Translate :

Home / Uncategorized

Selasa, 27 Juni 2023 - 11:40 WIB

Ketum DDII Diduga Hapus Postingan Soal Muhammad Qasim Di Kolom Komen, Tetap Tak Mau Dialog?

 

Beberapa Kali salah seorang Helper Muhammad Qasim mengirim berbagai postingan di kolom komentar soal Muhammad Qasim di Kolom Komentar milik FB Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini namun kini ditemukan menghilang.

“Saya kira Adian Husaini selaku Ketum DDII adalah sosok yang mau berdialog tapi ini cuma postingan soal Muhammad Qasim di Kolom Komentar saja dihapus, kalau memang dewasa kenapa tidak balas saja”ujar Amas

Sementara itu disisi lain tugas akhir penyebaran Mimpi Muhammad Qasim memasuki tiga bulan terakhir, sejauh ini ajakan mempercayai mimpi MQ sudah melewati sejumlah pentolan ormas Islam seperti NU (Buya Yahya) Sejumlah Kyai Sidogiri, Muhammadiyah (Seketaris Umum Abdul Mut’hie), PSII, DDII dan lainnya termasuk juga melewati sejumlah Tokoh Ummat lain seperti Ustadz Abdul Shomad, Ning Aisyah As’adiyah (cucu Pendiri NU Kyai As’ad), Anis Matta (Ketum Partai Gelora melalui salah satu stafnya), Sekjen PKB alias orang Kedua di PKB Hasanuddin Wahid, Ustadz di kalanganPengurus DPP PKS, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Pusat Sufmi Dasco, Tokoh Demokrat Farkhan Evendi, Sejumlah Kyai Keturunan Bani Cholil dan lainnya selain tentunya sejumlah Kepala Daerah dan Pimpinan DPR Pusat maupun Pejabat Instansi Lain

Diantara mereka ada yang menerima, ada yang diam saja dan ada yang menolak keras sembari menunjukkan keilmuannya yang jauh lebih tinggi. Penolakan pada Al Mahdi Mirip penolakan para orang berilmu dikalangan masyarakat terhadap kenabian Nabi Isa dan Nabi Muhammad atau penolakan sekelompok Bani Israil pada Thalud yang lemah untuk memimpin dan memenangkan pertarungan atau mirip Iblis yang menolak bersujud pada Adam karena merasa lebih dimuliakan

“MENGENALI AL MAHDI DENGAN METODOLOGI YANG BENAR”

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Untuk mendapatkan informasi yang benar tentang Al Mahdi, maka dibutuhkan seluruh Petunjuk yang ada tentang dirinya. Jika kita hanya menilai dari satu atau beberapa keterangan lalu menyimpulkan, niscaya kita tidak akan bisa mengenali beliau meskipun beliau sedang berdiri tepat dihadapan kita.

Pun setelah kita menggunakan seluruh Petunjuk tersebut, terkadang kita masih perlu MEMBEDAH ULANG setiap kata dan kalimat yang ada dalam petunjuk-petunjuk tersebut untuk bisa mendapatkan data dan informasi yang lebih spesifik.

Seperti misalnya Nubuat tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW dalam kitab Injil, Taurat, Zabur dan bahkan Weda. Dalam kitab-kitab tersebut telah dijelaskan akan kedatangan sosok Nabi Muhammad SAW. Namun karena mereka memahaminya terlalu tekstual dan hanya mau mengacu pada satu keterangan tertentu, akhirnya lahirlah kesombongan dan penolakan. Masing-masing menginginkan harus dari kalangan mereka atau harus sesuai dengan pemahaman mereka. (Anda bisa research sendiri penjelasan tentang Nubuat-nubuat tersebut agar tulisan ini tidak terlalu panjang).

Karena itu, memahami isyarat dari Allah SWT dan Rasul-Nya SAW tidaklah bisa sepotong-sepotong. Kita harus mengumpulkan segala informasi yang ada agar kita bisa menyimpulkan dengan benar seperti kata Sheikh Imran Hosein. Begitulah Metodologi yang benar dalam mengupas Petunjuk yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits menurut Sheikh Imran Hosein.

Berikut akan kami coba uraikan:

1. Apa Definisi Al Mahdi?

Jawaban: Al Mahdi berarti orang yang mendapat petunjuk (bimbingan).

2. Dengan cara apa Al Mahdi mendapatkan petunjuk?

Jawaban: Dengan cara di Islah oleh Allah SWT.

Sebagaimana hadits berikut:

Diriwayatkan dari ‘Ali Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ، يُصْلِحُهُ اللهُ فِيْ لَيْلَةٍ.

“Al-Mahdi dari keturunan kami; Ahlul Bait, Allah akan memperbaikinya (meng-islah-nya) pada (waktu) malam.”

Musnad Ahmad (II/58, no. 645), tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih,” dan Sunan Ibni Majah (II/1367). Dan hadits ini dishahihkan juga oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (VI/22, no. 6611).

3. Bisakah kita mengetahui bagaimana cara Allah SWT meng-islah Al Mahdi?

Jawaban: Bisa. Yaitu melalui mimpi.

– Kok tau melalui mimpi?

Jawaban: Agama Islam telah sempurna. Allah SWT dan Rasul-Nya tidak mungkin tidak meninggalkan petunjuk tentang bagaimana Al Mahdi akan mendapat petunjuk. Sebab perkara Al Mahdi adalah perkara yang sangat besar. Berikut penjelasannya:

Pesan TERAKHIR dari Rasulullah SAW, menjelang wafat nya; dari Abdullah bin Abbas dia berkata: “Rasulullah SAW suatu saat menyingkap tirai, dan kepalanya dililit (diperban) dengan kain karena sakit -yang akhirnya menyebabkan beliau meninggal dunia- lalu beliau SAW bersabda: ‘Ya Allah, telah kusampaikan -tiga kali-, sesungguhnya TIDAK TERSISA lagi KABAR KE-NABI-AN (Petunjuk) KECUALI MIMPI yang benar, yakni mimpi yang dilihat SEORANG muslim atau diperlihatkan kepada SEORANG hamba.” [HR Ibn Majah & Nasai, Sahih]

Rasulullah SAW juga bersabda, “Tidak tersisa dari kenabian, kecuali PERINGATAN- PERINGATAN (Al Mubasyirah).”

Mereka bertanya, “Apa peringatan-peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab,“ MIMPI yang BAIK atau BENAR.” (HR. Bukhari, Sahih)

Jika para ulama saja disebut sebagai “Pewaris Nabi”, apalagi Al Mahdi! Tentu saja Al Mahdi adalah Pewaris Nabi sebab beliau sendiri yang akan menegakkan Khilafah ‘ala Minhajun Nubuwah. Hadits-hadits menunjukkan dengan tegas bahwa satu-satunya kabar Kenabian (Petunjuk) yang masih tersisa dan MUNGKIN TERJADI HANYALAH MELALUI MIMPI!

Sebab, TIDAK TERSISA KECUALI MIMPI.

TIDAK TERSISA KECUALI MIMPI..

TIDAK TERSISA KECUALI MIMPI…

Tidak juga kah Anda paham kalimat sederhana Rasulallah tersebut?

Haruskah saya mengulanginya 93 kali lagi agar genap 100??

Subhanallah!

4. Berapa kali sebenarnya Al Mahdi akan di islah, apakah hanya satu kali dalam satu malam, atau secara bertahap?

Jawaban: Secara bertahap. Untuk penjelasan lebih lengkap klik disini https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=272564604494166&id=100052218844201

Dari komentar Imam Ibnu Katsir rahimahullah tentang hadits Islah ini, jelas bahwa AL MAHDI ADALAH ORANG BIASA (Bukan kalangan Ulama dan sebagainya).

5. Siapakah sebenarnya nama Al Mahdi?

Jawaban: nama Al Mahdi akan MIRIP dengan nama Rasulallah SAW dan nama ayahnya akan mirip dengan nama ayah Rasulallah SAW.

Dalam satu riwayat:

يُوَاطِىءُ اِسْمُهُ اِسْمِيْ وَاسْمُ أَبِيْهِ اِسْمَ أَبِيْ.

“Namanya mirip dengan namaku dan nama bapaknya mirip dengan nama bapakku.” Sunan Abi Dawud (XI/370). Al-Albani berkata, “Shahih,” Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (V/70-71, no. 5180).

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penjelasan Syekh Shalahuddin bin Ibrahim berikut: https://youtu.be/36eW2l-3nNU

6. Dimanakah Al Mahdi akan muncul?

Jawaban: Dari arah Timur disebelah Khurasan (Bukan di Khurasan).

يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمُ ابْنُ خَلِيفَةَ، ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ، ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيُقَاتِلُونَكُمْ قِتَالًا لَمْ يُقَاتِلْهُ قَوْمٌ – ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا فَقَالَ – إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ، فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

“Tiga golongan saling berperang memperebutkan kekuasaan kalian. Mereka adalah anak-anak penguasa. Kekuasaan tidak menghampiri seorang pun dari ketiganya. Lalu terbitlah pasukan Panji-panji hitam dari arah timur. Mereka memerangi kalian dengan peperangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh suatu kaum. Ketika kalian melihat pasukan panji hitam tersebut, maka berbaiatlah kepadanya, sekalipun harus merangkak di atas salju. Sungguh, ia adalah khalifah Alllah, Al-Mahdi.”

(HR. Sunan Ibnu Majah, Kitab Al-Fitan Bab Khuruj al-Mahdi 2:1467: Mustadrak al-Hakim 4:463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadist shahih menurut syarat Syaikhain. “Perkataan Hakim ini juga disetujui oleh adz-Dzahabi, Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah isnad yang kuat lagi shahih.”)

Hadits penguat:

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّودَ قَدْ جَاءَتْ مِنْ قبل خُرَاسَانَ، فَأْتُوهَا ؛ فَإِنَّ فِيهَا خَلِيفَةَ اللهِ الْمَهْدِيَّ

“Apabila kalian melihat ada panji-panji hitam datang dari sebelum Khurasan maka datangilah ia karena di dalamnya ada khalifah Allah Al-Mahdi.” [Mustadrak al-Hakim, Hadits no. 8578, Baihaqi dalam Dalail an-Nabuwwah 6/516]

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan klik

 

Tiga Alasan Kenapa Umat Islam Akan Berkumpul Di Pakistan Pada Masa Imam Mahdi

Lagipula, pada kenyataannya banyak ulama dan ustadz akhir zaman yang selalu memakai kedua hadits tersebut. Seperti misalnya Sheikh Imran Hosein, UZMA, URB, UIT dan masih banyak lagi. Dan kami sudah menjelaskannya pada video berikut: https://youtu.be/IH7WcrjT1d0

Imam Ibnu Katsir rahimahullah (w. 774 H.) memberi komentar bahwa Al-Mahdi dan pasukan panji hitam hanya akan datang di akhir zaman. Bukan pada masa ambruknya kekhalifahan Bani Umayyah. (Baca Al Bidayah wan Nihayah jilid 6)

Menurut kami (penulis), perselisihan tentang dua hadits panji hitam tersebut adalah dikarenakan banyaknya yang mengaku-ngaku sebagai pasukan Panji-panji hitam yang seringkali disalahgunakan untuk merebut kekuasaan dengan berbagai tindakan penuh kekerasan, fitnah, dan sebagainya. Sehingga banyak pihak yang menjadi TRAUMA hingga meragukan kedua hadits tersebut. Hal itu terbukti dengan adanya komentar Imam Ibnu Katsir rahimahullah diatas, serta banyaknya kelompok yang mengklaim sebagai pasukan Panji-panji hitam sebagaimana yang telah kita ketahui bersama.

Berdasarkan mimpi Muhammad Qasim, dia melihat bahwasanya Jet-jet tempur Hitam yang ia lihat dalam mimpi-mimpinya adalah sebagai bantuan dari Allah SWT yang justru berfungsi untuk MEMPERTAHANKAN ISLAM karena Islam telah diserang habis-habisan oleh India-Amerika-Israel. Dan jika kelak ini terbukti benar, maka jelaslah sudah siapa Al Mahdi sebenarnya.

Pertanyaan: Bukankah ada hadits yang menyebutkan bahwa Al Mahdi akan muncul di Madinah?

Jawaban: Benar. Hadits tersebut memang ada.

Pertanyaan: Lalu mengapa hadits-hadits tersebut bertentangan?

Jawaban: Tidak mungkin bertentangan. Jika kedua hadits tersebut telah dipakai secara turun temurun, otomatis hadits tersebut sudah masyhur sehingga sampai saat ini para ulama sendiri masih memakainya sebagaimana dijelaskan dalam video diatas. Hanya karena tercemar oleh kelakuan beberapa kelompok, tidak berarti bahwa salah satunya harus dihilangkan. Artinya, ini menjadi bukti penguat untuk memenuhi syarat bagi Al Mahdi untuk membuktikan ke-mahdi-annya saat ia muncul. Yakni Al Mahdi harus memenuhi kebenaran dua hadits tersebut saat kemunculannya.

Baca Juga:  Gempa di Ekuador Menewaskan Belasan Orang

Keduanya memang terlihat bertentangan jika dilihat secara sepintas. Tapi, jika kita melihat sejarah, bukanlah hal yang asing lagi jika seorang Nabi, penguasa, maupun penakluk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lain karena alasan tertentu (baik itu karena alasan politik, strategi, dan lain-lain). Sebagaimana kita ketahui bahwa para Raja (penguasa) terdahulu seringkali memindahkan pusat pemerintahan mereka. Bahkan Baginda Rasulullah SAW sendiri mengatur pemerintahannya dari Madinah padahal beliau adalah kelahiran Mekkah dan memulai dakwahnya dari sana. Dan masih banyak lagi contoh lainnya pada kehidupan Para Nabi ‘alayhissalam lainnya.

Jadi, kemungkinan besar Al Mahdi juga akan keluar dari tempat asalnya menuju Madinah karena alasan/urusan tertentu. Dan disitulah pengejaran terhadap Al Mahdi terjadi hingga pasukan yang mengejar beliau tersebut dibenamkan di Al Baida (Wallahu a’lam).

 

 

 

8. Kapan Al Mahdi akan muncul?

 

 

 

Jawaban: Ketika tanda-tanda yang mengiringi kemunculannya telah terjadi sebagaimana yang dijelaskan dalam banyak hadits.

 

 

 

Sebagai contoh:

 

 

 

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

 

 

 

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

 

 

 

– Apakah ini bukan tahun-tahun gempa?

 

 

 

– Apakah perselisihan antara manusia hari ini masih kurang banyak bagi Anda??

 

 

 

– Apakah hari ini dunia masih belum dipenuhi oleh kesewenang-wenangan dan kezaliman bagi Anda?

 

 

 

Jika Anda menjawab “Tidak/Belum”, berarti Anda sedang tidur!

 

 

 

9. Bukankah Al Mahdi itu Rahasia Allah hingga dia muncul secara tiba-tiba di Madinah lalu dikejar-kejar hingga akhirnya dibaiat paksa di depan Kakbah?

 

 

 

Jawaban: Al Mahdi memang rahasia Allah sampai waktu kemunculannya tiba. Dan ketika waktu kemunculannya tiba OTOMATIS SUDAH BUKAN RAHASIA LAGI. Pada saat syarat-syarat kemunculannya sudah terpenuhi, maka pada saat itu kita sudah bisa mencari sosok Al Mahdi tersebut berdasarkan ciri-ciri Ke-Mahdi-an pada dirinya. Kami tidak sedang berbicara tentang SEBATAS CIRI FISIK, melainkan keseluruhan Petunjuk tentang Al Mahdi termasuk kedelapan poin diatas.

 

 

 

Jika Al Mahdi memang akan muncul secara tiba-tiba, lalu mengapa ada hadits-hadits tentang Panji-panji hitam yang mengiringi kemunculannya? Mengapa banyak ulama yang menyampaikan hadits tentang Panji-panji hitam tersebut? Dan mengapa Imam sekelas Ibnu Katsir rahimahullah sampai menegaskan bahwa Panji-panji Hitam yang dimaksud dalam hadits tersebut hanya bisa dibenarkan jika kemunculan Panji Hitam tersebut mengiringi kemunculan Al Mahdi?

 

 

 

Berarti Al Mahdi adalah seorang yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya. DAN SUDAH MEMBERI BUKTI NYATA BAHWA IA MAMPU MENEGAKKAN MANHAJ ‘ALA MINHAJUN NUBUWAH!

 

 

 

Apakah masuk akal membaiat seseorang didepan Kakbah secara tiba-tiba padahal orang tersebut belum diketahui seluk-beluknya serta tauhid nya bagaimana?

 

 

 

10. Apakah Al Mahdi akan langsung dibaiat secara paksa atau ia harus berdakwah terlebih dulu?

 

 

 

Jawaban: Dia harus berdakwah terlebih dahulu!

 

 

 

Jika dia tidak berdakwah terlebih dahulu, lalu bagaimana orang lain bisa menguji kebenaran dirinya sebagai Al Mahdi? Bagaimana orang bisa mengetahui nasabnya? Dan mau dia bawa kemana ummat ini?

 

 

 

Sesuai gelarnya dia adalah “AL MAHDI” (artinya Orang Yang Mendapat Petunjuk). Coba Anda scroll lagi ke atas dan renungkan sebentar mengapa masih tersisa satu unsur kenabian yaitu melalui mimpi.

 

 

 

Al Mahdi harus menerima petunjuk dari Allah bagi ummat akhir zaman. Gunanya sebagai kabar gembira dan peringatan bagi ummat akhir zaman DALAM MENGHADAPI PERISTIWA-PERISTIWA AKHIR ZAMAN YANG PENUH FITNAH.

 

 

 

Petunjuk-petunjuk yang ia sampaikan tersebut selaras dengan kondisi manusia pada zaman tersebut, dan bertujuan memurnikan TAUHID dan menyelamatkan mereka dari berbagai bahaya serta solusi untuk mengahadapi keadaan tertentu seperti mimpi Fir’aun pada zaman Nabi Yusuf ‘alayhissalam.

 

 

 

Jika sudah demikian, PANTASLAH dia disebut sebagai Al Mahdi (ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK). Petunjuk yang ia terima bisa bermanfaat bagi semua orang untuk mengantisipasi fitnah-fitnah yang sedang berlangsung.

 

 

 

Dan petunjuk-petunjuk yang Al Mahdi terima tersebut tentu sifatnya HANYALAH SEBAGAI KABAR GEMBIRA DAN PERINGATAN! Dan bukan syari’at baru!

 

 

 

11. Bukankah Al Mahdi akan dibaiat pada umur 40 tahun di depan Kakbah?

 

 

 

Jawaban: Tidak benar bahwa Al Mahdi akan dibaiat di depan Kakbah pada umur 40 tahun. Keterangan tentang umur Al Mahdi dan keterangan tentang pembai’atannya di depan Kakbah adalah dua hal yang berbeda dan terpisah sama sekali.

 

 

 

Di antara hadits-hadits Nabi ﷺ yang menjelaskan tentang umur al-Mahdi terdapat dalam beberapa riwayat. Sebagai contoh:

 

 

 

Riwayat Pertama;

 

 

 

حدثنا عبد الله بن مروان عن الهيثم بن عبد الرحمن عمن حدثه عن علي بن أبي طالب قال: يبعث وهو ما بين الثلاثين والأربعين.

 

 

 

“Abdullah bin Marwan menceritakan dari al-Haistam bin Abdurrahman dari orang yang menceritakan kepadanya dari Ali bin Abi Thalib berkata: Dia (al-Mahdi diutus antara (umur) 30 sampai 40 tahun.”

 

 

 

Riwayat Kedua;

 

 

 

حدثنا الوليد عن سعيد عن قتادة عن عبد الله بن الحارث قال : يخرج المهدي وهو ابن أربعين سنة

 

 

 

“Al-Walid menceritakan dari Sa’id dari Qotadah dari Abdullah bin al-Harits berkata: al-Mahdi akan keluar (diutus) pada umur 40 tahun tahun.”

 

 

 

Riwayat ketiga;

 

 

 

عن سميط عن كعب قال : المهدي ابن أحد أو اثنتين وخمسين سنة

 

 

 

“Dari Samith dari Ka’ab berkata: al-Mahdi (diutus) pada umur 51 atau 52 tahun.“

 

 

 

Riwayat Keempat;

 

 

 

عن جراح عن أرطأة قال : المهدي ابن ستين سنة

 

 

 

“Dari Jarah dari Arthaah berkata: al-Mahdi (diutus) pada umur 60 tahun.“

 

 

 

dan semisalnya.

 

 

 

Keempat riwayat di atas dapat dilihat dalam karya an-Nu’aim pada kitab Al-Fitan bab Sifatul Mahdi hal 226-227.

 

 

 

Keempat riwayat di atas jelas bukanlah informasi tentang umur Al Mahdi saat pembai’atan. Melainkan informasi tentang umurnya saat beliau “DIUTUS”!

 

 

 

Dan contoh hadits tentang pembai’atan adalah:

 

 

 

“Akan dibaiat seorang laki-laki antara maqam Ibrahim dengan sudut Ka’bah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud) dan semisalnya.

 

 

 

Ini menjelaskan bahwa sesungguhnya umur Al Mahdi ketika diutus dengan umurnya ketika dia dibaiat di depan Kakbah adalah dua hal berbeda. Ada banyak penjelasan tentang hal ini yang jika diperdebatkan tidak akan ada akhirnya.

 

(Jadi silahkan dibedah masing-masing saja)

 

 

 

Muncul pertanyaan: Loh, kok Al Mahdi DIUTUS? Berarti Nabi baru dong? Atau Rasul baru? Kan sudah tidak ada Nabi atau Rasul lagi setelah Rasulallah SAW wafat?

 

 

 

Jawaban: Bukan. Meskipun beliau diutus bukan berarti beliau adalah Nabi ataupun Rasul. Perhatikan teks arabnya. Disana digunakan kata ” يبعث ” bukan ” رسول “.

 

 

 

Tidak ada ulama yang menentang/mengkritik penggunaan kata ” DIUTUS ” terhadap Al Mahdi. Karena mereka semua tau bahwa meskipun Al Mahdi DIUTUS, tidak lantas menjadikan dia sebagai Nabi atau Rasul!

 

 

 

Nah, ini juga semakin memperjelas bahwa Al Mahdi memang akan “DIUTUS” untuk berdakwah terlebih dahulu sebelum akhirnya beliau dikejar-kejar sebagaimana dijelaskan diatas.

 

 

 

Sebab pihak yang mengejar tidak mungkin mengejar seseorang yang tidak memiliki pengaruh terhadap rencana dan pergerakan jahat mereka.

 

 

 

__________________________

 

__________________________

 

 

 

Berdasarkan semua informasi diatas, maka dapat diketahui bahwa syarat-syarat kemunculan/pengutusan Al Mahdi jelas sudah terpenuhi. (Anda bisa mencari informasi pendukung tambahan dari banyak sumber lainnya seperti : dua gerhana berturut-turut pada bulan ramadhan, huru-hara dan perang di bulan Zulqaedah-Zulhijjah, komet/bintang berekor dan lain sebagainya yang mengiringi kelahiran Al Mahdi).

 

 

 

Dari penjelasan di atas, sesungguhnya telah sangat jelas bagi kami bahwa saat ini, orang yang bernama Muhammad Qasim bin Abdul Karim dari Pakistan telah memenuhi semua persyaratan UNTUK DICURIGAI SEBAGAI AL MAHDI yang kita nantikan.

 

 

 

Alasannya antara lain adalah:

 

 

 

1. Dia sudah menerima petunjuk melalui mimpi sebagaimana dijelaskan diatas selama kurang lebih 28 tahun.

Baca Juga:  Untukmu yang Menunggu Fatwa Ulama Terkait Muhammad Qasim Sebagai Al-Mahdi

 

 

 

2. Untuk pertama kalinya dia telah menyebarkan mimpi-mimpinya pada tahun 2014. Qasim berusia kurang lebih 40 tahun kala itu jika dihitung berdasarkan kalender Hijriyah. (Qasim kelahiran 1976).

 

 

 

Tahun 2014 penuh dengan peristiwa gempa bumi. Ini buktinya:

 

 

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2170496176419627&id=100003777989142

 

 

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=273283341088959&id=100052218844201

 

 

 

Dan jika masih dirasa kurang, silahkan ketik “2014 earthquakes” dan “gempa bumi 2014” di google.

 

 

 

3. Ciri-ciri Al Mahdi terang benderang ada pada dirinya. Antara lain:

 

 

 

– Namanya mirip dengan nama Rasulallah SAW dan nama ayahnya mirip dengan nama ayah Rasulallah SAW. Simak penjelasan Syekh Khalid Al Maghribi berikut https://youtu.be/Mdjbsbyh_e4

 

 

 

– Tidak pernah mengklaim bahwa dirinya adalah Al Mahdi dan bahkan dia selalu menolak dirinya dikaitkan dengan Al Mahdi.

 

 

 

– Muhammad Qasim merupakan keturunan Quraisy.

 

 

 

° tapi apakah ada bukti bahwa nasab Qasim tersambung kepada Rasulullah SAW melalui jalur Fathimah?

 

Jawabannya ada disini: https://youtu.be/R2OblM9BOYQ

 

 

 

Setiap kali Qasim ditanya apakah nasabnya tersambung kepada Rasulullah, dia selalu menjawab, “saya tidak tau.”

 

 

 

Ini menunjukkan bahwa dia memang tidak merasa memiliki kepentingan untuk membuktikan bahwa dirinya adalah Al Mahdi. Seandainya dia ingin membuktikan bahwa dirinya adalah Al Mahdi tentu dari awal dia sudah mengaku asli keturunan kandung Rasulallah SAW.

 

 

 

– Ciri-ciri fisiknya:

 

 

 

Nabi SAW bersabda: “Al-Mahdi itu berasal dariku, LEBAR DAHINYA & PANJANG (mancung) HIDUNGNYA, dia akan memenuhi bumi dgn kelurusan & keadilan, sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kelaliman & kezhaliman. (Hasan, HR. Abu Dawud 4285 dan ini lafadznya, Ibnu Majah 4083, At-Tirmidzi, Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a Fil Mahdi 2232, Ibnu Hibban 6823,6826 dan Al-Hakim 8733,8734,8737)

 

 

 

Di Ensiklopedi Akhir Zaman, Dr. Ahmad Mubyadh mengatakan bahwa Hadits ini mengutarakan ciri khas TERPENTING Al-Mahdi dapat dikenali dengan mudah, yakni; TERSINGKAPNYA RAMBUT dr DAHI hingga MENDEKATI PERTENGAHAN KEPALA, TAPI BUKAN BOTAK. Orang yg memiliki ciri khas demikian DIKATAKAN DAHINYA LEBAR.

 

Hidungnya yg panjang, dengan KEHALUSAN pada UJUNGNYA & KEBENGKOKAN pada BAGIAN TENGAHNYA.

 

 

 

Ciri-ciri lainnya yang berpijakan pada hadits dhoif, ‘ATSAR’, dan lain-lain tidak bisa melemahkan hadits yang derajatnya lebih kuat (baca: Shohih) ketika kebanyakan ciri Al Mahdi telah ditemukan pada diri seseorang.

 

 

 

Namun, jika seandainya ingin tetap menguji ciri fisik Al Mahdi dengan fisik Muhammad Qasim seperti tentang alisnya, bibirnya, giginya, tubuhnya yang seperti tubuh orang Israel, warna kulitnya dan seterusnya seperti yang sering dijelaskan oleh ustadz akhir zaman seperti ustadz Zulkifli Muhammad Ali, maka dipersilahkan bagi Anda untuk melakukannya.

 

 

 

Kami pribadi menemukan ciri-ciri tersebut kebanyakan justru ada pada diri Muhammad Qasim. (Silahkan amati wajah dan tubuh Muhammad Qasim pada berbagai foto dan videonya nanti)

 

 

 

4. Dia muncul di daerah sebelah Khurasan sesuai hadits (yaitu Pakistan) dan tinggal menunggu bukti apakah Qasim benar akan memimpin Pakistan sesuai mimpinya padahal dia tadinya hanya orang biasa.

 

 

 

5. Dia menyeru kepada Tauhid dan menghimbau agar kita benar-benar berhati-hati terhadap segala bentuk kesyirikan. Dan dalam mimpi-mimpinya banyak sekali informasi tentang agenda rahasia para kaki tangan Dajjal.

 

 

 

Informasi-informasi tersebut menurut kami lebih masuk akal dibandingkan pendapat siapapun didunia ini karena yang memberitahunya adalah Yang Maha Mengetahui Segala Sesuatu. Dan mimpi-mimpinya lebih sesuai dengan geopolitik saat ini melebihi pengamatan siapapun. (Kaji seluruh mimpinya jika Anda ingin melihatnya, dan perhatikan takwilnya).

 

 

 

________________________

 

_________________________

 

 

 

BONUS:

 

 

 

1. Website kumpulan mimpi Muhammad Qasim paling lengkap

 

Muhammad Qasim’s Divine Dreams

 

 

 

2. PDF Gambaran mimpi Muhammad Qasim dalam bentuk Kalender https://drive.google.com/file/d/1xfxrVDA-7J74yZxiBISbHHUhVxp6V-fu/view?usp=drivesdk

 

 

 

3. Penjelasan tentang takwil mimpi Muhammad Qasim bisa Anda dapatkan di https://www.facebook.com/dikicandra17/

 

 

 

Kami tidak menyarankan agar Anda memberi kesimpulan sebelum membaca/menonton secara tuntas SELURUH penjelasan ini. Khususnya 3 bonus diatas. Karena:

 

 

 

– Setiap mimpi kemungkinan memiliki hubungan dengan mimpi lainnya sehingga harus dicermati secara keseluruhan agar mendapatkan informasi yang dimaksud dengan benar.

 

 

 

– Tidak semua mimpi bisa ditelan mentah-mentah karena terkadang mimpi memiliki makna simbolis sehingga perlu ditakwil untuk melihat isi sebenarnya dari mimpi. (Seperti contohnya mimpi Fir’aun zaman Nabi Yusuf ‘alayhissalam yang melihat 7 sapi kurus memakan 7 sapi gemuk. Jika dilihat sekilas tentu mimpi tersebut lebih kepada menyeramkan atau aneh. Namun setelah ditakwil oleh Nabi Yusuf ‘alayhissalam ternyata isinya adalah peringatan akan masa kekeringan yang segera tiba).

 

 

 

– Dalam PDF diatas Anda akan menemukan keunikan mimpi-mimpi Muhammad Qasim dan peranannya bagi ummat akhir zaman. Didalamnya juga terdapat berbagai kesaksian orang dari seluruh dunia yang membenarkan mimpi-mimpi Muhammad Qasim. PDF tersebut kami buat pada tahun 2020 yang lalu dan kemungkinan versi terbarunya sudah dibuat oleh team Gaza.

 

 

 

Versi terbaru yang dimaksud disini adalah, dikarenakan mimpi Muhammad Qasim yang terus menjadi kenyataan maka otomatis isi buku tersebut akan bertambah dan di update seiring perkembangan.

 

 

 

________________________

 

________________________

 

 

 

PENJELASAN TAMBAHAN:

 

 

 

1. Allah SWT bisa hadir dalam mimpi seseorang. Meskipun telah kami jelaskan dalam salah satu video di atas, silahkan baca tulisan disertai referensi berikut jika Anda masih ragu:

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=273316877752272&id=100052218844201

 

 

 

2. Jika Anda khawatir mimpi Muhammad Qasim menyesatkan, maka silahkan cermati penjelasan berikut:

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=263259302091363&id=100052218844201

 

 

 

3. Jika Anda masih menduga bahwa mimpi Muhammad Qasim adalah syariat baru maka silahkan baca penjelasan berikut: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=256706122746681&id=100052218844201

 

 

 

4. INI ADALAH POIN TERPENTING. Yaitu, hindarilah syirik dan segala bentuknya serta apapun yang berpotensi menjatuhkan kita pada kesyirikan. Penjelasan rincinya ada pada video berikut: https://youtu.be/T-d6tpBKk9c

 

 

 

Inilah kunci kesuksesan yang sebenarnya. Bukan kecerdasan, kepintaran, kepiawaian yang kita miliki atau yang lainnya.

 

 

 

Allah SWT telah berjanji dalam mimpi-mimpi Muhammad Qasim. Jika kita telah menjauhi segala bentuk kesyirikan tersebut, Allah Ta’ala pasti akan segera menolong kita dan mengeluarkan kita dari segala keterpurukan ini. Apapun urusan kita, Allah akan membuatnya menjadi mudah dan menolong kita dari segala sisi.

 

 

 

Tapi jika kita tidak mengindahkannya, atau bahkan malah mengejek peringatan-peringatan dalam mimpi Muhammad Qasim tersebut, maka ingatlah ayat-ayat adzab dalam Al-Qur’an tentang Kemarahan Allah terhadap para pelaku syirik. Dan Dia akan terus membiarkan kita tertekan dari segala arah.

 

 

 

Ingat, ALLAH itu Maha Pencemburu.

 

 

 

___________________________

 

____________________________

 

 

 

PENUTUP:

 

 

 

– Seluruh penjelasan di atas tidak dimaksudkan untuk memaksakan diri Anda agar meyakini bahwa Muhammad Qasim adalah Al Mahdi.

 

 

 

– Penjelasan tersebut tidak lain adalah berdasarkan hasil penelitian kami selama kurang lebih 4 tahun ini mengamati mimpi Muhammad Qasim dan membedah hadits-hadits akhir zaman. Jika kami salah maka itu dari kami, dan jika ini benar maka sungguh alangkah beruntungnya orang-orang yang mengenali Al Mahdi dan membantu perjuangannya sejak awal kemunculannya.

 

 

 

– Anda dipersilahkan untuk menyangkalnya dan berpendapat lain. Namun harap gunakan kata-kata yang baik layaknya seorang muslim agar tidak menyulut pertengkaran yang tidak berfaedah.

 

 

 

TERAKHIR,

 

 

 

Kami ingin mengingatkan bahwa para Nabi ‘alayhissalam selalu ditolak oleh kaumnya diawal kemunculan mereka. Mereka mengatakan para Nabi itu GILA, PENYIHIR, CARI SENSASI, dan lain sebagainya. Bahkan tidak sedikit dari para NabiyAllah itu yang mereka OLOK-OLOK, CACI MAKI, USIR, MEREKA SAKITI, DAN BAHKAN MEREKA BUNUH.

 

 

 

Padahal para Nabi itu hanya menyeru mereka kepada MEMURNIKAN TAUHID dan tidak meminta upah sepeserpun pada mereka.

 

 

 

Nabi yang muncul dinubuatkan oleh Nabi sebelumnya. Ketika waktu kemunculannya sudah dekat mereka selalu menantikannya. Ketika Nabi tersebut telah benar-benar muncul dan mendakwahi mereka, mereka malah mengejeknya dan menertawakannya seraya berkata, “masa dia? Ah! gak mungkin ah!”

 

 

 

Begitulah tabiat manusia. SUKA MEREMEHKAN ORANG LAIN. Teramat ingkar dan sombong!

 

 

 

Al Mahdi juga sudah dinubuatkan dengan segala tanda kedatangannya oleh Baginda Rasulullah SAW. Kami telah berusaha semaksimal mungkin menuangkannya ke dalam tulisan ini untuk mengajak saudara-saudara merenungkannya bersama-sama. Selebihnya, keputusan ada ditangan masing-masing.

 

 

 

SEJARAH TERUS BERULANG.

 

 

 

SEJARAH TERUS BERULANG..

 

 

 

SEJARAH TERUS BERULANG…

 

 

 

Akhirul Kalam, Wabillahi Taufik wal Hidayah,

 

 

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

#MuhammadQasimDreams

 

#RiseOfIslam

 

#TheRealMahdi

 

#PanjiHitam

Baca Juga

Uncategorized

Kemenangan Kian Dekat? Mimpi MQ Bakal Diperkenalkan Di Markas Dewan Dakwah Yang Dikenal Strategis Dan Barometer Pergerakan Dakwah

Uncategorized

Viral! Meteor Jatuh dan Hubungannya dengan Bencana di Bumi

Ekonomi

Krisis Ekonomi Sri Lanka Sesuai dengan Mimpi Muhammad Qasim

Uncategorized

Kecanggihan Militer Dan Tekhnologi Dibangun Al-Mahdi (Kajian Pertemuan Muhammad Qasim Dan Nabi Daud)
Zoom meeting bersama Kang Diki, Sayyid Muhammad Qasim, dan Ustad Kiki

Uncategorized

21 Pesan Sayyid Muhammad Qasim bin Abdul Karim (Al Mahdi)

Daily Gaza

Imam Masjid Kiyai Tatang telah Menerima Buku Mimpi Muhammad Qasim

Uncategorized

Kunjungan PJMI ke Kampung Akhir Zaman Ciater Subang

Uncategorized

Jalan Ambles di Daan Mogot Jakbar, Lalin Arah Cengkareng Macet