Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 23

Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 23.

*100 KITAB BICARA: “APAKAH KARAKTER, ARAH & MANHAJNYA MAJELIS GAZA, SEJALAN DENGAN POLA KEBANGKITAN TIMUR DALAM HADITS”* ?

(Bagiam ke 2).

Bismillahirrahmanirrahim.

Kitab ke 16.

“Sering kali tegaknya agama terjadi melalui kaum yang lemah, yang *tidak memiliki kekuatan* dan kekuasaan.” (Majmū‘ al-Fatāwā. Majma‘ al-Malik Fahd, jilid 11, hlm. 398)

Relevansi :
Sesungguhnya majelis GAZA tidak memiliki kekuatan apa2, kecuali karena kehendak Allah (baca petunjuk/ kabar gembiar yang terus mengalir dari ratusan orang yang berbeda).

Kitab ke 17.

“Yang dimaksud dengan ghurabā’ adalah orang-orang yang *melakukan perbaikan* ketika manusia telah rusak.” (Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim. Dār Iḥyā’ at-Turāth, jilid 2, hlm. 175).

Relevansi :
– Internal di tanah Uzpah, Terus memperbaiki diri.
– Dalam waktu dekat (sesuai mimpi dan seuai rencana awal), majelis GAZA akan menyurati kesemua pihak agar kembali kepada tauhid yang lurus, jangan merusak/ menjual islam. Sehingga azab Allah akan segera turun.
– Surat tersebut akan dikirim bersamaan dengan Karya Tulis Hasil Seminar.

Kitab ke 18.

*“Uzlah menjadi wajib* apabila seseorang khawatir terhadap agamanya karena fitnah.” (Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, Kitāb al-‘Uzlah. Dār al-Ma‘rifah, jilid 2, hlm. 236).

Kitab ke 19.

“Mereka *mempersiapkan* kekuasaan al-Mahdi dari arah Timur.” (Kitāb al-Fitan. Dār al-Fikr, hlm. 368).

Relevansi :
Jelas.

Kitab ke 20.

“Wajib bagimu berpegang pada atsar dan ahlinya, meskipun *mereka sedikit.*” (Sharḥ Uṣūl I‘tiqād Ahl as-Sunnah. Dār Ṭayyibah, jilid 1, hlm. 128).

Kitab ke 21.

“Ghurabah di akhir zaman *sangat berat, dan tidak akan bertahan* kecuali orang-orang beriman pilihan.” (Madārij as-Sālikīn. Dār al-Kitāb al-‘Arabī, jilid 3, hlm. 196).

Relevansi :
Sering disampaikan dalam musyawarah interal penghuni tanah uzlah, jika bukan karena kehendak/ pertolongan Allah, Bukit Lebah tidak akan terus tegak berdiri.

Baca Juga:  Gambaran Teknologi Dan Kemajuan dalam Kepemimpinan Al Mahdi

Kitab ke 22.

“Keselamatan itu dengan berpegang pada *jamaah awal,* walaupun mereka *sedikit.”* (Al-I‘tiṣā. Dār Ibn ‘Affān, jilid 2, hlm. 260).

Relevansi :
– GAZA grup awal yang terbuka untuk publik. Tidak sembunyi2.
– Sesui mimpi MQ sendiri (tetang ada yang menabur sihir ke GAZA), yang tersisa di GAZA tinggal 1/3 nya.
– Dan dalam belasan mimpi helper di GAZA akan tersaring yang benar2 iklas & lurus.

Kitab ke 23.

“Hampir tiba suatu masa di mana harta terbaik seorang muslim adalah kambing, ia menggiringnya ke puncak-puncak gunung dan tempat turunnya hujan, menyelamatkan agamanya dari fitnah.” (Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitāb al-Fitan. Dār Ṭawq an-Najāh, jilid 9, hlm. 47).

Relevansi :
Jelas.

Kitab ke 24.

“Sesungguhnya Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali asing, maka berbahagialah orang-orang yang terasing.” (Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Īmān. Dār Iḥyā’ at-Turāth, jilid 1, hlm. 130).

Relevansi :
Jelas.

Kitab ke 25.

“Betapa banyak orang yang tidak dikenal manusia, namun seandainya ia bersumpah atas nama Allah, Allah akan mengabulkannya. (Kitāb az-Zuhd – Ibn al-Mubārak. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, hlm. 55).

Relevansi :
Hal ini tidak perlu dijelaskan, namun tanpa perlu dibuka, sudah terjadi.

Kitab ke 26.

“Kenalilah kebenaran, niscaya engkau *mengenal pengikutnya*; jangan mengenali kebenaran lewat figur.” (Diriwayatkan dalam Al-Fitan Nu‘aim bin Hammād. hlm. 92)

Relevansi :
In shaa Allah yang saat ini bertahan di tanah uzlah, sudah terasa yang tersaring. Dan uniknya, semua dari latar belakang haroqah yang berbeda, tapi hidup menjadi bersaudara.

Kitab ke 27.

“Uzlah bisa menjadi *lebih wajib* daripada bergaul, apabila zaman telah rusak.” (Talbīs Iblīs. Dār al-Fikr, hlm. 137)

Baca Juga:  HDCM Ketiga China-Indonesia bicarakan perluasan kerja sama strategis

Relevansi :
Jelas. Sesuai banyak petunjuk mimpi.

Kitab ke 28.

“Ahlul Haq di akhir zaman adalah manusia *paling sedikit dan paling asing.*” (Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam. Dār Ibn Kathīr, hlm. 302).

Relevansi :
Jelas.

Kitab ke 29.

“Wajib atasmu mengikuti kebenaran, meskipun engkau sendirian.” (Ar-Risālah. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, hlm. 401).

Kitab ke 30.

“Beramal secara *senyap dan tersembunyi* adalah prinsip besar dalam *keselamatan manhaj.*” (Ḥilyat Ṭālib al-‘Ilm. Dār al-‘Āṣimah, hlm. 28).

Relevansi :
Jelas.

Kitab ke 31.

“Para wali Allah bisa saja orang-orang yang dilemahkan dan tidak dikenal. (Al-Furqān. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, hlm. 52).

Kitab ke 32.

Musnad Ahmad – Orang-orang yang memperbaiki sebelum kekuasaan ;

“Di akhir zaman akan ada kaum yang melakukan perbaikan, tetapi memiliki kekuasaan.” (Musnad Aḥmad. Mu’assasah ar-Risālah, jilid 38, hlm. 199).

Kitab ke 33.

Sunan at-Tirmidzi – Jamaah kecil yang ditolong :

“Akan senantiasa ada *sekelompok kecil* dari umatku yang *tegak* di atas kebenaran.” (Sunan at-Tirmiżī, Kitāb al-Fitan. Dār al-Gharb, jilid 4, hlm. 466)

Kitab ke 34.

Al-Mu‘jam al-Kabīr – Penjagaan iman di tempat terpencil :

“Berbahagialah seorang hamba yang… atau berada *di celah-celah pegunungan* menjaga agamanya.” (Al-Mu‘jam al-Kabīr – aṭ-Ṭabarānī. Dār Iḥyā’ at-Turāth, jilid 7, hlm. 82).

RINGKASAN :

Ringkas kitab-kitab bagian ke 2 ini Mengokohkan satu pola yang sama :

• kebenaran TIDAK SAMA DENGAN mayoritas
• keselamatan iman = uzlah terarah (bukan asal Uzlah).
• fase awal = sunyi, tersembunyi, berat.
• figur pembina sering tidak dikenal.
• perbaikan mendahului kekuasaan.

MAJELIS GAZA
(Diki Candra)
24 Desember 2025.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Scroll to Top