Bismillahirrahmanirrahim
Seri Ta’bir Mimpi Umat dunia – Seri ke 60
AKAN DATANG SUATU PERISTIWA BESAR YANG MERUNTUHKAN KESOMBONGAN DUNIA
DAFTAR ISI :
I. Ringkasan / Resume Hasil Takwil.
II. Kesimpulan Utama Hasil Takwil.
III. Hasil Takwil Persimbol Mimpinya.
IV. Dalil Hadits yang Sejalan.
V. Klasifikasi Tingkat Mimpi.
VI. Penutup Syar’i.
VII. Isi Mimpinya.
I. Ringkasan / Resume Hasil Takwil
Mimpi ini menggambarkan adanya dua golongan manusia dalam menerima kebenaran: golongan elit yang sombong dan menolak, serta golongan lemah yang lebih mudah menerima.
Penolakan dari kalangan elit merupakan simbol kesombongan duniawi, sedangkan penerimaan dari kalangan miskin adalah simbol hati yang lebih bersih.
Ucapan tentang gempa besar merupakan isyarat akan datangnya peristiwa besar yang meratakan perbedaan duniawi, sehingga manusia kembali pada hakikat yang sama di hadapan Allah.
II. Kesimpulan Utama Hasil Takwil
Mimpi ini adalah peringatan bahwa kebenaran di akhir zaman tidak akan diterima oleh orang-orang yang terikat dengan dunia, tetapi akan diterima oleh mereka yang hatinya sederhana.
Akan datang suatu peristiwa besar (diisyaratkan sebagai gempa atau kehancuran) yang meruntuhkan kesombongan dunia, sehingga semua manusia kembali pada keadaan yang sama.
Ini juga menguatkan bahwa risalah yang dibawa (terkait MQ) akan mengalami penolakan awal, namun pada akhirnya akan terbukti melalui kejadian nyata.
III. Hasil Takwil Persimbol Mimpinya
1). Pesawat dalam perjalanan Jeddah ke Jakarta
Pesawat melambangkan perpindahan cepat, takdir, dan perjalanan misi.
Jeddah sebagai pintu menuju Tanah Suci melambangkan sumber wahyu dan kebenaran, sedangkan Jakarta (Indonesia) melambangkan arah timur sebagai pusat kebangkitan.
Ini menunjukkan bahwa risalah kebenaran akan bergerak dari pusat Islam menuju timur.(sejalan dengan Surat Al-Isra ayat 1)
2). Tertidur di dalam pesawatTidur dalam perjalanan menunjukkan kondisi antara sadar dan tidak sadar, yang sering menjadi keadaan turunnya mimpi yang bermakna (ru’ya).
Ini juga menunjukkan bahwa pesan tersebut datang dalam kondisi perjalanan ruhani.(sejalan dengan Surat Az-Zumar ayat 42)
3). Menceritakan mimpi MQ kepada teman-teman
Ini melambangkan penyampaian risalah atau dakwah.
Perbuatan menceritakan mimpi menunjukkan amanah untuk menyampaikan kebenaran kepada orang lain.(sejalan dengan Surat Al-Ma’idah ayat 67)
4). Penolakan dari kalangan elit / orang kaya
Golongan elit melambangkan kesombongan, keterikatan pada dunia, dan sulit menerima kebenaran.
Dalam banyak kisah para nabi, yang pertama menolak adalah para pembesar kaum.(sejalan dengan Surat Saba ayat 34-35)
5). Penerimaan dari kalangan miskin / lemah
Golongan miskin melambangkan hati yang lebih bersih dan lebih mudah menerima kebenaran.
Ini adalah sunnatullah bahwa pengikut awal kebenaran sering berasal dari kalangan lemah.
(sejalan dengan Surat Al-An’am ayat 52)
6). Ucapan: “Biarkan mereka tidak percaya”
Ini menunjukkan keyakinan terhadap kebenaran yang tidak bergantung pada pengakuan manusia.
Ini juga mencerminkan sikap sabar dalam menghadapi penolakan.(sejalan dengan Surat Al-Kafirun ayat 6)
7). Gempa besar yang menghancurkan rumah
Gempa melambangkan azab, peringatan, atau perubahan besar yang mengguncang kehidupan manusia.
Rumah yang hancur melambangkan hilangnya kekuatan duniawi seperti harta dan status.
Peristiwa ini adalah simbol penyamaan derajat manusia di hadapan Allah.
(sejalan dengan Surat Az-Zalzalah ayat 1-2)
8). Semua menjadi sama dan tidak memiliki harta
Ini melambangkan kembalinya manusia pada hakikat: tidak ada yang dibanggakan selain iman.
Perbedaan duniawi akan hilang, dan yang tersisa hanya amal.
(sejalan dengan Surat Al-Hadid ayat 20)
IV. Dalil Hadits yang Sejalan
Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau melihat para pengikutnya, dan yang paling banyak adalah dari kalangan orang miskin. Ini menunjukkan bahwa golongan lemah lebih cepat menerima kebenaran.
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa dunia akan hancur dan manusia akan dikembalikan kepada Allah dalam keadaan tanpa membawa harta dan kedudukan, kecuali amalnya.
Hadits tentang fitnah akhir zaman juga menjelaskan bahwa akan terjadi guncangan besar (fitnah dan musibah) yang membedakan antara orang yang beriman dan tidak.
V. Klasifikasi Tingkat Mimpi
Jenis mimpi ini termasuk mimpi yang memiliki struktur jelas, pesan terarah, dan tidak acak.
Termasuk dalam kategori mimpi peringatan dan isyarat masa depan.
Cenderung masuk dalam ru’ya shadiqah (mimpi benar), karena:
Memiliki alur jelas
Mengandung pesan dakwah
Selaras dengan sunnatullah dalam Al-Qur’an dan hadits
VI. Penutup Syar’i
Mimpi ini bukan untuk dijadikan dasar hukum, namun sebagai penguat iman dan peringatan.
Kebenaran tetap harus diukur dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Jika mimpi ini benar, maka ia adalah kabar gembira dan peringatan agar manusia meninggalkan kesombongan dunia dan kembali kepada Allah.
Jika tidak, maka tetap menjadi pelajaran tentang pentingnya kerendahan hati dalam menerima kebenaran.
VII. Isi Mimpinya
Sdri Niles, Jambi – 2026
Saat berada di pesawat dalam perjalanan pulang dari Jeddah ke Jakarta, saya tertidur.
Dalam tidur itu, saya bermimpi sedang menceritakan mimpi Muhammad Qasim kepada beberapa teman.
Teman-teman yang berasal dari kalangan orang kaya atau elit tidak mau mendengarkan. Mereka pergi dan tidak percaya dengan apa yang saya sampaikan.
Sementara itu, teman-teman dari kalangan miskin atau kelas bawah justru mau mendengarkan dan mempercayainya.
Kemudian saya berkata kepada teman-teman yang miskin, “Biarkan mereka tidak percaya. Nanti juga akan terjadi gempa besar yang akan menghancurkan banyak rumah, sehingga pada akhirnya tidak akan ada perbedaan. Semua akan sama-sama tidak memiliki harta.”
Setelah itu, saya pun terbangun.
Wallahu a‘lam bish-shawab
MAJELIS GAZA
(Tgl. 27 Maret 2026)

