Menganalisis Keberadaan Imam Mahdi

Seperti kita ketahui bahwa kecerdasan itu memiliki empat tahapan mulai dari menghafal, memahami, menerapkan, hingga menganalisis. Analisis adalah proses penguraian atau pemecahan suatu masalah atau data menjadi bagian-bagian lebih kecil untuk memahami dan mengevaluasi secara lebih mendalam. Untuk itu Majelis Gaza mengajak umat untuk berfikir cerdas dalam Menganalisis Keberadaan Imam Mahdi dan akhir zaman.

Saat ini jumlah umat muslim hampir mencapai 2 miliar, tapi tidak banyak yang mau berpikir sampai tingkat menganalisis. Umat muslim sekarang hanya sampai menghafal dan malas berpikir walaupun dahulu kala muslim adalah scientist yang berpikir rasional dan analisis yang tajam, memiliki kecerdasan di atas rata-rata sehingga mampu membuat penemuan berbagai macam teknologi yang saat ini sekarang ini bisa kita rasakan.

Apa hubungannya kecerdasan seorang muslim dalam tingkatan menghafal sampai tingkatan menganalisis dengan kondisi zaman dan Mujadid yang muncul tapi tidak disadari? Karena tingkat kecerdasan yang di miliki baru sampai menghafal. Menghafal Quran, menghafal hadits, tapi tidak dipahami arti dan hubungan saling kait mengait antara hadits yang satu dengan yang lainnya.

Sebenarnya kedudukan hadits-hadits yang sebenarnya bisa menjadi tolok ukur dan solusi sebagai sejarah yang berulang, cara berpikir dan mengemas suatu kejadian berdasarkan tingkatannya tidak dilakukan umat Islam saat ini. Sehingga banyak muslim tidak mengerti Ke mana arahnya dia hanya ikut saja seperti buih di lautan.

Menghafal Al-Qur’an dan hadits tanpa menganalisis menjadikan salah satu sebab ketidak tahuan kedatangan Al Mahdi sebagai mujadid karena tidaktahuan keterkaitan hadits satu dengan yang lainnya. Bahkan cenderung menolak dan penolakannya persis sama dengan penolakan para utusan Allahﷻ sebelumnya. Padahal ciri-ciri setiap utusan Allahﷻ yang hadir di muka bumi pasti membawa pesan untuk memurnikan Tauhid serta menjauhkan semua umat dari kesyirikan.

Baca Juga:  Tinggal Menunggu Proses Penyatuan Helper, Babak Selanjutnya Akan Segera di Mulai

Sebagaimana pengingkaran kaum Nabi Nuh عَلَیهِ‌ السَّلام yang menolak ajarannya dan menganggapnya sebagai orang gila. Mereka juga mengejek dan menghina Nabi Nuh عَلَیهِ‌ السَّلام. Begitu pula terjadi pada Nabi-nabi yang lain termasuk Nabi Muhammadﷺ.

Setiap utusan Allahﷻ itu pasti diejek, dihina dan ditentang oleh kaumnya karena membawa pembaharuan untuk kembali kepada tauhid seperti dalam surat al-a’raf ayat 59 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ اِنِّيْۤ اَخَا فُ عَلَيْكُمْ عَذَا بَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

“Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat).””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 59)

Rendahnya kemampuan menganalisis umat muslim saat ini karena pengaruh dari ceramah-ceramah para ustadz Yang sepertinya sudah ter-freming dalam kurikulum. Contohnya, jika saat ini momennya adalah lebaran maka ceramahnya adalah lebaran jika momennya adalah haji maka ceramahnya adalah tentang haji dan itu terus yang direkam dan dicerna oleh umat Islam sehingga mereka sebenarnya juga sudah hafal a sampai z tentang penyampaian tersebut.

Baca Juga:  Diperlukan Energi dan Perjuangan untuk Meraih Kemenangan

sehingga kemampuan berpikir mereka untuk menganalisis suatu kejadian berdasarkan hadits dan Al Quran tidak terjadi inilah salah satu fenomena ketertinggalan umat Islam saat ini yang akhirnya menghancurkan umat Islam saat ini sendiri. Dan inilah Mengapa Islam menjadi asing dan tidak berkualitas.

Maka ketika Muhammad Qasim tampil menyebarkan mimpinya banyak sekali umat Islam yang tidak mampu mengenalinya sebagai Al Mahdi. Salah satu sebabnya karena mereka kurang mempelajari hadits-hadits akhir zaman. Mereka terlalu mengabaikan tentang kondisi dunia saat ini. Mereka terlena dengan dunianya sendiri sehingga ketika kiamat sudah di depan mata mereka masih dalam pekerjaannya masing-masing.

Majelis Gaza mengajak seluruh umat muslim untuk membuka mata dan pikiran untuk mempelajari apa yang sudah dihafal dari hadits, serta melihat tanda alam dari Allahﷻ yang saat ini terjadi, untuk mempersiapkan diri bahwa marabahaya di depan mata .

Sebagaimana yang fi sampaikan dalam hadits, untuk menyelamatkan diri dari keadaan tersebut agar umat Islam beruzlah menyelamatkan diri dan agamanya. Hijrah ke tempat yang lebih tinggi ke atas gunung-gunung. Sikap uzlah untuk menyelamatkan diri dan agamanya adalah jihad terbesar saat ini sebagai seorang muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)