Translate :

Home / Uncategorized

Senin, 4 Maret 2024 - 20:16 WIB

Maraknya Prostitusi (Perzinaan) Sebagai Tanda Akhir Zaman

Stop Prostitusi

Stop Prostitusi

PROSTITUSI (PERZINAAN) ZAMAN PRA KENABIAN RASULULLAH SAW 

Prostitusi sudah ada berabad-abad sebelum ini. Bahkan sejak sebelum diutusnya Rasulullah Saw. Pada zaman sebelum Rasulullah Saw di utus, prostitusi itu berkedok pernikahan dikalangan bangsa arab jahiliah. Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah Ra bahwa pernikahan dikalangan bangsa arab jahiliyah pada saat itu terdapat 4 macam diantaranya : pernikahan secara spontan, laki-laki memerintahkan kepada istrinya apabila telah suci dari haid untuk bergaul dengan laki-laki lain, poliandri, dan dari sekian banyak laki-laki boleh mendatangi kapan saja perempuan yang dikehendakinya (1 perempuan bergaul dengan banyak laki -laki tanpa ikatan pernikahan). (Dikutip dalam Sirah Nabawiyah oleh Syeikh Shafiyyurrahman). 

Namun pada saat Rasulullah SAW sudah diutus oleh Allah SWT untuk membawa ajaran Islam, beliau menghapus semua jenis pernikahan jahiliyah itu dan memberlakukan pernikahan islami seperti yang kita kenal saat ini. Sehingga sejak saat itu  Rasulullah Saw melindungi hak-hak wanita dan mengangkat derajatnya di tengah masyarakat. 

POSISI WANITA DAN PROSTITUSI DI ERA MODERN 

Setelah wafatnya sang kekasih Allah SWT, Rasullullah Saw. Tidak dapat dipungkiri bahwa prostitusi (perzinaan) itu kembali muncul, bahkan semakin bertambahnya zaman, malah semakin bertambah parah.  Diera modern saat ini, muncul kasus prostitusi yang lebih kompleks dan terang-terangan seperti pornografi melibatksn anak dibawah umur, onlinesex, prostitusi online,dll. Itu menandai kemelorotan akidah,moral,dan akhlak manusia. Manusia sudah kembali lagi ke masa jahiliyah. Bahkan tidak main main, ini sudah digambarkan oleh Rasulullah Saw bahwa salah satu tanda-tanda kiamat, ditandainya dengan kebiasaan manusia yang kembali ke masa jahiliyah termasuk merebaknya prostitusi (perzinaan). 

Baca Juga:  Cafe Piye Kabare Dan Bukit Lebah Ciater,Dua Tempat Kongkow Berbasis Ketahanan Pangan

Hal ini tertuang dalam hadist yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah Saw bersabda ;  

“diantara tanda tanda kiamat adalah ilmu diangkat, kebodohan merebak, zina merajalela, meminum khamar, kaum lelaki banyak yang meninggal sedangkan kaum wanita masih bertahan (bertambah) sehingga selisih antara perempuan dan lelaki lima puluh banding satu.” ( HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, An-nasa’i, dan Ibnu Majah)  

Prostitusi (perzinaan) adalah termasuk  perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Allah SWT yang berbunyi :  

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلً 

Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk … (QS Al Isra’ ayat 32) 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa keadaan manusia saat ini sudah kembali kezaman jahiliyah yang penuh prostitusi (perzinaan). Sedangkan di Indonesia berdasarkan hasil penyelidikan yang di rilis oleh pusiknas polri.go.id SEJAK 2020, Polri menindak 221 anak yang menjadi korban pornografi, prostitusi, dan eksploitasi seksual di seluruh wilayah Indonesia. Para korban berusia dari 0 hingga 17 tahun, baik itu laki-laki maupun perempuan. Data itu didapat dari laporan yang masuk ke EMP Pusiknas Bareskrim Polri pada 1 Januari 2020 hingga 25 September 2023. Data tersebut diakses pada Jumat 29 September 2023. Data menyebutkan 17,13 persen dari jumlah total korban pornografi, pornoaksi, dan eksploitasi seksual itu masih berusia di bawah 17 tahun. 

Baca Juga:  Kunjungan Mendadak Mabes Polri Jakarta Ke Bukit Lebah Ciater

Data pada EMP menunjukkan Polri menindak 1.491 laporan pornografi, prostitusi, dan eksploitasi seksual sejak 2020 hingga 25 September 2023. Pada 2020, jumlah laporan mencapai 270 kasus. Jumlah tersebut menurun pada 2021 menjadi 122 kasus. Namun pada 2022, jumlah tersebut naik hingga lima kali lipat. Sementara pada 2023, selama kurang dari sembilan bulan, Polri telah menindak 67,5 persen kasus pornografi, prostitusi, dan eksploitasi seksual dari jumlah laporan di 2022.Sementara jumlah anak yang menjadi korban pornografi, prostitusi, dan eksploitasi seksual pun cenderung meningkat. Pada 2021, jumlah anak yang menjadi korban sebanyak 20 orang. Jumlah tersebut naik menjadi 103 orang di 2022. Sedangkan sepanjang 2023, sebanyak 79 anak menjadi korban. (Pusiknas polri.go.id). 

Bahkan yang baru baru ini tepatnya di awal tahun 2024 terdapat kasus viral yaitu ditemukannya seorang anak berumur 14 tahun yang dibuang di kawasan Ancol. Dia mengaku dibuang oleh pria berbadan besar yang merupakan orang suruhan mami. Sebelum dibuang anak dibawah umur tersebut di bawa ke jakarta dari kampung halamannya bersama dengan 59 anak dibawah umur lainnya oleh seorang wanita yang mereka panggil mami. Tetapi setibanya di Jakarta mereka malah akan di jual kepada pria-pria hidung belang, si anak dibawah umur tersebut tidak menolak di jual sehingga anak dibawah umur tersebut dibuang di kawasan Ancol. 

Sehingga benarlah yang disampaikan oleh Rasulullah Saw bahwa salah satu tanda akhir zaman akan ditandai dengan kemunculan kembali prostitusi (perzinaan)

Baca Juga

Uncategorized

Muhammad Qasim Memenuhi Lima Syarat Mujaddid

Uncategorized

Islam Terpecah! Salah Satu Sebabnya Yaitu Orang-Orang Terpelajar

Uncategorized

Amalan Seorang Alim Tapi Ahli Neraka

Uncategorized

Islam Sejati Yang Di Tunggu Umat

Uncategorized

Antara Dajjal Dan Bid’ah

Uncategorized

Kehidupan Laksana Bahtera

Uncategorized

Mimpi Muhammad Qasim : Krisis Kian Dekat Dan Penguasa Yang Hanya Pikirkan Dirinya Sendiri

Uncategorized

Hilangkan Penyakit Al Wahn Demi Kebangkitan Islam