Mimpi-mimpi yang disampaikan Muhammad Qasim banyak dibahas karena mengandung simbol-simbol mendalam tentang kondisi umat Islam menjelang akhir zaman. Salah satu mimpi yang paling menarik perhatian adalah tentang Pencarian Rumah Nabi Muhammad ﷺ. Mimpi ini, apabila ditinjau dari berbagai tafsir mimpi dan isyarat hadis, memiliki pesan penting terkait keadaan umat saat ini.

Pencarian Rumah Nabi Muhammad ﷺ: Simbol Kerinduan Akan Petunjuk
Dalam mimpinya, Muhammad Qasim digambarkan mencari rumah Nabi Muhammad ﷺ di sebuah kota yang gelap. Tafsir para ulama tentang “mencari rumah Nabi” dalam mimpi menunjukkan:
-
Kerinduan kepada petunjuk Allah.
-
Keinginan kembali kepada sunnah Nabi yang sejati.
-
Mencari kebenaran hakiki dan risalah yang murni.
Kegelapan kota tersebut melambangkan kondisi umat Islam yang hidup dalam kebingungan, kesesatan, dan hilangnya arah. Banyak sunnah ditinggalkan atau digantikan oleh praktik-praktik baru yang tidak dicontohkan Nabi ﷺ.
Tidak mengherankan jika Nabi ﷺ sendiri bersabda bahwa akan datang suatu masa ketika Islam hanya tinggal nama, sementara hakikat dan amalnya hilang (HR. Al-Baihaqi).
Mimpi ini seakan-akan menunjukkan bahwa zaman itu telah tiba.

Simbol Kegelapan: Syirik, Kebodohan, dan Kerusakan Akhlak
Dalam mimpi tersebut, Qasim melihat rumah-rumah kaum muslimin dalam keadaan gelap dan rusak, sementara bangunan milik nonmuslim justru terang dan kokoh. Hal ini menjadi simbol dari:
-
Kesesatan dan kegelapan akidah, termasuk berbagai bentuk syirik modern.
-
Kerusakan moral dan perpecahan umat.
-
Dominasi teknologi, budaya, dan sistem duniawi dari pihak nonmuslim.
-
Merosotnya peradaban Islam baik dalam adab, kejujuran, maupun etika sosial.
Contoh fenomena nyata saat ini memperlihatkan bagaimana masyarakat lebih mempertuhankan harta, materi, popularitas, dan hiburan. Ulama yang benar mulai jarang diikuti, sementara tokoh-tokoh bermasalah justru diagungkan. Kemaksiatan dinormalisasi, dan kesesatan disebarkan secara terbuka bahkan melalui media sosial.
Rumah Nabi Ibrahim ‘alaihi salam: Cahaya Awal Untuk Menemukan Jalan
Dalam mimpi itu, sebelum menemukan rumah Nabi Muhammad ﷺ, Qasim terlebih dahulu menemukan rumah Nabi Ibrahim ‘alaihi salam yang bercahaya. Ini menandakan:
-
Adanya fase “cahaya awal” sebelum kembali ke sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
-
Bantuan Allah yang diberikan secara bertahap bagi mereka yang mencari kebenaran.
-
Pentingnya kemurnian tauhid sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihi salam sebagai pondasi sebelum kembali pada risalah Nabi Muhammad ﷺ.
Umat Terputus dari Cahaya Kebenaran
Ulama dalam kajian epistemologi Islam menjelaskan bahwa ketika manusia berpaling dari wahyu, mereka akan kehilangan sumber kebenaran. Dalam konteks akhir zaman:
- 1 dari 46 bagian kenabian berupa mubasyirat (mimpi benar) adalah satu-satunya bentuk isyarat ilahi yang tersisa setelah wafatnya Nabi ﷺ.
-
Namun sebagian tokoh agama justru menolak keberadaan mimpi benar, padahal banyak hadis yang menegaskan bahwa mubasyirat tetap terjadi hingga kiamat.
Ketika umat menolak cahaya ini, mereka menjadi lebih mudah diseret hawa nafsu, sistem duniawi, dan fitnah akhir zaman.
Dominasi Sistem Dajjal
Dalam beberapa mimpi Muhammad Qasim lainnya, digambarkan bahwa Dajjal:
-
Sedang membangun sistem global.
-
Menyerap ilmu dari berbagai kelompok.
-
Menyiapkan pengikut dari segala arah, termasuk kelompok ahli bid’ah, kelompok ekstrim, hingga mayoritas perempuan sebagaimana disebut dalam hadis.
Sistem ini berwujud pada dominasi dunia materi, teknologi yang melalaikan, budaya konsumtif, dan struktur sosial yang menjauhkan manusia dari agama.
Mimpi Qasim ini sejalan dengan banyak hadis tentang fitnah Dajjal yang luar biasa kuat, hingga Nabi ﷺ membahasnya berulang-ulang sebagai peringatan.
Akhir Zaman: Kelompok Benar Menjadi Kecil dan Terasing
Banyak hadis menyebut bahwa kelompok yang tetap berada di atas kebenaran pada akhir zaman adalah kelompok kecil yang disebut al-Ghurabā’ (orang-orang terasing). Mereka lebih fokus menjaga iman, bukan memamerkan jumlah.
Namun kebanyakan tokoh masa kini masih menganggap ukuran kebenaran adalah besar kecilnya kelompok, kemeriahan acara, atau popularitas, bukan kesesuaian dengan sunnah.
Kesimpulan
Mimpi Muhammad Qasim tentang pencarian rumah Nabi Muhammad ﷺ adalah simbol yang sangat dalam:
-
Umat sedang gelap dan jauh dari sunnah.
-
Syirik, kebodohan, dan fitnah semakin merajalela.
-
Sistem dunia kini dikuasai pengaruh Dajjal.
-
Kebenaran hanya dipegang kelompok kecil yang tetap teguh pada petunjuk.
-
Cahaya tauhid dan mimpi benar (mubasyirat) adalah bagian dari rahmat Allah sebagai peringatan dan petunjuk di akhir zaman.
Mimpi ini bukan sekadar narasi, tetapi cermin keadaan umat yang perlu direnungkan bersama.



