Stop Kufur, Hilangkan Kesombongan Ilmu

Stop Kufur, Hilangkan Kesombongan Ilmu.
Dalam Al-Qur’an, istilah “kafir” dan “kufur” memiliki makna yang berbeda, meskipun keduanya terkait dengan konsep ketidakpercayaan atau penolakan terhadap Allahﷻ dan ajaran-Nya. Dalam bahasa Arab Kufur (كفر) adalah kata kerja yang berarti menolak/ mengingkari, atau tidak percaya. Kata ini dapat digunakan dalam konteks yang berbeda-beda.

Kufur terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
– Kufur bi’llah (كفر بالله) : menolak atau mengingkari Allah
– Kufur bi’l-islam (كفر بالإسلام) : menolak atau mengingkari Islam
– Kufur bi’l-iman (كفر بالإيمان) : menolak atau mengingkari iman

Istilah “kafir” dalam Al-Qur’an merujuk pada orang yang secara sadar dan sengaja menolak kebenaran Allahﷻ dan ajaran-Nya, meskipun mereka telah mengetahui kebenaran tersebut. Kafir adalah orang yang memilih untuk tidak beriman dan menolak ajakan Allahﷻ untuk beriman.

Dalam bahasa Arab kafir berarti “orang yang tidak percaya atau orang yang menolak. Kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak percaya atau menolak Allahﷻ, Islam, atau iman.

Dalam QS az-zumar 39:7-8 Allahﷻ berfirman:

اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗ وَلَا يَرْضٰى لِعِبَا دِهِ الْـكُفْرَ ۚ وَاِ نْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَـكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَا زِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ

“Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hambanya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 7)

Allahﷻ berfirman:

وَاِ ذَا مَسَّ الْاِ نْسَا نَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ مُنِيْبًا اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَا خَوَّلَهٗ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَا نَ يَدْعُوْۤا اِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلّٰهِ اَنْدَا دًا لِّيُـضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلًا ۖ اِنَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّا رِ

“Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, “Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka.””
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 8

Baca Juga:  Tinggalkan Syirik untuk Meraih Kejayaan Islam

Seorang muslim bisa menjadi kufur jika tidak pandai bersyukur, tidak mau tabayun, berada di lingkungan yang kafir, dan memiliki sifat kesombongan ilmu juga dapat menjadi salah satu penyebab seseorang menjadi kufur.

Kesombongan ilmu dapat membuat seseorang merasa bahwa mereka lebih pintar dan lebih tahu daripada orang lain bahkan merasa lebih mengetahui daripada Allahﷻ. Tanpa di sadari menganggap dirinya sebagai Tuhan dan mengabaikan keberadaan Allahﷻ, karena telah mengabaikan perintahNya.

Dalam QS Al-A’raf 7; 146 disebutkan:
“Dan Aku akan memalingkan orang-orang yang sombong di muka bumi dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka akan melihat tanda-tanda kekuasaan-Ku, tetapi mereka tidak akan percaya.”

Dan dalam Mimpi muhammad Qasim jelas sekali bahwa, Banyak ulama yang tidak percaya kepada mimpi
Muhammad Qasim dan mereka memilih untuk diam.”

Hal ini menunjukkan bahwa, ulama akhir zaman banyak yang tidak percaya dengan mimpi Muhammad Qosim adalah petunjuk dari Allah dan Rasulullahﷺ, sehingga mereka menjadi penentang yang nyata. Tanpa disadari mereka menjadi pendukung Dajjal dan menjadi muslim yang Kufur. Kekufuran itu mereka tularkan kepada para pengikut atau jamaahnya.

Permasalahan saat ini adalah, tidak ada kepala negara muslim yang peduli terhadap hal ini, dan mereka bahkan tidak menciptakan kesadaran tentang
syirik ini. Padahal satu-satunya cara untuk mengeluarkan umat muslim dari kegelapan dan mendapatkan kembali statusnya yang hilang adalah dengan menyingkirkan syirik”

Jika para ulama dan umara percaya bahwa mubasyirat/ mimpi Al Mahdi muhammad Qasim adalah benar akan terjadi. Bahkan sudah hampir 80 mimpi Muhammad Qosim dan muslim yang terjadi nyata, maka Islam yang sejati akan terwujud kembali dimulai dari Pakistan hingga ke seluruh dunia.

Semua harus dimulai dengan melepaskan ego kelompok (ashobiyah) dan kesombongan ilmu, serta sikap tabayun untuk menghindari pertentangan, mau menerima hukum Allah diatas hukum Manusia yang saat ini sedang berjalan.

Al Qur’an dan Sunnah sebagai landasan dasar hukum serta petunjuk Allahﷻ melalui Mubasyirat sebagai ketetapan yang harus diterima sepenuh hati dan jiwa. Agar semua umat tersadar dan mampu mempersiapkan diri dari marabahaya, bencana dan serangan Dajjal dan segala fitnahnya.

Baca Juga:  Pesan Untuk Helper agar Tetap di Barisan Diki Candra

Dalam (QS. Az-Zumar 39: Ayat 22) Allahﷻ berfirman:

اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

Di harapkan konten kreator, influencer, ulama, dan pemuka agama lainnya mau bertabayyun dengan majelis Gaza yang menzahirkan Ahmadi pertama kali untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Dalam QS. Az-Zumar 39: Ayat 32 Allahﷻ berfirman:

فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللّٰهِ وَكَذَّبَ بِا لصِّدْقِ اِذْ جَآءَهٗ ۗ اَ لَيْسَ فِيْ جَهَنَّمَ مَثْـوًى لِّـلْـكٰفِرِيْنَ
“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya? Bukankah di Neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir?”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 32)

Mereka yang telah mendustakan dan merendahkan mubasyirat seharusnya bertabayun. Majelis GAZA berniat baik mengundang mereka dalam acara dialog nasional tentang mubasyirat Muhammad Qosim dan memfasilitasi kegiatan dialog tersebut agar tidak ada lagi faktor keberatan karena tidak ada biaya dan alasan lainnya. Hanya butuh komitmen dan kehadiran mereka sebagai pertanggungjawaban seorang muslim.

Harapan Majelis GAZA bagi seluruh umat Islam, agar segera menghentikan kekufuran dan menghilangkan kesombongan ilmu. Sepatutnya seluruh muslim di dunia mempercayai apa yang Allahﷻ dan Rasulullahﷺ sampaikan dalam isi mimpi Al Mahdi (Muhammad Qosim), agar kita tidak termasuk orang yang sesat, kufur dan zalim pada diri sendiri, keluarga maupun orang lain. Dan tentunya menjadi orang yang bertaqwa.

Allahﷻ berfirman dalam QS.Az-Zumar 39: Ayat 33:

وَا لَّذِيْ جَآءَ بِا لصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهٖۤ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang bertakwa.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 33)

Waallahu a’lam bisshawab

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Scroll to Top