Berikut adalah ungkapan isi hati seorang Helper yang saat ini sudah tinggal di tanah Uzlah Bukit Lebah. Melalui pesan yang di sampaikan lewat puisi beserta beberapa sumber terkait untuk memperingatkan umat.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Wahai jiwa yang masih hidup…
Dengarlah…
Dengarlah dengan hatimu…
Dunia ini… sedang ditimpa kemurkaan yang tersembunyi.
Bukan karena senjata…
Bukan karena musuh…
Tapi… karena umat ini mendustakan peringatan dari Tuhannya.
> Dan siapa yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, lalu dia berpaling darinya, dan melupakan apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya?…”
(QS. Al-Kahfi: 57)
Lihatlah…
Hari ini langit tidak lagi tersenyum…
Bumi tak lagi tenang…
Negeri-negeri Islam terbakar…
Darah tumpah…
Anak-anak menjadi yatim…
Jutaan manusia kehilangan rumah… kehilangan harapan…
Kenapa…?
Karena mereka… menolak… mendustakan… berpaling… dari pesan-pesan yang Allah turunkan…
Allahﷻ berseru kepada Muhammad Qasim dalam mimpinya:
Qasim, jika mereka tidak percaya…
Maka Aku akan mengguncang mereka dengan keras…
Aku akan membuat mereka bertempur satu sama lain…
Dan selama mereka tidak mempercayaimu, mereka akan senantiasa bertempur…
Apakah ini hanya mimpi…?
Ataukah ini…
Suara dari langit… yang manusia abaikan…?
Ingatlah kisah-kisah umat terdahulu…
Kaum Nuh…
Ditenggelamkan air, karena mendustakan peringatan.
Kaum ‘Aad…
Diterbangkan angin topan 7 malam 8 hari, karena mendustakan peringatan.
Kaum Tsamud…
Dibinasakan petir dan gempa, karena mendustakan peringatan.
Fir’aun…
Ditenggelamkan laut, karena menolak pesan Tuhan.
> “Dan Allah tidaklah menzalimi mereka… tapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.”
(QS. Al-Ankabut: 40)
Dan hari ini…
Umat Nabi Muhammad ﷺ…
Mengulangi kesalahan yang sama…
Fitnah terbesar itu bukan perang… bukan krisis…
Tapi…
Fitnah terbesar adalah ketika manusia tidak lagi percaya kepada suara langit…
Ketika hati menjadi buta…
Ketika akal tertutup oleh cinta dunia…
> Bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada.”
(QS. Al-Hajj: 46)
Dajjal tidak datang sendirian…
Dia datang membawa sistem…
Sistem yang membutakan hati…
Sistem yang menjauhkan manusia dari Allah…
Sistem yang membuat manusia menolak peringatan dari langit…
Tapi… dengarkan ini…
Ketika mereka yang menolak…
Mereka yang menghina…
Mereka yang menghalangi orang lain untuk percaya…
Akhirnya… satu demi satu mereka terpaksa tunduk…
Tunduk bukan karena cinta…
Tapi karena mereka melihat…
Dunia ini hancur persis seperti yang Qasim lihat dalam mimpinya…
> Dan kemudian mereka beriman… dan mereka memberitahu seluruh dunia tentang mimpi-mimpiku.
(Mimpi Muhammad Qasim, 22 September 2015)
Saat itu…
Gelombang cahaya mulai menyebar…
Mimpi-mimpi itu menjadi mercusuar…
Menyelamatkan mereka yang masih memiliki sisa iman…
TAPI INGAT…
Apakah harus menunggu dunia hancur dulu…?
Apakah harus menunggu lebih banyak darah…?
Lebih banyak anak-anak menangis…?
Lebih banyak negeri terbakar…?
Atau…
Apakah engkau akan bangkit sekarang…?
> Allahﷻ adalah Pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya…”
(QS. Al-Baqarah: 257)
PILIHAN ITU DI TANGANMU…
Tetap menjadi bagian dari mereka yang lupa…
Atau berdiri… menjadi bagian dari benteng terakhir tauhid…
Bersama panji Imam Mahdi…
Bersama Nabi Isa ‘alaihissalam…
Menutup sejarah dunia…
Dengan cahaya, bukan dengan kegelapan.
Bangkitlah… sebelum langit benar-benar menutup pintunya…
Dan bumi ini hanya menyisakan gelap, tangis, dan penyesalan…
Oleh: Zk




