Sebagian ulama meyakini bahwa Al-Mahdi akan tiba-tiba dibaiat di Mekkah ketika berumur 40 tahun. Padahal tidak ada satupun hadist maupun atsar yang mengatakan demikian. Dalam memahami teks hadist maupun atsar harus penuh kehati-hatian agar tidak salah dalam menafsirkan sesuatu yang justru dapat menjerumuskan umat. Dibawah ini kami cantumkan beberapa hujjah dari kitab ulama besar tentang umur Al-Mahdi.
1.Kitab Al Qalul Mukhtasar fi alamatil mahdi al muntadzar Karya Ibnu Hajar Al Haetami.
السِّنُّ الذي يُبعثُ فيه:
يُبعثُ وهو ما بينَ الثلاثينَ إلى الأربعين.
“Usia ketika ia (Al-Mahdi) diutus: Ia diutus dalam keadaan berusia antara tiga puluh hingga empat puluh tahun.”
2.Kitab Al Hawi lil Fatawa karya Imam Suyuthi.
عن عبدِ الله بنِ الحارث قال:
يخرجُ المهديُّ وهو ابنُ أربعينَ سنةً،. كأنَّه رجلٌ من بني إسرائيل
“Al-Mahdi akan keluar (muncul) dalam keadaan berusia empat puluh tahun,
seakan-akan ia seperti (tampilan) seorang lelaki dari Bani Israil.”
3.Kitab Sunan Al waridah fi al fitan & Al Bustawi Al Mahdi Al muntadzar
اسمه اسمُ نبيٍّ، وهو ابنُ إحدى أو اثنتين وخمسين، يقومُ على الناس سبعَ سنين، وربما قال ثمانَ سنين.
“Namanya adalah nama seorang nabi, dan ia berusia lima puluh satu atau lima puluh dua tahun. Ia memimpin manusia selama tujuh tahun, dan terkadang dikatakan delapan tahun.”
Dari tiga hujjah diatas dapat dipahami bahwa kita harus bisa membedakan umur Al-Mahdi ketika Diutus, umur Al-Mahdi ketika muncul (mulai diketahui ke ruang publik) dan umur Al-Mahdi ketika diBaiat / mulai memimpin umat islam.
Sehingga pernyataan yang menyatakan Al-Mahdi tiba-tiba muncul untuk dibaiat di Mekkah ketika umur 40 tahun adalah sangat menyesatkan secara hujjah.
Fakta & Korelasi Terhadap Muhammad Qasim & Mimpinya
Fakta 1:
“Bulan April 2014, Allah berkata untuk pertama kalinya: “Qasim, ceritakan mimpimu ke seluruh dunia; Aku ingin semua orang tahu siapa dirimu”, Allah dan Nabi Terakhir Muhammad mulai memberitahuku melalui mimpi untuk berbagi mimpiku kepada semua orang.”(Mimpi Muhammad Qasim;web-pdf)
Tahun 2014 Muhammad Qasim diutus untuk pertama kalinya oleh Allah, untuk menyebarkan mimpi petunjuknya ke semua orang. Seperti yang kita tahu Qasim lahir pada tahun 1976, yang artinya dia saat itu berumur 38 tahun. Ini sesuai hujjah pertama bahwa Al-Mahdi diutus pada umur antara 30-40 tahun.
Fakta 2:

Muhammad Qasim pertama kali muncul diruang publik tepatnya di saluran televisi sehingga diketahui banyak orang pada tahun 2016. Padahal selama 2 tahun menyebarkan mimpi sejak 2014, Qasim hanya melewati medsos tanpa pernah menampakkan wajahnya. Ketika itu Qasim tepat berumur 40 tahun. Ini hujjah kedua dimana Al-Mahdi muncul pada usia 40 tahun.
Fakta 3:
“Mimpi pada tahun 2015, Allah berfirman, “Qasim, Aku akan memenuhi semua janji-janjiku dalam 13 tahun ke depan, (yaitu) Janji yang Aku telah buat denganmu.” (Mimpi Muhammad Qasim; web-pdf)
Pada tahun 2015 Qasim tepat berumur 39 tahun, jika ditambahkan 13 tahun kedepan maka pada tahun 2028, Qasim akan tepat berumur 52 tahun. Ini sesuai hujjah bahwa Al-Mahdi akan dibaiat atau saat memimpin umat pada saat umur 51/52 tahun.
Kesimpulan:
Tidak ada satupun hadist atau atsar dari kitab-kitab sunni bahwa Al-Mahdi akan disembunyikan dan tiba-tiba muncul diketahui ketika hendak dibaiat di Mekkah. Ada pandangan bahwa Al-Mahdi dighaibkan di samarra itu berasal dari kitab-kitab syiah.
Al-Mahdi muncul untuk menyampaikan risalah petunjuknya (bukan membawa ajaran baru) kepada umat manusia agar kembali kepada tauhid murni dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Kehadirannya menjadi peringatan keras bahwa umat sedang memasuki fase akhir zaman yang berat, penuh fitnah, penyimpangan akidah, dan kebingungan arah. Rasulullah mengabarkan jauh-jauh hari dari banyak riwayat, tentang ciri fisik, tempat muncul, petunjuk yang dibawa dll. Agar umat diakhir zaman mengenalinya dan mengikuti petunjuknya.
Catatan tambahan dari penulis:
Fakta lain dari hujjah kedua diatas yang berbunyi:
كأنَّه رجلٌ من بني إسرائيل
“seakan-akan ia seperti (tampilan) seorang lelaki dari Bani Israil.”
Ini sangat sesuai dengan penampilan fisik Muhammad Qasim yang selalu memakai setelan kemeja, jas dan jeans dalam keseharian maupun saat acara. Ini mematahkan pernyataan atau pandangan bahwa Al-Mahdi akan muncul bersorban agamis tampil religius layaknya ulama.

