Translate :

Home / All Dreams / Misi

Kamis, 30 November 2017 - 17:37 WIB

Mencari Dan Berpindah Ketempat Yang Penuh Kedamaian

بسم اللہ الرحمٰن الرحیم

السلام علیکم ورحمتہ اللہ وبرکاتہ

Pada tanggal 30 November 2017, Muhammad Qasim melihat sebuah mimpi,

Dalam mimpi ini, aku berada di kotaku dan kondisinya tidak baik. Semua orang terjebak dalam suatu masalah sehingga mereka diliputi oleh kegelisahan serta kekacauan dimana-mana. Sementara itu, orang-orang yang berpengaruh hanya mementingkan dirinya sendiri. Aku menyaksikan semua ini dari atap rumahku dan berkata: “Beginikah keadaan di mana kita akan hidup”? Aku masih ingat ketika Allah ﷻ berkata dari langit: “Qasim! Pergilah, di sana ada sebuah tempat yang damai. Berkah dan Rahmat-Ku ada dimana-mana. Cari tempat itu, segala jenis kedamaian ada di sana”. Aku sangat bahagia karena Allah ﷻ telah menunjukkanku jalan menuju tempat yang penuh kedamaian.

Aku meninggalkan rumah dan mulai mencari tempat itu tetapi aku tidak dapat menemukannya. Lalu aku bertemu dengan beberapa orang dan memberitahu mereka bahwa: “Kita harus mencari sebuah tempat yang damai.” Kemudian aku mencari cara untuk keluar dari kota ini agar aku dapat menemukan tempat itu. Aku juga menjumpai beberapa orang yang berpengaruh dan memberitahu mereka, tetapi mereka tidak mempercayaiku dan berkata: “Tidak ada tempat seperti itu, jangan buang waktumu untuk mencarinya.”

Lalu aku memutuskan untuk pergi mencarinya sendiri. Aku tiba di sebuah tempat dan melihat ada bangunan besar disana. Aku berkata: “Aku harus naik ke atap gedung ini agar dapat melihat tempat yang akan aku cari.” Aku naik ke atap dan melihat sekeliling tetapi aku hanya melihat kotaku sendiri dan tidak menemukan tempat lain. Aku berkata pada diriku sendiri: “Qasim! Ini adalah bangunan yang sama yang sering aku gunakan untuk melihat dalam mimpiku, di mana aku menaiki sebuah gedung besar, lalu melompat dan Allah ﷻ akan mengangkatku dengan Rahmat-Nya. Kemudian aku mulai berlari di udara”.

Lalu aku berkata: “Jika aku ingin menemukan tempat itu, maka aku harus melompat”. Aku mempersiapkan diri untuk melakukan lompatan. Aku berlari dari belakang kemudian melakukan lompatan dan aku mulai berlari di udara. Aku berkata: “Allah ﷻ benar-benar telah menahanku”. Aku berlari di udara dan pergi jauh dengan cepat. Aku bahkan pergi ke luar kota tetapi aku hanya dapat menemukan daerah terlantar di luar kota. Aku terus berlari tetapi aku tidak dapat menemukan tempat yang damai dan memiliki Rahmat Allah ﷻ itu. Akhirnya aku lelah dan pulang kerumah lamaku dengan kecewa.

Baca Juga:  Sang Penghimpun Dunia

Sesampainya dirumah, aku berpikir: “Aku sudah berjuang begitu keras dan belum menemukan tempat itu, bagaimana orang-orang yang berpengaruh percaya padaku sementara aku belum menemukannya juga. Mungkin orang-orang itu benar bahwa tidak ada tempat seperti itu dan aku tidak boleh membuang-buang waktuku.”

Aku sibuk bekerja ketika Allah ﷻ kembali mengatakan kepadaku: “Qasim! pergi dan temukan tempat itu. Teruslah berlari sampai kamu menemukannya dan jangan putus asa dari Rahmat-Ku”. Setelah mendengarkan kata-kata Allah ﷻ, aku berkata: “Aku sudah mencoba namun tidak dapat menemukannya dan orang-orang yang berpengaruh tidak juga percaya padaku, mengapa aku harus mencoba lagi?”

Aku kemudian berkata lagi: “Tapi aku tidak ingin hidup dalam kegelapan ini, lebih baik aku mencari tempat itu lagi. Mungkin aku bisa menemukannya nanti.” Aku keluar dan menaiki gedung itu lagi dan melihat sekeliling sambil berpikir: “Kemana aku harus pergi kali ini? Aku harus melompat setinggi mungkin dulu, lalu setelah itu aku akan mencari lagi dari sana”. Aku melakukan lompatan lagi dan terbang setinggi mungkin di udara. Aku melihat ke segala arah tetapi tidak dapat menemukan tempat itu. Aku berkata lagi: “Aku tidak dapat melihatnya bahkan dari ketinggian ini tetapi aku harus terus mencoba. Sebelum aku pergi ke utara, aku akan ke timur dulu.”

Aku turun sedikit dan menghadap langsung ke timur dan mulai berlari ke arah itu. Orang-orang berpengaruh yang tidak mempercayaiku sebelumnya, melihat aku berlari. Ketika aku hendak keluar kota, ada dorongan angin yang sangat kuat di udara dan aku menjadi sedikit melambat, tetapi Allah ﷻ mengeluarkanku dari sana tanpa masalah. Aku mulai melihat lagi daerah yang terlantar itu tetapi aku terus berlari dengan sangat cepat. Aku tidak berhenti, namun setelah cukup jauh berlari, aku menjadi kesal dan berkata: “Aku tidak akan menemukan tempat itu.” Tetapi Allah ﷻ berkata: “Teruslah berlari sampai kamu menemukannya.” Lalu, aku berlari lagi dan tiba-tiba aku mulai melihat tanaman hijau. Ketika aku sampai di dekatnya, aku berkata: “Ini adalah tempat yang aku cari. Akhirnya aku menemukan tempat ini”.

Ternyata Allah ﷻ benar, tempat ini penuh kedamaian dan tanaman hijau. Aku sangat senang setelah menemukan tempat ini dan berkata: “Aku harus membuat persiapan untuk pindah kesini. Ini adalah tempat baru yang penuh dengan kedamaian. Mungkin aku tidak akan kembali ke rumah lamaku lagi.” Lalu aku menyiapkan beberapa penanda lokasi agar aku tidak kesulitan untuk menemukannya kembali. Kemudian aku kembali ke rumahku.

Baca Juga:  Bus Moderen Dan Pencarian Rumah Nabi Terakhir Muhammad ﷺ

Setelah sampai di rumah lamaku, aku mengemasi barang bawaanku dan mulai kembali ke tempat yang penuh kedamaian itu. Didalam perjalanan, aku bertemu dengan dua orang yang aku temui sebelumnya dan mereka mempercayai mimpiku. Orang-orang itu juga mencari tempat yang sama. Aku menceritakan kepada mereka keseluruhan cerita dan berkata: “Aku telah menemukan tempat itu”. Mereka sangat bahagia dan berkata: “Tolong bawa kami kesana”. Aku berkata: “Baiklah, aku akan berlari di udara dan kalian berdua pegang tanganku dan dengan Rahmat Allah ﷻ kalian juga akan dapat berlari bersamaku dan kalian tidak akan jatuh.”

Lalu kami berangkat ke tempat yang penuh kedamaian itu bersama-sama. Belum berapa lama kami berlari di udara, tangan seorang pria tergelincir dan mulai jatuh. Aku menangkapnya dan berkata: “Ini sangat berbahaya, kita harus membuat mesin terbang agar tidak ada yang terjatuh.” Kemudian aku membuat mesin terbang dengan Rahmat Allah ﷻ dan kami bepergian lebih mudah dengan itu. Saat kami mulai terbang, orang lain meneleponku dan bertanya: “Bisakah kami ikut denganmu?” Ketika aku turun, aku melihat orang-orang ini adalah orang-orang yang pertama kali bertemu denganku dan aku telah memberitahu mereka semua dan mereka sangat bahagia. Mereka berkata: “Bawa kami juga bersamamu.” Aku berkata “Baiklah” Kemudian aku meningkatkan ukuran mesin terbangnya menjadi lebih besar. Kami semua duduk di dalamnya, lalu aku melihat mereka dan berkata: “Apakah masih ada orang yang tertinggal dari mereka yang pertama kali bertemu denganku atau yang membantuku?”

Sesaat kemudian, aku merasa agak lelah dalam perjalanan ini dan berkata: “Allah ﷻ telah memfasilitasi segalanya untuk kita dan yang harus aku lakukan hanyalah menerbangkan mesin terbang ini. Seandainya Allah ﷻ tidak menunjukkan jalan, apa yang akan kita lakukan jika kita masih terjebak dalam kegelapan ini”. Aku melirik rumahku dan kemudian mulai terbang menuju tempat yang penuh dengan kedamaian itu.

Dan mimpi itu berakhir di sana.

والسلام علیکم ورحمۃ اللہ وبرکاتہ

 

Baca Juga

Gambar Ilustrasi 77

All Dreams

Mobil Yang Diberkahi
Gambar Ilustrasi 25

All Dreams

Kemurkaan Allah ﷻ Dan Kekacauan Di Pakistan
Gambar Ilustrasi 28

All Dreams

Tanah Longsor dan Imran Khan

Mimpi Lainnya

Untukmu yang Menunggu Fatwa Ulama Terkait Muhammad Qasim Sebagai Al-Mahdi
Gambar Ilustrasi 47

All Dreams

Siapakah Dajjal? Dimana Dajjal Berada? Kapan dia Akan Muncul? Pelajari Secara Lengkap
Gambar Ilustrasi 92

All Dreams

Lukisan Yang menakjubkan Dan Empat Ekor Sapi

All Dreams

Muhammad Qasim bin Abdul Karim Melunakkan Besi dan Emas untuk Para Sahabatnya

All Dreams

Kekecewaan Nabi Muhammad ﷺ, Perintah Untuk Bersatu dan Bekerja Sama