﷽
SETELAH SELESAI SEMINAR, APAKAH MAJELIS GAZA ISTIRAHAT DULU, MENUNGGU TAKDIRNYA SEPERTI DALAM BANYAK MUBASYIRAT YANG DITERIMA?
TIDAK !!!. Justru SEBALIKNYA, GAZA akan lebih disibukan dengan langkah selanjutnya. Berikut Kegiatan Majelis Gaza Setelah Selesai Seminar:
1). Menyusun karya ilmiah hasill seminar, ditulis dalam 11 Bahasa (Indonesia, Ingris, Arab, Rusia, Urdu, Afrika, China, dll.).
2). Menampilkan karya ilmiah dalam 2 versi, yaitu di jilid dan di buat versi PDF nya.
3). Mengirim karya ilmiah yang di print/di jilid tersebut ke semua pejabat pemerintah, TNI, lembaga-lembaga negera lainnya (terbatas sekitar 100 jilid).
Catatan : Mengapa hanya 100 jilid ? Karena 1 jilid sekitar 150 halaman. Biayanya besar, maka kita buat dan kirim ke pihak pemangku kepentingan saja, yang segala keputusannya mempengaruhi kepentingan masyarakat luas.
4). Mengirim versi PDF, dengan jumlah tidak terbatas ke semua email, semua nomor WA, semua sosmed, baik dalam negeri, maupun luar negeri.
TIDAK TERBATAS?
Ya, tim IT di Bukit Lebah, akan terus berbulan-bulan mencari alamat email, nomor WA dan Sosmed lainnya, baik dalam negeri, maupun luar negeri.
TARGET-TARGET.
A. TARGET STRATEGIS DISTRIBUSI TULISAN ILMIAH.
Tujuan utama dari penyebaran dokumen ilmiah ini ialah memastikan bahwa hasil seminar tidak berhenti sebagai wacana internal, tetapi menjadi arus pengetahuan, kesadaran strategis, dan early warning system untuk bangsa dan dunia.
B. HARAPAN ATAS TUJUAN BESAR SETELAH PENYEBARAN.
Ada lima tujuan besar yang akan tercapai (In shaa Allah) :
1). Menanamkan Kesadaran Nasional bahwa Indonesia Memasuki Fase “Tiga Tahun Penentu” (2026–2029).
Melalui dokumen ilmiah yang sistematis, para pemangku kepentingan akan paham bahwa :
• Indonesia akan memasuki masa transisi geopolitik global,
• Ada pola-pola yang selaras antara mubasyirat, nubuwwat, dan data geopolitik modern,
• Dan bangsa harus mempersiapkan ketahanan, arah baru, dan kepemimpinan spiritual.
2). Menyediakan Early Warning System berbasis data dan nubuwat.
Dokumen ilmiah ini berfungsi sebagai :
• Peta risiko global,
• Peta ancaman terhadap Indonesia,
• Potensi krisis pangan, air, energi,
• Eskalasi Timur Tengah,
• Serta indikasi kebangkitan dari arah Timur.
Dengan landasan ilmiah, analisis geopolitik, dan pembacaan tanda-tanda zaman.
3). Mengokohkan eksistensi Majelis GAZA sebagai Think-Tank Mubasyirat Nasional. In shaa Allah.
Setelah dokumen ini beredar :
• Para pejabat dan akademisi akan melihat bahwa Majelis GAZA bukan hanya kelompok ruhani,
• Tetapi sebuah lembaga pemikir yang mampu memadukan spiritualitas, ilmu, dan strategi nasional.
Ini penting untuk legitimasi jangka panjang dan membangun reputasi.
4).Menawarkan “Third Perspective” (Perspektif Ketiga) : Sudut Pandang yang Tidak Dimiliki Barat dan Timur Tengah.
Sebagian besar think-tank hanya memakai:
• Analisis geopolitik,
• Data ekonomi,
• dan tren militer.
Namun Majelis GAZA membawa perspektif mubasyirat, yaitu :
• Pola mimpi kolektif,
• Pengulangan sejarah kenabian,
• Struktur ruhani Nusantara,
• Tanda-tanda kebangkitan dari Timur.
Ini memberikan Nilai Tambah Strategis bagi penerima laporan.
5).Memulai Jejak Diplomasi Spiritual Indonesia.
Dengan memberikan laporan ini kepada kedutaan besar dan lembaga internasional, Majelis GAZA:
• Memperkenalkan paradigma “Diplomasi Langit”,
• Membuka ruang dialog tentang spiritual geopolitics,
• Menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan moral untuk masa depan dunia.
C. HASIL YANG DIHARAPKAN (OUTPUT & OUTCOME) KHUSUSNYA BAGI INDONESIA.
1).Output Langsung.
Setelah tulisan ilmiah ini disebarkan, output langsung yang tampak adalah :
1.1. Dokumen resmi berbentuk Tulisan Ilmiah / eBook / white paper.
Berisi :
• Ringkasan seminar,
• Peta jalan 2026–2029,
• Analisis ilmiah,
• Rekomendasi kebijakan nasional,
• Pembacaan nubuwwat & mubasyirat (dengan kaidah ilmiah).
1.2. Terciptanya percakapan baru (new discourse).
Di pemerintahan dan lembaga strategis akan muncul diskusi seperti :
• “Apa ini benar pertanda perubahan global?”
• “Bagaimana kita harus bersiap?”
• “Mengapa perspektif Timur begitu kuat dalam laporan ini?”
• Dan lainnya.
2. Harapan Outcome Jangka Menengah (3–6 bulan). In shaa Allah.
2.1. Harapan Peningkatan Awareness di Level Pemerintahan.
Pejabat akan mulai melihat :
• Bahwa narasi kebangkitan Timur memiliki dasar,
• Bahwa perubahan geopolitik sangat cepat,
• Dan Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional.
2.2.Harapan Majelis GAZA diundang dalam forum diskusi strategis.
Misalnya :
• Diskusi kampus,
• Podcast kebangsaan,
• Diskusi terfokus dengan pemerintah / militer,
• Pertemuan informal dengan pemangku kepentingan lainnya.
2.3. Media turut mengangkat “perspektif akhir zaman dari Indonesia”.
Bukan dalam bentuk mistik, tetapi kajian ilmiah-spiritual.
3).Harapan Outcome Jangka Panjang (6–24 bulan).
3.1.Terbentuknya Jaringan Nasional Peneliti Mubasyirat.
Peneliti dari berbagai kampus akan mulai bergabung.
3.2. Harapan Majelis GAZA diajak sebagai mitra Center of Excellence bidang “Spiritual Strategic Studies”, agar nilai-nilai mubasyirat bisa lebih membumi.
3.3. Pemimpin bangsa mulai mempertimbangkan data mubasyirat sebagai moral guidance.
Bukan untuk mengganti syariat atau ilmu modern,
tapi sebagai kompas etik menghadapi badai zaman.
3.4. Penguatan kesadaran umum bahwa kebangkitan dari Timur adalah peluang sejarah Indonesia dan sebagian besar bangsa akan bersiap menghadapinya.
D. MANFAAT KHUSUS BAGI INDONESIA.
Laporan ilmiah ini membantu:
1). Membangkitkan optimisme nasional,
2). Memperkuat identitas Indonesia sebagai “jantung Timur”,
3). Dan mendorong arah kebijakan lebih visioner di masa krisis global.
E. MANFAAT KHUSUS BAGI MAJELIS GAZA.
1). Peningkatan reputasi dan kredibilitas akademik, tentang dakwah mubasyirat.
2). Penguatan peran dalam dakwah ghuroba & pembinaan uzlah.
3). Menjadi rujukan nilai, moral, dan strategi akhir zaman.
4). Membuka akses dialog dengan elite pemerintahan dan internasional.
5). Penguatan jaringan kaderisasi dan relawan ruhani.
MAJELIS GAZA
(Diki Candra)
20 November 2025



