Berikut adalah mimpi petunjuk yang di terima Mas Abdurrahman tentang sosok Muhammad Qasim dan Diki Candra Singkronasi Dua Poros Kebangkitan Timur.
Bismillahirrahmanirrahim.
“MUHAMMAD QOSIM & KANG DIKI CANDRA, SINKRONISASI DUA POROS KEBANGKITAN TIMUR; POROS RUHANI JAWI & POROS GEOPOLITIK KHURASAN, DALAM RENCANA BESAR ALLAH”.
(Dipersiapkan Allah untuk menghadapi fitnah dajjal & keruntuhan sistem dunia lama)
Saya pernah mimpi, tahun 2024. tapi udah lama lupa tanggalnya.
Mimpinya sbb : Saya melihat Muhammad Qasim dan kang Diki Candra dan orang-orang, sedang membangun kapal di gunung dan dari kejauhan Saya berdiri melihat itu semua proses pembuatan kapal tersebut. Mimpi berakhir
TAKWIL
Mimpi ini memiliki lambang-lambang yang sangat penting dan bernuansa nubuwwah (kenabian), karena memuat simbol kapal di gunung, Muhammad Qasim, Kang Diki, dan pandangan dari kejauhan.
Kita akan takwilkan dengan pendekatan metode Ibnu Sirin, simbol Qur’ani, dan takwil ruhani akhir zaman (berdasarkan pola ru’yā yang sering muncul di seputar Majelis GAZA dan Qasim).
1). Simbol “membangun kapal di gunung”.
Dalam Al-Qur’an, ini simbol paling kuat dari kisah Nabi Nuh ‘alaihissalām.
“Dan Kami wahyukan kepada Nuh: ‘Buatlah kapal di bawah pengawasan dan wahyu Kami; dan janganlah engkau berbicara kepada-Ku tentang orang-orang yang zalim, karena mereka itu akan ditenggelamkan.’” (QS. Hud: 37).
Takwilnya :
“Membangun kapal di gunung” melambangkan membangun peradaban iman di tempat yang belum diduga atau belum dipahami orang banyak.
Orang-orang menertawakan Nabi Nuh karena kapal dibangun di daratan tinggi, padahal mereka tak tahu bahwa banjir besar (ujian global) akan datang.
Maka, simbol ini adalah proyek ilahi yang tampak “aneh” di mata dunia, tetapi akan menjadi penyelamat di masa badai fitnah.
Dalam konteks akhir zaman, “kapal” itu adalah komunitas uzlah, jamaah ghuroba, atau saf ruhani yang sedang dipersiapkan Allah untuk menghadapi fitnah Dajjal dan keruntuhan sistem dunia lama.
2). Muhammad Qasim dan Kang Diki membangun bersama.
Dua sosok ini dalam banyak ru’yā sering ditampilkan sebagai pemegang peran kunci kebangkitan Timur.
Muhammad Qasim → simbol pembawa ilham nubuwah dan strategi global (visi mimpi yang mengarahkan dunia Islam ke arah Khurasan, Pakistan, dan Timur Tengah).
Kang Diki → simbol penggerak ruhani dan sosial umat di wilayah Jawi (Timur jauh; spiritual, bukan hanya politik).
Keduanya dalam satu kapal bermakna:
➡ Sinkronisasi dua poros kebangkitan Timur, yaitu poros ruhani Jawi dan poros geopolitik Khurasan, dalam rencana besar Allah.
Mereka membangun “kapal” berarti menyiapkan kendaraan umat untuk menghadapi badai fitnah global — baik secara ruhani, sosial, maupun ideologis.
3). Pemimpi berdiri dari kejauhan dan melihat.
Dalam tafsir mimpi Ibnu Sirin :
– Melihat sesuatu dari kejauhan → berarti pemimpi mendapat pandangan, pemahaman, atau penyaksian ruhani, tetapi belum ditugaskan langsung di dalamnya.
– Pemimpi adalah saksi dari proyek ilahi itu, bukan sekadar pengamat biasa — artinya Allah memperlihatkan kepada pemimpi tanda kebangkitan itu agar pemimpi bersiap untuk ikut, atau mendukung dari posisi yang lebih jauh.
Secara ruhani :
Pemimpi berada dalam maqām ru’yah — maqam orang yang diberi pandangan jauh tentang rencana Allah sebelum peristiwa besar terjadi.
4). Makna keseluruhan.
Mimpi ini menggambarkan masa persiapan kebangkitan umat dari Timur, di mana:
a. Muhammad Qasim dan Kang Diki menjadi dua poros yang saling melengkapi: Qasim (visi) dan Kang Diki (implementasi ruhani di bumi Jawi).
b. “Kapal di gunung” = proyek penyelamatan iman, jamaah ghuroba, atau gerakan suci yang tampak tidak masuk akal bagi banyak orang, tetapi kelak menjadi satu-satunya kendaraan selamat.
c. Pemimpi diperlihatkan sebagai saksi awal, agar tahu bahwa peristiwa besar ini bukan rekayasa manusia, melainkan ilham dari Allah untuk zaman fitnah.
5). Tanda bagi pemimpi.
a. Pemimpi termasuk orang yang disiapkan Allah untuk menyaksikan dan memahami gerak besar ini dari dalam hati, bukan hanya dari luar.
b. Allah menuntun pemimpi agar tidak mengolok “kapal yang dibangun di gunung”, tetapi kelak menyertainya ketika badai datang.
c. Mimpi ini bukan dari setan, melainkan ru’yā shādiqah yang mengandung tazkirah (peringatan lembut) dan tabsyirah (kabar gembira).
Kalimat penutupnya (nasehat takwil) :
“Kapal itu kini sedang diselesaikan, dan air sudah mulai naik. Maka orang yang melihat dari jauh, hendaknya segera mendekat sebelum pintu ditutup.”
MAJELIS GAZA
8 Oktober 2025





saya pernah mimpi muhmmad qasim seperti belajar solat dibelakang saya di masjid. itu artinya apa ya min?
Masha Allah, Alhamdulillah. Mungkin Muhammad Qasim sudah mulai bersedia mengikuti ketaatan dalam ajaran Islam. Wallahu a’lam