Perkiraan Umur Umat Islam Tinggal di Bumi

By: Abang Tajudin

Ada beberapa pembahasan para Ulama tentang Perkiraan Umur Umat Islam Tinggal di Bumi. Namun riwayatnya adalah dhaif. Bermakna ia adalah satu maklumat yang perlu kita ketahui, namun tidak ada sesuatu yang muktamad.

Terdapat beberapa hadits yang ditemukan mencoba diterjemahkan untuk khalayak umum. Tidak ada hadits yang benar-benar pasti dalam masalah ini, namun Ulama memberikan beberapa pendapat yang boleh dijadikan panduan.

Penegasan saya (Tajudin) Perkara ini adalah perkiraan saja. Pengetahuan manusia biasa tidak mampu mengesahkan fakta tersebut. Ini hanya sekedar panduan untuk membuat perkiraan semata, tidak boleh diperdebatkan kesahihannya karena sesuatu yang tidak mempunyai bukti secara pasti. Maka, jadikan sebagai motivasi untuk mempersiapkan iman dan amal.

◾Ibnu Hajar Asqalani, ulama dan pakar hadits, dalam kitab Fathul Barri, Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H.

◾Sementara Imam As-Syuyuthi mengatakan umur umat Islam sampai 1477 H.

◾Dan Ibnu Hajar Hambali menulis, umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tidak sampai 1500 H.

“Allahu Akbar, sekarang umur umat Islam sudah sampai pada 1445 H,”

Kedatangan kiamat tidak seorang pun mengetahui, termasuk Rasulullah ﷺ, namun mengenai umur umat Islam, Rasulullah memberi tahu, bahwa tidak sampai 1500 H.

“Di akhir zaman Allah ﷻ wafatkan serentak umat islam dimuka bumi dengan angin lembut yang datang dari arah Yaman, dan yang tersisa hidup hanyalah orang-orang buruk serta kafir kepada Allah ﷻ. Mereka akan menyaksikan hancurnya bumi gunung laut langit dan seluruh alam,” merujuk Al-Qoriah, Al-Qiyamah, Al-Waqiah.

Diantara tanda akhir zaman disebutkan Rasulullah ﷺ , bahwa akan muncul Dukhan (kabut hitam) yang menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam.

Salah satu sahabat bertanya, “Ya Rasulullah kapan itu terjadi?

Baginda Nabi ﷺ menjawab: itu terjadi apabila; pertama penyanyi muncul di berbagai belahan dunia. Kedua kata Rasulullah ﷺ, kalau alat musik (sudah hal umum) dicintai oleh umatku dan minuman keras merebak merajalela.

Dikutib dari sumber lain, Baginda Nabi ﷺ bersabda: “kiamat itu mendekat, saat Gunung kota Mekah mulai berlubang.”

Sebagaimana diketahui, saat ini gunung itu telah bolong-bolong, karena dibuat terowongan (jalur lalu lintas).

1. Al Hafidz Ibnu Hajar

JUMLAH UMUR UMAT YAHUDI, UMUR UMAT NASRANI DAN UMUR UMAT ISLAM

◾Umur umat Yahudi sejak diutusnya Nabi Musa عَلَیهِ‌ السَّلام hingga diutusnya Nabi Isa عَلَیهِ‌ السَّلام adalah 1500 tahun.
◾Umur umat Nasrani sejak diutusnya Nabi Isa عَلَیهِ‌ السَّلام hingga diutusnya Nabi Muhammad ﷺ adalah 600 tahun.
◾Sehingga : Umur Yahudi 1500 tahun – Umur Nasrani 600 tahun = 900 tahun + Umur Islam.

Ibnu Hajar mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadist marfu dari Sa’ad bin Abu Waqqash bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari.”

Kemudian Sa’ad ditanyai orang : Berapa lamanya setengah hari itu? Sa’ad menjawab: “Lima ratus tahun” [hadits sahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim]

Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900 + 500 tahun = 1400 tahun lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap)

Jika sekarang tahun 1445 H (2024M), berarti sudah melewati lebih dari 1400 tahun itu. Sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin adalah umur Nabi Muhammad ﷺ, karena Islam adalah agama yang dibawa oleh Beliau. Juga ditambah dengan 13 tahun karena awal penulisan tahun Hijriah dimulai pada saat Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.

Kemungkinan perkiraan seperti ini :

1400 (Merujuk kepada hadis) + 63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun

◾Jika dengan zaman sekarang yaitu 2024M (1445 Hijirah), berarti 1476–1445
=31 tahun adalah sisa umur umat Islam dari hari ini. mungkin boleh jadi ia kurang atau lebih dari perkiraan ini.

◾Jika kiraannya 1400 (Merujuk kepada hadits) +63 (umur Nabi) dan tidak ada tambahan 13 tahun, berarti 1463 -1445 = 18 tahun adalah sisa umur umat islam dari hari ini.

Wallahu’alam Hanya ALLAH lah yang Maha Mengetahuinya.

Itu hanya sebuah perkiraan, bukan menetapkan ketetapan kiamat terjadi, Tetapi itu perkiraan umur umat Nabi Muhammad ﷺ (Orang Beriman) yang akan dimatikan serentak oleh Allah ﷻ melalui angin lembut yang datang dari arah yaman”.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allahﷻ mengirimkan angin dari arah Yaman yang lebih lembut daripada sutra, angin itu tidak akan pernah meninggalkan seorang pun yang di dalam hatinya terdapat keimanan seberat biji sawi melainkan dia mencabutnya (mewafatkannya).” [HR. Muslim].

2. Imam Ibnu Rajab Al Hanbali

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah ﷺ bersabda : Sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara solat Asar hingga terbenamnya matahari
[HR. Imam Bukhari].

Menurut Ibnu Rajab, “umat-umat yang telah berlalu” itu adalah umat Nabi Musa عَلَیهِ‌ السَّلام (Yahudi) dan umat Nabi Isa AS (Nasrani).

Imam Ibnu Rajab Al Hanbali menempatkan keseluruhan waktu dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Imam Ibnu Rajab Al Hanbali menjadikan waktu umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam عَلَیهِ‌ السَّلام hingga Nabi Musa عَلَیهِ‌ السَّلام seperti waktu satu malam, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat yahudi, nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

Imam Ibnu Rajab Al Hanbali menafsirkan hadits Bukhari lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Nabi Musa عَلَیهِ‌ السَّلام hingga datangnya Nabi Isa عَلَیهِ‌ السَّلام seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa عَلَیهِ‌ السَّلام adalah seperti waktu salat dzuhur hingga salat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah salat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Baca Juga:  Muhammad Qasim di Lilit Ular di Tertawakan Oleh Sahabatnya

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

◾Masa umat-umat Adam hingga Musa = satu malam penuh = 3000 tahun
◾Masa umat-umat (yahudi – nasrani – Islam) = satu siang penuh = 3000 tahun
◾Umur Yahudi = setengah hari dari siang tersebut = ½ dari 3000 = 1500 tahun
◾Umur Nasrani = mengikuti hadis Muslim dari Salman al Farisi yaitu = 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500 – 600 = 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) [lihat: hadits dari Saad bin Abu Waqash riwayat Abu Dawud].

Jadi, umur umat Islam adalah 900 + 500 = 1400 tahun saja, sebelum dibuat tambahan tahun. Namun Ibnu Rajab tidak menyebut berapa tahun tambahannya. Perhitungan ini sama dengan metode yang digunakan oleh Ibnu Hajar. Cuma perbedaannya ialah Ibnu Rajab tidak menjelaskan berapa tahun tamabahan itu.

Jika kita meneliti hadits-hadits nabi ﷺ yang membicarakan tentang tempo pemerintahan Imam Al-Mahdi, masa kemunculannya sudah tidak lama. Maka ini jelas menunjukkan di mulai dari peristiwa besar yaitu peperangan dan Ad-Dukhan, maka itu menandakan Qiamat sudah sangat dekat.

Saat ini kita sudah berada di ambang pintunya. Persiapkan diri dari sekarang.

ZAMAN-ZAMAN PEMERINTAHAN UMAT MUHAMMAD

Zaman pemerintahan umat Muhammad ﷺ terbagi kepada lima fase. Sebagaimana hadits yang diceritakan oleh Nukman bin Basyir.

Dari Nukman bin Basyir, mengatakan, “Suatu ketika kami sedang duduk di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yang tidak banyak bercakap. Datanglah Abu Tha’labah lalu berkata “Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafal hadits Rasulullah ﷺ tentang para pemerintah?’

Huzaifah رَضِی اَللهُ عَنْه lalu segera menjawab.” Aku hafal akan khutbah Rasulullah ﷺ itu.” Maka duduklah Abu Tha’labah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.

Maka kata Huzaifah رَضِی اَللهُ عَنْه, Rasulullah ﷺ telah bersabda. “Telah berjalan Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah Zaman Kenabian sebagaimana yang Allahﷻ kehendaki. Kemudian Allahﷻ mengangkat zaman itu seperti yang Dia kehendaki.

”Kemudian berlangsung pula zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan sebagaimana Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allahﷻ kehendaki. Kemudian Allahﷻ mengangkatnya.

Lalu berlangsung pula zaman raja-raja yang zalim (malikun a’adhun/zaman kesultanan). Berlakulah zaman itu seperti yang Allahﷻ kehendaki. Kemudian Allahﷻ mengangkatnya pula.

Kemudian berlakulah zaman penguasa diktator (mulkan jabbariyan/penguasa yang memaksakan ideologi yang bukan ideologi islam, dan hukum yang bukan dari hukum islam) dan berlakulah zaman itu seperti mana yang Allahﷻ kehendaki.

Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.” Kemudian Rasulullahﷺ pun diam.

Hadis ini memberitahu tentang fasa-fasa zaman yang telah dan akan dilalui oleh umat nabi Muhammadﷺ. Kita sedang berada di fasa keempat

Seperti mana yang tercatit dalam sejarah bahawa Islam telah berkembang lebih 1400 tahun menempuh pelbagai era, sehinggalah ke era yang disebut oleh Rasulullahﷺ sebagai era akhir zaman, era peralihan yang dipimpin oleh prmimpin Islam bertaraf khalifah.

FASA PERTAMA : ZAMAN RASULULLAHﷺ

Zaman ini berjalan selama 25 tahun. Zaman Rasulullahﷺ terkenal dengan ” Zaman Ummah Pertama”. Islam berkembang hingga tiga suku dunia dan dianuti oleh semua bangsa di muka bumi ini. Dengan kemunculan Islam, dua gergasi besar iaitu Rom dan Parsi menjadi lemah dan tunduk dibawah kekuasaan Islam. Setelah nabi wafat, maka berakhirlah fasa pertama ini. Adakah zaman ini telah berlalu? Jawapannya iya, sudah berkahir lama dahulu.

FASA KEDUA : ZAMAN KHULAFA AR-RASYIDIN

Zaman ini ialah zaman pemerintahan para sahabat nabi empat orang, berawal dari pemerintahan Saidina Abu Bakar As-Siddiq, Saidina Umar Al-Khattab, Saidina Uthman Affan dan Saidina Ali bin Abi Talib. Zaman ini berlangsung selama 30 tahun, di mana kekuasaan Rom dan Parsi yang telah lemah itu terus tumbang di tangan para sahabat yang telah di ajarkan iman oleh Rasulullah ﷺ dan kedua–dua gergasi itu dapat ditawan.

Sebelum itu Nabiﷺ telah memberi isyarat dalam sabdanya bahawa kuasa timur dan barat akan dapat ditawan oleh Islam. Sabda Nabiﷺ bermaksud: “Timur dan Barat nanti akan terbuka kepada kamu.” [Riwayat Imam Ahmad].

Setelah itu dikuti oleh zaman Saidina Hasan bin Ali menjadi khalifah selama 6 bulan. Masa di antara Saidina Hasan hingga Khalifah Umar Abdul Aziz ialah selama 60 tahun. Dari zaman Rasulullahﷺ hingga zaman Khalifah Umar Abdul Aziz selama kira – kira 100 tahun. Setelah itu, dicampur dengan zaman selanjutnya, zaman Rasulullahﷺ masih memimpin umat Islam dengan baik dalam lingkungan kurang lebih tahun 134 tahun, total semua menjadi 300 tahun.

Sebagaimana ditegaskan oleh Nabiﷺ “Sebaik–baik masa, adalah masa ku dan masa sesudah itu dan sesudah itu dan sesudah itu.” [Riwayat Bukhari dan Muslim].

Menurut perawi hadist ini, Rasulullahﷺ menyebutnya tiga kali. Para ahli sejarah Islam mensifatkan tiga kali itu bererti tiga masa. Setiap satu masa 100 tahun. Tiga kali bermakna 300 tahun. Itu saja masa yang Rasulullahﷺ menjamin baik yang berjalan di atas manhaj kenabian. Setelah zaman itu, dunia telah mulai rusak hingga menuju Zaman Fitnah. Adakah zaman ini telah berlalu? Jawabannya iya, telah berlalu.

FASE KETIGA : ZAMAN FITNAH @ ZAMAN KERAJAAN MENGGIGIT

Zaman ini ialah zaman pemerintahan raja–raja Islam yang menimbulkan fitnah, di mana memerintah secara menurut sistem turun temurun atau monarki / warisan. Walaupun mereka memerintah atas nama Islam, mewarisi kerajaan Islam tetapi bercampur dengan kezaliman dan berbagai pengaruh luar yang bukan dari ajaran Islam tulen.

Pada zaman ini berawal dari Kerajaan Bani Umayyah, Kerajaan Bani Abbasiyah dan sehinggalah zaman Kerajaan Uthmaniyyah, di mana zaman Uthmaniyyah pengkhianat Islam iaitu Kamal Artatuk meruntuhkan institusi kekhalifahan di Turki, bermakna berakhir fase ini. Lama masa era kekuasaan pemerintahan ini selama kira – kira 700 tahun. Apakah sudah berlalu? Jawabannya iya, sudah berakhir.

Baca Juga:  Ada di Fase Mana Sistem Dajjal Saat ini di Jalankan?

FASE KEEMPAT : ZAMAN DIKTATOR dan FITNAH DAJJAL

Setelah berakhirnya Zaman khalifah Utshmaniyyah pada tahun 1924, maka muncul lah zaman pemerintahan ideologi–ideologi manusia yang garis panduan mereka adalah diambil dari hasil buah fikiran para ahli, sama kenyataan. Atau di kenal dengan sebutan sosialis, komunis, kapitalis, demokrasi dan lain–lain lagi termasuk nasionalis.

Inilah fasw di mana kita hidup sekarang ini. Maka kita dapat simpulkan bahwa fase keempat merupakan fase kemenangan bagi kaum kafir dan kekalahan bagi orang–orang yang beriman karena zaman ini dikatakan muncul kembali cara–cara kehidupan zaman jahiliah yang pernah terjadi semasa zaman Nabiﷺ dahulu.

Dalam fase inilah tegaknya sistem dajjal. Setiap urusan dunia dikelola dengan nilai – nilai materialistik, liberisme dan sekularisme dalam semua bidang kehidupan termasuk politik, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, undang–undang, ketentaraan bahkan keagamaan. Zaman inilah zaman yang Nabi ﷺ paling risau terhadap umatnya karena terlalu banyak fitnah yang membawa kepada kehancuran dan keadaan hura hara di negara Islam.

Di penghujung fase ini, akan berlaku fitnah terbesar sepanjang peradaban manusia, banyak orang tidak mampu membedakan mana yang Haq” dan mana yang Batil”

Hanya dengan iman dan petunjuk Allah ﷻ(Al-Mubassyiraat) saja pada zaman ini kita dapat melawan fitnah dajjal yang begitu dashyat sekali yang pernah digambarkan oleh Rasulullah ﷺ sebelum munculnya era Minhajinnubuwwah (Manhaj kenabian).

Dari Ibn Abbas R.Anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَمْ يَبْقَ مِنْ مُبَشِّرَاتِ النُّبُوَّةِ إِلاَّ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْمُسْلِمُ أَوْ تُرَى لَهُ

Maksudnya: “Tidak terdapat lagi berita-berita gembira tentang kenabian kecuali mimpi yang benar yang dialami oleh seorang muslim, atau diperlihatkan kepadanya (mimpi itu).”
[Riwayat Muslim (1102)].

Ibn Hajar dalam Fath al-Bari (19/461) ketika mensyarahkan hadits ini menyertakan bersama sebuah hadith Abu Ya’la daripada Anas bin Malik رَضِی اَللهُ عَنْه:

إِنَّ الرِّسَالَة وَالنُّبُوَّة قَدْ اِنْقَطَعَتْ وَلَا نَبِيّ وَلَا رَسُول بَعْدِي وَلَكِنْ بَقِيَتْ الْمُبَشِّرَات قَالُوا : وَمَا الْمُبَشِّرَات؟ قَالَ : رُؤْيَا الْمُسْلِمِينَ جُزْء مِنْ أَجْزَاء النُّبُوَّة

Maksudnya: “Sesungguhnya risalah dan kenabian itu telah terhenti. Tidak ada nabi lagi dan tidak ada rasul lagi setelah-ku, akan tetapi akan kekal al-Mubassyiraat. Para sahabat bertanya: Apakah al-Mubassyiraat itu?” Jawab Baginda: “Mimpi orang muslim satu bagian daripada bahagian-bahagian kenabian.”

Di fase ini akan terjadi peperangan akhir zaman paling dahsyat, yaitu peperangan dunia ketiga yang melibatkan kuasa Besar Barat dan Timur Tengah termasuk Yahudi. Dalam peperangan besar ini akan dimulai tercetusnya perang Ghazwa E-Hind iaitu Perang suci melawan India, dan perang dunia ke3 adalah bagian dari perang Ghazwa Hind. Lalu Allahﷻ mendatangkan imam Al-mahdi untuk membantu mengalahkan mereka di tangan umat Islam yang dipimpin oleh pemimpin Islam bertaraf khalifah yaitu Imam Al-Mahdi.

Rasulullahﷺ bersanda:

عِصَابَتَانِ مِنْ أُمَّتِي أَحْرَزَهُمَا اللَّهُ مِنْ النَّارِ عِصَابَةٌ تَغْزُو الْهِنْدَ وَعِصَابَةٌ تَكُونُ مَعَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِمَا السَّلَام

Maksudnya: “Terdapat dua pasukan dari umatku yang Allahﷻ telah mengharamkan dua pasukan itu dari api neraka. Sebuah pasukan yang menyertai Ghazwah Hind , dan sebuah pasukan bersama-sama Nabi Isa عَلَیهِ‌ السَّلام putera Maryam.” [Hadits Riwayat An-Nasai].

Sabda Nabiﷺ; “Apabila kamu melihat Panji-panji hitam telah diterima di sebelah wilayah Khurasan, maka datangilah dia sekalipun terpaksa merangkak diatas salju karena padanya itu ada Khalifah Allah iaitu Al-Mahdi.” [Hadis Riwayat Abu Nuaim].

FASE KELIMA: ZAMAN KEKHALIFAHAN

Setelah berakhirnya fase keempat setelah selesai perperangan Malhamatul Qubra, akhirnya muncul pula zaman kekhalifahan yang berjalan mengikut manhaj zaman kenabian. Atau dengan kata lain Zaman Kebangkitan kembali Islam. Islam akan agung dimata dunia dan kembali bersinar sebagaimana yang ditanamkan oleh Baginda Nabi Muhammadﷺ pada 1400 yang lalu. Sewaktu kemunculan zaman kenabian, yaitu zaman ummat pertama, Dua kerajaan dunia tumbang yaitu Rom dan Persia.

Jadi sesuai dengan proses sunnatullah dan ini ditegaskan sendiri oleh Allahﷻ dan RasulNya didalam Al-Quran dan Hadist bahwa;

سُنَّةَ اللّٰهِ فِى الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۚوَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا

Sebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), “dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.”
[QS. al-Ahzab ayat 62].

Sabda Nabi ﷺ: “Ketahuilah bahwa kejayaan Islam itu senantiasa berputar” [Hadis Riwayat Abu Na’im dari Muaz bin Jabbal].

Maka kemunculan zaman Ummat Kedua pada akhir zaman ini pun akan berulang sejarah dua penguasa dunia akan tumbang juga, yaitu komunis (Eropah Timur) dan kristen (Eropah Barat dan Amerika) termasuk Yahudi, Pemimpin Islam di zaman ini ialah pemimpin bertaraf khalifah. Dan umur kekhalifahan Imam Al-Mahdi berlangsung sekitar 7 atau 8 tahun difase kedamaian. Berikut hadits terkait:

Dalam riwayat lain, daripada Abu Sa’id al-Khudri رَضِی اَللهُ عَنْه, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَخرُجُ في آخِرِ أُمَّتي المَهديُّ، يَسْقيه اللهُ الغيْثَ، وتُخرِجُ الأرضُ نَباتَها، ويُعْطي المالَ صِحاحًا، وتَكثُرُ الماشيةُ، وتَعظُمُ الأُمَّةُ، يَعيشُ سَبعًا، أو ثَمانيًا، يَعْني حِجَجًا.

Maksudnya: “Al-Mahdi akan keluar di akhir kehidupan umatku. (Ketika pemerintahannya), Allahﷻ menurunkan banyak hujan dan bumi mengeluarkan banyak tumbuhan. Dia memberikan harta dengan adil, hewan ternak menjadi banyak, dan umat manusia menjadi mulia. Dia akan hidup selama tujuh atau delapan tahun.” [Riwayat Abu Daud (4285), Ahmad (11130) dan al-Hakim (8673)]. (Syeikh Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Sunan Abi Daud (6/343) menyatakan sanadnya sahih).

Dari Said dan Jabir bahwa Nabiﷺ bersabda, maksudnya; “Akan ada pada akhir zaman nanti seorang khalifah yang akan membagi–bagikan harta kepada rakyat sehingga tidak terhitung banyaknya (makmur).” [Hadis Riwayat Muslim].
#mtj

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Scroll to Top