﷽
Maklumat Majelis Gaza ke-10 / 2026.
KLARIFIKASI TOTAL ATAS NARASI PALSU (FITNAH-FITNAH), YANG DIARAHKAN KE TANAH UZLAH MAJELIS GAZA
Atas fitnah berat yang terakhir (dibahas di Bab 5) dan berbagai isu/fitnah lainnya yang ditujukan kepada keadaan Tanah Uzlah, kami:
– Diki Candra (Ketua Majelis GAZA),
– Ustadz Abu Ukasyah (Amir Tanah Uzlah),
– Serta 70 orang penghuni Tanah Uzlah yang dewasa, yang sehari-hari merasakan A–Z hidup bersama, yang setiap hari bermusyawarah, sehingga istilahnya tidak ada daun pohon yang jatuh yang tidak kami ketahui,
Dengan ini menyatakan demi Allah bahwa :
PERTAMA (1) :
KEADAAN YANG SEBENARNYA DI TANAH UZLAH.
1). Dalam keseharian, secara konsisten, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, dengan sungguh-sungguh kami terus berusaha mendekati kehidupan yang dicontohkan para tabi’in, para sahabat, dan cara hidup seperti Rasulullah ﷺ.
2). Yang kami sedang kejar adalah bagaimana kami semua bisa bermahabbah kepada Allah, melahirkan ketaatan hanya kepada Allah, bukan sekadar perasaan.
3). Alhamdulillah, semua merasakan persaudaraan yang luar biasa, padahal kami semua diawali tidak saling kenal dan berasal dari karakter yang berbeda-beda.
4). Alhamdulillah, tidak ada satu pun kegiatan di Tanah Uzlah yang berbau komersial. Setiap detik muamalah yang kami lakukan hanya untuk mencari ridha Allah. Dan Alhamdulillah, janji Allah itu benar; kami merasakan bisa bertahan sampai hari ini karena pertolongan Allah.
5). Para penghuni yang ada saat ini sudah sangat terlihat sebagai orang-orang yang telah tersaring, yaitu orang-orang yang taat kepada Allah dengan mengikuti seluruh ibadah, taat kepada amir uzlah, dan sejak awal terlihat niatnya kuat, tulus, serta meniatkan diri menjadi pejuang.
6). Bagi yang mengikuti dari awal sampai hari ini, justru keadaan Tanah Uzlah saat ini adalah keadaannya jauh lebih baik dari semua sisi, karena banyak dibimbing langsung oleh Allah melalui mubasyirat tentang bagaimana kami harus memperbaiki diri.
KEDUA (2) :
UJIAN-UJIAN YANG DIALAMI DI TANAH UZLAH
1). Dari banyak mimpi benar dari Allah, GAZA/Tanah Uzlah dari fase ke fase akan terus diuji sampai takdirnya tercapai, baik secara organisasi maupun secara perorangan para penghuninya.
2). Benar bahwa secara personal, sejak awal terdapat banyak ujian atau peristiwa, sehingga ada yang dikeluarkan karena pelanggaran berat, atau karena ketidakpatuhan terhadap aturan, dan/atau mundur karena tidak mampu mengikuti kewajiban yang ada, serta banyak hal lainnya yang dibahas di Bab ……
KETIGA (3) :
MAJELIS GAZA DAN TANAH UZLAH MEMEGANG PRINSIP DASAR ISLAM.
1). Prinsip dasar dalam Islam: menutup aib orang yang dikeluarkan atau karena sebab lainnya adalah kewajiban.
2). Selama ini, semua kekeliruan yang dibuat oleh siapa pun yang pernah tinggal di Tanah Uzlah kami upayakan tidak dibuka keluar, kecuali dibahas secara internal di antara para penghuni.
Jika pun terpaksa disampaikan di grup, hal itu dilakukan karena beberapa sebab :
1). Untuk mencegah berulangnya peristiwa.
2). Karena pihak yang keluar dari Tanah Uzlah melakukan fitnah terang-terangan di media sosial.
3). Untuk mencegah kemungkaran lainnya.
Allah berfirman: “Sesungguhnya *orang-orang yang ingin agar perbuatan keji itu tersebar* di tengah orang-orang beriman, *bagi mereka azab yang pedih* di dunia dan di akhirat.” (QS. An-Nūr: 19)
Ayat ini sangat tegas :
– Sekadar ingin menyebarkan saja sudah diancam azab, apalagi benar-benar menyebarkannya.
– Banyak kasus baru sebatas kabar burung, namun sudah disampaikan kepada orang lain.
KEEMPAT (4) :
BERBAGAI FITNAH, PERISTIWA, DAN KASUS YANG PERNAH TERJADI DI TANAH UZLAH
Berbagai fitnah, peristiwa, dan kasus pernah terjadi sejak awal Tanah Uzlah berdiri, yang mengakibatkan orang-orang tersebut keluar atau dikeluarkan dari Tanah Uzlah. Anehnya, orang-orang yang dikeluarkan atau keluar sendiri tersebut —meskipun tidak semuanya— justru memfitnah Tanah Uzlah dengan fitnah yang kadang tidak masuk akal sehat.
Berbagai peristiwa tersebut antara lain sebagai berikut :
1). Diketahui melakukan dosa besar yang dilaknat Allah (walaupun kasus ini sangat langka, namun pernah terjadi). Contoh fitnah terbaru dijelaskan khusus di Bab Kelima (5).
2). Mencuri uang penghuni lainnya lalu menghilang tanpa jejak.
3). Menyunat infaq dari para helper dengan cara dana masuk terlebih dahulu ke rekening pribadi, kemudian baru ditransfer ke rekening GAZA.
4). Malas atau jarang melakukan kewajiban ibadah pokok, misalnya jarang ikut shalat wajib berjamaah, apalagi tahajud (yang lebih langka lagi), serta kegiatan lainnya, padahal sudah terus diingatkan dengan kesabaran yang sangat tinggi.
5). Merokok terus-menerus walaupun sudah sampai batas toleransi.
6). Masih tersangkut urusan riba (kartu kredit dan lainnya).
7). Saat uzlah tidak memiliki niat yang kuat untuk dididik menjadi pejuang, atau memiliki niat yang salah.
8). Memiliki berbagai karakter negatif atau ego yang tinggi dan tidak bisa menghilangkannya (tidak ada perubahan, padahal sudah diberi kesempatan yang cukup).
9). Sering ribut dengan sesama penghuni, sesama suami istri, dan lain-lain, yang intinya tidak bisa menahan diri atau menyesuaikan diri.
10). Karena beberapa masalah pada poin-poin di atas, akhirnya menjadi tidak betah dengan sendirinya.
11). Berbagai dosa, masalah, persoalan, dan kasus lainnya yang intinya tidak bisa mengikuti aturan serta tidak mampu bersosialisasi hidup di Tanah Uzlah.
Sedangkan fitnah-fitnah yang pernah dialami antara lain sebagai berikut :
12). Tuduhan bahwa di Tanah Uzlah bebas berganti pasangan.
13). Tuduhan bahwa semua pernikahan yang terjadi di sini tidak sah dan dianggap bahwa semua orang di sini tidak paham agama.
14). Fitnah yang relatif masih baru, yaitu tuduhan bahwa Tanah Uzlah penuh dengan kebohongan (dituduhkan oleh Sdr. Mahadi). Namun ketika ditanya apa kebohongan tersebut, tidak bisa menjelaskan, dan jawabannya agar menghubungi Ustadz Dede Hikayat. Dari sini dapat dipahami dari mana sumbernya.
15). Ketua GAZA telah lama menerima mimpi agar melepas dua sawahnya. Dari fakta keseharian, petunjuk tersebut sangat selaras. Ini seperti peristiwa Nabi Ibrahim AS yang harus ridha anaknya disembelih oleh bapaknya sendiri. Demikian pula Ketua GAZA harus melepaskan yang selama ini mendampingi.
Walaupun secara syariat alasan sudah kuat, tetap berusaha memperbaiki keduanya. Namun ternyata sulit.
Dengan berlandaskan syariat dan adanya petunjuk baru lainnya yang sejalan, maka demi perjuangan ini, perpisahan pun tidak bisa diela kkan. Akan tetapi, cerita yang beredar di luar justru dibalik oleh para ahli fitnah.
16. Berbagai fitnah lainnya yang sejak Tanah Uzlah berdiri sampai saat ini terus silih berganti tanpa henti.
CATATAN :
Hal yang luar biasa, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kami, adalah bahwa hampir semua kejadian —baik positif maupun negatif— sebelum peristiwa itu terjadi, mayoritas telah Allah beritahukan melalui mimpi-mimpi, baik yang dialami oleh yang belum uzlah maupun yang sudah uzlah. Dan 100% terjadi sesuai mimpinya.
Mimpi-mimpi tersebut tidak pernah dibagikan di grup, namun untuk mimpi-mimpi tertentu dibahas di hadapan penghuni Tanah Uzlah agar menjadi peringatan.
Namun hampir semua peristiwa tersebut sulit dihindari, walaupun saya sebagai leader sudah berusaha agar mimpi-mimpi itu tidak terjadi.
KELIMA (5):
FITNAH TERJADI SODOMI MASAL DI TANAH UZLAH
Fitnah keji ini disampaikan melalui nomor HP +628985495… (tiga nomor terakhir tidak terlihat dalam screenshot). Ketika nomor tersebut diketik, di HP saya muncul satu nama, yaitu Ustadz Abu … (sengaja tidak dibuka seluruhnya, sehingga bisa saja tiga nomor terakhir tersebut bukan nomor nya).
Screenshot percakapan yang isinya disalin di bawah ini dipajang di status WhatsApp seseorang, sehingga banyak orang yang melihatnya, dan tidak sedikit pula yang mengunduh atau melakukan screenshot.
Screenshot tersebut tidak saya bagikan karena khawatir disebarkan tanpa penjelasan dan justru menambah dosa jariyah.
Namun screenshot tersebut diperlihatkan dalam musyawarah di Tanah Uzlah. Teks percakapan WhatsApp tersebut adalah sebagai berikut :
+628985495…
Assalamualaikum. Afwan ana belum bisa jawab umm, namun kesabaranlah yang dapat kita kerjakan hari ini hingga menuai hasil.
Perkembangan di Bukit Lebah sekarang menuai masalah yang lebih kompleks lagi, sebab ada dari beberapa anggota Bukit Lebah melakukan sodomi kepada remaja di sana. Bahkan korban sodomi sekarang ikut menyodomi teman yang lain.
Yang dibilang mereka Bukit Lebah adalah tanah yang dilindungi, namun kenyataannya Allah beri banyak masalah dan banyak kemaksiatan di sana.
+62………
Ana hanya bisa mendoakan *agar Diki segera ditangkap dan diadili agar tidak ada korban berjatuhan lagi.*
+628985495…
Semoga doa-doa kita dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla.
PENJELASAN :
Yang sebenarnya terjadi adalah :
– Setelah ketahuan dan atas pengakuannya, kelainan tersebut adalah bawaan sejak lama karena pernah menjadi korban. Setelah tinggal di Bukit Lebah, ia berniat ingin sembuh dari kelainan tersebut.
– Setelah disidang oleh tiga leader di Bukit Lebah, ia mengakui perbuatannya dan langsung dikeluarkan pada hari itu juga. Namun anak kandungnya sampai hari ini tetap berada di Bukit Lebah dan belajar seperti anak-anak lainnya.
– Atas kejadian tersebut, seluruh tim di Bukit Lebah telah melakukan langkah-langkah agar tidak terulang kembali di masa depan.
– Kejadian tersebut hanya sampai di situ dan tidak ada kejadian lain sebagaimana digambarkan (fitnah) dalam isi chat tersebut.
– Dengan demikian, tambahan-tambahan pernyataan lainnya dalam chat di atas adalah bohong atau fitnah.
SUDAH DIMIMPIKAN 1 TAHUN SEBELUMNYA.
Sesungguhnya terhadap sosok bermasalah tersebut, sudah dimimpikan satu tahun sebelumnya bahwa sosok itu akan dimakan buaya. Namun saya yang menerima mimpi tersebut hanya bisa berusaha mengingatkan dalam setiap briefing agar semua menjaga diri, tidak berbuat salah, dan saling mengawasi, agar peristiwa “dimakan buaya” (terkena fitnah atau sihir dajjal) tidak terjadi.
PENUTUP.
Kami menyampaikan klarifikasi ini bukan untuk membela diri, melainkan untuk menegakkan kebenaran, menghentikan fitnah, dan menjaga amanah di hadapan Allah.
Wallāhu a‘lam.
30 Januari 2026
MAJELIS GAZA
(Diki Candra & Ustadz Abu Ukasyah)




