Kedamaian Mengundang Salam Langit

Berikut adalah sebuah kisah Kedamaian Mengundang Salam Langit, kutipan dari hadits.

Di dalam kitab-kitab hadits para imam, tercatat sebuah nama yang harum di sisi Allah — Imran bin Hushain, sahabat mulia, kekasih Allahﷻ yang diuji dengan sakit bertahun-tahun lamanya.

Tubuhnya terbaring, anggota badannya lumpuh. Namum hatinya hidup menyala, lisannya tidak pernah hening dari dzikir dan syukur.

Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan sabda Nabi ﷺ:

Sesungguhnya malaikat datang memberi salam kepada Imran bin Hushain karena kesabarannya dalam menghadapi musibah.

Apa yang membuat langit menaruh hormat kepadanya? Bukan jabatan atau kekayaan. Tapi kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan menerima takdir Allahﷻ.

Ketika Allahﷻ izinkan kesembuhan menjamah tubuhnya, Imran merasakan ada sesuatu yang hilang. Salam malaikat berhenti, hatinya merintih.
“Ya Allah… aku lebih memilih sakit. Asal salam-Mu tidak terputus dariku…”

Betapa tinggi maqam orang yang mencintai keridhaan Allahﷻ lebih dari kesehatan, lebih dari dunia, bahkan lebih dari dirinya sendiri.

Wahai jiwa-jiwa yang menginginkan kebaikan… dengarkan nasihat ulama sebelum kalian berikut:

Imam Ibnul Qayyim berkata dalam Madarijus Salikin,
“Jalan menuju Allah adalah jalan orang-orang yang bersabar. Tidak ada maqam yang lebih mulia dari maqam ridha dan sabar.”

Baca Juga:  Dunia Mendekati Titik Kehancuran

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berpesan:
“Jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka engkau akan menanggung pahitnya kebodohan.”

Pelajaran besar untuk pencari akhirat

Jika engkau sedang dalam uzlah,
Jika engkau sedang berusaha menegakkan hati dalam gelombang dunia,
Jika engkau sedang memikul amanah menyampaikan kabar besar mimpi-mimpi suci Muhammad Qasim, kabar tentang zaman penutup dunia.

Maka ketahuilah…
Kesendirianmu disaksikan langit, keletihanmu diabadikan para malaikat, dan perjuanganmu dicatat di Lauhul Mahfudz.

Dan bagi engkau yang sedang ragu, bimbang, dan tidak tahu ke mana harus berlabuh dan siapa yang harus diikuti..

Bergabunglah dengan kami di MAJELIS GAZA. Majelis tempat kami mendalami ilmu akhir zaman, menghidupkan sunnah. menegakkan ruh dakwah. Menebar cahaya dari mimpi-mimpi Muhammad Qasim, tanda kebangkitan yang dijanjikan Rasulullah ﷺ…

Di sinilah kami belajar dari rujukan para ulama. dari ayat suci Al-Qur’an, dan hadits-hadits sahih. Juga dari warisan nubuwah yang akan membimbing kita menghadapi zaman fitnah menuju zaman cahaya.

Ingatlah, jangan pernah takut atas jalan yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan…
Karena rahmat Allahﷻ itu pasti. tidak ada satu makhluk pun di langit atau di bumi yang bisa menghalangi rahmat-Nya turun kepadamu.

Baca Juga:  Ketika Tauhid Mulai Padam

Allah ﷻ berfirman dalam firman abadiNya:
“Apa saja yang Allah bukakan berupa rahmat, maka tidak ada yang mampu menahannya, dan apa yang Dia tahan, tidak ada yang mampu melepaskannya setelah itu.”
(QS. Fathir: 2)

Mari kita saling mendoakan…
Agar hati kita teguh dan langkah kita lurus. Allahﷻ jadikan kita termasuk dalam golongan yang disebut Rasulullah ﷺ sebagai ghuraba’, orang-orang yang asing di mata dunia tapi mulia di sisi langit.

Kita niatkan hidup untuk cita-cita besar ini, menjadi pelaku hadits-hadits Nabi ﷺ, dan pengikut setia Rasulullah ﷺ. Jadi pejuang dalam sakit di uzlah dan keterasingan, namun tetap teguh hingga dijemput oleh salam malaikat. Dan rahmat Allahﷻ menyelimuti kita hingga surga tertinggi.

Majelis GAZA adalah jalan dakwah, jalan menjemput rahmat. Dan jalan menuju pertemuan bersama Rasulullah ﷺ di telaga Al-Kautsar.

Bergabunglah…
Dan jadilah bagian dari kafilah cinta yang tak akan mundur.

By: Zk

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Scroll to Top