Mimpi Muhammad Qasim mengajak umat pada Tauhid dan memberantas kesyirikan dan segala bentuknya. Keberadaan Muhammad Qasim dan Diki Candra saling terkait dan tidak bisa di pisahkan. Maka tetaplah Bertahan di Majelis Gaza, Muhammad Qasim dan Diki Candra adalah Ujian bagi Umat Islam. Karena Muhammad Qasim kelak akan di baiat paksa oleh sebuah kelompok, bukan atas keinginannya sendiri mencalonkan diri sebagai pemimpin. Mari kita bedah satu persatu.
Dari pola yang sering terjadi perpecahan selama ini, mudah sekali untuk di pelajari hikmah dari setiap kejadian. Mulai awal mula Muhammad Qasim di perintahkan Allahﷻ untuk menyebarkan mimpinya, hingga di berikan bantuan para Helper yang tergabung di majelis Gaza, semua berjalan sesuai pola yang akan merujuk kembali’ pada hadist.
MUHAMMAD QASIM DI TETAPKAN SEBAGAI UTUSAN ALLAHﷻ
Di berikan mimpi kepada Muhammad Qasim berupa Mubasyirat mulai dari kecil hingga dewasa, kejadian itu sudah merupakan tanda bahwa Muhammad Qasim adalah manusia pilihan yang sedang di sembunyikan jati dirinya dari hadapan umat agar semua mau berfikir.
Bagaimana mungkin seorang yang tidak alim di beri mimpi petunjuk, sementara dia jarang sholat meskipun Muhammad Qasim mengaku seorang Sunni. Dari sini manusia yang mau mencari kebenaran pasti akan melibatkan Allahﷻ untuk mencari petunjuk. Namun yang merasa sudah pintar langsung mengambil kesimpulan bahwa mustahil seseorang yang jauh dari ketaatan mendapatkan mimpi petunjuk / mubasyirat.
Namun orang-orang yang menolak Muhammad Qasim sebagai seorang yang di pilih Allahﷻ lupa, bahwa Allah berhak menetapkan siapa saja yang di kehendakiNya. Bahkan seorang pezina sekalipun bisa masuk surga hanya karena kebaikannya memberi minum seekor anak anjing yang notabene pezina adalah manusia yang di pandang rendah dan hina.
Sementara anjing adalah binatang yang di anggap najis dan sering di jadikan umpatan manusia yang bersifat buruk. Tapi faktanya kisah tersebut justru di jadikan salah satu kejadian yang bisa di ambil hikmahnya oleh umat, bahwa Allahﷻ Maha luas ampunannya dan berhak menetapkan siapa saja yang di kehendakiNya sebagai hamba pilihan.
DIKI CANDRA DI TETAPKAN JADI PENDAMPING MUHAMMAD QASIM
Ketika Muhammad Qasim berputus asa menyebarkan mimpinya karena di abaikan semua orang, Allah ﷻ berjanji untuk memberikan bantuan dalam proses penyebaran mimpi tersebut. Hingga akhirnya tergerak hati orang-orang untuk mempercayai mimpi Muhammad Qasim. Tentu saja Allahﷻ yang mengerakkan dan membolak balik hati manusia untuk percaya mimpi tersebut.
Sedangkan Diki Candra salah satu orang yang tergerak mengkaji mimpi tersebut. Sehingga Allahﷻ menetapkan Diki Candra sebagai pelopor kelompok yang ikut membantu penyebaran mimpi Muhammad Qasim. Kelompok Majelis Gaza di bentuk sebagian besar dari mimpi orang-orang yang di temui Rasullullahﷺ dan tergerak keinginan untuk bergabung. Mustahil jika bukan Allahﷻ yang mengarahkan mereka menjadi sebuah kelompok padahal awalnya tidak ada yang saling mengenal.
Dari sinilah awal mula terbentuknya kelompok gabungan beberapa negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan. Karena Allahﷻ menilai Diki Candra memiliki kemampuan yang berpotensi untuk memimpin sebuah kelompok. Selain beliau keturunan dari Raja Mataram, Diki Candra juga memiliki nasab yang sama dengan Muhammad Qasim yaitu keturunan Nabi Muhammad dari jalur Husein, sedangkan Muhammad Qasim keturunan dari jalur Hasan.
Disisi lain, Diki Candra juga memiliki kemampuan strategi yang berpengalaman untuk jadi timses pemilihan pejabat pemerintah, dan memiliki jiwa yang kuat dan tangguh ketika di terpa banyak ujian. Terbukti hingga saat ini majelis Gaza masih berdiri kokoh dan terus berjalan untuk mencapai tujuan utama. Yang perlu di ingat Allahﷻ tidak pernah salah pilih dan Maha bijaksana dalam menetapkan sesuatu.
Seiring waktu berjalan, guncangan mulai datang. Kekuatan dajjal sengaja memecah belah kelompok Majelis Gaza dengan menggunakan fitnah adu domba antara Muhammad Qasim dan Diki Candra. Dari sinilah sesungguhnya ujian di mulai. Ini bukan tentang Muhammad Qasim dan Diki Candra, namun sebetulnya hanya ujian untuk umat Islam yang mau berfikir.
Hingga saat ini majelis Gaza sudah terpecah jadi beberapa bagian.
Sangat jelas itu serangan dajjal yang ingin ada kekuatan lain yang berusaha menggagalkan rencananya. Selain itu sebenarnya ada proses penyaringan orang-orang pilihan yang masuk seleksi jadi pasukan Imam Mahdi kelak.
Dan yang mudah sekali di pelajari, pola perpecahan itu terjadi selalu menggunakan senjata fitnah yang di tujukan kepada Diki Candra. Dan orang-orang yang terkena fitnah adalah orang-orang yang masih punya celah untuk di rasuki fikiran buruk kepada orang lain dan yang masih melanggar perbuatan dosa. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk keluar atau di keluarkan dari majelis Gaza karena suatu kejadian.
DI KAJI DARI SISI TAUHID
Di kaji dari sisi dalil spesifikasi penduduk Uzlah lebih merujuk pada orang-orang yang berpegang teguh dalam ketaatan. Berikut adalah ciri-ciri umat akhir zaman yang di janjikan akan di masukkan ke surga firdaus. Berikut beberapa ciri-ciri orang yang di masukkan ke dalam surga firdaus Qs. Al Mukminun (ayat 1-11)
iman dan amal saleh yang konsisten, dengan amalan spesifik seperti khusyuk dalam salat, menjaga kemaluan, menunaikan zakat, memelihara amanah dan janji, serta menghindari perbuatan sia-sia, sambil memohon langsung kepada Allah agar dimasukkan ke surga tertinggi tersebut, karena Firdaus adalah surga paling utama dan tertinggi, tempatnya di bawah Arasy Allah.
Dan orang-orang di tanah Uzlah lebih cenderung pada kesabaran. Meski dengan fasilitas yang masih apa adanya, mereka tetap ikhlas dan bertahan dalam kesabaran demi memperjuangkan agama Allahﷻ. Berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadits dalam memutuskan setiap langkah. Berikut hadits terkait:
فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ القَبْضِ عَلَى الجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ
“Sesungguhnya di belakang kalian (nanti) ada hari-hari, di mana bersabar pada waktu tersebut seperti halnya memegang bara api.
Orang yang beramal di waktu tersebut seperti (mendapat) pahala 50 orang, yang beramal seperti amal kalian..”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rosulullah..! (mendapatkan) pahala 50 orang dari kami atau dari mereka..?”
Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Pahala 50 orang dari kalian..”
(HR. At-Tirmidzi no. 3058, Ibnu Majah dan Abu Dawud, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Jika Diki Candra maupun Muhammad Qasim masih melakukan beberapa kesalahan dan kebijakan yang belum memenuhi kriteria yang di inginkan, itu sangat wajar. Keduanya masih dalam proses memperbaiki diri. Namun kembali lagi merujuk pada dalil. Umat Islam harus patuh pada pemimpinnya selama tidak di suruh bermaksiat. Berikut salah satu hadits terkait:
Rasulullah ` juga bersabda, “Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” (HR. Bukhari no. 7144)
Orang-orang yang sudah di tetapkan jadi penghuni Tanah Uzlah adalah orang pilihan. Maka bertahanlah untuk berproses menuju kesempurnaan iman dan kemurnian Tauhid. Jika kalian mendapati Diki Candra atau Muhammad Qasim masih memiliki kekurangan, ikhlas lah atas ketetapan Allahﷻ di beri pemimpin seperti itu. Ikhlas dan Tawakkal merupakan bentuk tertinggi dalam keimanan seseorang.
Setidaknya keduanya lebih menegakkan ketaatan sesuai Al Qur’an dan hadits yang mengarahkan kalian pada jalan keselamatan. Jika Allahﷻ menghendaki untuk mengganti kaum lain yang lebih baik, niscaya sangat mudah bagi Allahﷻ.
Wallahu a’lam




