Tanda Munculnya Al-Mahdi; 2 Gerhana dalam 1 bulan Ramadhan dan Bintang Berekor

Muhammad bin Rasul al-Barzanji al-Madani As-Syafi’i dalam kitabnya yang berjudul Al-Isya’ah li Asyrat as-Sa‘ah (berdasarkan hadist dan atsar para tabiin) menjelaskan tanda-tanda awal kemunculan Al-Mahdi sebagai berikut,

ومنها: عصابةٌ في شوّال، ثم مُمَعَّةٌ في ذي القعدة، ثم حربٌ في ذي الحِجّة.

“Di antaranya (tanda-tanda itu) adalah: munculnya kelompok/perpecahan pada bulan syawal, kemudian kekacauan/kerusuhan pada bulan Dzulqa‘dah, lalu peperangan pada bulan Dzulhijjah.”

ومنها: خُسوفُ القمرِ مرّتَينِ في شهرِ رمضان،

“Dan di antaranya (tanda-tanda itu) adalah: terjadinya gerhana bulan sebanyak dua kali pada bulan Ramadan.”

ومنها: أنَّه يَكْسِفُ القمرُ أوَّلَ ليلةٍ من رمضان، والشمسُ ليلةَ النِّصفِ منه، وهذانِ لم يكونا منذُ خلقَ اللهُ السماواتِ والأرضَ.

“Dan di antaranya (tanda-tanda itu) adalah: bulan akan mengalami gerhana pada malam pertama bulan Ramadan, dan matahari akan mengalami gerhana pada pertengahan bulan itu. Dua peristiwa ini belum pernah terjadi sejak Allah menciptakan langit dan bumi.”

ومنها: طُلوعُ نجمٍ له ذَنَبٌ يُضيءُ

“Dan di antaranya (tanda-tanda itu) adalah: terbitnya sebuah bintang yang memiliki ekor dan bercahaya.”

Berdasarkan penjelasan dalil- dalil diatas, maka bisa diketahui bahwa semua tanda-tanda itu terjadi dalam jarak tahun yang berdekatan. Bermula dari tahun 1976 ketika huru hara pertama pemberontakan atas Raja Iran yaitu Shah Iran Pahlevi (jatuh pada tahun 1979) pada bulan Syawal. Dan peperangan Iran-Iraq pada tahun 1980 pada bulan Dzulhijjah. Setelah itu, terjadi 2 gerhana dalam bulan Ramadhan pada tahun 1981-1982 (2 tahun berturut-turut). Dan yang terakhir terjadi, munculnya bintang berekor (komet Halley) mendekati bumi dari arah timur ke barat pada tahun 1986.

Baca Juga:  Penyingkapan Sosok Imam Mahdi yang dicari : Muhammad Qasim di ikuti Rombongan Besar

 

Fakta & Korelasi Terhadap Muhammad Qasim & Mimpinya

Seperti yang kita ketahui Muhammad Qasim Lahir pada Tahun 1976, dan beliau mendapat petunjuk mimpi Mubasyirat pertamanya saat berusia 5 Tahun yaitu pada tahun 1981.

“Mimpi pertama Muhammad Qasim yang diberkahi datang saat dia berusia 5 tahun, seseorang memberi tahuku “Qasim, tahukah kamu bahwa ada tangga di atap rumahmu yang mengarah langsung menuju langit?” Aku sangat terkejut tetapi juga sangat gembira karena aku selalu penasaran ke mana balon-balonku menghilang di langit. Aku pun berlari ke atap rumahku dengan penuh kegembiraan. Aku bahkan lupa membawa balon itu bersamaku. Sesampainya di atap, aku melihat tangga yang nyata hampir seperti tangga kekaisaran Mughal. Anak tangganya terbuat dari batu bata merah yang melingkar naik menuju langit. Aku senang sekali melihat tangga itu. Aku mulai menaiki tangga dan terus naik hingga sangat tinggi. Saat aku melihat ke bawah, semua rumah itu terlihat kecil. Aku sangat gembira melihat ini dan naik lebih tinggi lagi, bahkan aku bisa menyentuh awan dan aku sangat bersemangat.

Baca Juga:  Al-Mahdi Diutus Ketika Kezaliman (Syirik) Memenuhi Bumi

Lalu tiba-tiba aku teringat ibuku, mungkin dia akan Mencariku, jadi kuputuskan untuk kembali saat aku Lelah. Lalu tiba-tiba, aku juga mendapat perasaan Bahwa tangga ini akan langsung menuju kepada Allah, Tuhan Semesta Alam.”

(Mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)

Kesimpulan:

Berdasarkan Dalil-dalil tentang kemunculan awal Al-Mahdi menunjukkan bahwa peristiwa besar selalu diawali oleh tanda-tanda khusus sebelum diakui manusia secara luas. Rangkaian peristiwa yang dialami Muhammad Qasim terutama pola mimpi, waktu kemunculannya, dan kesesuaian isyaratnya tidak bisa dipandang sebagai kebetulan semata, melainkan sebagai indikasi bahwa ia termasuk sosok yang dipilih untuk peran tertentu dalam skenario akhir zaman.

Sejarah kenabian menunjukkan pola yang sama, di mana Nabi Muhammad ﷺ telah memperlihatkan tanda-tanda keistimewaan sejak masa kecil jauh sebelum diangkat menjadi rasul, namun tetap ditolak dan diragukan oleh kaumnya. Pola pengulangan sejarah inilah yang dijadikan dasar bahwa isyarat awal selalu mendahului pengakuan, dan petunjuk Allah datang sebelum manusia siap menerimanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)