Berikut adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 2. Pembahasan kali ini adalah mengupas tentang hubungan spiritual dengan konsep Fisika kuantum dan psikologis seseorang melalui ilmu biologi, serta peran hormon yang menyertai proses tersebut. Terbangunnya kesadaran pikiran dan perasaan yang fokus dan seimbang kepada sesuatu yang lebih besar mampu menghasilkan energi elektromagnetik dalam frekwensi tertentu.
Secara biologis hormon otak dan sistem kerja syaraf di pengaruhi dengan Neuro kimia. Aktifitas spiritual mempengaruhi neuro transmitto dan hormon otak (endorfin, dopamin, eksitosin) dimana keseluruhan Neuro transiter hormon tersebut bisa meningkatkan rasa bahagia, damai, cinta kasih dan keterhubungan dengan sesuatu yang lebih besar.
BIOLOGI
Penelitian di sebuah hearmat Institute menemukan bahwa jantung memiliki Medan elektromagnetik 5000 kali lebih kuat daripada otak, dan dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Reaksi jantung sebagai pusat energi spiritual terdeteksi dari gelombang elektromagnetik yang muncul ketika seseorang melakukan aktivitas spiritual yang menghubungkan hati dan difikirannya dengan Tuhan (Allahï·»)
Studi menunjukkan bahwa aktifitas Spiritual (sholat, doa, dzikir yang khusyu’) bisa meningkatkan kortoks prefontal yang menuju pada kesadaran tinggi dan amigdala yang bertugas untuk mengelola rasa takut dan stres.
PSIKOLOGI
Abraham Maslow memasukkan self trans sendece sebagai level tertinggi dari kebutuhan manusia.
Victor francle dalam ilmu terapinya menyatakan, makna hidup adalah energi pendorong utama manusia.
Mihai kek Mihai ( psikolog Nurmania) memperkuat akan teori Flow sebagai sebuah keadaan dimana seseorang merasa sangat fokus dan hilang dalam aktifitasnya. Konsep ini mirip dengan keadaan ketika khusyu’ dalam sholat.
Eksperimen menggunakan telepati dan koneksi spiritual kesadaran dapat berinteraksi melalui media fisik. Konsep ini mirip dengan keadaan ketika doa tersambung kepada Tuhan (Allahï·»)
SPIRITUALITAS BISA DI UKUR SECARA ILMIAH DAN DI ANALISA SECARA MULTIDEMENSIAL
Hubungan Otak dan Kesadaran.
1. Lobus Frotalis : Yang di dalamnya ada Prefontal kortex ( pengatur fokus, refleksi dan niat dalam doa)
2. Lobus Parietal : Bertanggung jawab atas persepsi ruang dan waktu yang sering di matikan saat seseorang mengalami kejadian mistik dengan kebersatuan dengan alam.
3. Limbik, Amigdala dan Hipotalamus : Mengelola emosi dalam spiritual.
4. Default Mode Network (DMN) : Bagian otak yang aktif dalam introspeksi dan koneksi spiritual ( yang sering beraktifasi ketika orang sedang berpuasa).
Pembahasan berikutnya adalah tentang tingkatan emosional seseorang dan tahapan-tahapannya yang dapat terdeteksi dengan dengan alat pengukur frekwensi. Hal ini berhubungan dengan tingkat ketenangan seseorang dalam mengelola emosinya. Sesungguhnya konsep spiritual sangat di perlukan manusia untuk melawan sihir, terutama umat akhir zaman yang akan di hadapkan dengan pertarungan melawan Dajjal, karena ini sangat berkaitan.
Bersambung..




