Berdasarkan postingan sebelumnya tentang umur dunia yaitu 7000 tahun dan Nabi Muhammad ﷺ sendiri diutus pada akhir-akhir seribu tahun yang keenam. Bisa dipermisalkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ diutus ketika umur dunia 5500 tahun lebih (lebih disini Wallahua’lam, bisa 5524, bisa 5530, bisa juga 5545). Dan sekarang kita semua hidup pada tahun 1447 H, ditambah masa prahijrah nabi selama 13 tahun, berarti sekarang kita benar-benar berada di fase paling ujung akhir zaman.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ، لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ، حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي، أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي، يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا، كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا»
Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya tidak tersisa dari dunia ini kecuali satu hari saja, niscaya Allah akan memanjangkan hari itu, hingga Dia mengutus pada hari tersebut seorang lelaki dariku atau dari keluargaku yang namanya serupa dengan namaku.
Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan keseimbangan, sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi kezaliman dan kesewenang-wenangan.”(HR.Abu Dawud, Tirmidzi, & Ahmad)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا»
Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengutus bagi umat ini, pada setiap seratus tahun, seseorang yang memperbarui agama mereka (mujaddid)” (HR.Abu Dawud)
Berdasarkan hadist diatas bisa diketahui, Allah ﷻ akan mengutus Mujaddid atau seseorang yang memperbaharui (bukan mengubah syariat, bukan nabi baru, tapi mengingatkan kembali agar kembali berTauhid, dan menghindari segala bentuk syirik, bid’ah atau syubhat). Mujaddid terakhir di ujung akhir zaman itu adalah diutusnya Al-Mahdi.
Dalam hadist pertama disebutkan bahwa seandainya umur dunia tinggal satu hari, Allah ﷻ akan memanjangkannya hingga Al-Mahdi diutus untuk menunaikan tugasnya. Pemanjangan waktu tersebut menjadi bukti bahwa Allahﷻ menunda berakhirnya dunia demi ditegakkannya khalifah Minhajin Nubuwwah terakhir, agar manusia tidak memiliki alasan untuk mengingkari petunjuk yang telah Allah ﷻ tetapkan. Dapat disimpulkan bahwa kita semua hidup di era perpanjangan waktu, yang seharusnya dunia itu sudah berakhir.
Fakta & korelasi Terhadap Muhammad Qasim & mimpinya
“Aku (muhammad Qasim), sedang berbicara dengan Allah ﷻ dan Dia berada di atas Tahta-Nya. Allah ﷻ berkata padaku: “Qasim, selesaikan semua pekerjaanmu sebelum jam 6 sore setelah itu Aku akan menggelar kiamat “. Aku berkata: “Baik”, dan mulai berjalan pulang. Dalam perjalanan, aku melihat seorang gadis dan ingin menikahinya. Lalu aku mulai mengikuti gadis itu dan benar-benar lupa bahwa Allah ﷻ akan mendirikan kiamat pada jam 6 sore. Gadis itu berjalan sangat cepat sekali sehingga aku tidak bisa mengikutinya karena rintangan dan kerumunan besar juga memperlambat jalanku. Kemudian aku kehilangan gadis itu, namun aku terus mencarinya. Ketika aku yakin bahwa aku telah kehilangan dia, aku melihat jam tanganku dan jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku sangat terkejut dan ketakutan. Aku duduk sambil memegangi kepalaku memikirkan apa yang telah terjadi padaku. Allah ﷻ hanya memberiku satu kesempatan dan aku telah menyia-nyiakannya. Tapi kemudian timbul pertanyaan dalam hatiku; bagaimana aku masih bisa hidup sampai jam 8 malam.
Aku berjalan kembali ke tempat dimana aku berbicara kepada Allah ﷻ dengan penuh ketakutan. Aku bertanya kepada Allah ﷻ dengan nada ketakutan: “Ya Allah mengapa Engkau belum menggelar kiamat?” Allah ﷻ menjawab dengan sangat lembut dengan mengatakan: “Qasim, kamu tidak pernah memberitahukan tentang penyelesaian pekerjaanmu maka dari itu Aku belum menggelar kiamat”. Setelah mendengar Rahmat Allah ﷻ ini, aku merasa lebih tenang. Aku berkata kepada Allah ﷻ bagaimana aku bertemu seorang gadis dan aku telah menyia-nyiakan semua waktuku untuk mengejarnya yang pada akhirnya aku bahkan tidak bisa mendapatkannya. Allah ﷻ berkata: “Tidak masalah Qasim, Aku telah memperpanjang waktu kiamat. Kamu pasti sangat lelah, pulang dan istirahatlah. Kemudian selesaikanlah bekerjaanmu pada hari apapun yang kamu pilih dan ketika kamu selesai bekerja maka beritahu Aku agar Aku bisa menggelar kiamat”, …………………………..” (Mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Allah ﷻ memanjangkan hari waktu kiamat atau akhir dunia, karena Muhammad Qasim belum menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan Allah ﷻ kepadanya. Mengingat banyaknya rintangan dan ujian dalam membangkitkan kesadaran umat untuk kembali berTauhid dan menghindari bentuk kesyirik an.
Kesimpulan:
Kita semua hidup diera perpanjangan waktu, dimana seseorang sudah diutus ditugaskan untuk menyampaikan kebenaran kepada umat. Jangan sampai menyesal ketika masa penundaan selesai dan kita termasuk golongan yang mendustakan dan menolak petunjuk seorang utusan diakhir zaman.

