Fitnah Dajjal
Fitnah terbesar dalam Islam adalah fitnah Dajjal, yang akan muncul di akhir zaman. Menurut hadits, fitnah Dajjal akan menjadi ujian terbesar bagi umat manusia, di mana iman seseorang akan diuji secara luar biasa. Ulama berpendapat ada Dua Alasan Penyebab Manusia Terkena Fitnah.
1. Karena telah melakukan dosa
2. Kurangnya amal ibadah (pahala)
Sebagian ulama juga berpendapat ada dua penyebab fitnah khusus.
1. karena keluar dari kebenaran (syubhat)
2 tidak sabar di atas kebenaran (syahwat).
Keduanya terjadi karena sebagai ujian dari Allahﷻ untuk meninggikan derajat seseorang terhadap orang yang telah melakukan dosa dan sudah bertaubat maupun terhadap orang yang ingin di tinggikan derajatnya oleh Allahﷻ dengan di uji dengan godaan kenikmatan dosa (menguji hawa nafsu) demi mencapai tingkat derajat tertentu (ujian kesabaran).
Menurut hadits, fitnah Dajjal akan menjadi ujian terbesar bagi umat manusia, di mana iman seseorang akan diuji secara luar biasa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَدِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ . وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إلاَّ نَجَا مِنْهَا، وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتِ الدُّنْيَا صَغَيْرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدّجَالِ.
Artinya: “Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah, kemudian beliau bersabda: ‘Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti daripada fitnah Dajjal. Tiada seseorang yang dapat selamat dari fitnah sebelum fitnah Dajjal, melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini-baik kecil ataupun besar-kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR Ahmad Ibnu Hibban)
Tidak seorangpun manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dan terlepas dari dosa. Dan tidak seorangpun yang bebas dari ujian jika ingin masuk surga.
Sejak wafatnya Rasulullahﷺ dan para sahabat, manusia kehilangan sosok terbaik sebagai teladan dan petunjuk jalan kebenaran. Banyak manusia lalai dengan ajaran Islam yang murni, ajaran yang berpegang pada Al Qur’an dan hadits. Sehingga banyak manusia tersesat dengan ajaran yang di tambah-tambahkan sesuai apa yang mereka mau. Inilah yang pertama penyebab manusia mudah terkena fitnah (setelah melakukan dosa).
Yang kedua adalah karena Allahﷻ ingin meninggikan derajat manusia akhir zaman dengan ujian berupa fitnah Dajjal yang sangat besar.
Mengingat sekarang ini adalah akhir zaman, yang merupakan proses akan berakhirnya kehidupan di dunia, ujian yang di berikan kepada manusia juga sangat besar. Meski begitu berbanding lurus dengan pahala yang di janjikan untuk umat akhir zaman juga sangat besar, yaitu 10x pahala sahabat Nabi.
Namun disisi lain ada resiko besar juga terhadap keimanan seseorang. Rasulullahﷺ menggambarkan dahsyatnya rentetan fitnah tersebut dengan perubahan iman seseorang yang pada sore hari ia beriman, kemudian esok paginya menjadi kafir, atau sebaliknya. Hanya dalam satu hari, fitnah bisa membuat iman seorang berubah dengan cepat.
Ada fase ketika fitnah terjadi, dimana manusia mengalami fase pembersihan dosa secara masal setelah sebelumnya di uji fitnah dengan berbagai macam godaan mengikuti keinginan hawa nafsu (baik kesenangan dunia maupun keinginan syahwat). Dimana fase ini adalah fase penyaringan dan pemisahan kelompok ghuroba (terasing pilihan Allahﷻ) dengan umat Islam lainnya.
Setelah itu akan ada fase fitnah yang lebih berat lagi, dimana manusia di paksa untuk segera mengumpulkan pahala untuk meraih Rahmat Allahﷻ. Dimana manusia akan di uji dengan masa kegelapan yang sangat berat. Seluruh manusia menginginkan keadilan dan kedamaian segera terwujud.
Dari Abu Hurairah رَضِی اَللهُ عَنْه, Rasulullahﷺ bersabda: “Bersegeralah untuk mengerjakan amalan-amalan saleh sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan-potongan kegelapan malam, di mana seseorang beriman di waktu pagi hari. Kemudian menjadi kafir di sore hari, ataupun beriman di sore hari, kemudian menjadi kafir di pagi hari. Dia menjual agamanya demi kepentingan dunia.” (HR Muslim)
Bersegeralah mengumpulkan amalan sebagaimana hadits berikut:
يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِ
Artinya, “Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR Muslim).
Saat tersebut adalah fase puncaknya ujian bagi umat akhir zaman. Dimana manusia terbaik pilihan Allahﷻ akan menjalani final pertarungan melawan manusia terjahat pilihan iblis yang tergabung dalam pasukan Dajjal.
Di harapkan umat Islam segera mempersiapkan diri untuk demi keselamatan dirinya masing-masing. Setiap orang akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Segera jauhi kesyirikan dan segala bentuknya, agar Rahmat Allahﷻ segera di turunkan.
Wallahu a’lam
By; Vth



