Ketika Dunia Memberi Signal, Hati Manusia Tidak Peka dengan berbagai keadaan yang terjadi. Mereka masih terus sibuk dengan mengejar dunia. Tidak peduli dengan keadaan dunia yang memberikan kode keras,
(Sebuah Seruan Untuk Guroba dan Pejuang Akhir Zaman)
Jika engkau ingin menjadi penolong kebenaran di akhir zaman, maka siapkan hatimu untuk kehilangan.
Karena Allahﷻ hanya menitipkan kemenangan kepada jiwa-jiwa yang lulus dalam kehancuran.
Di tengah gurun kehidupan, di antara derak dunia yang tak peduli, tersebutlah satu nama:
Urwah bin Az-Zubair-seorang lelaki yang pernah kehilangan satu kakinya, dan dalam hari yang sama, kehilangan satu anaknya. Tapi dia tidak meratap, dia tidak protes pada langit, dia hanya menunduk dan berkata:
“Engkau telah ambil satu dari empat anggota tubuhku, dan Engkau sisakan tiga. Engkau ambil satu dari empat anakku, dan Engkau sisakan tiga.
Maka bagi-Mu segala puji, ya Allah…
atas apa yang Engkau ambil dan apa yang Engkau tinggalkan.
Kisah tersebut mengajarkan kepada kita bahwa iman bukan berarti tanpa luka. Tapi luka yang tidak menggoyahkan keyakinan.
Guroba adalah Jiwa-Jiwa Asing yang Disaring oleh Waktu
Rasulullah ﷺ bersabda:
Islam akan kembali asing seperti mulanya, maka beruntunglah orang-orang asing (guroba).”
HR. Muslim
Siapakah guroba itu?
Mereka bukan yang terbanyak, bukan yang populer. Tapi yang tetap memikul cahaya, di tengah padamnya lentera umat.
Mereka tidak dikenal di bumi, tapi tercatat harum di langit.
Dan setiap orang yang meniatkan dirinya menjadi penolong Imam Mahdi harus mengetahui, bahwa jalannya bukan jalan bunga dan pujian. Tapi jalan kegelapan, penolakan, pemotongan hati, dan kematian hawa nafsu.
Seruan dari Mimpi Muhammad Qasim
Dalam ratusan mimpinya, Muhammad Qasim berkali-kali diperlihatkan bahwa:
– Dunia akan menolak cahaya, dan para ulama akan banyak yang tidak percaya.
– Akan ada segelintir orang dari berbagai negeri yang dipilih Allah menjadi tentara-tentara ruhani, seperti pasukan bendera hitam.
– Mereka akan terluka, difitnah, dijatuhkan, dan dilupakan, seperti Urwah kehilangan kakinya dan anaknya.
Namun Allahﷻ tidak mencari mereka yang kuat jasadnya, tapi kuat jiwanya.
“Aku tidak butuh jumlah besar,
Aku butuh hamba-hamba yang jujur, sabar, dan tidak putus asa saat kebenaran diuji.” kata Allah dalam salah satu mimpi Muhammad Qasim,
Jika ingin menjadi pembantu Imam Mahdi, maka bersiaplah untuk tidak dikenal, kecuali oleh langit. Siap dicaci, saat kamu menyuarakan mimpi yang belum dipahami umat. Siap dilukai oleh orang-orang yang berusaha di selamatkan, namun mereka tidak paham karena hidayah belum menyentunya. Siap untuk berjuang, bahkan ketika tak satu pun ulama besar mendukungmu.
Tapi ketahuilah,di balik semua derita itu, Allahﷻ sedang membentukmu, seperti Ia membentuk Urwah dalam amputasi. Seperti Ia membentuk Qasim dalam pengasingan.
Dan seperti yang disebut dalam banyak atsar: Imam Mahdi akan dibaiat dalam keadaan terpaksa, hanya sedikit yang membelanya di awal-awal kemunculannya.
(HR. Abu Dawud, Al-Hakim -Shahih)
Wahai Jiwa yang Ingin Menjadi Guroba.
Jika hari ini kamu sedang terjatuh, mimpimu ditertawakan, dan perjuanganmu terasa sia-sia. Ingatlah, Itu tanda bahwa kamu sedang diukir menjadi guroba.
Maka jangan lari dari luka itu.
Jangan takut kehilangan kaki seperti Urwah. Dan Jangan takut kehilangan anak, sahabat, atau nama.
Karena semua itu tidak akan hilang… hanya sedang ditukar. Dunia akan segera diambil, untuk ditukar dengan kemuliaan di sisi Allahﷻ.
Penutup: Seruan Untuk Mereka yang Ingin Lulus dari Saringan Langit
Wahai para pemuda akhir zaman.
Jika engkau ingin menjadi pejuang Imam Mahdi, dan berada dalam barisan bendera hitam yang disebut Nabi ﷺ, diakui di langit meski ditolak di bumi. Maka bersabarlah seperti Urwah. Ridhalah seperti Muhammad Qasim. Dan bertahanlah seperti guroba.
Karena sejarah akan mencatatmu,
bukan dengan tinta manusia,
tapi dengan tinta keabadian dalam Kitab Allah.
Barangsiapa yang berjuang demi agama ini, meski hanya satu langkah, maka dia tidak akan ditinggalkan oleh langit, Atsar ulama salaf.
By: Zk




