Dalam satu mimpi, Allah mengatakan kepadaku bahwa, “Qasim akan membela Pakistan dan Aku akan menyelamatkan Pakistan.” Dalam mimpiku, Allah ﷻ dan Muhammad ﷺ menuntunku ke jalan yang lurus.
Sejak tahun 2007, Allah ﷻ dan Muhammad ﷺ mulai mengajariku tentang hal-hal yang harus kulakukan. Dan hal-hal yang harus kuhindari. Sebagian besar yang Allah ﷻ dan Muhammad ﷺ perintahkan kepadaku adalah untuk menghindari semua jenis dan bentuk syirik dan Mereka mengajariku bagaimana menjadi manusia yang baik.
Pada bulan April 2014, Allah ﷻ dan Muhammad ﷺ mulai memerintahkan kepadaku dalam mimpiku untuk menyebarkan mimpi-mimpiku kepada semua orang. Dan kemudian aku mulai menyebarkan mimpi-mimpiku kepada anggota keluarga, teman-teman, dan beberapa orang lainnya.
Aku juga menyebarkan mimpi-mimpiku melalui email ke situs resmi Angkatan Darat Pakistan dan situs pemerintah Pakistan. Juga kepada orang-orang terkenal dan pada situs resmi negara-negara Islam. Tapi sepertinya tidak ada yang mempercayaiku atau mimpiku. Dan mereka semua mengabaikanku.
Setelah itu, aku berhenti menyebarkan mimpi-mimpiku. Pada bulan Desember 2014 Nabi Muhammad ﷺ datang dua kali dalam mimpiku dalam semalam. Dan beliau berkata kepadaku, “Qasim, kau harus menyebarkan mimpi-mimpi ini kepada semua orang untuk menyelamatkan Pakistan dan untuk menyelamatkan Islam.”
Aku menjadi bingung dan aku berkata kepada diri sendiri bahwa aku telah menyebarkan mimpi-mimpiku kepada banyak orang. Namun mereka tidak mempercayaiku. Apa lagi yang harus kulakukan?
Kemudian Sekolah Peshawar diserang. Dan aku memikirkan peristiwa itu.
Lalu aku memutuskan untuk menyebarkan mimpi-mimpiku di Internet. Izinkan aku menjelaskan bahwa aku adalah orang yang sederhana dan tidak religius. Wajahku dicukur bersih (tanpa kumis dan jenggot). Aku tidak berdoa secara teratur. Dan aku juga tidak melakukan shalat tahajjud. Aku hanya berbicara yang sebenarnya dan aku tidak berbohong.
Aku tidak tahu mengapa Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ terus datang dalam mimpi-mimpiku. Pada tahun 1994, Allah ﷻ memberitahuku dari langit dan aku masih ingat kata-kata-Nya, “Qasim, janji-janji yang telah Kuberikan kepadamu. Aku benar-benar akan memenuhinya. Dan jika Aku gagal memenuhi janji-Ku, maka Aku bukanlah Raja Seluruh Alam.”
Sejak hari itu, aku telah menantikan Allah ﷻ. Kapankah waktu janji-Nya tiba dan kapan penantianku akan berakhir? Aku tidak berputus asa dari rahmat Allah ﷻ. Setiap kali aku mulai berputus asa maka Allah ﷻ atau Muhammad ﷺ akan datang ke mimpiku dan mengatakan, “Qasim janganlah berputus asa dari rahmat Allah”, “Qasim bersabarlah, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang sabar”, dan “Dan Allah ﷻ adalah Perancang Terbaik segala urusan”. Mereka memotivasiku dengan kata-kata seperti itu sehingga aku menjadi segar/bersemangat kembali.
Pada bulan Januari 2014, Allah ﷻ mengatakan kepadaku, “Qasim, Aku sudah mengujimu selama 20 tahun.”
“Aku ingin melihat apakah kau termasuk orang-orang yang berputus asa dari Rahmat Allah atau tidak.”
Aku melihat mimpi ini di musim panas 2003, Yaitu Allah ﷻ berfirman, “Qasim sebelum tiba saatnya janji-Ku datang. Bahkan jika kau mencelupkan tangan ke emas maka ia akan menjadi debu. Tapi saat janji-Ku tiba. Bahkan jika kau mencelupkan tanganmu ke dalam debu maka debu itu akan berubah menjadi emas dengan kehendak-Ku.”
Aku tidak pernah melihat wujud Allah ﷻ dalam mimpiku, aku hanya merasakan dalam mimpiku, bahwa Allah ﷻ berada di Arsyil Azhim-Nya (Singgasana-Nya).
Bersambung Part 3




