﷽
SYAIR KONTEMPORER CERITA PERJALAN SEBUAH KELOMPOK
Mereka datang dipertemukan, bukan dengan pedang, ….
melainkan dengan keyakinan yang diserahkan, ….
pada satu waktu yang telah ditetapkan —diangka 2021—
tahun penuh makna ketika janji dan harap, diserahkan.
Mereka mengikat komitmen, dalam lembaran yang ditorehkan ikatan janji kekuasaan dari penduduk ruhani, meniatkan diri, bukan untuk nama, bukan untuk sorak, melainkan untuk sebuah perjuangan yang mereka yakini haq.
Namun jalan tak selalu lurus, dan takdir kadang berbelok halus.
Di tengah langkah, timbul perselisihan, ….
ketika keadilan mulai dipertanyakan kelompok ini.
Mereka menasihati dengan cara yang santun, ….
mengingatkan dengan hati yang tunduk :
bahwa keadilan sedang diuji, ….
bahwa dunia punya daya yang memikat dan menipu diri.
Mereka meminta kebaikan kepada Al-Mahdi :
“Sadarlah, engkau sedang berjalan dalam takdirmu,
dan wajahmu kini tertutup topeng, ….
bukan buatanmu—
melainkan kiriman fitnah dajjal yang halus.”
Peringatan disampaikan dengan adab, ….
melalui untaian kata dalam surat dan kata yang tertata, ….
melalui pesan yang bersahaja, ….
hingga ketika semua pintu tertutup, ….
mereka bersuara lewat ruang terbuka bernama SOS dan MED…..
Karena juga panah fitnah dilesatkan melalui mahluk itu.
Namun hati yang telah memilih,
tak mudah digoyahkan oleh nasihat yang jernih.
Maka tibalah saat yang berat :
“berani berbeda jalan”.
Bukan karena benci, ….
melainkan karena prinsip yang tak dapat ditawar :
“bahwa perjuangan bukan untuk seorang manusia, …
tetapi murni karena Allah semata”.
Mereka memilih tauhid yang bersih—
bukan mengabdi pada figur, ….
bukan mengikat diri pada kepentingan, ….
melainkan berdiri hanya di hadapan Tuhan.
Walau kemudian mereka dicela, …
dianggap keliru, …
bahkan ditinggalkan lewat fatwa dan aturan :
“siapa ingin mendekat, harus terlebih dahulu menjauh dari mereka”.
Panah fitnah pun dilepaskan, ….
tak henti, tak jarang.
Sebagian datang dari orang-orang yang dahulu berjalan bersama, ……
bahkan dari mereka yang mengenal al-Mahdi melalui jalan dakwah kelompok ini sendiri.
Namun waktu adalah saksi yang jujur.
Fakta demi fakta terurai, …..
tanpa dirancang, tanpa direkayasa.
Perjalanan mereka —entah disadari atau tidak— ….
menyentuh isyarat banyak hadits, …..
sejalan dengan petunjuk (mubasyirat) yang pernah diucapkan, ….
disebut dalam ratusan petunjuk lain kepada umat biasa, …..
dan mulai terbukanya tabir dalam wangsit Jayabaya serta Siliwangi.
Maka mereka melangkah tanpa klaim, …..
tanpa janji kemenangan dunia.
Hanya satu harap yang disimpan dalam doa :
*Semoga Allah sendiri yang menilai, ….*
dan semoga langkah ini
*mendekati apa yang telah Dia takdirkan.*
Ya, Takdir 72 bulan penyerahan kekuasaan dari penduduk ruhani kepada Allah untuk berjuang, in shaa Allah tinggal 2 tahun lagi terwujud sudah, al-Mahdi akan mulai mengenggam kuasa di wilayah yang berdiri karena mimpi, sehingga genalah angka 72 itu.
Walahu’alam.
Majelis GAZA – 11 januari 2026




