Bukit lebah, Jumat 4 April 2025,Majelis Gaza.
Sudah sebulan ini sejak bulan Ramadan 1446 Hijriyah atau Maret 2025, otoritas pemerintah melalui BMKG, BRIN, juga media mainstream lainnya telah banyak mengabarkan tentang prediksi bencana yang terjadi di Indonesia maupun di dunia. Semakin sering di rasakan gempa dalam sehari lebih dari tiga kali melalui peringatan dari BMKG. Jika mau menelaah semua itu adalah Tanda Azab Allahﷻ Sebagai Pengingat Untuk Manusia
Allahﷻ telah memberikan peringatan Awalan dengan Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo menggucang Myanmar, pada Jum’at (28/03/25). Gempa yang berpusat di wilayah Sagaing Myanmar dan guncangannya terasa hingga bangkok, Cina, India dan Bangladesh.Yang menewaskan kurang lebih 4 ribu korban jiwa dengan kerusakan yang sangat parah. Bencana adalah ayat-ayat Allahﷻ untuk membuka mata hati, pikiran umat muslim agar berpikir dan menganalisis kenapa hal ini terjadi? Dan bersiaplah karena menurut pemberitaan dari BMKG dan BRIN, Indonesia juga akan mengalami gempa dan tsunami yang lebih besar daripada Myanmar, yang berefek pada penenggelaman beberapa pulau di Indonesia. Bencana besar ini juga di mimpikan oleh ribuan orang baik muslim atau non muslim.
Berdasarkan hasil penjaringan mimpi dari ribuan mubasyirat/ mimpi-mimpi yang dialami oleh Muslim maupun non muslim oleh tim penulis mubasyirat dan takwil Mimpi Majelis Gaza, ditemukan banyak sekali tanda dari ayat-ayat Allahﷻ berupa azab yang akan dirasakan oleh seluruh manusia di dunia. Mulai dari bencana gempa, tsunami, huru-hara Al haraj dan al-ahlas, komet yang berjatuhan dari langit, nuklir yang ditembakkan atau kecelakaan nuklir yang terjadi di beberapa negara termasuk di Indonesia, sedemikian detailnya disampaikan dalam mubasyarat mulai dari tanggal, bulan dan tahunnya. Sehingga kita sebagai seorang muslim dan mukmin harus bisa menyikapinya dengan cara berusaha menyelamatkan diri, melindungi diri dan keluarga sebagai bentuk dari taqwa kepada Allahﷻ.
Azab Allahﷻ terjadi sebagai peringatan bagi manusia, karena sudah terlalu banyak kedzaliman, kemungkaran dan kesyirikan yang terjadi di atas muka bumi ini. Sehingga menyebabkan kejadian persis seperti apa yang telah disampaikan oleh Muhammad Qasim dalam mimpinya, bahwa dunia ini dalam keadaan penuh dengan kegelapan.
Syirik memenuhi bumi dan lalainya umat manusia yang tidak pernah mau membuka hati dan pikirannya untuk mengambil pelajaran dari sejarah para utusan Allahﷻ yaitu Nabi dan Rasul-Nya. Azab yang Allahﷻ berikan kepada kaum Nabi dan Rasul yang membangkang terhadap petunjuk-Nya berupa bencana alam seperti banjir, badai, gempa bumi, hujan batu, angin yang panas dan pembalikan bumi untuk menghukum kaum Luth, semua itu adalah hukuman yang pedih untuk manusia yang mengabaikan peringatanNya. Karena sesungguhnya azab Allahﷻ itu sangat keras.
Allahﷻ berfirman:
وَا خْتَا رَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَا تِنَا ۚ فَلَمَّاۤ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَا لَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَـكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِ يَّايَ ۗ اَ تُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَآءُ مِنَّا ۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَـتُكَ ۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَآءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَآءُ ۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَا غْفِرْ لَـنَا وَا رْحَمْنَا وَاَ نْتَ خَيْرُ الْغَا فِرِيْنَ
“Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 155)
Tidak cukupkah genosida di Palestina yang tiada habisnya hingga hari ini? Baru 3 hari lebaran idul Fitri, Israel laknatullah telah memborbardir Gaza Palestina, setiap harinya kurang lebih 100 nyawa melayang yang terdiri dari wanita dan anak-anak. Sampai saat ini korban sudah 1.200 orang yang mati terbunuh dan ratusan orang terluka tapi tidak memiliki akses apapun untuk kesehatan dan makanan. Sehingga dimungkinkan mereka juga akan terbunuh. Maka dari itu Majelis Gaza mengajak semua pembaca untuk terus mendoakan saudara saudara kita di Gaza Palestina dan tetap memboikot semua produk dari negara yang Mendukung genosida.
Tidakkah itu juga membuka mata hati umat Islam untuk mengkaji, menganalisis ayat-ayat Allahﷻ yang nyata terjadi serta menyelamatkan diri dan keluarganya untuk uzlah ke lereng gunung gunung? Menyelamatkan nyawa dan aqidah serta menghindari berbagai fitnah Akhir zaman. Al Qur’an mengajarkan kita untuk beruzlah seperti halnya para pemuda ashabul Kahfi, di dalam goa untuk menyelamatkan nyawa dan aqidah mereka.
وَإِذ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرْفَقًا
Artinya, “Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu,” (Surat Al-Kahfi ayat 16).
Dan Rasulullahﷺ mengatakan bahwa orang yang uzlah pada masa fitnah akhir zaman adalah sebaik-baik manusia, dan menjadi manusia paling utama. Harta paling baik pada zaman itu adalah kambing.
الناسِ في الفِتَنِ رجلٌ آخِذٌ بِعِنانِ فَرَسِه أوْ قال بِرَسَنِ فَرَسِه خلفَ أَعْدَاءِ اللهِ يُخِيفُهُمْ و يُخِيفُونَهُ ، أوْ رجلٌ مُعْتَزِلٌ في بادِيَتِه ، يُؤَدِّي حقَّ اللهِ تَعالَى الذي عليهِ
“Sebaik-baik manusia ketika berhadapan dengan fitnah adalah orang yang memegang tali kekang kudanya menghadapi musuh-musuh Allah. Ia menakuti-nakuti mereka, dan merekapun menakut-nakutinya. Atau seseorang yang mengasingkan diri ke lereng-lereng gunung, demi menunaikan apa yang menjadi hak Allah” (HR. Al Hakim 4/446, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/311).
قال رجلٌ : أيُّ الناسِ أفضلُ ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال ( مؤمنٌ يجاهد بنفسِه ومالِه في سبيلِ اللهِ ) قال : ثم من ؟ قال ( ثم رجلٌ مُعتزلٌ في شِعبٍ من الشِّعابِ . يعبد ربَّه ويدَعُ الناسَ من شرِّه
“Seseorang bertanya kepada Nabi: ‘siapakan manusia yang paling utama wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab: ‘Orang yang berjihad dengan jiwanya dan hartanya di jalan Allah’. Lelaki tadi bertanya lagi: ‘lalu siapa?’. Nabi menjawab: ‘Lalu orang yang mengasingkan diri di lembah-lembah demi untuk menyembah Rabb-nya dan menjauhkan diri dari kebobrokan masyarakat’” (HR. Al Bukhari 7087, Muslim 143).
يُوشِكَ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الرَّجُلِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ
“Hampir-hampir harta seseorang yang paling baik adalah kambing yang ia pelihara di puncak gunung dan lembah, karena ia lari mengasingkan diri demi menyelamatkan agamanya dari fitnah” (HR. Al Bukhari 3300).
Semoga Allahﷻ mudahkan semua langkah kita untuk beruzlah sebagai solusi terbaik yang mendapatkan pahala terbaik dari Allahﷻ, yang semua itu akan kembali pada diri masing masing. La Haula wala quwwata lla billaah.
Waallahu a’lam bisshawab.



