Nabi Muhammad ï·º bersabda: “Jika zaman itu sudah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak berbohong. Dan, sebenar – benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim no. 4200)
Nabi Muhammad ï·º juga bersabda: “itu karena kenabian dan dampaknya akan sangat jauh dari masanya, sehingga orang – orang beriman akan diberikan keringanan dalam bentuk mimpi yang akan membawa mereka beberapa kabar baik atau akan membantu mereka untuk bersabar dan teguh dalam iman mereka.” (HR Al-Bukhari no. 6499; HR Muslim no. 4200)
Al- Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pada akhir zaman mimpi seorang mukmin nyaris tidak mengandung kebohongan. Itu berarti mimpi mereka memiliki sifat dan arti yang jelas sehingga tidak memerlukan penakwilan. Bahkan, mimpi itu benar – benar menjadi kenyataan. Ia berada dengan mimpi orang lain yang membutuhkan penakwilan sehingga mimpi itu harus ditafsirkan oleh seseorang penakwil mimpi.
Yang demikian itu adalah kemurahan dan kompensasi dari Allah ï·» Yang Maha Mengetahui keadaan umat akhir zaman yang semakin lama semakin sulit menelusuri mana yang benar – benar merupakan tuntunan Nabi dan mana yang bukan. Karena itu, sudah selayaknya kita bersyukur kepada Allah ï·» atas petunjuk yang Dia sampaikan kepada kita melalui mimpi benar saudara kita.
bersambung ….




