Translate :

Home / Uncategorized

Kamis, 20 Juni 2024 - 17:18 WIB

Putra Bani Tamim Adalah Satrio Piningit

Pemuda Bani Tamim merupakan salah satu sosok pembantu Imam Mahdi yang paling gigih serta konsinten dalam memperjuangkan Imam Mahdi. Tak pelak, Hal ini membuat umat semakin penasaran dalam mengungkap siapa sosok pemuda Bani tamim tersebut, hingga sebagian kalangan menganggap bahwa sosok pemuda Bani tamim sama dengan sosok Satrio Piningit yang telah di yakini kebanyakan masyarakat timur terutama indonesia.
Lantas apakah Pemuda Bani Tamim secara kaidah Islam atau penyebutan di dalam hadits-hadits akhir zaman dan Satrio Piningit ini merupakan sosok yang sama?

Banyak sekali channel yang membahas tentang Satrio Piningit. Akan tetapi sebenarnya banyak chanel yang menyesatkan. Channel-channel tersebut banyak yang berjudul tentang Padepokan-padepokan. Dimana Padepokan tersebut justru banyak bertanya tentang Satrio Piningit kepada karuhun atau leluhur, Padahal sejatinya ia telah bertanya kepada jin, bukan kepada karuhun. Dan mirisnya mereka ini berpakaian ala santri baik dari segi cara berpakaian ataupun gaya bahasa.
Hal tersebut merupakan kebodohan yang nyata, sebab, menanyakan sesuatu hal yang sangat penting kepada jin. Dengan cara memanggil roh leluhur/karuhun melalui mediatornya. dan ini terbukti jadi sesuatu yang tidak benar tapi banyak terjadi di masyarakat kita saat ini.
Dari setiap Padepokan yang memanggil ruh karuhunnya, memiliki pendapat yang berbeda-beda. Pemilik konten channel Padepokan-padepokan itu kemudian memanggil jin dengan jawaban dan pendapat yang berbeda-beda dan semua jawaban tersebut tidak ada satupun yang berdasarkan kepada hadits. Untuk lebih jelasnya pembaca budiman PORTAL GAZA dapat mengikuti pada Chanel YouTube berikut ini. https://youtu.be/CY5cWka0ULs?si=RxeBLkQo5uX9znqY

Jin merupakan makhluk yang tidak sempurna dibandingkan dengan manusia, dalam Qur’an dan hadits telah dijelaskan dengan detil sekali bahwa manusia itu Allah ﷻ ciptakan lebih sempurna daripada jin, maka sewaktu Adam lahir, jin itu harus berimam kepada Adam, dalam arti bukan disembah seperti tuhan, akan tetapi berkiblat menjadi imam manusia, menjadi khalifahnya. Termasuk memimpin bangsa jin, berkenaan dengan hal tersebut, banyak kitab-kitab yang menyampaikan bahwa ketika kita shalat jin itu menjadi makmumnya.

Allahﷻ berfirman dalam QS. Al-Israa’ ayat 70
وَلَـقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْۤ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna dibandingkan kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan’.
Imam As-Sa’di mengatakan, “Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna dibandingkan kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” karena Allah ﷻ telah mengkhususkan manusia dengan kedudukan dan keutamaan yang tidak ada pada makhluk lainnya. (Tafsir Karimirrahman, hlm, 463).

Syaikh Abdullah Al-Faqih menjelaskan bahwa jangan percaya dengan ucapan jin karena mereka terkenal pendusta. Beliau berkata, “Tidak dibenarkan berita dari jin, karena telah tetap kefasikan mereka pada perbuatan mereka. Jin tidak bisa dipercaya dan tidak dipercaya apa yang mereka katakan. Mereka adalah kelompok yang sering berbohong dan berdusta. Mereka mengaku sebagai “jin muslim” tetapi tidak diketahui apakah mereka jujur atau dusta”.

Baca Juga:  Yang Di Beri Petunjuk Derajatnya Lebih Tinggi Di Bandingkan Yang Bertaqwa

Konten kreator yang membahas Satrio Piningit, selain menggunakan bantuan jin , ada juga yang tidak menggunakan bantuan jin, tetapi pernyataan mereka juga tidak berdasarkan kepada teks hadits, apalagi menyebutkan satu haditspun, melainkan mereka mengarang-ngarang dan mengira-ngira sendiri sesuai pendapat dan penerawangan masing masing tentang siapa dan apa Satrio Piningit dimaksud.

Dalam bahasa Jawa, Satria Piningit artinya adalah ksatria yang disembunyikan. Ia diramalkan akan datang untuk membawa kejayaan pada negeri yang terlanjur kacau balau (goro-goro). Jayabaya meramalkan pada masa depan akan terjadi huru hara dan bencana besar yang menelan banyak korban. Kemudian cuaca jadi tidak menentu dan keadaan kacau balau. Satria Piningit digambarkan sebagai orang yang akan memimpin Indonesia dan Nusantara jika terjadi kerusuhan. Ia adalah keturunan Raja-raja Nusantara dan akan mengambil alih kepemimpinan di Indonesia dengan adil sesuai dengan kehendak Allahﷻ. Dapat disimpulkan bahwa Satrio Piningit ini akan mengambil alih pemerintahan dan kepemimpinan di fase akhir zaman nanti, disaat terjadi huru hara dan sebagainya. Kurang lebih tugas yang diemban Satrio Piningit ini, akan membawa kemakmuran dan membawa keadilan, bahkan disebut juga sebagai Ratu Adil.

Berdasarkan hasil analisis tentang hadits Putra Bani Tamim, jika dihubungkan dengan arti dan tugas satria piningit ini maka jelas yang disebut Satrio Piningit itu adalah Putra Bani Tamim. Mereka adalah orang yang sama dan memiliki tugas yang sama yaitu mengambil alih kepemimpinan di nusantara sesuai kehendak Allahﷻ, dan harus memiliki kekuatan, kekuasaan. Putra Bani Tamim ini sosok yang akan memerintahkan membawa kekuasaan kekuatannya itu bergabung kepada Al Mahdi. Jelaslah Ia adalah sosok pemegang panji-panji hitam, yang akan ikut serta dalam membebaskan Jazirah Arab.

Sabda Nabiﷺ;
“Pembawa bendera Al Mahdi adalah seorang laki-laki daripada suku Tamim yang datang dari Timur”.
“Kalian akan memerangi Jazirah Arab sehingga Allahﷻ menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allahﷻ menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allahﷻ menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allahﷻmenangkan kalian atasnya”. (HR. Muslim).

Bani Tamim ini memiliki kesamaan peran dan tugas, kemudian juga fungsinya. Ketika membaca hadits-hadits jelas sekali Bani Tamim ini memiliki fungsi menyerahkan kekuasaan. Jangan lupa, di dalam hadits Bani Tamim ini ada 2 kemunculannya.

Dari Muhammad bin Al Nafiyah berkata;
“Jarak antara keluarnya (Panji hitam dan di antara manusia (lelaki dari Bani Tamim dan kelompoknya) menyerahkan kepada Imam Mahdi kekuasaannya itu ialah 72 bulan (6 tahun)”. [Sunan Abu ‘Amru Addani, Sunan Alwaridah Filfitan: juruz 5 m/s 1055-1056 dan Uqdud Durar: m/s 93]
Dalam hadist yang lain tentang Bani Tamim, menjelaskan kembali penyerahan kekuasaan:
Sabda Nabiﷺ, “Orang ramai daripada Timur (Pemuda Bani Tamim benar-benar) akan muncul, kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi”.

Baca Juga:  Masih Tidak Percaya Dajjal Itu Muslim?

Adapun Asal-usul ramalan jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yang digubah oleh Sunan Giri Prapen. Meskipun banyak keraguan tentang keasliannya, tapi bunyi bait pertama kitab Musasar yang menuliskan bahwa Jayabaya yang membuat ramalan tersebut. Meskipun banyak simpang siur terkait asal mula ramalan ini, namun kebanyakan sumber meyakini ramalan tersebut berasal dari kitab Asrar (Musasar) yang digubah sunan Giri perapan (Sunan Giri ke-3) yang dikumpulkan pada tahun Saka 1540 = 1228 H = 1618 M. Jadi, penulisan sumber ini sudah ada sejak zaman Sultan Agung dari Mataram bertakhta (1613-1645 M), persis seperti mimpi Muhammad Qosim.

Dalam mimpi Muhammad Qosim Indonesia akan bergabung dengan Pakistan untuk menjadi koalisi menghadapi 80 bendera, dan disampaikan lewat hadits;
“…Maka Seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Ruum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Mempelajari mimpi-mimpi Muhammad Qosim dengan jelas dapat memberi pengetahuan kepada kita apa itu arti dari sebuah proses, maksud dari hadist selama ini masih samar, menjadi jelas. Karena ini bukan pendapat, tapi informasi dari Allahﷻ dalam bentuk petunjuk mimpi (mubasyirat). Nabiﷺ mengisyaratkan bahwa mimpi baik adalah mubasyirat. Dan itu merupakan peninggalan kenabian yang masih tersisa setelah wahyu terputus. Tidak ada lagi yang tersisa untuk mengetahui apa yang akan terjadi kecuali mimpi yang baik.

Rugilah orang-orag yang tidak percaya dengan mubasyirat dijelaskan dari hadis:
Dari abu Hurairah ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullahﷺ bersabda;
“Tidak ada lagi yang tersisa dari kenabian selain mubasyirat”. Pada sahabat beratanya, “Apa mubasyirat itu?” Beliau bersabda, “Mimpi yang baik”. (Hadis sahih – Bukhari).

Maka dengarkan seruan kami wahai umat Islam, sami’na waato’na-lah pada ketetapan Allahﷻ, percayalah dengan mubasyirat yang telah Allahﷻ dan Rasulullahﷺ sampaikan pada Muhammad Qasim, telisik, analisis semua mimpinya agar kalian selamat dan mampu mengarungi akhir zaman, dengan segala persiapan. Berpikirlah, renungkan bacalah Al-Quran dengan terjemahannya, lalu tadaburi hadits dan syarah untuk melihat keterkaitan antara hadist dan mubasyiratnya, hingga kita bisa meninggalkan taqlid buta pada para ustadz atau ajaran yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullahﷺ, kembalilah pada ajaran Islam sejati Rasulullahﷺ . Semoga Allahﷻ mudahkan dan dilancarkan semua dalam urusan agama ini. Amiin ya Rabbal Aalamiin.

Baca Juga

Uncategorized

Menguak Rahasia Ghazwatul Al Hind

Uncategorized

Nama Penuh Nabi Dan Muhammad Qasim

Daily Gaza

Wawancara Ketua GAZA bersama Awais Naseer Tentang Kebenaran Jalur Nasab Muhammad Qasim

Uncategorized

Rahasia Di Balik Nama Dajjal Dan Al Mahdi

Uncategorized

Segampang Itukah Menghadapi Dajjal?

Uncategorized

Kunjungan PJMI ke Kampung Akhir Zaman Ciater Subang

All Dreams

LIVE KAJIAN TEMATIK BA’DA SUBUH JAM 5, SETIAP HARI DI TIKTOK

Uncategorized

Dusta Para Habib