Berikut motivasi untuk orang-orang yang sudah ada di bukit lebah, yang sudah bertekad meninggalkan kesenangan dunia dan memilih mengasingkan diri untuk mempersiapkan diri membela agama Allahﷻ di akhir zaman. Yang Beruzlah, Engkau di Rindukan Nabi, Terpilih Sebagai Pendukung Imam Mahdi.
Wahai anak Adam, janganlah kamu takut kepada orang yang memiliki kekuasaan selama kekuasaan-Ku masih tetap ada. Dan ketahuilah, kekuasaan-Ku tidak akan pernah punah selamanya…
Hadis Qudsi, Ihya’ Ulumiddin
Untuk yang Sedang Uzlah, Bersabarlah…
Wahai jiwa-jiwa yang sedang menepi dari dunia…
Yang sedang membersihkan hati di tanah uzlah…
Jangan gelisah jika dunia melupakanmu. Dunia memang buta terhadap cahaya ruhani.
Sufyan Ats-Tsauri berkata:
Bersabarlah dalam kesendirian. Karena dalam kesunyian bersama Allah, terdapat kemuliaan yang tidak didapat dalam keramaian bersama manusia.
Dan Imam Hasan al-Bashri berpesan:
Beruntunglah orang yang Allah jadikan dirinya sibuk dengan aibnya sendiri, hingga ia tidak sempat mengurusi aib orang lain.
Engkau tidak gila. Engkau tidak sesat.
Engkau sedang berada di jalan Ashabul Kahfi, pemuda-pemuda yang meninggalkan dunia demi menjaga imannya. Maka jangan heran jika engkau juga dianggap asing, aneh, atau menyimpang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing. Maka berbahagialah orang-orang yang asing.
..(HR. Muslim)..
Engkau Ikhwanul Muslimin yang Dirindukan Nabi
Suatu hari, Rasulullah ﷺ berkata kepada para sahabat:
Aku sangat rindu kepada saudara-saudaraku.
Para sahabat pun heran dan bertanya:
“Bukankah kami saudara-saudaramu, wahai Rasulullah?
Beliau menjawab:
Tidak, kalian adalah sahabat-sahabatku.
Adapun saudara-saudaraku adalah orang-orang yang datang setelahku, mereka beriman kepadaku padahal belum pernah melihatku.”
— (HR. Muslim, Ahmad, Al-Hakim)
Subhanallah…
Engkaulah yang dirindukan itu.
Engkau yang menyebarkan mimpi Muhammad Qasim, bukan karena melihat Nabi, tapi karena imanmu kepada beliau.
Engkau mencintai beliau tanpa pernah melihat wajahnya.
Engkau menangis karena Islam, walau orang lain menertawakanmu.
Imam Nawawi menjelaskan:
“Inilah kabar gembira terbesar bagi generasi akhir zaman yang beriman, meski belum pernah melihat Nabi. Mereka adalah para kekasih dan saudara Rasulullah.
Kamu Dipanggil Menjadi Ashabul Mahdi
Siapa yang menyangka…
Uzlahmu, air matamu, dan keteguhanmu menyebarkan mimpi Muhammad Qasim —
Adalah modalmu untuk menjadi pasukan Imam Mahdi?
Imam As-Suyuthi dalam al-Hawi lil Fatawa menyebutkan:
“Di akhir zaman, Allah akan membangkitkan pasukan kecil dari Timur, yang hatinya sekeras baja. Mereka bukan tentara kerajaan, tapi tentara langit — disiapkan dalam kesunyian dan ketundukan kepada-Nya.
Engkau sedang dipilih.
Sedang ditempa.
Sedang dimurnikan oleh Allah.
Agar kelak engkau layak berdiri di barisan pasukan Imam Mahdi — sebagai penyambung cahaya langit di bumi yang gelap.
Pegang Teguh Hadis Qudsi Ini, Wahai Ruh Terpilih!
Wahai anak Adam, Aku menciptakan langit dan bumi dan Aku tidak merasa lelah karenanya.
Apakah engkau mengira memberi-Ku segelas air akan membuat-Ku letih?
Aku mencintaimu, maka demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu – kecuali engkau yang meninggalkan-Ku terlebih dahulu.
Apa lagi yang engkau cari di dunia selain cinta-Nya?
Uzlahmu bukan pelarian, tapi latihan.
Kesendirianmu bukan kelemahan, tapi penempaan.
Air matamu bukan kelemahan, tapi cahaya nurani yang sedang dibangun oleh Tuhan
untuk menghadapi badai besar zaman ini.
Doa Penutup:
اللهم اجعلنا من الغرباء، الذين لا يخافون في الله لومة لائم، واجعلنا من جند الإمام المهدي، واصطفنا لنصرة الحق في زمن الفتن.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk Al-Ghuraba, yang tak takut celaan di jalan-Mu. Pilihlah kami menjadi tentara Imam Mahdi, dan berilah kami kekuatan untuk menolong kebenaran di zaman penuh fitnah.
By:Zk




