Salah satu kekeliruan dari paradigma ulama tentang kemunculan Al-Mahdi adalah anggapan bahwa dunia akan kembali menjadi seperti berabad-abad yang lalu, seolah-olah seluruh perkembangan teknologi akan berhenti dan manusia kembali hidup dalam kondisi yang serba kuno. Padahal zaman terus bergerak maju dan teknologi terus berkembang sesuai kehendak Allah. Dalam beberapa kitab bahkan disebut internet adalah salah satu tanda kemunculan Al-Mahdi dan Al-Mahdi menggunakan internet untuk menyebarkan risalah atau petunjuknya. Karena penyebaran petunjuk kepada manusia dalam skala dunia menuntut sarana yang mampu menjangkau berbagai bangsa dalam waktu yang sangat cepat. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menganggap bahwa kemunculan Al-Mahdi identik dengan penolakan terhadap teknologi. Justru sangat mungkin berbagai sarana modern digunakan untuk menyampaikan risalah, menjelaskan kebenaran, dan memperkenalkan petunjuk kepada manusia.
وَمِنْهَا: نِدَاءٌ يُنَادَى بِهِ جَمِيعُ أَهْلِ الْأَرْضِ، وَيَسْمَعُ أَهْلُ كُلِّ لُغَةٍ بِلِسَانِهِمْ
“Dan di antaranya (tanda-tanda kemunculan Al-Mahdi): sebuah seruan yang diserukan kepada seluruh penduduk bumi, dan setiap orang dari berbagai bahasa mendengarnya dengan bahasa mereka masing-masing.” (kitab Al Isyaah Li Asratisaah ;Sayyid Muḥammad bin Rasul al-Barzanji As-Syafi’i)
وَأُخْرِجَ أَيْضًا عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ:
تَكُونُ فِرْقَةٌ وَاخْتِلَافٌ حَتَّى يَطْلُعَ كَفٌّ مِنَ السَّمَاءِ وَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: أَنْ أَمِيرَكُمْ فُلَانٌ،
قال في عقد الدرر: وهذا النداء يعم أهل الأرض يسمع أهل كل لغة بلغتهم
Dan juga diriwayatkan dari Sa‘id bin al-Musayyib, ia berkata:
“Akan terjadi perpecahan dan perselisihan, lalu seorang penyeru menyeru dari langit: ‘Sesungguhnya pemimpin kalian adalah si Fulan. “Disebutkan dalam ‘Iqd ad-Durar: ‘Seruan (panggilan) ini mencakup seluruh penduduk bumi; setiap pemilik bahasa akan mendengarnya dengan bahasa mereka masing-masing.” (Kitab Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman, Kitab Al Fitan Nu’aim Bin Hammad)
Berdasarkan kutipan pertama diatas bisa dipahami bahwa salah satu tanda kemunculan Al-Mahdi adalah munculnya seruan dan semua orang bisa mendengarnya dari bahasanya masing-masing yang artinya adalah internet (google translate atau autotranslate). Dalam kutipan kedua, semakin memperjelas bahwa ketika umat ini terpecah bela dalam kelompok-kelompok, akan datang seruan yang mengatakan si Fulan adalah pemimpin kalian, dan semua orang akan bisa memahami karena berita itu bisa diterjemahkan dalam bahasa masing-masing orang menggunakan internet.
Dalam konteks kitab Syiah juga ada beberapa kutipan yang semakin menguatkan bahwa Al-Mahdi akan menggunakan teknologi (internet) dalam penyampaian risalahnya. Perlu diketahui meskipun dari kitab syiah yang notabene banyak penyimpangan dalam kaidah ahlussunah, tidak ada salahnya apabila kita mengkaji atsar-atsar yang sejalan dengan realita, dan mungkin saja masih ada sedikit kebenaran yang tersisa.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ ، وَقُولُوا: آمَنَّا بِاللَّهِ
Rasulullah ﷺ bersabda: “Jangan kalian membenarkan Ahli Kitab dan jangan pula mendustakan mereka, tetapi katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami.”’ (HR. Bukhari)
Ini perintah yang jelas bahwa jangan terlalu dini untuk mendustakan maupun membenarkan perkataan ahli kitab / orang berilmu, tapi perlu ditelitih dan dikaji terlebih dahulu.
Kutipan pertama,
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ (ع) قَالَ:
إِذَا قَامَ قَائِمُنَا مَدَّ اللَّهُ لِشِيعَتِنَا فِي أَسْمَاعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ، حَتَّى لَا يَكُونَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقَائِمِ بَرِيدٌ، يُكَلِّمُهُمْ فَيَسْمَعُونَ وَيَنْظُرُونَ إِلَيْهِ وَهُوَ فِي مَكَانِهِ.
“Apabila Al-Qa’im (Al-Mahdi) kami bangkit, Allah akan memperluas pendengaran dan penglihatan para pengikut kami, sehingga tidak ada lagi perantara (kurir) antara mereka dan Al-Qa’im (Al-Mahdi). Ia berbicara kepada mereka, lalu mereka mendengarnya dan melihat kepadanya, sementara ia tetap berada di tempatnya.” (Al-Kulainy, Al-Kafi, jilid VIII, hal. 240–241)
Kutipan kedua,
إِنَّ الْمُؤْمِنَ فِي زَمَانِ الْقَائِمِ وَهُوَ بِالْمَشْرِقِ لَيَرَى أَخَاهُ الَّذِي فِي الْمَغْرِبِ، وَكَذَا الَّذِي فِي الْمَغْرِبِ يَرَى أَخَاهُ الَّذِي فِي الْمَشْرِقِ.
“Sesungguhnya seorang mukmin pada masa Al-Qa’im (Al-Mahdi) sementara ia berada di timur, benar-benar dapat melihat saudaranya yang berada di barat. Demikian pula orang yang berada di barat dapat melihat saudaranya yang berada di timur.” (Abdullah Syabr, Haqqul Yakin, jilid I, hal. 229)
Dari kedua kutipan kitab ini sangat jelas bahwa Al-Mahdi akan menggunakan internet sebagai sarana penyebaran risalahnya, karena internet menghubungkan komunikasi dengan jangkauan yang sangat luas meliputi seluruh dunia tanpa perantara atau kurir. Karena petunjuk Al-Mahdi untuk semua manusia, tanpa menggunakan internet akan membutuhkan waktu yang sangat lama agar semua orang mengetahui petunjuk yang dibawanya, sedangkan sisa umur umat islam berada diambang batas waktu yang telah ditentukan.
Fakta & korelasi terhadap Muhammad Qasim
Perintah dari Allah & Rasulullah untuk menyebarkan Mimpi;
Dalam mimpi di bulan April 2014, Allah Berkata untuk pertama kalinya: “Qasim, ceritakan mimpimu ke seluruh dunia; Aku ingin semua orang tahu siapa dirimu”. (Mimpi Muhammad Qasim, web-Pdf)
“April 2014, Allah dan Nabi Muhammad mulai memberitahuku melalui Mimpi untuk berbagi mimpiku kepada semua orang……… Nabi Terakhir Muhammad datang dua kali dalam mimpiku dalam satu malam. Dan mengatakan kepadaku: “Qasim, kamu harus berbagi mimpi ini kepada semua orang untuk menyelamatkan Pakistan dan menyelamatkan Islam”. (Mimpi Muhammad Qasim, web-pdf)
Mimpi ini terjadi sebelum Muhammad Qasim mulai membagikan mimpi-mimpinya ke khalayak luas;
Muhammad Qasim telah melihat bahwa dia menyebutkan mimpi-mimpinya dengan para pemimpin muslim dan para imam kaum muslim yang terkenal dan para cendekiawan, namun mereka mengabaikannya.
Tetapi sekelompok muslim biasa, mulai memperhatikan dan mempercayainya. Dia melihat bahwa orang-orang yang diberkati itu memiliki pengikut online di media sosial. Mereka berbagi mimpi-mimpi Muhammad Qasim dengan pengikut mereka. Dia merasakan dalam mimpi bahwa di antara semua orang di bumi, mereka (yang percaya dan membantu Qasim) adalah orang-orang yang tidak mementingkan diri sendiri yang disukai Allah. (Mimpi Muhammad Qasim, web-pdf)
Fakta lapangan awal penyebaran Mimpi;
Aku (Muhammad Qasim) mulai menyebarkan mimpi-mimpiku kepada Anggota keluargaku, kawan-kawan dan beberapa orang Lainnya. Aku juga membagikan mimpi-mimpiku melalui email- email ke situs-situs resmi Angkatan Darat Pakistan, situs-situs Pemerintahan Pakistan, tokoh-tokoh terkenal di Pakistan, Dan kepada website-website resmi kenegaraan dari badan- badan keislaman negara Pakistan (Islamic Countries Official Websites) tetapi sepertinya tidak ada satu orang pun yang Telah mempercayaiku maupun mimpi-mimpiku dan mereka Seluruhnya mengabaikanku. Setelah itu aku berhenti untuk Membagikan mimpi-mimpiku. (Mimpi Muhammad Qasim, web-pdf)
Kesimpulan
Muhammad Qasim mendapatkan perintah dari Allah dan Rasulullah untuk menyebarkan mimpi petunjuknya kepada semua orang agar semua orang tahu siapa Muhammad Qasim itu.
Muhammmad Qasim menggunakan bantuan internet untuk mempermudah pengiriman pesan dan penjangkauan yang lebih luas. Hal yang dilakukan Muhammad Qasim ini sangat sesuai dengan kutipan-kutipan Kitab diatas bahwa ketika Al-Mahdi menyebarkan petunjuknya, semua orang dapat mendengarkannya dengan bahasa masing-masing menggunakan autotranslate, semua orang bisa melihat wajah Al-Mahdi tanpa harus perlu bertemu secara langsung atau dengan kata lain hanya dengan duduk ditempatnya masing-masing.

