بسم الله رحمن الرحيم
Assalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Aku telah melihat Yakjuj, Makjuj dan Isa ‘Alaihissalam berkali-kali dalam mimpiku. Berikut ini ringkasan mimpi yang aku lihat tentang Yakjuj dan Makjuj.
Yakjuj dan Makjuj memiliki dua warna yang bernuansa hitam dan putih. Mereka terlihat seperti gorila besar dan seluruh tubuh mereka ditutupi oleh rambut. Aku tidak dapat memperkirakan tinggi tubuh mereka secara pasti karena sangat bervariasi, tetapi aku dapat mengatakan dengan jelas bahwa mereka jauh lebih tinggi daripada
rata-rata tubuh manusia. Ini hanya contoh dan Allahجل جلاله
lebih mengetahui.
Yakjuj dan Makjuj memiliki kekuatan, stamina, dan kecepatan yang luar biasa dan mereka
berlari dengan dua kakinya, namun ketika mereka ingin
melompat ke udara, mereka akan menggunakan keempat anggota geraknya (sepasang lengan dan kaki). Ini adalah gambaran paling dekat yang bisa aku sampaikan kepada anda sebagaimana yang aku lihat di dalam mimpi.
Aku tidak begitu yakin dengan lokasi spesifik Yakjuj dan
Makjuj karena Allahجل جلاله lebih mengetahuinya. Namun gambaran yang kulihat sepertinya mereka berada di Caucasus di sekitar ngarai Dario atau pegunungan yang berbatasan dengan Kazakhstan dan Uzbekistan atau
mereka berada di suatu tempat di utara Rusia. Namun aku melihat bahwa gunung itu sangat tinggi, curam, dan sangat sulit untuk didaki.
Untuk memberikan ilustrasi yang jelas, aku akan membandingkan gunung ini dengan gunung Naga Parbat di Pakistan yang dijuluki gunung pembunuh, karena sangat sulit untuk didaki.
Yakjuj dan Makjuj tinggal di sebuah aula besar di bawah tanah dengan langit-langit tinggi yang tidak bisa mereka panjat. Untuk sampai ke aula ini, ada lubang di atas gunung yang mengarah ke terowongan besar yang akhirnya mengarah ke tempat tinggal mereka. Allahجل جلاله
lebih mengetahui tentang perkiraan ukuran tempat tinggal mereka.
Ini hanya contoh dan tidak boleh dipastikan kebenarannya. Aula tempat Yakjuj dan Makjuj tinggal memiliki lubang di langit-langit sehingga mereka memiliki akses untuk oksigen dan sinar matahari.
Aku tidak pernah melihat apa yang mereka makan atau minum, tetapi ada sesuatu yang lebih menarik yang ada dalam mimpiku adalah bahwa Yakjuj dan Makjuj telah melukis karikatur wajah manusia di dinding aula mereka dan mengajarkan keturunan mereka tentang manusia yang telah memenjarakan mereka di sana serta untuk membalas dendam dan menanamkan kebencian yang
berlanjut dari generasi ke generasi.
Dalam mimpiku, aku melihat bahwa Yakjuj dan Makjuj akan menyebabkan kerusakan dan kekacauan ketika mereka keluar dari gua mereka dan mereka akan kembali ke rumah mereka untuk jangka waktu empat atau enam bulan. Selama jangka waktu inilah Zulkarnain (semoga Allahجل جلاله merahmati beliau) menjebak Yakjuj dan Makjuj dengan dinding besi.
Dalam mimpi, aku telah melihat bagaimana konstruksi
tembok ini dibangun oleh Zulkarnain “Alaihissalam dan
para pembantunya. Pertama, Zulkarnain memblokir jalan kecil seperti lorong pada bagian dalam yang mengarah ke aula Yakjuj dan Makjuj. Setelah itu ia mulai bekerja pada bagian luar.
Dalam proses ini, dia
membutuhkan waktu 6 bulan. Pada masa itu belum ada derek atau alat berat jenis apapun untuk membantu meringankan pekerjaan itu, begitu juga dengan alat pelindung, sehingga pekerjaan ini sangat beresiko.
Mereka mengisi dasar gunung dengan lelehan besi lalu menuangkan juga lelehan tembaga dari puncak gunung agar semua celah yang tersisa dapat terisi dengan sempurna. Ini adalah tugas yang sangat sulit untuk
dilakukan mengingat gunung itu sangat tinggi dan terjal.
Aku belum pernah melihat wajah Zulkarnain ‘Alaihissalam, karena aku memperhatikannya dari kejauhan, tetapi dapat kukatakan bahwa dia memakai baju berwarna abu-abu saat mengerjakan pembangunan dinding besi tersebut. Dinding itu berwarna seperti tembaga dan ada karatan di sekitarnya karena itu terdiri dari besi dan tembaga.
Setiap hari Yakjuj dan Makjuj mencoba menghancurkan tembok besi yang dibuat oleh Zulkarnain ‘Alaihissalam ini sebagai upaya untuk melepaskan diri. masing-masing dari mereka secara bergiliran mendobrak dinding tetapi tidak berhasil, namun mereka telah mematahkan penghalang yang menuju pintu masuk
terowongan kecil. Aku juga telah melihat bahwa dinding luar sekarang ditutupi oleh ekosistem alami seperti lumpur, rumput dan pohon-pohon tumbuh pada bagian luar dinding, sehingga sangat sulit untuk menemukan
dinding itu.
Beberapa minggu sebelum Yakjuj dan Makjuj keluar, perang terburuk umat manusia terjadi dengan Dajjal dan hampir semua amunisi habis dalam perang itu. Ketika Yakjuj dan Makjuj keluar, manusia tidak memiliki senjata berat apapun untuk melawan mereka.
Dalam satu mimpi aku pergi bertarung dengan orang yang sangat kuat dan keras kepala. Namun sebelum pergi aku menjumpai keluargaku dan beberapa orang
lainnya dalam sejenis kereta yang sangat canggih.
Aku
mengatakan kepada mereka “Tunggu aku di sini dan ketika aku kembali maka kita akan meninggalkan tempat ini untuk selamanya dan bergabung dengan Isa
‘Alaihissallam”.
Lalu aku pergi bertarung dengannya, dan dengan bantuan Allahجل جلاله aku dapat menundukkan
orang yang sangat kuat dan keras kepala itu. Lalu aku
mendengar suara Nabi Terakhir Muhammadصلى الله عليه وسلم yang
mengatakan:
“Qasim, Yakjuj dan Makjuj telah keluar, cepat kembali karena ketika Yakjuj dan Makjuj keluar mereka akan menyerang tanpa henti”.
Aku telah melihat yakjuj dan makjuj berlari dengan dua kaki dan juga melihat mereka bertumpu dengan keempat anggota geraknya, terutama pada saat mereka akan melompat ke langit.
Aku sampai di kereta dengan sangat cepat. Ketika sampai di sana aku melihat situasinya baik-baik saja, lalu aku katakan kepada orang-orang bahwa kita semua harus berjaga-jaga dan hati-hati karena Yakjuj dan
Makjuj telah keluar.
Mereka dapat menyerang kereta
kita kapan saja. Aku mulai menjalankan kereta kemudian naik ke atas atap kereta sehingga apabila Yakjuj dan Makjuj menyerang, maka aku bisa membunuh mereka dengan Cahaya Allahجل جلاله. Ketika dalam perjalanan, empat atau lima Yakjuj dan Makjuj berwarna putih menyerang kereta kami. Aku melihat mereka sepertinya baru turun dari langit. mereka menyerang dengan jeritan tajam yang menakutkan dan dengan sangat cepat.
Aku langsung melempar Cahaya
Allahجل جلاله dan mereka mati di udara. Dalam salah satu mimpi, aku melihat Yakjuj dan Makjuj berlari dengan sangat cepat lalu membuat lompatan kecil dan dilanjutkan dengan lompatan besar yang membawa mereka naik ke langit dan mencapai
ketinggian yang sangat tinggi.
Aku tidak yakin seberapa
tinggi mereka dapat melompat, tetapi dapat kukatakan bahwa ketika aku sedang menunggu serangan mereka, aku melihat mereka menyerang dari langit yang berada di belakang awan yang paling rendah. Allahجل جلاله lebih mengetahui jika itu awan cumulus atau stratus.
Ketika Yakjuj dan Makjuj naik ke langit, mereka menyerang
dengan sangat cepat sehingga tidak ada yang bisa menyelamatkan diri. Cara terbaik untuk membunuh yakjuj dan makjuj yang
aku ketahui adalah dengan menyerang ketika mereka berada di udara karena gerakan mereka sangat terbatas. Pada saat mereka berada di daratan, mereka
dapat bermanuver dengan kecepatan tinggi dan tubuh mereka juga sangat kuat serta memiliki banyak kekuatan di lengan dan kaki yang mereka manfaatkan
sebagai senjata.
Aku belum pernah melihat Yakjuj dan Makjuj membawa senjata apa pun tetapi Allahجل جلاله lebih mengetahui apakah mereka akan menggunakan senjata
atau tidak. Sementara itu di dalam kereta, aku melihat beberapa orang dari kejauhan dan aku berhenti di sana untuk menaikkan orang-orang itu. Orang-orang yang bersamaku berkata, seharusnya aku tidak berhenti
karena itu bisa berbahaya, tapi aku mengatakan bahwa
mungkin aku bisa menyelamatkan beberapa orang lagi.
Dan tepat ketika aku menghentikan kereta, kami diserang oleh Yakjuj dan Makjuj yang berwarna hitam. Karena pada saat itu adalah malam hari, maka aku
kesulitan untuk menemukan mereka, tetapi aku bisa membunuh mereka semua dengan Cahaya Allahجل جلاله.
Orang-orang yang bersamaku selamat semuanya dengan Rahmat Allahجل جلاله dan tidak ada kerusakan pada kereta kami, tetapi orang-orang yang ingin aku
selamatkan terbunuh.
Orang-orang berkata lagi: “Qasim, kamu akan membuat kami terbunuh saat mencoba
menyelamatkan beberapa orang”.
Lalu aku berkata:
“Kamu benar, kita seharusnya tidak mengambil risiko”.
Setelah kejadian ini, kami tidak berhenti di mana pun dan akhirnya dengan kemurahan Allahجل جلاله, kami mencapai Isa ‘Alaihissallam pada waktu subuh. Kami melihat Isa’ Alaihissallam turun ke bumi beberapa saat sebelum kami sampai di sana dan kemudian kami mulai tinggal
bersama-sama dengan Isa ‘Alaihissallam.
Aku tidak pernah tahu bagaimana Yakjuj dan Makjuj hidup di dalam gua dan berapa lama mereka hidup atau berapa banyak jumlah mereka serta siapa yang
membunuh mereka semua. Tetapi aku melihat bahwa Yakjuj dan Makjuj menghancurkan seluruh isi bumi ketika mereka keluar dan hanya sedikit orang yang
selamat, namun Allahجل جلاله lebih mengetahui.

