Translate :

Home / Uncategorized

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:29 WIB

Tiga Hal Kunci Kebangkitan Islam Di Ujung Akhir Zaman

Berikut adalah sebuah pesan singkat dari ketua Majelis Gaza Diki Candra Purnama tentang kunci kebangkitan Islam yang di sampaikan pada tanggal 13 juni 2024.

Setelah jatuhnya sistem Khilafah terakhir, benih-benih penindasan umat Islam di seluruh dunia dimulai hingga saat ini.Umat Islam menunggu zaman dan masa kebangkitan kedua kali. Banyak hadits yang menyebutkan kebangkitan itu akan datang dari Timur, diantaranya;

Dikeluarkan oleh Tabrani dalam Al-Ausat dari Ibnu Umar, bahwa Nabi ﷺ memegang tangan Sayyidina Ali dan berkata, “Akan keluar dari Sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi dunia dengan keadilan. Jika kamu melihat hal yang demikian maka wajib bagimu untuk pergi bersama mencari pemuda dari Bani Tamim. Dia datang dari Timur dan dia adalah pembawa Panji Al Mahdi.

Hadits kedua diambil dari  Al Hafidz Abu Naim dari Su’ban. Nabiﷺ bersabda; “Panji/ spanduk/ bendera hitam akan datang dari Timur, hati mereka seperti potongan besi. Siapapun yang mendengar tentang mereka haruslah datang kepada mereka dan berjanji setia kepada mereka bahkan jika mereka harus merangkak di atas salju”.

Bendera Hitam yang di maksud sering dihubungkan dengan gerakan atau kelompok yang akan muncul di masa depan. Beberapa menganggapnya sebagai tanda perubahan besar atau peristiwa penting.
Sedangkan yang di maksud Timur sering dikaitkan dengan wilayah Asia, termasuk Indonesia.

Dalam pandangan ini, Indonesia memiliki peran khusus dalam peristiwa yang akan datang. Hati Seperti Potongan Besi bisa diartikan sebagai keteguhan dan ketabahan. Orang-orang yang membawa bendera ini akan memiliki tekad yang kuat dan tidak mudah goyah.

Hadits ketiga dari Ibnu Majah dan Tabrani dari Abdullah bin Al haras bin Jusuf Al Zubaidi, Nabi ﷺ bersabda;
“Akan keluar manusia dari Timur, mereka itu merintis kekuasaan untuk Al Mahdi”.

Saat menyebut Timur dan paling timur itu melewati Malaysia dan berakhir di Indonesia.Kerajaan-kerajaan Islam di nusantara pada zaman dulu sudah banyak sekali. Melayu bukan hanya berada di Semenanjung Malaysia dan Indonesia saja, tapi meliputi kepulauan Pasifik sampai Madagaskar. Istilah Melayu diartikan sebagai ras Austronesia yang mendiami Semenanjung Malaya dan seluruh kepulauan Melayu ini merujuk pada orang Melayu di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Madagaskar.

Persoalannya, dimana tempat awal kebangkitan yang dinantikan itu?
Ada banyak temuan tentangnya. Ada yang bilang di Malaysia, ada yang bilang di Indonesia.

Baca Juga:  Meeting Ketua Gaza dengan Praktisi Bisnis di Pakistan

Firman Allah ﷻ Surat al-hujurat ayat 13 kebangkitan Islam yang kedua di akhir zaman Tidak didasarkan pada semangat kebangsaan atau ras tertentu, tetapi terletak pada hati yang bertakwa dan tidak menolak umat manapun karena Allahﷻ juga yang menciptakannya untuk kita belajar mengenal sesama muslim dan Islam.

Yang dimaksud disini bukanlah sebagai agama untuk ritual tertentu, namun Islam yang akan menjamin keselamatan di akhir zaman atas dasar kemanusiaan sebagai wujud ketakwaan kepada Allahﷻ.
Mereka berada di setiap pelosok.Jika sudah ada seruan, maka akan keluar dari negara-negara tersebut dan bersatu menjadi satu tujuan kemanusiaan.

Musuh besar (utama) Manusia bukanlah manusia lain yang berbeda agama, namun musuh kita yang sebenarnya adalah  hawa nafsu  yang terdapat dalam diri dan setan yang merasuk dalam jiwa manusia, sekalipun manusianya beragama Islam.

Jika kita lihat sejarah pada era kolonial, semua pemerintahan baik yang berupa Kerajaan, Kesultanan, ataupun individu dari berbagai agama bersatu bekerja keras untuk satu tujuan, yaitu melawan setan yang merasuki jiwa para penjajah-penjajah juga. Bukan hanya Belanda yang beragama Kristen, namun juga hawa nafsu, ketamakkan dan ambisi dari  para penguasa dzalim, korup ataupun pribumi penghianat.

Walaupun mereka beragama Islam, begitulah gambaran ambang kebangkitan akhir zaman. Kita akan bersatu di manapun kita berada nantinya akan berkumpul di bawah satu Panji-Panji Hitam yang dipimpin oleh pemuda/pangeran Bani Tamim, dan diserahkan kepada Imam Mahdi.

Kebangkitan Islam kedua memiliki pola yang sama dengan kebangkitan pertama yang didasarkan pada ketakwaan kepada tauhid murni (menghilangkan segala bentuk syirik), bukan semangat kebangsaan ras atau Suku. Apalagi agama tertentu.

Sejarah telah membuktikan kejayaan suatu bangsa dipergilirkan antara Timur dan Barat. Bermula dari bangsa Sumeria di Timur, kemudian bangsa Yunani di Barat. Selanjutnya bangsa Persia di Timur, kemudian bangsa Romawi di Barat. Disusul bangsa Arab di Timur, dan kini Amerika di Barat. Namun kejayaan Amerika di barat ini pengaruh kekuasaannya sedang menurun hari demi hari. Jika diikuti susunan Timur Barat, ini giliran bangsa yang akan menguasai dunia adalah bangsa dari Timur.

Guru Besar Universitas Al Azhar Kairo, Profesor Doktor Syaikh Abdul haiyi alfarmawi menegaskan bahwa kebangkitan Islam di masa depan akan dimulai di Indonesia. Beberapa tokoh dan penulis dunia diantaranya Malik bin Nabi, penulis dari Perancis Dr Abdussalam Haras, dari Universitas koruin Maroko, Judith Nagata penulis dari Amerika, Mahmud Bajahji mantan Perdana Menteri Irak juga meyakini bahwa kebangkitan Islam akan bermula dari Asia Tenggara, dengan tulang punggungnya Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga:  Penyerahan Buku Mimpi Muhammad Qasim kepada Kyai Oyan Royani, Ulama dan Imam Masjid di Desa Maleber

Sangat masuk akal Indonesia adalah pelopornya. Mengapa?
Pertama,di isyaratkan dalam banyak hadits , antara lain adalah Hadits (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi)

عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى زَوَى لِي الْأَرْضَ حَتَّى رَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَأَعْطَانِي الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ

Artinya: Diriwayatkan dari Tsauban, Rasulullah bersabda, sesungguhnya Allah mengumpulkan bumi untukku sehingga aku bisa melihat (kejayaan Islam) di Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah ditampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih.

Dalam beberapa syarah disebutkan bahwa merah putih adalah emas perak yang identik dengan kekayaan melimpah, kesuburan dan kemenangan. Dalam beberapa pandangan merah putih diartikan adalah bendera Indonesia.

Dalam kitab Aunul Ma’bud melanjutkan:

قَالَ النَّوَوِيّ : فِيهِ إِشَارَة إِلَى أَنَّ مُلْك هَذِهِ الْأُمَّة يَكُون مُعْظَم اِمْتِدَاده فِي جِهَتَيْ الْمَشْرِق وَالْمَغْرِب

Artinya: Imam Nawawi berkata, bahwa hadits ini memberikan isyarat sesungguhnya kerajaan umat Islam akan mencapai kejayaan, terbentang di Timur dan Barat.

Kedua,di kabarkan oleh Allahﷻ melalui beberapa mubasyirat / sebuah mimpi yang baik dari Muhammad Qasim, ibarat peta jalan bagi kaum Muslim untuk bangkit pada akhir zaman memerangi segala ketidakadilan dan titik sentral kebangkitan Islam. Dijelaskan dalam mimpinya dimulai dari arah pakistan , tapi jika  mubasyirot itu dipadukan dengan Hadits tentang Bani Tamin, maka arah timur itu adalah mulainya dari Indonesia ke Malaysia dan Brunei, baru ke pakistan.Pembaca GAZA dapat membacanya melalui link   https://gazadreamsqasim.com/putra-bani-tamim-dari-timur-adalah-satria-piningit-dari-indonesia/

Ketiga, Indonesia lebih menjamin kebebasan berekspresi untuk membahas persoalan kebangkitan Islam, dibandingkan dengan Malaysia,hingga disadari atau tidak, karena hal inilah umat muslim akan terdorong untuk mewujudkannya.

Bersama kita bahu membahu berjuang  demi kebangkitan islam sejati,di mulai dari Majelis GAZA, bismillah allah mudahkan semua langkah mulia ini untuk merintis  jalan bagi  kekuasaan Al Mahdi yang kita nanti. Aamiin
Walahu’alam,

Baca Juga

Uncategorized

Islam Sejati Yang Di Tunggu Umat

Uncategorized

Viral! Meteor Jatuh dan Hubungannya dengan Bencana di Bumi

Uncategorized

Wahai Muslim Bersiaplah Akan Datangnya Mujaddid

Uncategorized

Menjawab Uzma || Bagian 2

Uncategorized

Nama Penuh Nabi Dan Muhammad Qasim

Uncategorized

Terungkap Rahasia Sosok AL Mahdi

Uncategorized

Rusia Sangat Prihatin atas Kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa

Uncategorized

Arie Untung Salah Mencari Nara Sumber