Jalan Keluar Umat Islam dari Guncangan, Peperangan, dan Kemurkaan Allah ﷻ

Bismillahirrahmanirrahim
Seri Ta’bir Mimpi Umat Dunia – Seri ke 48

JALAN KELUAR UMAT ISLAM DARI GUNCANGAN, PEPERANGAN, DAN KEMURKAAN ALLAH

DAFTAR ISII. Ringkasan / Resume Hasil TakwilII. Kesimpulan Utama Hasil TakwilIII. Hasil Takwil Per-Simbol MimpinyaIV. Hadits-hadits yang SejalanV. Klasifikasi Tingkat MimpiVI. Penutup Syar’i

I. RINGKASAN / RESUME HASIL TAKWIL
Mimpi ini menggambarkan sebuah peringatan besar kepada umat Islam bahwa ketika Allah mengirimkan suatu peringatan atau petunjuk melalui mimpi yang benar, tetapi umat menolaknya, maka Allah akan membiarkan mereka berada dalam kesulitan dan tekanan sampai mereka kembali kepada kebenaran.

Dalam mimpi ini terlihat beberapa tahapan:

Pertama, Allah menyampaikan bahwa selama umat Islam tidak mempercayai mimpi yang diberikan kepada Muhammad Qasim, maka kondisi umat tidak akan berubah dan mereka akan tetap berada dalam kesulitan.

Kedua, Allah memperingatkan bahwa jika penolakan terus berlanjut, maka umat akan diguncang dengan berbagai ujian berat seperti konflik, peperangan di antara sesama muslim, serta ketakutan yang meluas.

Ketiga, setelah berbagai ujian terjadi, sebagian orang yang sebelumnya menolak akhirnya mulai mempercayai mimpi tersebut dan menyebarkannya.

Keempat, mimpi menunjukkan bahwa para pemimpin umat dan orang-orang yang memiliki pengaruh awalnya mengejek dan menolak pesan tersebut.

Kelima, Allah memperlihatkan tanda berupa gempa bumi yang mengguncang tempat tersebut sebagai peringatan.

Keenam, pada akhir mimpi Allah menunjukkan kemurkaan terhadap orang-orang yang terus mengejek dan menolak peringatan tersebut.

Secara keseluruhan mimpi ini menggambarkan pola sunnatullah, yaitu bahwa Allah sering mengutus peringatan kepada manusia terlebih dahulu, kemudian jika peringatan itu ditolak maka datanglah ujian besar agar manusia kembali kepada kebenaran.

II. KESIMPULAN UTAMA HASIL TAKWIL

Kesimpulan utama dari mimpi ini adalah sebagai berikut;

Pertama, mimpi-mimpi Muhammad Qasim dalam mimpi ini digambarkan sebagai peringatan atau pesan yang harus disampaikan kepada umat.

Kedua, sebagian besar umat pada awalnya menolak, mengejek, atau meragukan pesan tersebut, terutama para pemimpin dan orang-orang berpengaruh.

Ketiga, penolakan terhadap peringatan menyebabkan datangnya ujian besar berupa konflik, ketakutan, dan guncangan terhadap umat.

Keempat, sebagian orang akhirnya akan menyadari kebenaran setelah ujian tersebut terjadi.

Kelima, Allah menunjukkan bahwa mengejek atau meremehkan peringatan yang berasal dari-Nya merupakan sikap yang dapat mendatangkan murka dan hukuman.

Mimpi ini secara simbolik menggambarkan fase awal dakwah yang ditolak, fase ujian besar bagi umat, dan fase pengakuan setelah peristiwa besar terjadi.

III. HASIL TAKWIL PER-SIMBOL MIMPINYA

1). Firman Allah dalam mimpi kepada Qasim
Dalam mimpi disebutkan bahwa Allah berfirman bahwa kondisi umat Islam tidak akan berubah selama mereka tidak mempercayai mimpi tersebut.

Dalam ilmu ta’bir mimpi Islam, firman atau pesan langsung dalam mimpi sering menunjukkan amanah atau tanggung jawab besar yang harus disampaikan kepada manusia.

Ini menggambarkan bahwa mimpi tersebut berfungsi sebagai peringatan bagi umat.
Fenomena bahwa Allah memberikan peringatan sebelum azab atau ujian juga merupakan sunnatullah.

Sejalan dengan Surat Al-Anfal ayat 33.
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak langsung menimpakan hukuman sebelum ada peringatan kepada manusia.

2). Umat Islam saling berperang
Dalam mimpi terlihat umat Islam mulai saling membunuh dan peperangan menjadi sangat parah.

Dalam simbol mimpi, perang di antara umat sendiri sering melambangkan fitnah besar, perpecahan, dan konflik internal.
Ini menunjukkan fase fitnah besar yang menimpa umat Islam.

Sejalan dengan Surat Al-An’am ayat 65.
Ayat tersebut menggambarkan bahwa salah satu bentuk ujian Allah adalah pertikaian dan konflik di antara manusia sendiri.

3). Ketakutan dan kebingungan umat
Dalam mimpi disebutkan bahwa banyak muslim menjadi takut dan tidak memahami apa yang sedang terjadi.

Simbol ini menggambarkan masa kekacauan dan kebingungan global, di mana manusia tidak mengetahui arah yang benar.

Ini sering disebut dalam literatur Islam sebagai masa fitnah besar menjelang perubahan besar dalam sejarah umat.
Sejalan dengan Surat Al-Baqarah ayat 155.
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah menguji manusia dengan rasa takut dan berbagai kesulitan.

4). Para pemimpin dan orang berpengaruh menertawakan pesan
Dalam mimpi terlihat para pemimpin umat dan orang-orang yang memiliki pengaruh mengejek dan menolak pesan tersebut.

Dalam sejarah kenabian, penolakan dari pemimpin masyarakat sering menjadi pola yang berulang.
Para pemimpin sering menolak karena khawatir kehilangan pengaruh atau kekuasaan.

Baca Juga:  Deklarasi dengan suara lantang: Muhammad Qasim adalah Imam Mahdi

Sejalan dengan Surat Al-Mu’minun ayat 24.
Ayat tersebut menggambarkan bagaimana para pemimpin suatu kaum sering menolak utusan yang membawa peringatan.

5). Aula besar berisi pemimpin dan umat Islam
Aula besar dalam mimpi dapat melambangkan forum umat, majelis besar, atau pusat kekuasaan umat Islam.

Simbol ini menunjukkan bahwa pesan tersebut sebenarnya ditujukan kepada seluruh umat dan para pemimpinnya, bukan hanya kepada kelompok kecil.
Ini menunjukkan bahwa pesan mimpi tersebut bersifat luas.

6). Hanya sebagian kecil orang yang percaya
Dalam mimpi disebutkan bahwa hanya beberapa orang yang mempercayai pesan tersebut.

Dalam simbol mimpi Islam, jumlah yang sedikit sering melambangkan kelompok kecil yang memegang kebenaran di awal perjuangan.

Fenomena ini sering terjadi dalam sejarah para nabi.
Sejalan dengan Surat Hud ayat 40.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa pengikut yang benar pada awalnya sering kali sangat sedikit.

7). Gempa bumi yang mengguncang bangunan
Gempa bumi dalam mimpi sering menjadi simbol peringatan keras atau guncangan besar dalam kehidupan manusia atau masyarakat.

Gempa juga melambangkan perubahan besar yang tidak dapat dihindari.
Sejalan dengan Surat Az-Zalzalah ayat 1.
Ayat tersebut menggambarkan bumi yang diguncang dengan guncangan besar.

8). Atap terbuka dan keselamatan bagi pengikut
Dalam mimpi disebutkan bahwa jika bangunan runtuh, Allah akan membuka atap dan menyelamatkan mereka.

Simbol ini menunjukkan bahwa Allah memberikan perlindungan kepada orang-orang yang mengikuti kebenaran.
Ini menggambarkan konsep perlindungan ilahi kepada orang-orang yang beriman.
Sejalan dengan Surat At-Talaq ayat 2–3.

9). Kemurkaan Allah terhadap orang yang mengejek
Pada akhir mimpi disebutkan bahwa Allah menunjukkan kemurkaan terhadap orang-orang yang terus mengejek.

Dalam simbol mimpi, kemurkaan Allah melambangkan peringatan keras terhadap kesombongan manusia yang menolak kebenaran.

Sejalan dengan Surat Az-Zumar ayat 59.
Ayat tersebut menggambarkan penyesalan orang yang dahulu menolak peringatan Allah.

IV. HADITS-HADITS YANG SEJALAN

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa mimpi yang benar merupakan bagian dari wahyu.
Beliau bersabda bahwa mimpi yang baik berasal dari Allah dan merupakan bagian dari kenabian.

Hadits ini menunjukkan bahwa mimpi yang benar dapat menjadi bentuk petunjuk atau kabar dari Allah kepada manusia.

Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di akhir zaman akan muncul banyak fitnah seperti potongan malam yang gelap, di mana seseorang bisa beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari.

Hadits ini menggambarkan kondisi kekacauan dan kebingungan yang melanda manusia pada masa fitnah besar.

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa mimpi yang benar dapat menjadi peringatan, dan bahwa masa fitnah besar memang akan terjadi pada umat.

V. KLASIFIKASI TINGKAT MIMPI

Berdasarkan isi dan struktur mimpi, mimpi ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
-Jenis mimpi: mimpi peringatan dan penyampaian pesan.
-Kategori mimpi: ru’ya (mimpi yang benar).

Ciri-ciri yang mendukung klasifikasi ini antara lain:
– Adanya pesan yang jelas dan konsisten.
– Adanya simbol-simbol besar seperti gempa dan peperangan.
– Adanya unsur peringatan kepada umat.
Adanya rasa takut yang kuat setelah bangun dari mimpi.

Dalam tradisi Islam, mimpi yang memberikan pesan serius dan peringatan sering dikategorikan sebagai ru’ya shadiqah.

VI. PENUTUP SYAR’I

Dalam Islam, mimpi yang benar dapat menjadi peringatan atau kabar gembira dari Allah, tetapi mimpi tetap harus dipahami dengan kehati-hatian dan tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam menetapkan kebenaran agama.

Al-Qur’an dan Sunnah tetap menjadi sumber utama petunjuk.
Jika suatu mimpi berisi ajakan kepada tauhid, meninggalkan kesyirikan, serta memperbaiki keadaan umat, maka pesan tersebut sejalan dengan prinsip dasar ajaran Islam.

Karena itu, mimpi seperti ini seharusnya dijadikan bahan renungan, muhasabah, dan peringatan bagi umat, agar kembali kepada keimanan, persatuan, dan ketaatan kepada Allah.
Pada akhirnya, kebenaran sejati hanya diketahui oleh Allah.

VII. ISI MIMPI

*Mimpi Muhammad Qasim* Di bulan September atau Oktober 2014.
Aku (Muhammad Qasim) melihat mimpi, di mimpi ini Allah berfirman kepadaku, ”Qasim, selama umat islam tidak percaya akan mimpi-mimpimu, Aku tidak akan mengubah kondisi umat islam, dan mereka akan tetap seperti itu.

Baca Juga:  Pesan yang Dibawa Oleh Muhammad Qasim Sama dengan Pesan Para Nabi Alaihis Salam

Dan Aku akan menekan mereka dari segala arah sampai mereka mengganggap mimpi-mimpimu sebagai kebenaran, dan segala sesuatu akan terjadi seperti apa yang Aku perlihatkan dalam mimpi- mimpimu.”

Dalam mimpi pada 22 September 2015.
Allah bertanya kepadaku, “Qasim, apakah orang- orang muslim mempercayaimu?” Aku menjawab kepada-Nya, “Tidak, hanya ada beberapa orang yang mempercayaiku.”

Kemudian Allah berfirman, “Qasim, Jika mereka tidak mempercayai mimpi- mimpimu, maka Aku akan mengguncang mereka dengan keras. Dan Aku akan membuat mereka berperang satu sama lain. Dan selama mereka tidak percaya maka mereka akan terus berperang seperti itu.”

Kemudian aku melihat umat Islam mulai membunuh satu sama lain. Peperangan menjadi sangat tegang dan pertumpahan darah sangat parah. Dan muslim lainnya menjadi takut, seolah-olah mereka tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang akan menimpa diri mereka. Mereka menginginkan orang-orang untuk berhenti berperang.

Kemudian orang-orang yang telah menolak mimpiku, mulai mempercayaiku. Termasuk orang-orang yang mempunyai banyak pengikut, mulai mempercayai mimpiku.

Begitu pula dengan orang-orang yang menghentikan orang untuk percaya mimpiku. Kemudian mereka menceritakan kepada yang lainnya tentang mimpiku, dan mimpiku tersebar ke seluruh dunia.

30 November 2015 Aku melihat mimpi, aku membagikannya pada bagian terakhir dimana ada aula besar. Di dalam aula itu ada orang-orang muslim bersama pemimpin-pemimpin mereka. Saat aku akan pergi mendekati mereka, Allah berfirman di telinga kananku “Qasim, ceritakan mimpi yang sudah aku tunjukkan kepadamu.”

Jadi aku berhenti dan berkata kepada mereka bahwa Allah dan (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terus datang ke mimpiku selama beberapa tahun yang lalu.

Dan Allah berjanji kepadaku, bahwa Dia akan membantuku dan Dia akan mengeluarkanku dari kegelapan ini. Dan Allah menunjukkan jalan yang benar melalui mimpiku.

Setelah mendengar ini, mereka mulai tertawa, dan berkata “Apakah kamu gila? Siapa yang sudah bicara kepada Allah di dalam mimpi?” Tapi hanya beberapa orang yang percaya padaku dan aku berkata “Kenapa tidak? Allah dapat melakukan apapun.”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda kepadaku di mimpiku bahwa “Qasim, siapapun yang mendukungmu adalah seperti seseorang yang mendukungku.”

Tetapi kemudian mereka mulai membuat lelucon tentangku, bahkan lebih. Kemudian aku berkata “Kamu mengolok-olokanku karena Allah dan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terus menerus datang ke dalam mimpiku?” Pemimpin mereka berkata “Ya, inilah alasan yang sebenarnya, dan kau adalah pembohong.”

Aku berkata kepada diriku bahwa “Umat ini terus membuat permohonan kepada Allah untuk membantu mereka dan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan ini. Tapi saat Allah mengirim seseorang, mereka mengejeknya sebagai sebuah lelucon.”

Aku mulai pergi dari sana dan beberapa orang yang percaya mengikutiku. Sedangkan mereka yang ingkar berkata kepada pendukungku untuk tidak pergi bersamaku dan mengatakan “Itu adalah dosa dan hanya akan membuang-buang waktu.”

Tapi mereka (pendukungku) tidak mendengarkan itu dan mengikutiku, dan mereka datang ke belakangku.
Aku berkata kepada sahabatku bahwa jika orang-orang ini tidak mempercayaiku, Allah akan mengguncang mereka dengan keras.

Hanya beberapa saat, gempa bumi yang kuat datang dan semua orang menjadi takut. Gempa itu sangat kuat dan aku merasa bangunan itu akan runtuh.
Maka aku berkata ke sahabatku “Jika bangunan ini akan runtuh, jangan khawatir. Atapnya terbuka dan Allah akan mengeluarkan kita dan membawa kita ke tempat yang aman.”

Tapi kemudian gempa tersebut berhenti dan banyak orang bersama pemimpin mereka berlari ketakutan. Tak lama setelah itu, pemimpin dan beberapa orang yang bersamanya mulai mengolok- olokku lagi.

Dan aku berkata kepada mereka bahwa “Allah telah mengirim Gempa bumi yang mengerikan dan kau tetaplah tidak mengerti. Dan kau tidak akan pernah mengerti.” Dan bersama dengan itu, Allah muncul dari atas ‘arsy-Nya dengan kemurkaan.

Allah datang kesana dan berfirman dengan kemurkaan yang besar, Allah berfirman bahwa, “Kalian terus saja mengejek Qasim, tangan kalian akan patah dan kalian akan hancur.” Setelah mendengar Suara kemurkaan Allah, aku bangun dan ketakutan. Dan mimpi berakhir disana.

Wallahu a‘lam bish-shawab
MAJELIS GAZA(Tgl. 9 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)