Berikut adalah lanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 3.
Jika sebelumnya pembahasan spiritual melalui konsep fisika kuantum dan ilmu psikologi yang bisa terdeteksi dengan alat melalui gelombang elektromagnetik, berikut adalah ukuran dan tingkatan frekwensi yang bisa di tangkap oleh alat.
FREKWENSI
1. Getaran frekwensi 20 : Rasa malu (tidak percaya diri)
2. Getaran frekwensi 30 : Rasa bersalah (memiliki rasa bersalah yang berlebihan dan terus menerus)
3. Getaran frekwensi 50 : Apatis (putus asa)
4. Getaran frekwensi 75 : kesedihan
5. Getaran frekwensi 100 : ketakutan, kecemasan/was-was
6. Getaran frekwensi 125 : Ambisius/ memiliki keinginan/desire.
7. Getaran frekwensi 150 : Kemarahan
8. Getaran frekwensi 175 : Sombong
9. Getaran frekwensi 200 : keberanian
10. Getaran frekwensi 250 : Netral
11. Getaran frekwensi 310 : semangat atau ada kemauan mencapai harapannya.
12. Getaran frekwensi 350 : Iklhas/ penerimaan taqdir tanpa menyalahkan orang lain.
13. Getaran frekwensi 400 : pemikir yang logis/ bisa menyelesaikan masalah dengan tepat.
14. Getaran frekwensi 500 : cinta universal tanpa syarat.
15. Getaran frekwensi 540 : Suka Cita, damai (tidak bergantung pada makhluk)
16. Getaran frekwensi 600 : Kedamaian ( menebarkan energi positif pada sekitarnya)
17. Getaran energi 700 : Pencerahan/ enlightenment ( biasanya di miliki orang yang memiliki Spiritualitas tingkat tinggi yang energinya sangat menenangkan orang-orang di sekitarnya).
Semakin tinggi frekuensi gelombang elektromagnetik yang di hasilkan, semakin tinggi pula kekuatan yang bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya.
Dalam konsep spiritual yang telah di bahas sebelumnya, energi spiritual adalah terciptanya energi elektromagnetik yang di hasilkan dari penggabungan suatu energi ke energi lain. Contohnya adalah HP yang terhubung dengan satelit sehingga menghasilkan signal yang kuat. Seperti itu contoh sederhananya.
Sebelum di temukannya teori fisika kuantum dan gelombang elektromagnetik yang frekwensinya bisa di deteksi dengan alat tertentu, sebelumnya manusia sudah menerapkan penggabungan energi tersebut dengan cara menghubungkan dengan entitas lain. Dalam Islam di lakukan dengan cara khusyu’ ketika beribadah. Baik sholat, dzikir, baca Al Qur’an, dan berpuasa.
Namun tanpa disadari, syetan tidak membuang kesempatan ikut ambil peran untuk menyesatkan manusia yang tidak melakukan ibadah sesuai dengan ajaran Nabi-nabi utusan Allahï·» (bid’ah).
Tanpa disadari mereka yang melakukan amalan bid’ah telah menghubungkan energi yang di miliki kepada entitas lain selain Allahï·», tetapi terhubung ke syetan Jin. Itulah alasan kenapa para pelaku bid’ah tidak merasa ibadahnya salah. Karena merasa telah mendapatkan kemampuan tertentu yang tidak di miliki oleh manusia biasa.
Namun untuk menghadapi sihir di akhir zaman ini, hanya energi spiritual yang tersambung kepada pemilik sumber energi (Allahï·») yang mampu mengalahkan sihir Dajjal. Karena energi yang di miliki Dajjal bersumber dari penggabungan antara Dajjal dan Iblis. Itulah alasannya kenapa sihir Dajjal terasa begitu kuat dan menghipnotis sekitarnya.
Energi yang di miliki pelaku bid’ah juga akan kalah dengan energi yang di miliki Dajjal, karena pelaku bid’ah ada di zona kekuasaan dajjal, bukan zona Tauhid. Kekuatan mereka berasal dari Jin, bukan langsung dari Allahï·». Hanya orang-orang yang bertauhid yang akan selamat, karena Allahï·» langsung yang akan jadi penolongnya.
Pembahasan berikutnya adalah tentang konsep pertarungan antara spiritual dan sihir. Sihir hanya bisa di kalahkan dengan energi Spiritual. Namun sihir modern hasil rekayasa seperti signal 5G dan HARP bisa di hancurkan dengan mematikan sumbernya atau benda tersebut.
Bersambung…




