Translate :

Home / All Dreams / Misi

Sabtu, 2 April 2016 - 16:55 WIB

Misi Khusus Muhammad Qasim dari Nabi Muhammad ﷺ

بسم اللہ الرحمٰن الرحیم

السلام علیکم ورحمتہ اللہ وبرکاتہ

Pada tanggal 2 April 2016, Muhammad Qasim melihat sebuah mimpi,

Dalam mimpi ini, Nabi Muhammad ﷺ berbicara kepadaku dengan sebuah perangkat seperti telepon. Suara Nabi Muhammad ﷺ terdengar sangat lelah, lemah dan cemas. Nabi Muhammad ﷺ berkata kepadaku: “Qasim, aku telah memanggil banyak orang tetapi tidak ada yang mendengarkanku. Aku sangat lelah sekarang. Aku tidak memiliki kekuatan lagi”. Aku menjawab: “Apa yang dapat aku lakukan untukmu? Aku ada disini untukmu”. Nabi Muhammad ﷺ berkata kepadaku: “Qasim, aku ingin bertemu denganmu, ada pekerjaan yang sangat penting. Bisakah kamu datang menemuiku?”. Aku menjawab: “Mengapa tidak, tapi aku harus mendapatkan paspor dan visa terlebih dahulu”. Lalu Nabi Muhammad ﷺ berkata: “Baik, tapi lakukan semuanya dengan cepat.”

Aku pergi ke salah satu biro perjalanan dan dia memberitahuku bahwa pengurusan paspor dan visa membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan. Mendengar ini, aku berkata dalam hati: “Ini akan sangat terlambat. Nabi Muhammad ﷺ telah menyuruhku untuk datang secepatnya”. Aku kembali dan memberi tahu Nabi Muhammad ﷺ bahwa itu akan memakan waktu setidaknya 3 sampai 4 bulan.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad ﷺ menjadi tertekan dan berkata: “Tunggu di sana, aku akan datang kepadamu.” Aku menjawab: “Sabar saja sebentar, aku akan datang sendiri. Anda sudah sangat tua dan lelah.” Lalu Nabi Muhammad ﷺ mengatakan: “Tidak anakku, pekerjaan ini sangat penting dan tidak bisa ditunda lagi. Aku sangat menderita melihat umatku. Aku akan datang menemuimu”. Lalu aku merasa sangat kasihan padanya dan berkata: “Jika begitu datanglah, semoga Allah ﷻ membantu dan memudahkan perjalananmu”. Pada saat yang sama, aku berdoa kepada Allah ﷻ: “Ya Allah ﷻ, tolonglah Nabi Muhammad ﷺ dan mudahkan perjalanannya.”

Kemudian aku bergegas ke bandara untuk menjemput Nabi Muhammad ﷺ agar beliau tidak terlalu lama menungguku. Tak lama kemudian, Nabi Muhammadﷺ tiba di bandara. Aku sangat senang melihatnya dan berlari ke arahnya. Nabi Muhammad ﷺ juga sangat senang melihatku. Aku berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ: “Allah ﷻ telah membawamu ke sini.” Lalu Nabi Muhammad ﷺ berkata: “Ya, memang Allah ﷻ sangat baik.” Aku membawa Beliau di mobilku dan kami pulang rumahku. Aku memiliki rumah kontrakan yang kecil dan penerangan yang kurang baik/redup.

Ketika kami sampai di rumah, Beliau duduk disampingku dan berkata: “Qasim, aku datang untuk tugas yang sangat penting. Tidak ada yang mendengarkanku, jika kondisi umatku masih tetap seperti ini, aku takut Islam akan berakhir. Semua orang sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak ada yang peduli tentang Islamku. Aku ingin kamu melakukan pekerjaan ini untukku. Sampaikan semua mimpi yang telah ditunjukkan Allah ﷻ kepadamu dan sampaikan pesanku kepada orang-orang. Aku punya sebuah alat yang dapat kamu pergunakan untuk menyampaikan mimpimu dan pesanku. Katakan kepada umat Islam bahwa Nabi Muhammad ﷺ telah memberikan pesan ini:

Baca Juga:  Muslim Biasa Akan Menjadi Orang Pertama Yang Percaya Mimpi Muhammad Qasim

“Bagaimanapun Qasim, dia adalah umatku, dan aku tidak membedakan siapapun diantara umatku. Islam akan bangkit dari Pakistan. Umatku tidak boleh memperdebatkan hal ini dan mereka tidak boleh berkelompok. Menjelang hari kiamat, Islam harus bangkit dengan Rahmat Allah ﷻ dari suatu tempat. Tidak peduli dari mana Islam akan bangkit. Hal baiknya adalah, semua muslim akan bersatu kembali dan akan mendapatkan kejayaan mereka yang hilang. Islam akan dipandang dengan hormat di dunia lagi. Lalu apa yang salah dengan itu?”

Mendengar ini, aku berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa: “Betapapun sulit dan berbahayanya tugas ini, aku pasti akan melakukannya dengan pertolongan Allah ﷻ. Gelombang kegembiraan mengalir di mata Nabi Muhammad ﷺ. Dia memelukku erat-erat dan berkata: “Aku berharap kepada Allah ﷻ bahwa kamu tidak akan mengecewakanku”. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ menarik napas dalam-dalam dan berkata: “Ya Allah ﷻ, terima kasih.”

Kemudian Nabi Muhammad ﷺ mengatakan: “Qasim, ada peta dalam kotak ini dan kamu akan membangun Islam sejati di tanah ini dengan pertolongan Allah ﷻ. Setelah itu, aku akan memanggilmu untuk menjumpaiku dan memberitahumu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.” Aku katakan kepada Nabi Muhammadﷺ: “Insya Allah ﷻ, jangan khawatir dan istirahatlah sekarang. Pekerjaan ini telah menjadi milikku dan aku akan melakukannya dengan pertolongan Allah ﷻ”.

Setelah itu, Nabi Muhammad ﷺ mulai berdoa kepada Allah ﷻ untuk menolongku dan juga keberhasilanku. Kemudian aku berkata dalam hati bahwa aku telah berjanji kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk melakukan pekerjaan ini, semoga Allah ﷻ membantuku, karena aku tidak bisa melakukan ini tanpa pertolongan Allah ﷻ.

Aku baca nama Allah ﷻ (Bismillah) dan memulai pekerjaanku. Saat kubuka kotak pemberian Nabi Muhammad ﷺ itu, ada perangkat seperti komputer dan peta di dalamnya. Dengan perangkat ini, aku akan mengirimkan mimpiku dan pesan Nabi Muhammad ﷺ kepada orang-orang. Pertama,aku akan menyampaikan pesan ini kepada beberapa orang penting. Aku memberitahu mereka bahwa Nabi Muhammad ﷺ telah memberiku pesan ini. Lalu mereka tertawa dan berkata: “Qasim, lakukan pekerjaanmu dan jangan buang waktu kami”.

Baca Juga:  Muhammad Qasim Dan Panglima Militer

Aku sedikit kecewa mendengarnya, tapi kemudian aku berkata: “Tidak, aku telah berjanji kepada Nabi Muhammadﷺ bahwa aku akan melakukan ini untuknya. Lalu aku membuka peta untuk melihatnya. Disana ada peta wilayah Khurasan dan daerah sebelum Khurasan di bagian timur. Nabi Muhammad ﷺ telah membuat peta lain yang mirip dengan Pakistan dan Nabi Muhammad ﷺ menulis: “Jika kalian melihat Islam yang benar menyebar dari tanah sebelum Khurasan pada akhir zaman, maka bergabunglah, bahkan jika kalian harus berjalan tanpa alas kaki melalui pegunungan.”

Kemudian seorang pria mengirimiku pesan dan aku berbicara kepadanya secara rinci tentang pesan ini. Tapi dia tidak mengerti kata-kataku dengan baik. Aku berkata kepadanya: “Datanglah ke rumahku. Aku akan menunjukkan peta dan kamu dapat melihatnya sendiri”. Kemudian dia datang ke rumahku dan melihat peta itu dan berkata: “Ya, aku juga telah membaca dalam hadits bahwa ini bukanlah tanah Khurasan tetapi tanah sebelum Khurasan. Lalu dia berkata: “Sekarang aku mengerti apa yang harus aku lakukan. Jika ini adalah daratan, maka tentara dengan bendera hitam adalah tentara Pakistan.”

Aku katakan: “Tentara Pakistan adalah tentara terbaik di dunia dan mereka dapat menumpas semua serangan teroris.” Kemudian pria itu berkata: “Kita harus menyampaikan pesan Nabi Muhammad ﷺ kepada tentara Pakistan. Kita harus menyelamatkan benteng terakhir Islam ini.” Aku katakan: “Kita harus cepat dan Nabi Muhammad ﷺ juga berkata bahwa siapapun yang membaca pesanku harus menyebarkannya.”

Kemudian kami bekerja dan membentuk kelompok lalu mulai menyebarkan mimpi dan pesan ini dengan sangat cepat. Mimpi dan pesan Nabi Muhammad ﷺ ini tersebar ke seluruh dunia dengan pertolongan Allah ﷻ. Dan kemudian orang-orang besar yang pernah menerima pesan ini sebelumnya berkata: “Qasim, Kami seharusnya mempercayai kata-katamu dari dulu”. Setelah itu aku berkata kepada diriku sendiri: “Jika Allah ﷻ tidak bermurah hati dan memberi pertolongan, maka ini tidak akan pernah terjadi.”

Jazakumullahu Khair

والسلام علیکم ورحمۃ اللہ وبرکاتہ

 

Baca Juga

Gambar Ilustrasi 46

All Dreams

Bantuan dan Dukungan Allah ﷻ Sehari Sebelum Kiamat

All Dreams

Muhammad Qasim bin Abdul Karim Melunakkan Besi dan Emas untuk Para Sahabatnya

All Dreams

Telaah Kondisi Indonesia sebelum Perang Dunia Ketiga

All Dreams

Sang Penghimpun Dunia

All Dreams

Penundaan Azab dan Rahmat Allah Sebelum Menetapkan Hari Terakhir
Gambar Ilustrasi 7

All Dreams

Gempa Bumi Kompatibel Virus Corona
Gambar Ilustrasi 67

All Dreams

Karpet Terbang

All Dreams

Pemimpin Dunia dan Masa Kejayaan Islam