Tag: sihir

  • Tehnik Membangun Kesadaran Diri dan Spiritual yang Seimbang

    Tehnik Membangun Kesadaran Diri dan Spiritual yang Seimbang

    Berikut beberapa Tehnik Membangun Kesadaran Diri dan Spiritual yang Seimbang agar tidak mudah terkena sihir Dajjal. Karena di akhir zaman sangat di butuhkan kekuatan energi spiritual yang bisa menangkal dan melawan sihir.
    Berikut uraian singkatnya:

    1. Menyadari bahwa perjalanan hidup ini adalah sebuah perjalanan mengantar Ruh menuju kepada Allahﷻ. Sedangkan jasad adalah kendaraan yang di gunakan dalam sebuah proses mencapai tujuan utama. Tujuan utama hidup di dunia adalah mengantar Ruh memurnikan Tauhid.

    2. Dalam perjalanan tersebut, syetan akan terus berusaha menggagalkan dan mencegah agar Ruh seseorang jauh dari Allahﷻ dengan berbagai cara melalui fikiran, jiwa dan jasadnya.

    3. Hanya dengan cara meningkatkan energi spiritual yang seimbang atau lebih dari energi sihi lawan yang bisa menangkal dan mengalahkannya.

    KONSEP SPIRITUAL DAN SIHIR

    – Spiritual: Penggabungan antara sumber energi dengan entitas lain yang lebih besar sehingga menciptakan energi positif yang bisa melemahkan dan mengalahkan energi negatif di sekitarnya. (Manusia dengan Allahﷻ)

    – SIHIR: Penggabungan antara sumber energi dengan entitas lain yang lebih besar sehingga menciptakan energi negatif yang bisa melemahkan/ mengalahkan energi positif di sekitarnya. (Manusia jahat dengan Jin kafir/ jin khodam).

    – SIHIR BUATAN: Penggabungan antara HP dengan signal 5G, HAARP dengan satelit pemancar khusus yang sudah disiapkan.

    TEHNIK MEMBANGUN KESADARAN DIRI DAN SPIRITUAL

    Sebelumnya introspeksi diri dulu kenapa syetan bisa melemahkan kita. Bisa jadi ada serangan internal (jin dalam darah kita), atau serangan eksternal. Sesungguhnya semua itu merupakan ujian untuk diri kita.

    – Jika energi turun koreksi diri apakah melakukan pelanggaran terhadap aturan Allahﷻ? Apakah telah mendzolimi orang lain? Segera bertobat, memohon ampun kepada Allahﷻ dan menyelesaikan masalah dengan orang yang tersakiti agar lepas semua beban.

    Tingkatkan kembali spiritual diri kita dengan cara memperbanyak ibadah dengan khusyuk, baik sholat, dzikir, membaca Al Qur’an, puasa, sedekah dan ibadah sesuai Al Qur’an dan Hadits.

    – Hindari distraksi (jebakan syetan dengan cara menyibukkan seseorang dari tujuan utama). Mengingat kembali tujuan utama hidup di dunia adalah mengantar Ruh memurnikan Tauhid.

    TEHNIK SIHIR

    Syetan merusak sistem tubuh melalui lambung. Kerusakan sistem dan perubahan hormon mempengaruhi mood dan emosional seseorang. Maka hindari makan berlebihan dan tidak bermanfaat karena akan menyebabkan tumpukan sampah di dalam tubuh yang membuat aliran darah jadi tidak lancar. Syetan masuk melalui dosa/ maksiat baik dari makanan, minuman, pebuatan dan ucapan (akan tercatat dosa).

    TEHNIK KHUSYU’

    Berusaha menghadirkan Alloh dalam setiap ibadah dengan cara menyambungkan energi yang ada di jantung (pusat energi), fikiran (penangkap sinyal) dan perbuatan dengan seimbang, sehingga merasakan Alloh melihat kita (terendah), kita melihat Allahﷻ(sedang), Allahﷻ dekat dengan kita (tinggi).

    Jika sulit fokus, bisa melakukan cara membacanya Al Qur’an dulu sebelum beribadah. Jika tetap tidak fokus, introspeksi diri apakah masih ada dosa yang harus di bersihkan.

    Berusaha mempertahankan amalan ibadah dengan Istiqomah untuk menjaga kestabilan Energi spritual yang di miliki. Gunakan waktu terbaik menghubungkan energi dengan Allahﷻ di sepertiga malam terakhir. Jangan putus asa, tetap semangat dalam meraih Rahmat Allahﷻ.

    Syetan menyerang melalui fikiran, lalu masuk ke jantung (hawa nafsu) lalu berusaha melemahkan sistem tubuh dan merusak organ, yang berefek pada gangguan psikis dan kejiwaan.

    Jika ada fikiran buruk, segera tangkis jangan sampai keluar ucapan atau perbuatan yang bisa menyebabkan di catat sebagai dosa. Selalu intropeksi diri (bisa jadi pengaruh syetan dari dalam), atau bisikan syetan dari luar.
    Kembali tingkatkan lagi ibadah dan hubungan kedekatan dengan Allahﷻ, itu tanda bahwa energi spiritual seseorang sedang melemah.

    Serangan sihir (energi negatif yang melemahkan energi positif) bisa datang melalui:

    – orang-orang sekitar, hingga mempengaruhi pikiran dan perasaan (terkena sihir luar).

    – Terkena’ ain dari seseorang yang hasad/ kagum tanpa menyebut nama Allahﷻ (serangan dari syetan melalui perantara penyakit hati/ kekaguman seseorang tanpa melibatkan Allahﷻ sebagai penciptaNya).

    – prasangka buruk dari diri sendiri (masih ada penyakit hati yang berusaha mendominasi).

    Serangan Sihir dari dalam:

    – karena adanya Jin nasab dari orangtua atau nenek moyangnya (karakter buruk keturunan).
    – Dari endapan sakit hati yang belum di lepaskan.

    1. Akui perasaan yang sebenarnya (marah, benci, sedih dll) di hadapan Allahﷻ dengan tulus, lepaskan apa yang di rasakan.

    2. Lepaskan semua beban hati dan fikiran, ikhlaskan karena Allahﷻ bahwa semua ini ujian yang telah di taqdirkan untuk diri kita.

    Tugas kita harus berusaha mempertahankan dan membentengi diri dari serangan musuh (sihir) yang memghambat perjalanan Ruh kita menuju Allahﷻ. Jangan menyalahkan siapa-siapa, fokus pada peran diri sendiri. Syetan juga berjalan sesuai perannya, yaitu menggoda dan menguji manusia sebagai musuh yang nyata. Namun meski begitu kita harus tetap waspada dan melakukan tindakan yang tepat untuk melawan dan mengalahkan musuh.

    Wallahu a’lam bisshowab

  • Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 6

    Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 6

    Artikel kali ini lanjutan dari uraian sebelumnya yaitu Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 6. Kali ini adalah part terakhir, kesimpulan dari seluruh uraian yang telah di bahas sebelumnya dalam beberapa bagian. Puncaknya Spiritual adalah Tauhid, energi yang bersumber dari Allahﷻ.

    Sejak sebelum manusia di ciptakan, sesungguhnya Allahﷻ sudah menyusun segala skenarionya dengan rapi dan terencana. Segala sesuatu yang di jalani manusia merupakan salah satu taqdir yang sudah di tetapkan olehNya. Semua makhluk ciptaannya, tinggal menjalani proses perjalanan hidup sesuai perannya.

    Begitu pula dengan yang terjadi di akhir zaman ini. Dengan adanya Dajjal yang bersekutu dengan Iblis, itu juga merupakan salah satu bagian taqdir yang harus di jalani kedua makhluk tersebut yang berperan sebagai musuh manusia, terutama umat Islam.

    Dari jaman di ciptakannya Adam, Iblis telah di tetapkan sebagai musuh yang nyata bagi anak cucu Adam. Hanya karena sebuahs peristiwa, dimana Iblis tidak patuh ketika Allahﷻ memerintahkan iblis untuk sujud kepada Adam (ini bukan syirik, namun sebagai bentuk ujian terhadap Iblis apakah mau taat pada perintah Allahﷻ).
    Sejak kejadian itulah iblis mengikrarkan diri sebagai musuh manusia.

    Oleh sebab itulah Iblis selalu membuat strategi agar manusia tersesat dengan berbagai cara. Termasuk menyesatkan manusia yang berusaha membangun energi spiritual melalui amalan syirik dan bid’ah. Namun sumber kekuatan murni berasal dari Allahﷻ yang berpegang pada Kemurnian Tauhid, bersumber dari Al Qur’an dan Hadits yang bisa mengalahkan energi di sekitarnya. Dan hanya orang-orang yang bertauhid dan memiliki hati yang suci yang akan di pilih Allahﷻ untuk menjadi pasukan pilihanNya menjadi tentara Al Mahdi.

    Umat Islam saat ini harus terus berusaha untuk memperjuangkan dirinya agar mencapai tingkat spiritual tertinggi untuk mendapatkan reward yang di janjikan Allahﷻ, dan di janjikan pahala 10 kali sahabat Nabiﷺ serta mendapat kesempatan masuk surga tanpa hisab bersama beliau ﷺ.

    Pembahasan berikutnya adalah masuk ke ranah taqdir yang merupakan bagian dari rukun Iman seorang muslim. Berikut uraiannya.

    TAQDIR DI BAGI MENJADI 2:

    Qada (قضاء):
    Berarti ketetapan, perintah, kepastian, dan kehendak Allahﷻ.
    Merupakan keputusan Allahﷻ yang telah ditetapkan sejak zaman azali, meliputi segala sesuatu yang terjadi di dunia.
    Tidak dapat diubah oleh manusia.
    Contoh: adanya kehidupan, kematian dan hari kiamat. Termasuk seseorang yang tidak bisa memilih harus terlahir dari siapa, wajahnya seperti apa.

    Qadar (قدر):
    Berarti peraturan dan ukuran.
    Merupakan perwujudan atau pelaksanaan dari qada, yaitu bagaimana ketentuan Allahﷻ tersebut bisa terwujud dalam kehidupan manusia.

    Qadar terbagi menjadi 2:

    Qadar Mubram (Takdir yang Pasti): Ketentuan Allah yang tidak dapat diubah, seperti waktu kematian, kelahiran, dan lain-lain.

    Qadar Muallaq (Takdir yang Belum Pasti): Ketentuan Allahﷻ yang masih dapat diubah melalui usaha dan doa manusia, seperti rezeki, kesehatan, dan lain-lain.

    Hubungan Qada dan Qadar:

    Qada dan qadar memiliki hubungan yang erat. Qada adalah dasar atau rencana, sedangkan qadar adalah perwujudannya. Dengan memahami kedua konsep ini, manusia diharapkan untuk selalu bersyukur, bersabar, dan bertawakal kepada Allahﷻ dalam segala hal, serta tetap berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kebaikan.

    Contoh:
    Qada: Waktu kematian, kelahiran, dan jodoh seseorang.

    Qadar (Mubram): Semua orang pasti akan mati.

    Qadar (Muallaq): Kesehatan, kekayaan, dan kemiskinan.

    HUBUNGAN TAQDIR DAN SPIRITUAL

    Spiritual adalah sebuah kemampuan seseorang menciptakan sebuah energi positif dalam tingkatan tertentu, dengan tujuan membuat perlindungan terhadap serangan sihir/energi negatif yang menghalangi tujuan utama menuju kepada Allahﷻ untuk mendapatkan surga di akhirat.

    Sedangkan Doa adalah toleransi yang di berikan Allahﷻ kepada hambaNya agar bisa merubah taqdir ( qodar) untuk memperjuangkan nasibnya sebagaimana hadits berikut:

    وعن ثوبان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يرد القدر إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر
    Artinya:
    Dari Tsauban berkata: Rasulullah bersabda: Tidak ada yang dapat mengelakkan takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa memperpanjang umur kecuali perbuatan baik. (HR Hakim dan Ahmad)

    Namun perlu diingat, spiritual bukan sebuah pencapaian, karena spiritual adalah proses yang berkesinambungan tanpa batas. Peran spiritual hanya mengiringi proses mengantar manusia menuju taqdirnya untuk bertemu yang menciptakannya (Allahﷻ).

    Meski begitu, kemampuan seseorang untuk meningkatkan spiritual mendapatkan hasil yang berbeda-beda sesuai kemampuannya.
    Ketika seseorang sudah mampu membangun kesadaran diri dan mengendalikan emosional yang stabil di tingkat tertinggi, maka orang tersebut lebih mudah untuk mencapai ketetapan taqdir yang di tuju, karena lebih waspada dan mampu menghadapi tantangan yang terjadi dalam perjalanan hidupnya.

    Ketika seseorang sudah di taqdirkan atau berhasil merubah taqdirnya dengan doa, selanjutnya orang tersebut akan menjalani proses menuju taqdir tersebut, baik ketetapan qada maupun doanya yang di kabulkan Allahﷻ, sehingga merubah ketetapan taqdirnya.

    Dalam proses inilah syetan akan berusaha menggoda dan menyesatkan manusia dengan kemampuan sihirnya, sebagai bentuk ujian bagi manusia. Apakah orang tersebut mampu bersabar dan mempertahankan Istiqomah dalam usahanya menjemput taqdir tersebut.

    Kondisi spiritual seseorang tidak selalu linier. Pengertian Linier dalam konteks ini berarti bahwa sesuatu berjalan secara lurus, teratur, dan dapat diprediksi. Dalam perjalanan spiritual, linier berarti bahwa seseorang akan mengalami kemajuan spiritual secara terus-menerus dan stabil, tanpa adanya kemunduran atau tantangan yang signifikan.

    Namun, dalam kenyataan, perjalanan spiritual seringkali tidak linier. Seseorang mungkin akan mengalami kemajuan, kemudian diikuti dengan kemunduran, atau mengalami tantangan yang tidak terduga. Oleh karena itu, penting untuk tetap sabar, konsisten, dan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas spiritual agar tetap jadi pemenang dalam proses perjuangan menuju taqdirnya.

    Berikut Tingkatan Spiritual.

    Tingkat terendah:

    1. Getaran frekwensi 20 : Rasa malu (tidak percaya diri)
    2. Getaran frekwensi 30 : Rasa bersalah (memiliki rasa bersalah yang berlebihan dan terus menerus)
    3. Getaran frekwensi 50 : Apatis (putus asa)
    4. Getaran frekwensi 75 : kesedihan
    5. Getaran frekwensi 100 : ketakutan, kecemasan/was-was
    6. Getaran frekwensi 125 : Ambisius/ memiliki keinginan/desire.
    7. Getaran frekwensi 150 : Kemarahan
    8. Getaran frekwensi 175 : Sombong

    Tingkat Sedang :

    9. Getaran frekwensi 200 : keberanian
    10. Getaran frekwensi 250 : Netral
    11. Getaran frekwensi 310 : semangat atau ada kemauan mencapai harapannya.
    12. Getaran frekwensi 350 : Iklhas/ penerimaan taqdir tanpa menyalahkan orang lain.

    Tingkat Tinggi:

    13. Getaran frekwensi 400 : pemikir yang logis/ bisa menyelesaikan masalah dengan tepat.
    14. Getaran frekwensi 500 : cinta universal tanpa syarat.
    15. Getaran frekwensi 540 : Suka Cita, damai (tidak bergantung pada makhluk)
    16. Getaran frekwensi 600 : Kedamaian ( menebarkan energi positif pada sekitarnya)
    17. Getaran energi 700 : Pencerahan/ enlightenment ( biasanya di miliki orang yang memiliki Spiritualitas tingkat tinggi yang energinya sangat menenangkan orang-orang di sekitarnya).

    Skala ini bisa di gunakan sebagai patokan untuk mengukur tingkat energi yang kita miliki agar bisa selalu introspeksi diri, dimana letak kekurangan diri kita yang harus di perbaiki (pentingnya membangun kesadaran diri).

    Dalam kesimpulan hikmah yang bisa di petik dari uraian tersebut adalah, manusia bisa mencapai kemampuan spiritual yang tinggi apabila sudah memahami konsep taqdir dengan penuh kesadaran dir, bahwa segala sesuatu selalu di kembalikan kepada Allahﷻ (semua terjadi atas ijin Allahﷻ, ikhlas menerima taqdirnya) tanpa harus menyalahkan/menghakimi pihak lain. Selalu introspeksi diri, dan berusaha mempertahankan kemampuan spiritual yang dimiliki agar tetap ada di tingkat tinggi. Hal itu akan lebih memudahkan proses perjalanan seseorang menuju taqdirnya, agar selamat di dunia dan akhirat.

    Wallahu a’lam bisshowab

  • Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 5

    Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 5

    Pembahasan kali ini adalah Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 5, tentang pengaruh sihir pada tubuh manusia.

    Sebenarnya spiritual dan sihir memiliki persamaan dari segi frekwensi energi yang di hasilkan. Perbedaan nya jika Spiritual memiliki gelombang energi positif, sihir memiliki gelombang energi negatif. Keduanya saling berlawanan satu sama lain.

    Sebagaimana telah di uraikan dalam artikel sebelumnya dengan judul yang sama, gelombang energi ini tidak akan bisa di satukan. Ketika frekwensi energi positif lebih besar, energi negatif akan pergi. Ibarat cahaya dan kegelapan, keduanya tidak akan bisa bersatu.
    Begitu juga dengan Spiritual dan sihir yang memiliki kesamaan konsep.

    Dalam uraian sebelumnya telah di sebutkan beberapa energi sihir yang bisa mempengaruhi melemahnya energi spiritual seseorang. Namun perlu di ingat, bahwa segala pengaruh spiritual maupun sihir bisa di kontrol oleh orang itu sendiri.

    Berikut adalah beberapa efek sihir yang mengenai seseorang dari berbagai aspek.

    PENGARUH PADA PSIKIS

    Orang yang terkena sihir akan berpengaruh pada emosional seseorang. Orang tersebut akan terpengaruh sifat negatif seperti pemarah, malas, sedih, apatis dan sifat-sifat dengan frekwensi spiritual rendah seperti yang telah di bahas di part 3.

    PENGARUH PADA KEJIWAAN

    Orang yang terkena sihir akan merasa malas dan berat ketika di ajak berbadah. Lebih menyukai hal-hal negatif, baik perbuatan maupun ucapan. Lebih memilih distraksi daripada beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allahﷻ. Contoh : pengaruh tontonan di HP akan membuat seseorang akan terus menscroll untuk menikmati suguhan di dalamnya.

    Salah satu ciri khusus orang terkena sihir adalah, hatinya ingin melakukan amal baik, tapi tubuhnya berat untuk menyelaraskan niatnya. Dalam kasus yang lebih berat orang tersebut sering kesurupan.

    PENGARUH PADA FISIK

    Orang yang terkena sihir juga bisa berpengaruh pada kesehatan seseorang. Tubuhnya merasa lemah dan sakit yang tidak wajar. Namun perlu di ketahui, sihir modern yang berupa makanan instan yang sengaja di jual saat ini juga memiliki efek melemahkan organ tubuh dan membuat seseorang memiliki sakit fisik yang mempengaruhi ketidak stabilan emosional seseorang.

    Apapun bentuk sihir yang mengenai seseorang, baik sihir murni maupun modern tujuannya sama, yaitu membuat seseorang jauh dari Allahﷻ baik dengan cara menyibukkan diri dengan aktifitas yang tidak bermanfaat maupun melemahkan tubuhnya sehingga seseorang sibuk untuk fokus dengan kondisi yang di hadapi di bandingkan memperdalam kemampuan spiritualnya agar bisa mengatasi energi negatif yang berusaha menguasai dirinya.

    Kunci melawan sihir hanya dengan membangun kesadaran diriinya agar seimbang dengan kemampuan spiritual yang dimiliki. Satu hal yang perlu di ingat, masing-masing orang berjalan sesuai perannya, dan berjuang sesuai taqdirnya masing-masing.

    Sesungguhnya hidup ini adalah perjalanan mengantar Ruh menuju kepada Tuhannya. Jangan terlalu berlebihan mencintai dunia, karena dunia ini hanya tempat singgah sementara. Bahkan raga yang di hias setiap hari juga akan di tinggalkan untuk menuju fase selanjutnya, yaitu negeri akhirat.

    Bersambung..

  • Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 4

    Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 4

    Pembahasan artikel kali ini melanjutkan uraian sebelumnya tentang Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 4.

    Jika sebelumnya membahas tentang angka getaran frekwensi secara ilmiah, kali ini adalah penjelasan tentang konsep cara kerja pertarungan spiritual dan sihir.

    Hanya sedikit manusia yang memahami bahwa setiap saat kita berperang melawan sihir. Baik melalui perantara maupun secara langsung, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

    Seringkali di bahas bahwa syetan akan berusaha menyesatkan anak cucu Adam melalui berbagai arah, depan, belakang, kanan kiri.

    Mereka, baik syetan manusia dan syetan jin akan terus berusaha menggoda dan memusuhi manusia dengan berbagai cara selama hidup di dunia. Dan hanya spiritual yang bisa melawan serangan syetan tersebut karena bentuk serangan mereka melalui sihir.

    Konsep Spiritual: kemampuan seseorang membangun kesadaran diri dan menyeimbangkan pikiran, perasaan, dan perbuatan yang terhubung kepada entitas yang lebih besar sehingga menciptakan energi positif untuk mengalahkan energi negatif di sekitarnya.

    Konsep Sihir: Energi negatif yang di hasilkan keterhubungan entitas lain dengan makhluk/benda yang bisa melemahkan/ mengalahkan energi positif di sekitarnya.

    MACAM-MACAM SIHIR

    1. Sihir dari Dalam
    Sesungguhnya tubuh manusia bisa di tempati syetan mengikuti aliran darahnya. Berikut hadits terkait:

    Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175).

    – Serangan Internal : Serangan jin yang ada di dalam Tubuhnya karena terikat oleh Jin nasab ( dosa syirik, bid’ah dan dosa zina dari leluhurnya yang belum bertobat), dosa syirik dirinya sendiri, amalan bid’ah pengundang Jin kodam, tumpukan sampah di tubuhnya karena suka makan berlebihan, tidak halal dan tidak toyib ( tidak baik), serta dosa-dosa lain ( tidak pernah bertobat) yang menyebabkan syetan berhak dan nyaman menempati tubuh seseorang.

    – Serangan eksternal: Serangan Jin dari luar melalui perantara makhluk yang menyebabkan gangguan emosional, psikis, bahkan gangguan kesehatan. Serangan tersebut bisa melalui ‘ain (serangan syetan melalui rasa hasad/ kagum seseorang tanpa menyebut nama Allahﷻ), melalui perantara dukun, atau melalui perbuatan orang di sekitarnya yang membuat fikiran dan emosional nya tidak stabil.

    Serangan-serangan sihir tersebut bisa di lawan dengan meningkatkan kesadaran diri dan spiritual yang tinggi dan seimbang.

    2. Serangan Sihir dari Luar

    Serangan sihir dari luar bisa terjadi melalui serangan ‘ain seseorang (serangan dari bangsa jin melalui perantara yang memiliki penyakit hati/ kegagumaman yang berlebih tanpa menyebut nama Allahﷻ), melalui tukang sihir, melalui orang-orang toxic di sekitarnya untuk mengguncang emosional seseorang, melalui makhluk, seperti: tikus, ular, kalajengking, cicak bahkan virus, kuman dan bakteri bisa di jadikan perantara untuk menyerang seseorang.

    Selain itu syetan manusia juga berupaya menciptakan benda yang bisa menghasilkan gelombang elektromagnetik untuk melemahkan lawannya.

    Dalam penemuan ilmiah tentang gelombang elektromagnetik yang mampu mendeteksi energi spiritual seseorang, kini musuh-musuh Islam sudah mengembangkan energi tersebut melalui penggabungan benda yang bisa menghasilkan energi elektromagnetik serupa. HP adalah salah satu alat sihir yang di kemas dengan tampilan sebuah tekhnologi yang bermanfaat untuk manusia, namun di sisi lain ada signal 5G dengan efek radiasi yang bisa merusak sistem kerja tubuh manusia tanpa disadari.

    Menggunakan HP seperti memainkan mata pedang dengan sisi yang berbeda. Seseorang harus pandai menempatkan pada porsi secukupnya dan menggunakan dengan pilihan yang positif.

    Selain HP mereka juga menciptakan HAARP, sebuah alat pengubah cuaca dengan mengarahkan sinyal radio frekuensi tinggi ke ionosfer. Alat tersebut banyak di bicarakan bersama teori konspirasi yang telah di susun secara sistematis bisa mengontrol keadaan alam melalui jarak jauh seperti konsep sihir.

    Alat ini sengaja diciptakan syetan manusia untuk memanipulasi kondisi alam manusia di akhir zaman yang bisa di setting sesuai keinginan musuh Islam. Meskipun klaim bahwa alat tersebut merupakan konspirasi milik sekutu Dajjal, namun manusia masih meyakini bahwa alat tersebut sengaja di siapkan untuk menekan kondisi manusia sesuai dengan sistem yang di tentukan mereka.

    Di sisi lain, menurut beberapa penemuan para ahli yang mendalami ilmu fisika, alat-alat sihir buatan tersebut juga bertujuan untuk melemahkan energi spiritual yang saat ini sudah di bangun oleh manusia (terutama di jawa di kenal sebagai pusat energi dunia), dengan menghubungkan jiwanya kepada entitas lain yang lebih besar.

    Selain sihir modern berupa HP yang terhubung dengan Signal 5G dan HAARP, musuh Islam juga berupaya melemahkan sistem tubuh manusia melalui makanan instan yang mengandung MSG, pengawet dan bahan-bahan lain yang bisa melemahkan bahkan merusak sistem tubuh manusia. Dengan demikian manusia sibuk fokus pada rasa sakit nya di bandingkan memperdalam spiritual yang seharusnya jadi prioritas untuk mengantarkan Ruh nya menuju negeri abadi, yaitu akhirat. Karena itulah sebenarnya tujuan utama syetan baik jin dan manusia.

    Bersambung..

  • dari artikel sebelumnya Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 3

    dari artikel sebelumnya Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 3

    Berikut adalah lanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul Memahami Spiritual dan Sihir dari Segi Ilmiah Part 3.

    Jika sebelumnya pembahasan spiritual melalui konsep fisika kuantum dan ilmu psikologi yang bisa terdeteksi dengan alat melalui gelombang elektromagnetik, berikut adalah ukuran dan tingkatan frekwensi yang bisa di tangkap oleh alat.

    FREKWENSI

    1. Getaran frekwensi 20 : Rasa malu (tidak percaya diri)
    2. Getaran frekwensi 30 : Rasa bersalah (memiliki rasa bersalah yang berlebihan dan terus menerus)
    3. Getaran frekwensi 50 : Apatis (putus asa)
    4. Getaran frekwensi 75 : kesedihan
    5. Getaran frekwensi 100 : ketakutan, kecemasan/was-was
    6. Getaran frekwensi 125 : Ambisius/ memiliki keinginan/desire.
    7. Getaran frekwensi 150 : Kemarahan
    8. Getaran frekwensi 175 : Sombong
    9. Getaran frekwensi 200 : keberanian
    10. Getaran frekwensi 250 : Netral
    11. Getaran frekwensi 310 : semangat atau ada kemauan mencapai harapannya.
    12. Getaran frekwensi 350 : Iklhas/ penerimaan taqdir tanpa menyalahkan orang lain.
    13. Getaran frekwensi 400 : pemikir yang logis/ bisa menyelesaikan masalah dengan tepat.
    14. Getaran frekwensi 500 : cinta universal tanpa syarat.
    15. Getaran frekwensi 540 : Suka Cita, damai (tidak bergantung pada makhluk)
    16. Getaran frekwensi 600 : Kedamaian ( menebarkan energi positif pada sekitarnya)
    17. Getaran energi 700 : Pencerahan/ enlightenment ( biasanya di miliki orang yang memiliki Spiritualitas tingkat tinggi yang energinya sangat menenangkan orang-orang di sekitarnya).

    Semakin tinggi frekuensi gelombang elektromagnetik yang di hasilkan, semakin tinggi pula kekuatan yang bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

    Dalam konsep spiritual yang telah di bahas sebelumnya, energi spiritual adalah terciptanya energi elektromagnetik yang di hasilkan dari penggabungan suatu energi ke energi lain. Contohnya adalah HP yang terhubung dengan satelit sehingga menghasilkan signal yang kuat. Seperti itu contoh sederhananya.

    Sebelum di temukannya teori fisika kuantum dan gelombang elektromagnetik yang frekwensinya bisa di deteksi dengan alat tertentu, sebelumnya manusia sudah menerapkan penggabungan energi tersebut dengan cara menghubungkan dengan entitas lain. Dalam Islam di lakukan dengan cara khusyu’ ketika beribadah. Baik sholat, dzikir, baca Al Qur’an, dan berpuasa.

    Namun tanpa disadari, syetan tidak membuang kesempatan ikut ambil peran untuk menyesatkan manusia yang tidak melakukan ibadah sesuai dengan ajaran Nabi-nabi utusan Allahﷻ (bid’ah).

    Tanpa disadari mereka yang melakukan amalan bid’ah telah menghubungkan energi yang di miliki kepada entitas lain selain Allahﷻ, tetapi terhubung ke syetan Jin. Itulah alasan kenapa para pelaku bid’ah tidak merasa ibadahnya salah. Karena merasa telah mendapatkan kemampuan tertentu yang tidak di miliki oleh manusia biasa.

    Namun untuk menghadapi sihir di akhir zaman ini, hanya energi spiritual yang tersambung kepada pemilik sumber energi (Allahﷻ) yang mampu mengalahkan sihir Dajjal. Karena energi yang di miliki Dajjal bersumber dari penggabungan antara Dajjal dan Iblis. Itulah alasannya kenapa sihir Dajjal terasa begitu kuat dan menghipnotis sekitarnya.

    Energi yang di miliki pelaku bid’ah juga akan kalah dengan energi yang di miliki Dajjal, karena pelaku bid’ah ada di zona kekuasaan dajjal, bukan zona Tauhid. Kekuatan mereka berasal dari Jin, bukan langsung dari Allahﷻ. Hanya orang-orang yang bertauhid yang akan selamat, karena Allahﷻ langsung yang akan jadi penolongnya.

    Pembahasan berikutnya adalah tentang konsep pertarungan antara spiritual dan sihir. Sihir hanya bisa di kalahkan dengan energi Spiritual. Namun sihir modern hasil rekayasa seperti signal 5G dan HARP bisa di hancurkan dengan mematikan sumbernya atau benda tersebut.

    Bersambung…

Enjoy this blog? Please spread the word :)