Di kutip dari hadits sohih HR. Abu Dawud mengatakan, bahwa di akhir zaman keadaan umat seperti buih di lautan. Seperti yang sedang di alami manusia saat ini bahwa Kondisi Umat Islam Saat ini Lemah Dari Segala Sisi. Lalu lemah seperti apa yang di maksud?
Rasulullahﷺ pernah bersabda :
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ»، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Artinya : Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya. Maka seseorang bertanya : ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” (Bahkan kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih mengapung). Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menimpakan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn. Seseorang bertanya : ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Nabi shallallahu ’alaih wa sallam bersabda : ”Cinta dunia dan takut akan kematian. (HR. Abu Dawud, hadist no. 4297).
Kelemahan yang dialami Umat Islam saat ini diantaranya:
1. Umat Islam masih tergantung pada teknologi Barat, baik dalam hal ekonomi, politik, maupun sosial.
2. Banyak umat Islam yang masih kurang pendidikan dan kesadaran tentang agama dan nilai-nilai Islam yang benar.
3. Konflik internal: Banyak umat Islam yang masih terjebak dalam konflik internal, baik dalam hal politik, ekonomi, maupun sosial.
4. Banyak umat Islam yang masih tergantung pada bantuan luar, baik dalam hal ekonomi maupun politik.
Dampak yang terjadi akibat kelemahan umat Islam dapat menyebabkan kehilangan identitas, kesadaran tentang agama dan nilai-nilai Islam itu sendiri. Selain itu juga bisa menyebabkan ketergantungan pada orang/Negara lain, baik dalam hal ekonomi maupun politik. Serta menyebabkan kurangnya kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Saat ini kondisi umat Islam sangat lemah meskipun berjumlah mayoritas. Buih di lautan adalah sebuah perumpamaan yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lemah dan tidak stabil serta lemah dalam hal keimanan.
Iman yang lemah seperti buih di lautan kondisinya menggambarkan ketidak stabilan dan dapat berubah-ubah tergantung pada situasi dan kondisi alias tidak punya keteguhan. Mudah di iming-imingi kekayaan, jabatan dan kekuasaan, mudah goyah dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Karena kurangnya kesadaran tentang agama Islam dengan benar serta kurangnya nilai-nilai spiritual (kekuatan yang tercipta karena kedekatan dengan Allahﷻ).
Hal itu menyebabkan kurangnya kepercayaan diri dan kemampuan untuk menghadapi tantangan sehingga tidak berani untuk menyaingi apalagi melawan musuh Islam. Itu juga yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain dan kurangnya kemandirian, kemajuan dan peningkatan spiritual yang sebenarnya sangat di butuhkan untuk menghadapi musuh di akhir zaman.
Semua itu terjadi karena musuh Islam sengaja menciptakan sistem yang membuat umat Islam tidak boleh berkembang melebihi mereka. Baik dari tekhnologi maupun di bidang lainnya. Sesungguhnya kondisi seperti ini bagaikan hidup dalam kegelapan. Dan seluruh umat Islam harus bersatu untuk menyusun kekuatan agar bisa keluar dari zona tersebut. Yaitu berusaha keluar dari Kegelapan Menuju Terang. Namun selama ini umat Islam tidak menyadari tentang penjajahan karakter dan kepercayaan tersebut. Selama ini semua manusia terlena dengan fasilitas dan kesenangan yang mereka suguhkan.
Kekuasaan yang sedang mengendalikan dunia saat ini justru mengatur sistem yang bertentangan dengan syariat islam. Sesungguhnya sistem yang mereka ciptakan berdampak buruk bagi seluruh manusia yang ada di bawah kekuasaan mereka.
Sistem yang tidak adil dan kekuasaan yang korup terjadi di berbagai negara. Bahkan Indonesia mendaparkan predikat negara terkorup. Karena ketidak stabilan serta lemahnya keimanan seseorang menjadikan umat Islam mudah di tawari kekayaan, jabatan dan kekuasaan yang ada dalam kendali mereka (musuh Islam) untuk menghancurkan Islam secara sistematis.
Manusia harus berusaha Keluar dari Kekuasaan Pengendali Dunia yang Melanggar Syariat Islam dengan Cara:
1. Membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya syariat Islam dan bahaya dari kekuasaan pengendali dunia (Dajjal).
2. Mengembangkan dan mengembalikan sistem yang adil, berdasarkan pada prinsip-prinsip Islam
3. Menggalang kekuatan politik dan mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk membantu umat Islam keluar dari kekuasaan Dajjal dan sekutunya.
Saat ini satu-satunya cara yang bisa di lakukan, hanya dengan mentaati perintah Allahﷻ yang telah di sampaikan melalui mimpi Muhammad Qasim. Dengan ketaatan terhadap perintah Allahﷻ untuk menjauhi Kesyirikan dan segala bentuknya, maka Rahmat Allahﷻ akan segera di turunkan. Jika pertolongan Allahﷻ turun, maka semua sistem yang keluar dari jalurnya akan dengan mudah di tata ulang sesuai fitrahnya, yaitu sistem yang sesuai dengan syariat Islam yang murni, tentu atas bantuan Allahﷻ. Maka kesejahteraan dunia akan bisa di rasakan oleh seluruh umat manusia.
Wallahu a’lam


Tinggalkan Balasan