Berikut puisi sekaligus ungkapan hati ajakan umat untuk kembali ke Tauhid. Dengan tema, Ketika Tauhid Mulai Padam.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Akan datang suatu zaman…
Di mana Islam hanya tinggal nama…
Dan Al-Qur’an hanya tinggal huruf-huruf yang dibaca…
– (Sayyidina Ali radhiyallahu ‘anhu)
Saudaraku… lihatlah…
Bukankah kita sedang hidup di zaman itu…?
Zaman di mana sunnah dianggap asing…
Tauhid dianggap radikal…
Dan kebenaran dianggap fanatisme…
Manusia sibuk membangun dunia…
Tapi lupa membangun akhiratnya…
Mereka hafal ayat… tapi tidak lagi merasakan maknanya…
Mereka fasih berbicara tentang agama…
Tapi ruh tauhid di dalam dada… telah lama padam…
> Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Lihatlah ke dalam dirimu…
Apakah tauhid itu masih hidup…?
Atau hanya menjadi hafalan tanpa kehadiran…?
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
> Tauhid adalah nafas hati. Bila ia mati, maka tubuh pun akan mengikuti kematiannya.”
Mati…
Bukan berarti jasad terkubur…
Tapi hati yang tak lagi mengenal Rabb-nya…
Hati yang lupa dari siapa ia berasal… dan ke mana ia akan kembali…
Maka saudaraku…
Kembalilah…
Kembalilah sebelum malam semakin gelap…
Sebelum pintu langit benar-benar tertutup…
Sebelum bumi ini hanya menyisakan tangis dan penyesalan…
Bangkitlah…
Hidupkan kembali ruh tauhid di dalam dada…
Bersihkan ia dari syirik yang tersembunyi…
Dari cinta dunia yang membutakan…
Karena hanya cahaya tauhid…
Yang mampu menerangi jalan…
Di saat dunia ini perlahan tenggelam dalam kegelapan…
> Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya…”
(QS. Al-Baqarah: 257)
Mari kembali ke tauhid…
Sebelum malam itu benar-benar menelan cahaya.
Oleh: Zk




