Bismillahirrahmanirrahim
Seri Ta’bir Mimpi Umat dunia – Seri ke 75
SAF GHUROBA DI TANAH UZLAH, TIDAK MENGANGKAT QASIM SEBAGAI TOKOH YANG DIAGUNGKAN, TETAPI: MENGANGKAT NUR KEBENARAN YANG DIBAWANYA & MENUNJUKKAN BAHWA SAF GHUROBA YANG SUDAH UZLAH INI BERSAMA NUR ITU
DAFTAR ISI :
I. Isi Mimpi
II. Resume Hasil Takwi
III. Kesimpulan Utama Hasil Takwil
IV. Hasil Takwil Persimbol Mimpinya
V. Klasifikasi Tingkat Mimpi
VI. Penutup Syar’i
—
I. Isi Mimpi
Sdri Nur’aini – NTB (sudah uzlah)
Tadi malam (tgl 3 nov 2025), sekitar jam 3, saya bermimpi. Dalam mimpi itu saya berada di sebuah pertemuan penting. Di ruangan tersebut hadir banyak tokoh-tokoh besar. Saya melihat mereka tertawa sambil berkata bahwa Muhammad Qasim adalah pembohong dan pendusta.
Mendengar ucapan itu, saya langsung berkata kepada mereka, “Muhammad Qasim bukan pembohong. Apa yang ia katakan adalah benar. Jika kalian terus-menerus mengatakan hal seperti itu, maka dalam 20–24 jam akan turun azab atas apa yang kalian katakan.” Para tokoh itu terdiam. Sementara teman di belakang saya terlihat takut dan berusaha mencegah saya berbicara lagi, tetapi saya tidak peduli.
Setelah selesai berbicara, saya pulang. Saat masuk ke kamar dan membuka jendela, tiba-tiba saya melihat langit berubah menjadi gelap. Kilatan-kilatan petir menyambar ke sana kemari dengan suara yang keras dan menakutkan.
Kemudian angin kencang berhembus dari segala penjuru, mengobrak-abrik apa saja yang dilewatinya. Saya melihat orang-orang ketakutan. Mereka semua berlarian mencari tempat aman. Jalan-jalan besar dipenuhi lautan manusia yang ingin menyelamatkan diri.
Di antara orang-orang itu, ada yang percaya kepada Muhammad Qasim. Saya mendengar sebuah suara yang memerintahkan mereka untuk terus berjalan meninggalkan tempat tersebut. Sementara orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad Qasim juga ingin mengikuti, tetapi tubuh mereka tidak bisa bergerak. Saya berkata kepada mereka, “Kalian tidak akan bisa menyusul mereka.”
Dari arah belakang, saya mendengar suara air besar yang mengalir. Saya kemudian menyusul orang-orang yang sudah pergi lebih dahulu. Setelah kami berjalan cukup jauh, saya melihat orang-orang yang tadi tubuhnya tidak bisa bergerak mulai dapat bergerak kembali dan mereka berusaha menyusul kami. Namun, mereka tidak akan pernah bisa, karena jalan itu sudah dipenuhi lautan manusia. Mereka tidak bisa berlari maupun berjalan.
Mimpi berakhir sampai di situ.
II. Resume Hasil Takwil
Mimpi ini menunjukkan sebuah fase penting dalam perjalanan dakwah akhir zaman, yaitu fase penolakan oleh para tokoh, diikuti dengan peringatan keras berupa azab atau guncangan besar dari Allah.
Di dalamnya terdapat isyarat pemisahan yang sangat jelas antara dua golongan:
– Golongan yang membela dan mengikuti kebenaran (pengikut MQ)
– Golongan yang menolak dan meremehkan (penentang)
Mimpi ini juga menunjukkan bahwa setelah datangnya peringatan, akan terjadi peristiwa besar yang membuat manusia panik dan mencari keselamatan.
Namun, hanya mereka yang telah beriman sebelumnya yang akan mendapatkan jalan keselamatan, sementara yang terlambat akan tertahan dan tidak mampu mengejar.
III. Kesimpulan Utama Hasil Takwil
Inti dari mimpi ini adalah:
Akan datang suatu masa di mana kebenaran ditolak oleh para tokoh berpengaruh, lalu Allah menurunkan peringatan keras berupa peristiwa besar (azab atau krisis global).
Pada saat itu, terjadi pemisahan nyata antara orang yang beriman lebih awal dan orang yang terlambat.
Orang yang telah beriman akan mendapat petunjuk untuk menyelamatkan diri, sedangkan yang menolak akan kehilangan kesempatan meskipun mereka ingin mengejar.
IV. Hasil Takwil Persimbol Mimpinya
1). Pertemuan dengan tokoh-tokoh besar
Ini melambangkan elite, pemimpin, ulama, atau orang berpengaruh yang memiliki kekuasaan opini di masyarakat.
Sikap mereka yang menertawakan kebenaran menunjukkan penolakan kolektif terhadap risalah yang dibawa.
Sejalan dengan Surat Al-Mutaffifin ayat 29–30
Ini adalah pola klasik dalam sejarah para nabi: kebenaran sering ditolak oleh kalangan elite terlebih dahulu.
2). Tuduhan “pembohong dan pendusta”
Ini adalah simbol penolakan terhadap utusan atau pembawa kebenaran.
Sejalan dengan Surat Asy-Syu’ara ayat 186
Ucapan ini bukan sekadar hinaan, tetapi merupakan bentuk penolakan terhadap kebenaran yang jelas.
3). Pembelaan pemimpi dan peringatan azab 20–24 jam
Ini melambangkan keberanian menyampaikan kebenaran di tengah tekanan.
Angka 20–24 jam menunjukkan kedekatan waktu, yaitu azab atau peringatan Allah sangat dekat, bukan lama.
Sejalan dengan Surat Al-Qamar ayat 50
Maknanya: keputusan Allah bisa datang sangat cepat tanpa bisa dicegah.
4). Langit menjadi gelap dan petir menyambar
Langit gelap melambangkan datangnya masa fitnah, krisis, atau azab besar.
Petir adalah simbol peringatan keras dan ketakutan yang datang dari Allah.
Sejalan dengan Surat Ar-Ra’d ayat 12–13
Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang mengguncang manusia agar kembali kepada-Nya.
5). Angin kencang yang merusak
Angin dalam mimpi sering menjadi simbol azab atau ujian besar.
Sejalan dengan Surat Adz-Dzariyat ayat 41–42
Ini menandakan kehancuran sistem atau keadaan yang sebelumnya dianggap kuat.
6). Manusia panik dan berlarian
Ini menggambarkan kondisi manusia saat terjadi bencana besar atau kiamat kecil (krisis global).
Sejalan dengan Surat Abasa ayat 34–37
Manusia akan sibuk menyelamatkan diri masing-masing.
7). Orang beriman diperintahkan berjalan
Ini adalah simbol hidayah dan petunjuk khusus dari Allah kepada orang-orang yang beriman.
Sejalan dengan Surat Yunus ayat 9
Perintah “berjalan” menunjukkan hijrah, penyelamatan, atau perpindahan menuju tempat aman.
8). Orang yang tidak percaya tidak bisa bergerak
Ini adalah simbol tertutupnya hati dan hilangnya kemampuan untuk mengambil keputusan benar.
Sejalan dengan Surat Al-Baqarah ayat 7
Ketika hati telah tertutup, manusia tidak mampu mengikuti kebenaran meskipun ingin.
9). Suara air besar dari belakang
Air besar melambangkan azab besar atau peristiwa dahsyat yang mengejar manusia.
Sejalan dengan Surat Hud ayat 43–44
Ini seperti banjir besar pada kaum Nabi Nuh, simbol kehancuran yang menyapu segalanya.
10). Orang yang terlambat tidak bisa menyusul
Ini adalah simbol bahwa kesempatan memiliki batas waktu.
Sejalan dengan Surat Al-Munafiqun ayat 10
Ketika waktu telah habis, penyesalan tidak lagi berguna.
11). Jalan penuh lautan manusia
Ini menunjukkan bahwa jalan keselamatan hanya terbuka bagi yang lebih dahulu mengambil keputusan.
Dan setelah itu, jalan tersebut menjadi padat dan tidak bisa dilalui oleh orang yang terlambat.
Ini juga melambangkan “gelombang manusia” yang bergerak menuju keselamatan, namun terbagi oleh waktu dan keputusan iman.
V. Klasifikasi Tingkat Mimpi
Jenis mimpi: Mimpi besar yang sarat simbol dan peringatan kolektif
Apakah Ru’ya?
Ya, mimpi ini sangat kuat indikasinya sebagai ru’ya shadiqah (mimpi benar) karena:
– Mengandung peringatan (inzar)
– Bersifat sistematis dan runtut
– Memiliki simbol-simbol Qur’ani yang jelas
– Tidak acak dan memiliki pesan yang kuat
Mimpi ini lebih condong sebagai ru’ya peringatan akhir zaman (ru’ya tahdziriyah)
VI. Penutup Syar’i
Mimpi ini bukan sekadar gambaran peristiwa, tetapi merupakan peringatan agar manusia tidak menunda dalam menerima kebenaran.
Ia menegaskan bahwa penolakan terhadap kebenaran, terutama oleh para tokoh, akan berujung pada datangnya peringatan dari Allah.
Dan ketika peringatan itu datang, hanya mereka yang telah beriman sebelumnya yang akan mendapatkan jalan keselamatan.
Adapun mereka yang menunda, meskipun ingin kembali, tidak akan mampu mengejar karena waktu telah tertutup.
Maka sikap yang benar adalah segera memastikan diri berada di barisan kebenaran sebelum datangnya fase pemisahan tersebut.
Wallahu a‘lam bish-shawab
MAJELIS GAZA
(Tgl. 15 April 2026)

