Nabi Muhammad ﷺ sudah mengisyaratkan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok pemahaman yang berbeda satu sama lain, dan perbedaannya sangat tajam. Dan hari ini kita bisa melihat faktanya. Apa yang Nabi sampaikan itu benar-benar terjadi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu.”
Para sahabat bertanya, “Siapakah yang satu itu wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Yang mengikuti aku dan para sahabatku.”
(HR. Tirmidzi no. 2641, hasan sahih)
Sekarang pertanyaannya, siapa yang membuat kelompok-kelompok itu?
Jawabannya: orang-orang pintar.
Mereka menguasai Al-Qur’an.
Mereka menguasai hadis.
Dan justru dengan penguasaan itu, mereka membentuk kelompok-kelompok pemahaman.
Kenapa bisa demikian?
Karena meninggalkan satu hal yang paling penting, yaitu petunjuk Allah.

Manusia di akhir zaman ini terseret ke dalam sistem Dajjal.
Ciri sistem Dajjal adalah:
mengandalkan pemikiran,
mengandalkan kepintaran,
mengandalkan akal dan logika,
tetapi tidak dibimbing oleh petunjuk dari Allah.
Itulah sebabnya orang bisa menguasai Al-Qur’an dan hadis, tetapi tetap tersesat.
Karena Al-Qur’an dan hadis dibaca dengan akal, ditafsirkan dengan kepentingan, tanpa petunjuk dari Allah.
Dan semua itu terjadi bukan karena kurangnya ilmu,
tetapi karena hilangnya petunjuk dari Allah.
Rasulullah ﷺ sudah mengingatkan:
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya langsung dari manusia, tetapi Allah mencabut ilmu dengan diwafatkannya para ulama. Hingga ketika tidak tersisa ulama, manusia mengangkat pemimpin-pemimpin bodoh. Mereka ditanya, lalu berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.”
(HR. Bukhari no. 100, Muslim no. 2673)
Di akhir zaman ini, petunjuk Allah menjadi perkara yang paling penting.
Dan salah satu bentuk petunjuk Allah di akhir zaman adalah mubasyirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak tersisa dari kenabian kecuali mubasyirat.”
Para sahabat bertanya, “Apakah mubasyirat itu?”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Mimpi yang baik.”
(HR. Bukhari no. 6989)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mimpi yang baik adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian.”
(HR. Bukhari no. 6984, Muslim no. 2263)
Karena itu, mubasyirat termasuk bagian dari kenabian,
1 dari 46 bagian kenabian,
dan menjadi petunjuk Allah di akhir zaman ketika manusia jauh dari masa Nabi ﷺ.
Ketika petunjuk Allah ditinggalkan, manusia hanya mengandalkan otak.
Maka terjadilah perpecahan, lahirlah kelompok-kelompok, hingga umat terpecah menjadi 73 golongan. Yang selamat hanyalah satu golongan, yaitu mereka yang tetap berpegang pada seluruh petunjuk Nabi ﷺ, termasuk tidak mengabaikan hadist tentang mubasyirat sebagai bagian dari petunjuk Allah di akhir zaman.
Wallahu a’lam bishshowab.



