Allahﷻ yang Menciptakan Mimpi Muhammad Qasim

Dalam salah satu mimpi Muhammad Qasim, ada pernyataan bahwa Allahﷻ yang Menciptakan Mimpi Muhammad Qasim. Ini semua bukan karangan Muhammad Qasim. Jika di tanya di tempat lain pun, apa yang di sampaikan Muhammad Qasim tetap sama. Itu menunjukkan bahwa Muhammad Qasim tidak berbohong dengan pernyataannya. Berikut penggalan dari mimpi Muhammad Qasim terkait pernyataan tersebut.

Dalam mimpinya, Muhammad Qasim mendengar pernyataan agung dari Allah:
“bahkan jika setan, jin, dan manusia bersatu, mereka tidak dapat membuat mimpi seperti itu.”

Ini sejajar dengan firman Allah ﷻ dalam Al-Qur’an:
Dan jika kamu (wahai manusia) berada dalam keraguan terhadap (kebenaran) Al-Qur’an yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat yang semisal dengannya…”
(QS. Al-Baqarah: 23)

Jika ayat-ayat Allahﷻ tidak bisa ditandingi, maka bagaimana mungkin mimpi yang berasal dari-Nya bisa diciptakan oleh akal manusia?

Ruhaniyah Para Sahabat & Ulama Tentang Mimpi

Imam Ibn Qayyim al-Jauziyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan:
“Kadang ruh manusia di malam hari naik ke alam tinggi dan disingkapkan kepadanya hakikat-hakikat yang tersembunyi. Ini termasuk karunia Allah yang hanya diberikan pada hamba yang dicintai-Nya.”

Dan Abdullah bin Umar berkata:
“Sesungguhnya mimpi seorang mukmin adalah bagian dari wahyu.”
(HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya)

Baca Juga:  Stop Kibarkan Bendera Simbol Setan

Mengapa Mimpi Ini Menggetarkan Jiwa?
Karena mimpi ini bukan hanya cerita, tetapi seruan. Bukan hanya pengalaman pribadi—tetapi amanat langit. Ia datang dalam waktu yang tepat, yaitu ketika umat berada di ambang fitnah, keraguan, dan perpecahan.

Dalam mimpi-mimpinya, Muhammad Qasim melihat runtuhnya kekuatan Islam, kebangkitan kegelapan, dan kemudian—dengan pertolongan Allah—Islam kembali bersinar dari Timur. Ini mengingatkan pada sabda Rasulullah ﷺ:

Berikut hadits terkait:
Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya.
(HR. al-Bukhari, 1876)

Akan datang dari arah Timur panji-panji hitam, tidak ada seorang pun yang mampu menghalanginya hingga panji itu dikibarkan di Iliya (Baitul Maqdis).
(HR. Ibnu Majah)

Ulama Besar Mendalami Fenomena Ruhani

Imam al-Ghazali dalam al-Munqidz min adh-Dhalal berkata:
Ada ilmu yang tidak diperoleh melalui hafalan atau diskusi, tapi dibuka oleh Allah langsung dalam hati seorang hamba. Seperti sinar yang masuk ke dalam dada dan menyinari segala yang tersembunyi.

Apakah ini bukan isyarat bagi kita untuk merenungi bahwa mungkin, mimpi Muhammad Qasim adalah sinar itu?

Baca Juga:  Darul Hikmah Ke 2 Akan Dibangun Di bukit Lebah Ciater "Majelis Gaza"

Untuk Mereka yang Merindukan Akhir Zaman dengan Cahaya

Bagi mereka yang sedang uzlah?
Bagi hati yang mulai lelah melihat dunia, dan ruh-ruh yang menantikan Imam Mahdi dan pertolongan Allahﷻ, maka mimpi ini adalah pelita dalam gelap.
Ia mengetuk pintu hati, bukan dengan logika semata, tapi dengan cahaya ruhani.

Mimpi Ini Bukan Sekadar Mimpi

Ia adalah seruan dari langit, untuk generasi yang letih dalam kebatilan.
Ia adalah amanat dari Allah, bahwa kemenangan bukan melalui kekuatan semata, tapi melalui hidayah dan sabar.

Seperti firman Allah ﷻ:
Dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, selama mereka bersabar dan meyakini ayat-ayat Kami.”
(QS. As-Sajdah: 24)

Wahai jiwa yang rindu pada cahaya.
Renungilah…
Barangkali inilah saatnya kita bangkit, bukan hanya dengan ilmu, tapi dengan hati yang terbuka kepada peringatan ilahi—yang turun lewat mimpi seorang hamba pilihan…

Karena saat dunia tertutup bagi wahyu, kadang Allah mengetuk melalui mimpi…
Dan mungkin, ini bukan hanya mimpi Muhammad Qasim—tapi peringatan untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)