Tidak ada satu pun riwayat hadis maupun atsar yang menyebutkan bahwa Al-Mahdi adalah sosok yang disembunyikan identitasnya hingga manusia sama sekali tidak mengenalnya. Justru riwayat-riwayat yang ada menunjukkan bahwa Al-Mahdi telah dikenal jauh sebelum peristiwa baiat di Mekkah terjadi. Al-Mahdi bukan tokoh dadakan yang muncul tanpa tanda dan tanpa dikenal sama sekali, melainkan sosok yang keberadaannya telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ, lalu dikenali manusia agar bisa mengikuti petunjuk nya. Manusia mengetahui keberadaannya, mengenal nasabnya, bahkan sebagian telah memperbincangkannya sebelum beliau dipaksa menerima baiat di antara Rukun dan Maqam.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ، لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ، حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا، كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا
“Seandainya tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari, niscaya Allah akan memanjangkan hari itu sampai Dia mengutus seorang laki-laki dariku atau dari keluargaku. Namanya serupa dengan namaku dan nama ayahnya serupa dengan nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan dan kebenaran sebagaimana sebelumnya dipenuhi kezaliman dan kelaliman.” (HR. Abu Dawud, Ahmad & At-Tirmidzi )
Ketika disebut bahwa “Allah mengutus Al-Mahdi”, maka itu menunjukkan bahwa Al-Mahdi itu seorang lelaki yang membawa pesan atau petunjuk untuk disampaikan kepada umat manusia. Sebagaimana para pembawa kebenaran sebelumnya yaitu para Nabi & Rasul dikenal melalui dakwah dan seruan mereka, Al-Mahdi pun diutus agar manusia mengenali jalan yang benar lalu mengikutinya.
Sebab, tidak mungkin manusia diperintahkan untuk mengikuti Al-Mahdi apabila sebelumnya sama sekali tidak mengenal siapa dirinya, apa seruannya, dan ke mana ia mengajak umat. Maka makna diutus di sini adalah hadirnya seorang pembawa petunjuk di tengah kerusakan zaman, yang menyeru manusia kepada kebenaran.
Dalam Riwayat lain, Dari Abdullah bin Mas’ud
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ الْمَشْرِقِ فَيُوَطِّئُونَ لِلْمَهْدِيِّ يَعْنِي سُلْطَانَهُ
Rasulullah ﷺ bersabda: “Akan keluar suatu kaum dari arah timur, lalu mereka mempersiapkan / meneguhkan bagi Al-Mahdi — yaitu kekuasaannya.”
Dalam riwayat lain dari Tsauban disebutkan bagian:
… فَيُوَطِّئُونَ لِلْمَهْدِيِّ سُلْطَانَهُ
“…mereka menyiapkan dan mengokohkan kekuasaan/pemerintahan Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah, Nu’aim Bin Hammad dalam kitab Al-fitan)
Dari sini bisa kita pahami bahwa Al-Mahdi itu berproses atau memerlukan proses dalam membangun kekhalifahan, bukan sosok yang tiba-tiba muncul di Mekkah lalu seketika menguasai dunia tanpa proses. Pemerintahan beliau berjalan melalui tahapan dan persiapan yang Allah takdirkan sebelumnya, terbukti dari riwayat diatas bahwa akan ada sekelompok orang dari timur yang menyiapkan jalan bagi tegaknya pemerintahan Al-Mahdi, menunjukkan bahwa keberadaan beliau telah dikenal jauh sebelum peristiwa baiat terjadi.
Fakta-Korelasi Terhadap Muhammad Qasim
Perintah dari Allah & Rasulullah untuk menyebarkan Mimpi;
Dalam mimpi di bulan April 2014, Allah Berkata untuk pertama kalinya: “Qasim, ceritakan mimpimu ke seluruh dunia; Aku ingin semua orang tahu siapa dirimu”. (Mimpi Muhammad Qasim, web-Pdf)
“April 2014, Allah dan Nabi Muhammad mulai memberitahuku melalui Mimpi untuk berbagi mimpiku kepada semua orang……… Nabi Terakhir Muhammad datang dua kali dalam mimpiku dalam satu malam. Dan mengatakan kepadaku: “Qasim, kamu harus berbagi mimpi ini kepada semua orang untuk menyelamatkan Pakistan dan menyelamatkan Islam”. (Mimpi Muhammad Qasim, web-pdf)
Muhammad Qasim mendapatkan perintah dari Allah atau dengan kata lain Diutus oleh Allah untuk menyebarkan mimpi-mimpi petunjuknya kepada semua orang terutama tentang Tauhid menghindari segala bentuk- bentuk syirik. Disamping agar umat muslim bisa selamat diakhirat karena tidak ada pengampunan terhadap dosa syirik pada hari kiamat, Allah juga berkehendak agar semua orang tahu siapa Al-Mahdi yang sebenarnya.
Rasulullah meriwayatkan dalam banyak hadist tentang ciri fisik, asal negara Al-Mahdi, tanda kemunculannya, petunjuk yang dibawanya, umur ketika diutus, muncul, & dibaiat agar umat muslim bisa mengenali dan mengikuti petunjuk yang dibawanya, bukan mala disembunyikan.
Fakta lanjutan;
Ada sebuah kelompok dari arah timur (bangsa melayu) yang terus menzahirkan Muhammad Qasim adalah Al-Mahdi, menyebarkan mimpi-mimpi Muhammad Qasim kepada banyak pihak, instansi & negara secara terstruktur dan terorganisir. Kelompok ini terus berjuang untuk membukakan jalan bagi kekuasan atau pemerintahan Al-Mahdi. (Pembahasan lanjutan ada postingan selanjutnya)

