Berikut adalah perbedaan Antara Janji, Peringatan dan Kenyataan Bagi Umat Islam Akhir Zaman yang di uraikan dengan disertai beberapa dalil terkait.
1. Janji Rasulullah ﷺ: Akan Ada 12 Pemimpin dari Quraisy
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan ada setelahku 12 Amir (pemimpin) dari suku Quraisy.”
(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain beliau bersabda:
“Agama ini akan terus tegak hingga datangnya 12 khalifah, semuanya dari suku Quraisy.”
(HR. Muslim)
Hadits ini memberi gambaran bahwa kekuatan Islam akan terjaga selama masa 12 pemimpin ini. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai siapa mereka. Ada yang menafsirkannya sebagai rangkaian khalifah sejak Abu Bakar hingga pemerintahan Bani Abbasiyah, atau bahkan bisa melebar kepada fase-fase simbolik hingga zaman akhir, sebelum munculnya Al-Mahdi.
2. Perubahan Umat Setelah Tahun 60 Hijriah
Dalam satu riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan datang setelah tahun 60 H, satu generasi yang meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat, niscaya mereka akan menemui kebinasaan. Kemudian, pada 60 tahun kedua setelah yang pertama, akan datang satu generasi yang membaca Al-Qur’an, tetapi hanya sampai di kerongkongan mereka. Saat itu, orang yang membaca Al-Qur’an dikelompokkan dalam tiga golongan: orang munafik, orang berbuat nista, dan orang mukmin yang mempercayai kandungannya.”
Ini menandakan bahwa sejak sekitar tahun 60-an Hijriah, perubahan besar mulai terjadi dalam tubuh umat Islam. Mereka mulai lalai terhadap shalat, lebih mementingkan syahwat, dunia, dan mulai munculnya penyimpangan besar dari Al-Qur’an dan ajaran Islam.
3. Islam Tinggal Namanya, Al-Qur’an Tinggal Tulisan
Diperkuat dengan hadis Rasulullah ﷺ:
“Di akhir zaman, tidak ada yang tersisa dari Islam kecuali namanya, dan tidak ada yang tersisa dari Al-Qur’an kecuali tulisannya. Masjid-masjid mereka megah, namun kosong dari petunjuk. Ulama mereka adalah seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit. Dari mereka keluar fitnah dan fitnah itu kembali kepada mereka.”
(HR. Al-Baihaqi dan Abu Dawud)
Orang-orang yang selamat di masa itu disebut Al-Ghuraba’ — orang asing, yang tetap berusaha memperbaiki kerusakan agama yang telah terjadi.
4. Hadis Tentang Fitnah dan Penyeru Neraka
Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu:
“Akan datang suatu kaum yang menyeru bukan dengan petunjukku. Kamu akan mengenali mereka namun kamu juga akan menolaknya. Mereka adalah penyeru di depan pintu neraka Jahannam. Siapa yang mematuhi mereka, dia akan masuk ke dalamnya.”
(HR. Al-Bukhari, Al-Fitan, bab: Kaifa Al-Amru Idza Lam Takun Jama’ah, no. 7084)
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa akan datang setelah kebaikan, keburukan lagi, dan begitu seterusnya. Puncaknya adalah saat muncul penyeru-penyeru yang menyesatkan umat.
By: Zk




