Wasiat Emas dari Sya’ban kepada Kita yang Masih Hidup

Berikut adalah Wasiat Emas dari Sya’ban kepada Kita yang Masih Hidup.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin pernah mengingatkan, Penyesalan orang-orang shalih saat sakaratul maut bukan karena dunia yang mereka tinggalkan, tapi karena amal shalih yang mereka sia-siakan.

Betapa sering kita terjebak dengan “cukup”. Kita merasa cukup sekedar hadir ke masjid, cukup bersedekah sekedarnya, cukup beramal sebatas waktu luang. Sementara Sya’ban, seorang yang rajin ke masjid saja, menangis dan menyesal karena tidak lebih baik.

Hari ini Allah ﷻ menghimpunkan kita dalam tanah pengasingan—di tanah uzlah, jauh dari hiruk-pikuk dunia, namun dekat dengan zikir, ibadah, dan perjuangan. Kita bukan siapa-siapa. Kita bukan ulama besar, bukan panglima, bukan pemimpin dunia. Tapi Allah ﷻ takdirkan kita berkumpul untuk menyebut nama-Nya, untuk berjuang menjaga amanah akhir zaman. Apakah kita akan menjadi orang-orang yang kelak menyesal seperti Sya’ban, atau menjadi orang-orang yang tersenyum saat maut menjemput?

Isyarat Mimpi Muhammad Qasim: Jalan agar Tidak Menyesal

Baca Juga:  Safari Dakwah Diki Candra Di KelengSari Kota Tasikmalaya

Kami saksikan, mimpi-mimpi Muhammad Qasim menjadi pengingat besar bagi umat Islam saat ini. Dalam mimpinya, beliau sering melihat umat Islam diabaikan karena syirik yang tersembunyi dalam hati, karena meninggalkan sunnah, dan karena sibuk dengan dunia yang fana. Namun beliau juga melihat cahaya kemuliaan turun kepada orang-orang yang membela tauhid, yang menegakkan shalat, yang menghidupkan masjid-masjid, dan berjuang membersihkan hati dari syirik.

Maka kami yakin, berkumpulnya kami disini bukan kebetulan. Ini adalah rahmat Allah ﷻ yang ingin menyelamatkan kami dari penyesalan di akhir hayat. Ini adalah jalan Allah untuk menjadikan kami bagian dari pasukan-Nya di akhir zaman pasukan kecil yang bersih hatinya, yang langkahnya ke masjid dicatat para malaikat, yang sedekahnya menjadi penerang di hari gelapnya sakaratul maut.

Wahai Jiwa, Jangan Tunda Kebaikan

Jangan pernah remehkan langkah kecilmu, sedekah sederhana, atau dzikir yang mungkin hanya sepatah kata. Karena kelak, engkau akan melihatnya sebagai gunung-gunung pahala, atau sebaliknya, engkau akan menyesali waktu yang tersia-sia.

Baca Juga:  Perang Ghaswa Hind Dalam Mimpi Muhammad Qasim

Ingatlah firman Allah:

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Apa saja kebaikan yang kalian kerjakan untuk diri kalian, niscaya kalian akan mendapatkannya di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 110)

Maka mari kita hidupkan sunnah Sya’ban: datang lebih awal ke masjid, pilih yang terbaik dalam sedekah, dan jangan biarkan sebutir pun kesempatan amal lewat dari genggaman kita.

Semoga saat sakaratul maut datang, lisan kita tidak mengucap penyesalan, tetapi mengucap syukur atas nikmat istiqamah dan perjuangan.

Kami bersaksi dengan ruhani kami, Allah telah mengumpulkan kami dalam jalan-Nya, dan kami tidak ingin menyia-nyiakan nikmat besar ini. Semoga kami wafat sebagai pejuang akhir zaman yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.

اللهم اختم لنا بحسن الخاتمة

By:Zk

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Scroll to Top