utusan Allahﷻ dari masa ke masa perannya tetap sama, yaitu menyampaikan ajaran Tauhid, karena itu adalah puncak dari keimanan yang harus di miliki setiap muslim untuk bisa masuk kedalam surga.
Allahﷻ menginginkan hambaNya agar semua bisa masuk surga, namun ketentuan hasil akan di raih oleh usaha manusia itu sendiri. Sudah siapkah kita menghadapi semua itu?





Semoga akan banyak orang yang menyadari bahwa akhir zaman itu adalah hal yang harus secara serius nisikapi dan dipersiapkan.
Aamiin ya robbal alamin.
Benar, Mari kita suarakan bahwa waktunya sudah sangat dekat sekali.
Burniat Harun 18@gmail.com
terima kasih sudah mampir di portal kami.