Al-Mahdi diutus ketika kezaliman telah memenuhi bumi, dan kezaliman yang dimaksud bukan sekadar penindasan politik atau ketidakadilan sosial, tetapi kerusakan paling mendasar dalam akidah Tauhid. Di akhir zaman, kesyirikan tampil dalam berbagai bentuk dan bertransformasi baik terang-terangan maupun terselubung, hingga banyak manusia mengira dirinya bertauhid padahal telah menyimpang dari kemurnian islam. Dalam kondisi inilah Allah mengutus Al-Mahdi sebagai pemulih keadilan dan pelurus tauhid, karena kerusakan Tauhid merupakan bentuk kezaliman terbesar yang menjadi sebab kemurkaan Allah & tertutupnya rahmat pertolongan Allah.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِذَا مُلِئَتِ الْأَرْضُ ظُلْمًا وَجَوْرًا، خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، فَيَمْلَؤُهَا عَدْلًا وَقِسْطًا، كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا.
Abu Sa‘id Al-Khudri رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:“Apabila bumi telah dipenuhi oleh kezaliman dan kesewenang-wenangan, maka akan keluar seorang laki-laki dari keluargaku (Al-Mahdi), lalu ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan keseimbangan, sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi oleh kezaliman dan kesewenang-wenangan.” (HR.At-Thabrani)
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“(ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman: 13)
وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Sungguh, benar-benar telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.” (Az-zumar : 65)
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisa : 48)
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِنَّ الشِّرْكَ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ عَلَى صَفَاةٍ سَوْدَاءَ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ.
Aisyah رضي الله عنها berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya syirik di tengah umat ini lebih tersembunyi daripada jejak (langkah) semut di atas batu hitam pada malam yang gelap gulita.” (HR AlHakim, Al-Mustadrak, Juz II)
Dalam beberapa Hujjah diatas bisa kita pahami, bahwa Allah menunjukkan sikap yang sangat keras terhadap kesyirikan dan segala bentuknya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Kesyirikan disebut sebagai dosa terbesar karena merusak inti tauhid dan menggugurkan amal, tanpa kompromi apa pun. Rasulullah ﷺ bahkan secara tegas mengingatkan bahwa syirik adalah perkara yang paling sulit dihindari, karena ia dapat menyusup secara halus ke dalam niat, keyakinan, dan ketergantungan hati manusia tanpa disadari. Peringatan ini menegaskan bahwa bahaya terbesar umat di akhir zaman bukan hanya kezaliman lahiriah, tetapi rusaknya tauhid akibat syirik tersembunyi yang dianggap sepele, padahal dampaknya menghancurkan iman.
Kesimpulan:
Inti dakwah Al-Mahdi di akhir zaman tidak berbeda dengan dakwah para Nabi dan Rasul terdahulu, yaitu mengembalikan manusia kepada tauhid murni dan menghapus segala bentuk kesyirikan. Al-Mahdi tidak membawa ajaran baru, tidak pula menawarkan jalan alternatif, melainkan menyeru umat untuk kembali mengesakan Allah secara total, membersihkan akidah dari syirik yang tampak maupun tersembunyi. Sebagaimana seluruh Rasul diutus dengan seruan “sembahlah Allah dan jauhilah thaghut”, maka misi Al-Mahdi adalah meluruskan penyimpangan tauhid yang telah dianggap wajar, menumbangkan kesyirikan yang dibungkus agama, dan menegakkan kembali penghambaan murni hanya kepada Allah semata.
Fakta & Korelasi Terhadap Muhammad Qasim & Mimpinya
Pesan utama Mimpi Muhammad Qasim adalah tentang Tauhid dan menghapus segala bentuk Syirik terutama Syirik di era modern ini. Allah dan Rasulullah mengajari Qasim secara langsung melalui mimpi tentang jenis-jenis Syirik dan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk menghindarinya, agar umat islam tidak merugi di akhirat kelak karena Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik pada hari kiamat. Tak hanya itu, Pertolongan Allah dalam Malhamah kubra dll tidak akan turun sampai umat islam membersihkan semua syirik & bentuknya.
Berikut beberapa Rangkuman Mimpi Muhammad Qasim tentang petunjuk Tauhid dan Jenis-Jenis Syirik modern. Pembahasan lengkap Tauhid & Syirik mungkin akan dibahas dibuku yang berbeda, mengingat akan membutuhkan hujjah yang panjang.
Fakta 1:
“Dalam salah satu mimpi Allah memberi tahu saya; Qasim! Dunia ini tidak pernah dipenuhi dengan syirik seperti sekarang ini, Syirik dan bentuknya ada dimana-mana. Dan di banyak mimpi, Allah berfirman kepadaku, “Qasim pergilah Dan sebarkan cahaya ke seluruh dunia sebagaimana sebelumnya ia berada Dalam kegelapan.” (mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Allah memberikan peringatan yang keras kepada semua manusia khususnya umat islam bahwa saat ini dunia dipenuhi dengan bentuk kesyirik an. Muhammad Qasim diutus Allah untuk menyebarkan mimpi-mimpinya agar dunia dipenuhi cahaya rahmat Allah, yang sebelumnya dipenuhi kegelapan karena syirik dan bentuk- bentuknya.
Fakta 2:
1.”Di dalam kota-kota di jalan dan persimpangan yang berbeda ada monumen dan patung atas nama seni dan budaya… semua ini adalah bentuk kesyirikan.” (mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Ini sesuai hadist:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُصَوِّرُونَ
Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنهما berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang paling berat siksaannya pada hari Kiamat adalah Al-Musawwirun (orang-orang yang membuat gambar/patung makhluk bernyawa)” (HR.Bukhari & Muslim)
2. “Ada patung dan berhala di taman-taman… Nabi Muhammad SAW menghancurkan berhala dan patung seperti itu untuk menghilangkan syirik.”(Mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Ini sesuai hadist:
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ؟ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ، وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَه
Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku:
“Maukah engkau aku utus untuk melaksanakan apa yang dahulu aku diutus dengannya? Yaitu: janganlah engkau biarkan satu patung pun kecuali engkau hancurkan, jangan engkau biarkan satu kuburan yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.”
Dan dalam riwayat lain:
“Janganlah engkau tinggalkan gambar kecuali engkau hapus (hilangkan).” (HR.Muslim, Ahmad, An-Nasa’i)
3. “Ada papan iklan besar yang memiliki gambar yang tidak perlu… semua ini adalah bentuk kesyirikan.” (Mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Ini sesuai hadist:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يُقَالُ لَهُمْ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ.
Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنهما berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan diazab pada hari Kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: ‘Hidupkanlah apa yang telah kalian buat!” (HR.Bukhari & Muslim)
4.“Beberapa orang memajang gambar selebriti di rumah, yang seperti ini tidak diperbolehkan dan itu termasuk salah satu bentuk syirik.” (Mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Ini sesuai hadist:
عَنْ أَبِي طَلْحَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ.
Abu Thalhah رضي الله عنه berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya para malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar (makhluk bernyawa).”(HR.Bukhari & Muslim)
5. “Tindakan paling merugikan yang telah Anda lakukan adalah ketika Anda melakukan sujud di sebuah kuil di Pak-Pattan, karena itu adalah syirik.” (mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Ini sesuai hadist:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ، إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ.
Abu Sa‘id Al-Khudri رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seluruh bumi adalah masjid (tempat sujud), kecuali kuburan dan kamar mandi.” (HR.Tirmidzi & Ibnu Majah)
6. “Jika seseorang membungkuk untuk menghormati orang lain sebagaimana tradisi orang Jepang, maka itu merupakan bentuk syirik.” (mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Ini sesuai hadist:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أَخَاهُ أَوْ صَاحِبَهُ، أَيَنْحَنِي لَهُ؟ قَالَ: لَا. قِيلَ: أَفَيَلْتَزِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ؟ قَالَ: لَا. قِيلَ: أَفَيَأْخُذُ بِيَدِهِ وَيُصَافِحُهُ؟ قَالَ: نَعَمْ.
Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: Dikatakan kepada Rasulullah ﷺ:“Wahai Rasulullah, jika salah seorang dari kami bertemu saudaranya atau temannya, bolehkah ia menundukkan badan (membungkuk) kepadanya?” Beliau menjawab: “Tidak.” Ditanyakan lagi: “Apakah ia boleh memegang tangannya dan berjabat tangan?” Beliau menjawab: “Ya.” (HR.Tirmidzi, Al Baihaqi)
Kesimpulan:
Semua contoh bentuk-bentuk Syirik yang dijelaskan Muhammad Qasim sangat sesuai dan relevan dengan hadist yang ada. Ini membuktian bahwa Qasim tidak membawa syariat baru tapi memvalidasi kebenaran sesuai Al Quran & hadist, diantara banyaknya perbedaan pendapat ulama yang mengatakan sesuatu itu syirik atau tidak.
Catatan dari penulis:
Mengapa membuat patung, gambar makhluk bernyawa maupun hanya memajangnya bisa dikatakan syirik?
Penjelasan singkatnya, karena sesuai salah satu metode pengajaran Tauhid yaitu Asma’ Wasifat, mengEsakan Allah dalam nama-nama dan sifat-Nya. Salah satu sifat Allah adalah “Al-Mushawwir” yaitu Maha Membentuk Rupa.
Syirik dalam Asma’ Wasifat adalah perbuatan yang ingin menandingi, menyaingi dan menyamai Allah dalam nama dan sifat yang menjadi kekhususan Allah, jenis ini biasanya disebut tamtsil (penyerupaan).
Analoginya, jika kita memajang gambar atau patung makhluk bernyawa apalagi kita membuatnya, maka sama saja kita mengagumi ciptaan makhluk yang ingin menyamai sifat Allah.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ،مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُوَشِرْكَهُ»
Rasulullah ﷺ bersabda, Allah berfirman: “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan dan ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya.” (HR.Muslim)
Lebih dari itu, sesuai petunjuk mubasyirat Muhammad Qasim, gambar makhluk yang ada diproduk-produk makanan minuman, wallpaper dinding, hiasan rumah, lalu boneka, action figur yang berbentuk makhluk bernyawa, semuanya adalah bentuk kesyirik an. Tetapi gambar yang ada pada uang atau kartu administratif masih diberi keringanan karena kita tidak bisa menentang peraturan pemerintah yang sah, maka itu tanggung jawab pemerintah.

